SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Penasaran


__ADS_3

Tetttt teeettt


Tepat pukul sebelas siang bel tanda istirahat berbunyi. Semua murid berebut ke kantin untuk mengisi perut mereka.


Tidak ketinggalan juga The Five yang telah berkumpul di depan kelas.


"Yuk kantin!" ajak Rio.


"Gala mana kok belum muncul?"


"Entahlah tadi aku lihat dia masih beberes buku-bukunya." sahut Arka sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Hmm cepat amat tuh anak ngilang."


"Atau mungkin ke toilet.Kebelet banget kalee." celetuk Rio.


"Bisa jadi." Ryan mengangguk angguk kan kepalanya pelan. Sambil berpikir keras


"Bagaimana nih? Kita tunggu atau---"


"Perut aku sudah gak tahan nih, lapar banget.Kita langsung ke kantin yuk...Galaxy kita kirim pesan singkat saja kalau mau nyusul kita ada di kantin. Beres deh."Arya mencoba memberi ide agar semua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan.


"Baiklah kalau begitu.Aku setuju!" sahut Rio.


Kemudian dengan gagah dan angkuhnya The Five berjalan sepanjang lorong sekolah tanpa senyum yang menghias bibir mereka.Hanya pandangan yang terkesan dingin, kejam dan misterius.


Dan seperti biasa setiap The Five muncul di lorong sekolah. Seluruh siswa dan siswi yang tadinya heboh bercerita, bercanda gurau antar teman seperti ada yang mengomando mereka untuk melipir ke pinggir dan hening.....tak ada satupun yang berani bergerak apalagi memotong jalan mereka.


Jantung mereka berdetak lebih cepat saat kelompok yang paling ditakuti di sekolah itu melintas di depan mereka.Bahkan sebagian dari mereka terutama yang pernah mendapatkan hukuman dari The Five mereka menahan napas dan menutup mata berdoa dalam hati agar tidak terkena hukuman lagi.


Setelah kelompok itu menjauh , barulah mereka bisa bernapas lega.

__ADS_1


Disaat siswa siswi di lorong sekolah telah bernapas lega kini berganti dengan mereka yang berada di kantin.Mengetahui kedatangan The Five, tanpa dikomando sebagian siswa lebih memilih mengalah memberikan bangku dan kursi mereka pada The Five. Daripada kelompok itu akan membuat keributan di kantin yang ujung-ujungnya asal pilih siswa untuk mereka beri hukuman akan sesuatu yang bukan kesalahan siswa tersebut.


"Bagaimana sudah ada kabar dari Gala?" tanya Rio sambil melihat-lihat daftar menu makanan dan minuman.


"Soto ayam satu pak! Minta koya dan sambelnya yang banyak." teriak Arka.


Ryan terlihat sibuk dengan ponselnya."Belum ada kabar apapun dari Gala boro-boro balasan dari dia di baca saja belum."


Semua melihat ke arah Ryan.Arya mengerutkan keningnya tanda berusaha memahami apa yang sedang terjadi saat ini."Aneh ...tidak biasanya Gala menghilang. Ia biasa selalu pamit pada kita kalau mau ke suatu tempat." gumam lirih Arya.


"Mungkin ada keperluan mendadak jadi gak sempat pamit.Berpikir positip sajalah.Lagipula ini Gala lho jago bela diri gak ada yang perlu kita khawatir kan." jelas Arka.


"Yoii kamu benar Ka! Sudahlah mungkin Gala ada urusan pribadi.Yuk kita lanjut makan mumpung belum keduluan bel masuk kelas." Sahut Rio yang langsung disetujui oleh semua anggota The Five..


...............................................


Di tempat lain di sisi Barat bangunan sekolah. Terdapat pohon rindang biasa tempat siswa siswi melahap bekalnya bila mereka tidak ke kantin Di bawah pohon itu terdapat kursi dan meja panjang yang biasa dipakai siswa untuk makan, membaca buku atau sekedar bercanda gurau.


"Kemana gadis itu?"batin Galaxy.


"Apa mungkin ia berada di kantin?" pikirannya.


