SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Terselamatkan.


__ADS_3

Di sebuah gedung bekas gudang tak terpakai berkumpul lah segerombolan anak muda. Ada yang sedang bermain bola sodok, ada yang bermain game ada juga yang serius sedang membaca buku. Mereka semua sedang menghabiskan waktu bersama.


Di sudut ruangan terlihat seekor anjing yang cukup besar sedang tertidur. Sedangkan tuannya sedang serius membaca sebuah buku biografi.


"Woii Gala kau suruh beli camilan dimana si Arka lama amat." teriak Ryan sambil mengukur ketepatannya mengeker bola lalu menyodok nya." Yes !" teriak puas Ryan ketika bola incarannya masuk lubang yang dituju


"Sepertinya ke planet Pluto tuh naik becak lagi" celetuk Arya yang langsung disambut gelak tawa oleh semua.


"Entahlah ... mungkin mampir ke rumah ceweknya." sahut Galaxy sekenanya.


"Hmm bisa jadi. Cewek barunya sekarang kan rumahnya deket mini market." celetuk Rio sambil matanya tetap fokus pada game yang ia mainkan.


"Gala! Aku amati hanya kamu lho yang belum punya cewek. Kenapa? Tampang oke.. masak iya susah cari cewek?? Ketua The Five lagi sepertinya kalau kamu mau, tinggal menjentikkan jari saja cewek-cewek pasti mengerumuni dirimu." tanya Rio penasaran.


"Gula kalee dikerumuni." balas Gala santai.


Diam-diam Arya mendekati Galaxy."Tapi lu normal kan ?"


"Anjirt! Lu pikir!?" Gala memukul bahu Arya dengan buku yang sedang ia baca.


Suara tawa yang begitu riuh memenuhi seluruh ruangan di gudang itu.


"Haii semua!"


"Nah ini dia yang baru kembali dari planet Pluto.. Kemana aja lama amat... mampir ya ?" Lalu Rio yang melihat rekannya kesusahan membawa dua kresek besar yang penuh camilan dan minuman, membatunya menutup pintu utama gudang yang mereka pakai sebagai markas besar The Five.


'Wow party time! Thanks Gala!" teriak Ryan sambil mengambil dua kantong camilan dan satu botol minuman.


"Grey ...nih aku belikan Dog Food.untukmu sobat!" Arka berjalan mengambil mangkok lalu menuangkan dog food untuk Grey.


"Nih sobat makanlah!'" Arka mengelus kepala Grey yang langsung berdiri saat melihat makanan untuknya sambil mengibas-kibaskan ekornya.


Grey kemudian memakannya dengan lahap.Sambil sesekali menyalak ke arah Arka.


"Tuh Arka Grey bilang terima kasih buat makanannya." seru Galaxy.


Arka kembali mengelus kepala dan badan Grey. "Anjing pintar.lMakan yang lahap ya!"


Guk...guk...


The Five melewati sisa hari mereka di markas besar mereka.

__ADS_1


...........................................


Sinar mentari samar-samar mulai mencoba masuk melalui jendela kamar.


"Tuan Gala... tuan....bangun Tuan sudah pagi ...nanti terlambat ke sekolah lho!" bi Mirna berusaha membangunkan Galaxy.


Bi Mirna salah satu asisten rumah tangga di keluarganya yang sekaligus pengasuh Galaxy sejak bayi. Jadi ia satu-satunya yang paham dan mengerti sifat dan perilaku Galaxy bukan kedua orang tuanya melainkan bi Mirna lah orang terdekat Gala di rumah ini, sebelum hadirnya Grey si anjing Husky kesayangan Galaxy.


Mendengar suara panggilan bi Mirna bagaikan alarm pribadi bagi Galaxy.


"Iya bi..terima kasih." Galaxy sontak bangun dari perpaduan nyamannya dan menyambar handuk lalu melakukan ritual paginya.


.....................................


"Pagi bi Mirna... pagi ini masak apa bi?" sapa mama Galaxy.


"Hanya nasi goreng seafood dan roti isi nyonya." sahut bi Mirna.


"Roti isi??" Mama dan papa Galaxy mengerutkan keningnya tidak paham dengan menu pagi ini.


Nasi goreng dan roti isi sepertinya dua menu yang jauh berbeda dan tidak bisa disatukan bahasa kerennya bukan pasangannya.


"Pagi nak.. yuk kita sarapan." ajak papa. Mama pun menyodorkan piring pada Galaxy.


