
Sasha benar-benar dibuat bingung dan cemas dengan keberadaan neneknya di ruang VIP.
"Apa mungkin om Andro salah pesan kamar ya ? Waduh bagaimana ini biaya Rumah Sakit, Dokter dan sekarang ruang inap VIP ??? Oh Tuhan bagaimana aku bisa menutupi semua biaya ini?" keluh Sasha dalam hati.
Lemas sudah otot-otot kakinya seakan tak mampu lagi menumpang berat tubuhnya.
"Sasha..." panggil nenek lembut saat melihat cucunya dari tadi hanya menatap jendela kamar tanpa bergerak sedikitpun dan nenek yakin pikirannya sedang tidak bersama raganya.
Nenek sangat paham apa yang membuat pikiran Sasha risau saat ini.
"Sasha...sini nak.Nenek mau bicara."panggil nenek sekali lagi.
"Iya nek.." Sasha menghampiri ranjang dorong nenek dan memijit kaki neneknya.
"Shaa..tolong bereskan baju-baju nenek ya." Nenek merapikan rambutnya.Lalu mengambil tas dan menyodorkan pada Sasha.
Sasha mengeryitkan keningnya sambil memandang nenek ."Tas buat apa nek?"
"Masukan baju nenek ke dalam tas kita pulang sekarang.Nenek sudah sehat kok!" Nenek hendak turun dari ranjang dorong.
Sasha melongo melihat neneknya yang nekad turun dari ranjang dorongnya dan hendak melepas selang infus.
"Nekk!! Jangan! " Sasha berusaha mencegah nenek nya untuk melepas selang infus.
"Nekk...jangan nek! Nenek masih belum sembuh." seru Sasha panik kebingungan dengan sikap nenek.
Tetapi nenek tetap nekad memasukan baju-baju nya ke dalam tas."Nenek sudah sehat. Disini bukan tempat nenek. Ini tempat orang-orang berduit Nenek mau pulang mau beli bahan untuk bikin kue besok pagi." celoteh nenek sambil terus membereskan barang-barangnya.
Sasha kebingungan menghadapi sikap neneknya.Disisi lain nenek benar disini tempatnya orang-orang berduit tapi nenek masih butuh perawatan agar benar-benar kembali pulih.
Tok.... tok...
"Selamat pagi..."
Mendengar ada yang memasuki ruangan.Sasha dan Nenek pun menoleh ke arah yang sama.
"Om Andro!" seru Sasha terkejut.
Tampak Andromeda datang bersama seorang wanita cantik dan anggun.
"Hmm pasti istri om Andro.Pasangan yang serasi"gumam Sasha.
"Selamat pagi Om Andro. Nek... ini om Andro yang tadi Sasha ceritakan pada nenek." Sasha merangkul sang Nenek mengenalkan Andromeda.
__ADS_1
"Ohh ini yang nolong nenek kemarin, terima kasih banyak ya nak! Terima kasih juga sudah membantu cucu saya. Karena saya tahu cuci saya pasti panik dan ketakutan saat itu." nenek mengulurkan tangannya pada Andromeda.
"Sama-sama nek.Tidak usah sungkan.Nenek istirahat saja dulu biar cepat pulih."
"Oh ya ini kenalkan istri saya" Istri Andromeda pun mengulurkan tangannya pada nenek dan Sasha.
"Lho nenek kok turun dari ranjang? Baru dari toilet ya Sha?" tanya Andromeda saat melihat nenek sudah berdiri disamping ranjang dorongnya.
"Bukan Om.Nenek minta pulang.Tuh selang infusnya sudah dicopot sama nenek." keluh Sasha.
"Lho kenapa nek? Saya panggilkan suster ya biar dipasang lagi infusnya." Andromeda hendak menekan tombol untuk memanggil suster.
"Jangan nak Andro. Nenek pulang saja nenek sudah sehat kok." ucap nenek sambil menahan tangan Andromeda menekan tombol.
Andromeda menatap lekat nenek mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
"Sehat bagaimana nek? Memangnya dokter yang bilang nenek sudah boleh pulang? Tuh infusnya saja masih ada." tunjuk Andromeda ke tiang infus.
"Nak Andro nenek sungguh-sungguh berterima kasih buat pertolongannya. Tapi disini bukan tempat nenek.Kami bukan orang berduit untuk-----" Belum selesai nenek dengan kalimatnya, Andromeda paham ke arah mana pembicaraan nenek.Ia pun cepat-cepat memotong kalimat nenek.
"Lho nenek belum diberitahu Sasha?"
Nenek mengerutkan keningnya menatap Andro sebentar lalu berganti ke arah Sasha.
"Kamu belum beritahu nenek Sha? Kalau Rumah Sakit ini sedang mengadakan diskon minim tujuh puluh persen hingga gratis pelayanan." Andromeda menatap Sasha lekat seolah mencoba mencari jawaban.