"Tapi tidak mungkin. Kemarin aku ingat betul gadis itu saat memotong jalan, ia membawa tepak makan dan botol minum. Bukannya ia siswi penerima beasiswa? " batin Galaxy menerka-nerka.


Kantin di sekolah Galaxy bisa dibilang sekelas food court di Mall terbesar di kota ini.Hanya mereka yang memiliki uang saku lebih saja yang mampu membeli makan disana.Sedangkan siswa siswi penerima beasiswa biasa hanya memanfaatkan jam istirahat mereka untuk bercengkrama atau mengerjakan tugas. Ada juga yang memang bawa bekal dari rumah untuk mereka makan di jam istirahat.


Sekali lagi Galaxy mengamati semua aktivitas yang terjadi di pohon rindang itu.Tetapi ia harus menerima kekecewaan bahwa yang ia cari tidak ia temui disana.


"Kemana dia? Apa mungkin ia terlambat dan tidak bisa masuk sekolah? Ah mana mungkin. Bukannya ia yang mengajari dirinya memanjat tembok kantin bila gerbang sekolah sudah ditutup." kembali Galaxy mencoba merangkai dugaannya sendiri


Tiba-tiba Galaxy teringat saat gadis itu mencegahnya menyiram air ke arah siswa yang tidak mau meminjamkan dan mengerjakan tugas The Five saat itu,. Gadis itu menyebutkan nama dan kelasnya.Yahh Sasha anak IPA1 yes! Aku akan coba melewati kelasnya.Mungkin jam istirahat ia tetap di kelasnya." Galaxy setengah berlari menuju ke lantai dua.

__ADS_1


Saat ia tepat di depan kelas IPA1.Galaxy berusaha melongok ke arah kelas tersebut tapi secara diam-diam.Gengsi bagi dirinya ketua The Five mencari seorang siswi penerima beasiswa lagi.


"Haii bukannya itu Galaxy!" tunjuk Arya ke arah Galaxy.


Ketiga anggota The Five Ryan.Rio dan Arka menoleh ke arah yang ditunjuk Arya.


"Iya itu dia! Gala,! Woiii!" teriak Arka.


"Gala!" Keempatnya berlari menghampiri Galaxy.


Mendengar suara rekan-rekannya Galaxy mengurungkan niatnya untuk mencari Sasha. "Ya ..itu pasti nama gadis itu.Aku masih ingat ia menyebutkan nama dan kelasnya waktu itu "batin Galaxy.


"Heii bos kemana saja, kami tunggu di kantin tadi." celetuk Rio.


"Maaf ada tugas mendadak dari pak Arif untuk cari referensi tentang beberapa ilmu bela diri.Jadi aku langsung ke perpus saat bel istirahat berbunyi ." sambil menunjuk ke arah Perpustakaan yang memang berada di lantai dua.


Keempat temannya mengangguk-angguk tanda mengerti.Pak Arif guru Pendidikan Jasmani mereka memang suka seenaknya memberi tugas dadakan. Dan tugas tiap anak pasti berbeda satu sama lain.


"Sekarang sudah selesai kan? Sebentar lagi pasti bel berbunyi." sahut Ryan.


Belum sempat bibir Ryan terkatup .Bel sekolah berbunyi tanda waktu istirahat sudah berakhir.


Galaxy bernapas lega teman-temannya ternyata percaya dengan alibi dadakan yang ia buat.


"Tuh kan! Yuk kita kembali ke kelas." ajak Rio.


Lalu mereka berlima pun kembali ke kelas mereka masing-masing.


Galaxy masih saja penasaran dengan keberadaan Sasha. Pagi tadi saat ia terlambat masuk gerbang sekolah, ia tidak melihat gadis itu .


Tetapi siang ini ia amati semua aktivitas siswa siswi penerima beasiswa di tempat favorit mereka yaitu di bawah pohon rindang yang sejuk dengan semilir angin yang siap menerpa lembut wajah-wajah mereka yang sedang berlatih atau mengerjakan tugas bersama dan beberapa murid yang membawa bekal pun menikmati bekal sederhana yang mereka bawa dari rumah dengan lahapnya.Tetapi gadis itu pun tidak ada disana.

__ADS_1


.......................🌟🌟....................


__ADS_2