
Galaxy kembali ke kamarnya.Menutup pintu dan menguncinya."Dasar udik ! Cicak saja takut" walaupun dari mulut Galaxy terdengar kata-kata umpatan tetapi tanpa ia sadari sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman.
Galaxy pun melanjutkan aktivitasnya. Setelah itu ia membuka laptopnya dan memulai berselancar di dunia Maya.Tidak sengaja muncul artikel mengenai pobia dan berbagai macamnya. serta gejala apa saja yang akan terjadi pada orang yang menderita pobia.
Galaxy menatap serius lappy nya saat membaca artikel yang isinya sama persis dengan kejadian yang baru saja terjadi. Salah satunya pobia Cicak .
"Gila ....rasa ketakutan berlebihnya pada penderita pobia bisa menimbulkan kematian." Galaxy membaca berulangkali artikel yang menjelaskan tentang pobia tersebut.
"Hmm" Kembali kilatan kejadian yang baru saja ia alami tadi berputar di otaknya.
"Pantas saja tubuhnya bergetar hebat. Wajahnya sampai pucat begitu. Hanya karena seekor cicak."
"Untung aku datang di waktu yang tepat.Andai tidak ada yang mengetahui kejadian tadi bisa-bisa-----" pikiran buruk mulai menghantui pikirannya.
Galaxy tertegun sesaat.Ia tidak mengira hanya karena takut terhadap sesuatu bisa sampai menyebabkan kematian.
Tiba-tiba ia teringat dulu ada siswa yang sangat histeris saat dimasukan ke dalam gudang gelap.Dan pada saat itu bagi mereka adalah suatu hal yang sangat lucu karena menganggap bahwa sudah Sekolah Menengah Umum tapi masih takut akan gelap.Dan keesokan harinya siswa tersebut diketemukan pingsan.
Dan The Five pun akhirnya harus menerima sanksi dari perbuatan yang menimbulkan kehebohan di sekolah nya itu sekaligus membahayakan keselamatan siswa tersebut.
"Hmm berarti kemungkinan dia mengidap pobia akan gelap.Untung hanya pingsan kalau sampai meninggal? Ih serem...bisa hancur masa depan. Besok aku harus kumpulkan anggota The Five lainnya mereka harus menyelidiki dahulu lebih detail apakah target yang akan mereka beri hukuman, mengidap pobia terhadap sesuatu atau tidak. Sebisa mungkin hukuman tidak membangkitkan pobia mereka. Bisa berbahaya, karena kematian taruhannya." batin Galaxy.
Galaxy melihat jam di mejanya menunjukan pukul dua pagi. Ia pun menutup laptopnya lalu melemparkan tubuhnya ke kasur yang empuk. "Hmm sepi ... sepertinya ia sudah tidur. Semoga tidak ada lagi Cicak genit yang mengganggunya. Besok akan aku sampaikan pada papa dan mama tentang pobia yang diderita gadis pemanjat tembok itu." gumam Galaxy.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Galaxy untuk terlelap dalam peraduan malam yang sejuk dan hening.
.................................................
Sang mentari sudah mulai menampakkan diri di ufuk timur. Sinarnya mulai mencoba menerobos paksa pada celah-celah jendela dan berusaha membangunkan semua makhluk dan mengabarkan bahwa pagi telah tiba.
Sinar mentari yang nakal berhasil menjangkau Sasha dan membuatnya terbangun.
Sasha menggeliat manja rasa letihnya berusaha menguasainya agar tetap meneruskan mimpinya.Mimpi bertemu seorang pangeran berkuda putih dengan senyum yang penuh kharisma dan tatapan tajam yang mampu menembus dan menyebabkan jantung berkerja keras berdetak cepat atau berhenti sesaat bahkan mampu membuat otot-otot tubuhnya melemah.Begitu dahsyatnya Tatapan tajam itu bagaikan tatapan burung elang yang siap menyambar mangsanya.
"Hah mimpi apa itu! Gila,! Itu tadi bukannya ....cih...cowok angkuh itu? Bisa-bisanya aku bermimpi tentang nya." Sasha memukul-mukul kepalanya sendiri seolah ingin menghilangkan pikiran anehnya itu.
"Non Sasha! Sudah ditunggu Tuan dan nyonya di meja makan non,!" Bi Mirna sudah muncul di balik pintu kamar Sasha.
__ADS_1
"Baik bi aku akan segera turun menemui mereka" balas Sasha.
Mendengar bahwa yang punya rumah sudah menunggu di bawah, Sasha merasa sungkan bagaimana tidak dia yang hanya orang baru yang dipungut dari jalanan ternyata bangunnya lebih siang dari tuan rumah.Sasha merasa dirinya begitu kurang ajarnya andai nenek tahu bisa habis dirinya diomeli nenek.
