
"Diam! Ikuti saja perintahku kalau mau selamat! Ayo Jalan,!" perintah sang penculik.
Sasha merasa benar-benar tak berdaya.Ia akhirnya mengikuti apa mau sang penculik berontak pun ia tak mampu.
"Cepat masuk!" Sasha didorong ke sebuah ruangan kosong. Lalu dikunci dari luar.
"Heiii! Buka! " Sasha menggedor gedor pintu sekeras-kerasnya.
"Buka! Apa maksud kalian! Buka!'teriak Sasha sekeras-kerasnya.
"TOLONG!! Siapa saja Tolong!" teriak Sasha.
Teriakan sia-sia Sasha hanya ditangkap oleh angin. Sang penculik dan gerombolannya telah pergi meninggalkannya sendiri di sebuah gudang.
Sadar dirinya sendiri dan tidak ada siapa-siapa lagi disekitar.Sasha pun terduduk layu.
Pandangannya tersebar ke seluruh ruangan mencoba untuk mengenali
dimana ia berada saat ini.
Hanya barang-barang tua yang tertutup debu tebal serta sarang Spiderman dimana-mana.
Perasaannya mulai tidak enak, ditempat seperti ini biasa terdapat banyak Cicak beranak cucu. Bagaimana bila salah satu dari mereka mencoba genit lagu padanya.
Membayangkan seekor atau bahkan berekor-ekor Cicak jatuh dan nempel dengan genit di salah satu bagian tubuh nya. Otot otot Sasha langsung lemas. Airmatanya berlomba turun menuju pipi mulus Sasha.
Sasha pun hanya bisa mengawasi dengan tajam dan ia pun berusaha awas dengan kedatangan cicak.
Sasha memeluk tubuhnya rapat sebagai pelindung diri dari kegenitan cicak yang mungkin tiba-tiba muncul dan mencoba menyentuh tubuhnya.
Dengan masih berlinang air mata.Tubuh Sasha pun mulai gemetar ketakutan.
__ADS_1
Sasha pun kembali menggedor-gedor pintu yang terkunci dari luar itu dengan sisa-sisa tenaganya.
Tetapi semuanya sia-sia. Andai saja si penculik tidak merampas ponselnya jauh lebih mudah baginya untuk menghubungi seseorang dan meminta tolong.
Sayangnya sepertinya si penculik sudah merencanakan dengan matang sehingga ia tidak diberi kesempatan untuk menghubungi seseorang di luar sana.
Karena berusaha keras untuk melindungi diri sendiri dari colekan genit si cicak nakal, tenaga Sasha pun terkuras habis ia pun lemas kelelahan hanya untuk bertahan agar tidak ada Cicak menghampirinya.
Crek ...crek..
Cahaya dari luar berusaha menerobos masuk dengan paksa saat pintu gudang dibuka.Mendahului si pembuka pintu.
Sasha menyilangkan tangannya berusaha menutupi matanya yang silau karena cahaya yang masuk dengan tiba-tiba.
"Ayo keluar!' perintah seseorang yang baru saja membuka pintu gudang sekolah.
Tanpa menyia-nyiakan waktu begitu saja Sasha pun berdiri dan secepat mungkin keluar dari gudang.
Setelah keluar dari gudang pengap dan berdebu itu. Sasha mencoba mengenali siapa orang yang tadi membuka pintu untuknya.
'Hmm bukannya dia salah satu anggota The Five." batin Sasha dalam hati.
"Ayoo ikuti aku!"
Sasha yang sudah lemah tanpa banyak protes dan bertanya ia hanya menuruti apa yang diperintahkan padanya.
Sesampainya di halaman belakang betapa terkejutnya Sasha semua murid telah berkumpul disana entah apa yang ditunggu dan ingin dilihat mereka.
Belum berhenti rasa herannya tiba-tiba....
Byurrr
__ADS_1
Entah bagaimana ceritanya ada satu ember penuh air jatuh dan tepat menimpa Sasha.
Untuk sesaat Sasha tak bisa memahami kenapa ini bisa terjadi.
Kini Tubuhnya basah kuyup akibat terkena siraman air satu ember penuh.
Tetapi saat pandangan matanya menangkap sosok-sosok yang disegani di sekolah ini. Sasha mulai mengerti dan paham siapa yang melakukan semua ini.
'Kalian memang aneh! Apa salah aku pada kalian? Sehingga kalian tega berbuat jahat seperti ini padaku.
Tanpa banyak bicara Rio memutarkan hasil rekamannya dihadapan semua yang hadir disana.
Di menit ke tiga puluh terdengar gumaman dan decakan dari beberapa murid yang hadir menonton.
Sasha pun penasaran apa yang membuat mereka berlaku seperti itu .Ia pun akhirnya ikut menonton video yang sedang diputar oleh anggota The five.
....................................................
Rekomendasi bagus untuk kalian Eternal Enemy karya Navizaa.
Blurb
Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.
Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.
"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.
Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bay
__ADS_1