"Maaf ma ..pa Galaxy buru-buru, sudah telat nih. Takutnya gerbang sekolah sudah ditutup nanti." Galaxy mengambil gelas kosong lalu menuangkan air putih dan meminumnya.


"Gala berangkat ya ma ..pa." lalu Gala hendak melangkah pergi.


"Lho kamu gak sarapan sayang? Makan lah sedikit nanti kena maag lho!" Mama khawatir Galaxy ke sekolah dengan perut kosong.


"Tuan Gala .. ini buat isi perut! " bi Mirna menyodorkan dua tumpuk roti isi pada Galaxy .


Gala menerima bungkusan plastik berisi roti isi dari bi Mirna." Makasih ya bi" lalu Gala pun berangkat ke sekolah.


"Ohh jadi roti isi tadi buat Galaxy toh.Saya jadi malu lho bi...sebagai ibu Galaxy saya tidak tahu kebiasaannya."


Bibi hanya tersenyum."Tuan Gala kalau sudah mepet waktu berangkat ke sekolahnya, tidak pernah mau sarapan di meja makan nyonya. Maunya langsung berangkat takut terlambat.Jadi ya seperti tadi saya bikinkan roti isi untuk dimakan di mobil agar perutnya tidak kosong".


"Terimakasih ya bi... sudah selalu jaga dan mengerti anak saya." Mama Galaxy menyentuh pundak bi Mirna.


"Bulan depan saya naikkan gaji kamu." ucap papa Galaxy sambil tetap melahap nasi goreng seafood buatan bibi yang enak tiada duanya. Bahkan dengan nasi goreng seafood di Rumah Makan terkenal pun rasanya jauh lebih enak buatan bi Mirna.

__ADS_1


Bi Mirna terkejut mendengarnya tetapi sekaligus sangat senang sekali"Terima kasih banyak tuan.Semoga rejeki tuan selalu mengalir" doa bi Mirna.


"Aminn" sahut kedua orang tua Galaxy sambil tersenyum ramah.


....................................................


Tett tetttt teettt


Bunyi bel sekolah telah berbunyi. Tanda gerbang sekolah akan ditutup dan murid-murid wajib masuk ke kelas masing-masing.


Galaxy melihat jam tangannya tepat pukul enam lebih empat puluh lima menit.


"Waduh gerbang sekolah sudah mulai ditutup nih!" gumam Galaxy yang langsung memakirkan mobilnya di halaman luar sekolahnya.


Secepat kilat ia berlari menuju ke pintu gerbang.


"Sial! Terlambat satu detik aku" gerutu Galaxy. Sambil berusaha menata napasnya yang tak beraturan setelah berlomba dengan bel sekolah.


Kemudian Galaxy terdiam.Ia menengok ke kanan dan ke kiri seolah-olah mencari seseorang.


Sepi ...hening ..tidak ada siapa-siapa.Kilatan gadis itu kembali terlintas dipikirannya."Kemana dia? Tidak terlambat lagi kah?" batin Galaxy.lesu.


Galaxy menyeret tas nya dengan malas menuju tembok kantin.


Untuk sesaat ia melihat ke arah tembok .Ingatan tentang gadis itu yang memanjat tembok dengan begitu lihainya membuat Galaxy yakin bukan pertama kalinya gadis itu lakukan.


Akhirnya Galaxy pun memanjat tembok kantin untuk kedua kalinya agar tidak terkena surat peringatan dari guru .


Setelah di dalam kelas. Galaxy bersyukur, karena gadis itu lah ia jadi tahu bagaimana cara tetap dapat masuk sekolah meskipun pintu gerbang sudah ditutup.


Galaxy memutuskan saat istirahat nanti ia akan mengucapkan terima kasih pada gadis itu.


Mata pelajaran pertama hari ini adalah matematika yang terkenal dengan gurunya yang killer. Mata pelajaran killer dengan guru yang killer sungguh perpaduan yang sangat bikin nyesek perasaan dan jantung yang terus berdebar dengan cepat.


Seandainya saja ia tadi terlambat masuk, bisa habis dirinya dibantai guru matematikanya ini dan sangat bisa dipastikan semua nilainya akan di diskon besar-besaran.


Galaxy menutup kedua wajahnya saat membayangkan hal buruk itu terjadi."Oh tidak!"


Saat ini Galaxy semakin mantap ingin mengucapkan terimakasih pada gadis itu karena berkat ilmunya telah menyelamatkan dirinya dari hukuman guru killer ini.


........................................................

__ADS_1


__ADS_2