Sasha mempercepat rutinitas paginya lalu secepat mungkin telah siap untuk sarapan bersama.
Betapa terkejutnya dirinya sesampainya di ruang makan ternyata masih ada yang lebih terlambat hadir yaitu anak tunggal keluarga ini siapa lagi kalau bukan Galaxy si cowok aneh dan sadis.
Tanpa sadar ia menoleh ke arah kamar Galaxy. Masih terlihat tertutup rapat."Apa ia tidak ke sekolah?" tanya Sasha dalam hati.
"Nah itu Sasha...Pagi Sha.." sapa nyonya rumah.
"Pagi Tan...eh ...ma" Sasha masih merasa canggung menyebut tuan dan nyonya Andromeda sebagai papa dan mama.
Mereka tersenyum paham atas kecanggungan Sasha.
"Maaf pa...ma"
"Tidak apa-apa sayang, lama-lama kamu juga terbiasa kok"
"Tuan Gala seperti biasa nyonya sarapan di mobil katanya." jawab Bi Mirna.
"Lho Sasha berangkat sekolah sama Gala kan pa?" tanya mama sambil menatap suaminya.
"Biar Sasha dengan kita saja ma. Beri Gala waktu beradaptasi dulu jangan langsung dipaksa nanti dia berontak" jawab bijak sang papa.
Sasha hanya terdiam mendengar perdebatan antara papa dan mama.
"Oh ya tuan, nanti saya ijin keluar ke mini market depan komplek." ijin Bi Mirna.
"Lho belanjaan bulanan kemarin sudah habis bi?"
"Masih nyonya. Itu tuan Gala tadi pesan nitip dibelikan bubuk kopi tanpa merk, sama penyemprot serangga."
"Bubuk kopi untuk apa? Sejak kapan Galaxy minum kopi timbangan.?" Kedua orang tua Galaxy saling berpandangan.
"Bukan untuk diminum tuan"
__ADS_1
Kedua orang tua Galaxy semakin bingung. "Kalau tidak untuk diminum lalu untuk apa ia pesan bubuk kopi?"
"Katanya untuk mengusir Cicak "
Sasha yang mendengar penjelasan Bi Mirna langsung tersedak.
"Sha... kamu tidak apa-apa? Minum dulu Sha" mama menyodorkan gelas berisi air putih pada Sasha.
"Terima kasih ma!"
"Ya sudah bi kami berangkat dulu ya. Ada-ada saja Gala tumben banget sampai kepikiran ngusir cicak segala."
"Yuk Sha kita berangkat!'
Tanpa banyak bicara Sasha pun mengikuti langkah kedua orang tua angkatnya. Pikirannya saat ini masih berputar tentang usaha Galaxy mengusir Cicak."Kenapa dia berusaha untuk mengusir cicak? Apa karena diriku kemarin" pikir Sasha.
Begitu malunya dirinya bila mengingat kejadian kemarin ia memeluk Galaxy erat, meminta perlindungan darinya dari seekor cicak nakal yang bercongkol di pundaknya.
Ada perasaan aneh yang tiba-tiba ia rasakan tetapi Sasha sendiri tidak tahu perasaan apa itu.
"Sha sudah sampai sekolah nih. Selamat belajar ya cantik."
"Iya ma ..pa ..Sasha sekolah dulu" Setelah mencium tangan papa dan mama Sasha pun turun dari mobil. Ia pun melangkah menuju halaman sekolah.
Hampir selangkah lagi Sasha memasuki gedung sekolah tiba-tiba mulutnya dibekap dari belakang dan dipaksa untuk mengikuti langkah seseorang yang membekapnya.
"Ehmm..ehmm...ehhhmm" Sasha berusaha berteriak tapi tidak mampu.
Berusaha berontak dengan sekuat tenaga pun Sasha kalah kuat dengan seseorang yang membekapnya.
.................................................
Rekomendasi Novel karya Hilmiath dengan judul Anyelir.
Anyelir adalah bunga paling kuat yang dapat bertahan selama dua minggu setelah di letakkan dalam vas bunga, bahkan bunga ini akan semakin terbuka kelopak nya saat berada lama di vas bunga. Begitulah sang pemeran utama dalam kisah ini. Tentang dia gadis kuat yang berusaha terlihat baik-baik saja di tengah luka yang di alaminya. Tanpa siapa yang tahu jika gadis tersebut memiliki gangguan Psikologis Self Injury. Setelah di hancurkan oleh keluarganya yang brokenhome gadis tersebut juga di hancurkan olah orang yang di cintainya. Tidak berhasil dalam percintaan memang, tapi ia memiliki sahabat yang selalu ada untuknya. "Akulah pemeran utama ini, pemeran utama yang hanya menjadi pemeran figuran untuk dia yang ku anggap akan menemaniku dalam setiap jalan kisahku,"
__ADS_1