
Setelah semua teman-teman dan siswa siswi yang lainnya selesai memberi selamat padanya atas keberanian dan keberuntungannya dalam menghadapi The Five.
Sasha pun merapikan buku-bukunya kembali. Dan memutuskan untuk segera kembali ke kelasnya.Tepat saat ia melangkahkan kaki nya untuk pertama kalinya bel tanda istirahat selesai berbunyi.
Sambil matanya tetap ke arah menghilangnya Galaxy dan teman-temannya.
Dan tanpa disangka tiba-tiba sosok Galaxy muncul dari arah pandang Sasha.
Mengetahui Galaxy kembali dari kantin Sasha berlari secepat mungkin menuju kelasnya tanpa menoleh ke belakang lagi.
Galaxy dengan mata elangnya sempat menangkap sekelebat gerakan Sasha yang berlari secepat mungkin saat melihat dirinya.
Lagi-lagi senyuman samar sempat tercipta dari bibir seorang Galaxy.
Di sisi lain sesampainya Sasha di kelasnya ia berusaha menata napasnya. "Gila hampir saja ia melihatku masih disana. Bisa habis aku kalau teman-temannya melihatku lagi."
"Duh Sha..lain kali hindari saja kesempatan bertemu geng kejam itu. Tidak ada gunanya juga ketemu mereka.Walau memang harus diakui mereka good looking semua. Ish ish Sha apa sih yang ada di kepala kamu? Ganteng tapi penyiksa untuk apa? Hari gini ? Kelaut aja kalee" Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha membuang pikiran yang ia anggap aneh.
"Sha ...kamu kenapa? bermasalah lagi dengan mereka?" tanya Chika sahabatnya yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya.
"Kan sudah aku bilang Sha ..sudah hindari saja mereka. Jangan cari masalah deh sama mereka.. ngeri." ucap Chika sambil menggenggam tangan Sasha.
"Iya aku tahu. Aku janji mulai saat ini sebisa mungkin menghindari geng aneh itu." sahut Sasha.
"Sipp ...yuk" ajak Chika kembali duduk di bangku mereka masing-masing yang kebetulan posisi duduk mereka berdua berdekatan. Sasha duduk di bangku depan Chika. Jadi meeka tetap bisa ngobrol di saat jam kosong atau istirahat bila mereka malas keluar kelas.
.....................................................
Siang ini begitu terik. Sepulang sekolah Sasha langsung pulang ke rumah. Rasanya seharian di luar rumah begitu gerah.
"Selamat siang nek..."sapa Sasha sambil memberi salam.Sasha mencium tangan nenek lalu hendak merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuknya.
"Eitzz bersihkan badan kamu dulu baru kemudian kamu boleh berbaring." nasehat nenek.
Sasha terkekeh"Iya nek ...habis cape banget nek hari ini.Apalagi menghadapi badut badut di sekolah Sasha, bikin sakit perut nek pengen ketawa dan muntah melihat tingkah laku mereka!" sindir Sasha pada The Five.
"Badut?" nenek menatap tajam ke arah Sasha tidak mengerti.
__ADS_1
"Di sekolah kamu ada badut? Memangnya tadi ada yang sedang merayakan ulang tahun?" tanya balik nenek Sasha.
"Kok kayak anak Sekolah Dasar saja" gumam nenek sambil melanjutkan merajut baju hangat untuk Sasha cucu tercintanya.
Sasha yang mendengarnya tertawa cekikikan apalagi dalam bayangan Sasha saat ini seluruh anggota The Five menggunakan kostum badut dengan hidung merah dan rambut kriwilnya.
"Hahaha" Sasha puas menertawakan anggota The Five dalam halunya.
.................................................
Setelah mandi perasaannya menjadi lebih fresh."Wahh kenapa nih ...kok tiba-tiba kangen bermain bersama Grey."
"Nek Sasha mau ke bawah sebentar ya mau main bersama Grey." ijin Sasha pada neneknya.
"Makanlah dahulu Sha sebelum perut kamu berontak dan ntar menjadi suatu penyakit dalam tubuh." ujar nenek mengingatkan Sasha pentingnya makan sebelum lapar menyerang.