"Oh itu. Iya om, Sasha belum beritahu nenek tentang itu." jawab Sasha pelan.
"Dan kamu tahu Sha, nota tagihan mu terpilih sebagai salah satu nota yang mendapatkan gratis pelayanan hingga sembuh dan dinyatakan boleh pulang dari dokter." penjelasan Andromeda membuat Sasha terbelalak terkejut.
"Serius om nota Sasha mendapatkan gratis pelayanan?"
Andromeda pun mengangguk yakin.
"Terima kasih Tuhan atas berkatMu.Nek nota kita mendapatkan gratis pelayanan nek!" seru Sasha.
Nenek menatap cucunya dan Andro bergantian tanda tidak mengerti.
Sasha pun akhirnya menjelaskan dengan detail apa yang dimaksud oleh om Adromeda.
"Ulang tahun Rumah Sakit?" tanya istri om Andro sambil mengerutkan keningnya.Lalu berganti menatap wajah suaminya.Yang dibalas dengan senyuman penuh arti oleh Andromeda.
"Iya Tante, memperingati hari jadi Rumah Sakit ini.Om Andro juga mendapatkan undian diskon tujuh puluh persen dari total biaya om Andro perawatan disini.Benar kan om?" tanya Sasha meyakinkan.
__ADS_1
"Diskon tujuh puluh persen? Untuk perawatan disini? " Kembali nyonya Andro bertanya lalu menatap suaminya.
Andromeda pun tersenyum serta mengangguk "Iyaa ma kemarin waktu papa bayar di kasir biaya perawatan disini papa dapat undian diskon tujuh puluh persen ya lumayanlah tapi Sasha lebih beruntung ia memang undian gratis pelayanan disini." sambil merangkul istrinya dan senyum penuh arti
"Nah jadi sekarang nenek dan Sasha gak perlu khawatir lagi soal biaya Rumah Sakit.Karena semua gratis.Nenek tinggal menikmati saja sampai nenek benar-benar sembuh dan dokter menyatakan nenek sudah boleh pulang.Okay nek ...Sha." Lalu Andromeda berusaha menuntun nenek kembali ke ranjangnya..
"Benar kah nak Andro, semua biaya perawatan disini gratis?" tanya nenek ragu.
Andromeda pun tersenyum dan mengangguk pelan."Iya nek.GRATIS."timpal Andromeda kembali.
"Sha tolong panggilkan suster untuk memasang kembali infus nenek!"
"Baik om." Sasha pun dengan sigap memanggil suster perawat.
Setelah selang infus dipasang kembali dan nenek pun telah beristirahat dengan nyaman.Androneda dan istri pun pamit pulang.
"Okay Sha saya dan istri pamit dulu ya.Masih ada yang perlu kamu urus." pamit Andromeda.
"Baik om terima kasih banyak."
"Terima kasih ya nak Andro buat semua bantuannya.Semoga Tuhan memberkati nak Andro sekeluarga."
"Amin nek! Terima kasih doanya." sahut Andromeda dan istri.
Setelah Andromeda dan istri pergi, Sasha dan nenek pun berpelukan sesekali Sasha mencium neneknya ."Sekarang nenek gak perlu khawatir lagi. Nenek nikmati saja fasilitas disini semua gratis."
"Dan kamu juga tidak usah risau lagi dengan biaya Rumah Sakit.Kamu fokus saja ke sekolah kamu." Nenek membelai lembut rambut cucunya.
"Iya nek, tapi Sasha sudah ijin kok tidak masuk sekolah untuk jaga nenek.sampai nenek sembuh."
"Nenek gak apa-apa Sha.Ksmu masuk sekolah saja setelah pulang sekolah kamu baru kesini."
"Tapi nek..."protes Sasha.
"Sudah besok kami masuk sekolah saja.Nenek gak apa-apa. Kan ada suster kalau nenek perlu apa-apa tinggal pencet tombol ini kan?" tunjuk nenek ke tombol disamping ranjangnya.
Sasha pun mengangguk."Terima kasih nek.Cepat sembuh ya nek.Nenek gak boleh bandel apa kata Suster atau dokter diturut ya nek biar bisa cepat pulang, kalau nenek sudah dinyatakan sehat oleh dokter." pesan Sasha.
"Iya sayang.Besok kamu harus masuk sekolah ya jangan bolos lama-lama.Nenek aman kok disini kamu tidak perlu khawatir." nenek kembali mencium cucunya dan membelai rambutnya.
Sasha pun mengangguk pelan.Akhirnya yang ia khawatirkan sudah menemukan jalan keluarnya sendiri.Ia sangat bersyukur sekali.Nenek masuk Rumah Sakit disaat Rumah Sakit sedang merayakan ulang tahunnya sehingga nenek bisa mendapatkan gratis biaya perawatan.
Kini Sasha mulai fokus dengan sekolahnya kembali sesuai dengan permintaan nenek.
__ADS_1
...............................................