"Baiklah Nek, Sasha maksi dulu ya! " Sasha mencium neneknya dengan penuh kasih sayang. Lalu beranjak pergi meninggalkan neneknya sendiri di kamar.
Siang yang sangat gerah ini membuat semua orang agak segan untuk keluar rumah.
Dengan menggunakan kaos putih lengan pendek dan dipadukan dengan celana pendek biru. Sasha terlihat begitu cantik.Ditambah lagi dengan rambut panjangnya yang tergerai indah.
Mengetahui Sasha menghampirinya Grey langsung menyambutnya dengan gonggongan bersahabat.Sambil melompat lompat menaikan kedua kaki depannya tanda ia sedang senang hati.
Sasha pun lalu tertawa dan memeluk Grey dengan penuh kasih sayang.Grey pun terus menyalak tanda bahagia.
Tidak jauh dari tempat Grey, Galaxy memasuki halaman rumahnya. Setelah ia turun dari mobilnya, Galaxy mendengar anjing kesayangannya terus menggonggong. Takut ada sesuatu jahat sedang mengincar keluarganya atau pun anjingnya, Galaxy pun berlari secepat mungkin ke arah Grey.
Sesampainya di tempat Grey biasa beristirahat, Galaxy menghentikan langkahnya tiba-tiba. Ia melihat Grey sedang bercanda dan bermain gembira dengan Sasha.
Walaupun ada rasa cemburu yang menyelinap. Galaxy masih ingat perjanjian antara dirinya dan Sasha waktu itu bahwa mulai saat itu Sasha pun resmi menjadi pemilik Grey juga.
Galaxy mengambil sesuatu dari saku bajunya.Sebuah liontin bertuliskan SaGa (Sasha dan Galaxy) dan di balik liontin tersebut tertera nomer hape Galaxy.
Lalu ia kembali memasukkan liontin tersebut ke dalam saku bajunya.Diam-diam Galaxy pun meninggalkan mereka berdua.
"Kak Gala!"
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara lembut memanggil nama Galaxy.
Galaxy pun berhenti. Dan seperti biasa ia tidak menoleh sedikitpun ke arah Sasha.
"Kak terima kasih sekali lagi buat bantuannya hari ini. Sasha janji tidak akan berbuat ceroboh lagi terhadap kelompok kak Gala." janji Sasha.
Galaxy menarik napas dalam lalu menghembuskannya. Dan tanpa banyak kata-kata, Galaxy mengambil liontin itu kembali dari saku bajunya dan menyerahkannya pada Sasha.
"Nih seperti janji aku" lalu ia berjalan meninggalkan Sasha dan Grey.
Sasha terbelalak melihat namanya terukir indah di sebuah liontin bersama nama kakaknya, sebagai simbol pemilik Grey.
"Terimakasih kak!" teriak Sasha bahagia.
Galaxy berjalan terus tanpa menoleh sedikitpun menuju kamarnya. Diiringi gonggongan Grey.
'Yes Grey sekarang aku resmi jadi pemilik mu juga." Sasha melepas liontin lama Grey dan menggantinya dengan liontin yang baru.
"Wah kamu semakin terlihat gagah Grey!" puji Sasha yang langsung disambut sebuah gonggongan terima kasih oleh Grey.
...........................................
nih aku punya rekomendasi bagus untuk kalian
Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Author: Oktavia Hamda Zakhia
Apa jadinya seorang casanova berstatus duda itu terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mullet.
Pertemuannya itu terjadi saat ia sedang melakukan suatu hal di ruangan kerja kantor miliknya. Namun, sialnya kepergok oleh seseorang yang bekerja di kantornya.
Bahkan gadis tersebut mampu membuat putranya yang berhati dingin bisa tertawa lepas. Setelah tujuh tahun ia mengabaikannya.
Yang mana ia di hadapan kenyataan bahwa gadis yang bekerja di kantornya itu tak mudah ditaklukkan. Mengingat ia sendiri yang mendapat julukan duda casanova.
Bisakah ia mendapatkan hati dari gadis bar-bar yang telah berhasil membuat putranya tersenyum kembali.
__ADS_1
Kisah perjalanan mereka di warnai dengan tingkah laku dari gadis bar-bar yang melekat di dalam dirinya