SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Monster


__ADS_3

Di temaram lampu halaman belakang rumah nenek, Galaxy melihat seorang gadis yang sedang menangis sambil menyembunyikan wajahnya.


Walau hanya dengan sedikit cahaya yang menyinari, tapi dari pakaian yang dikenakan gadis itu, ia yakin bahwa gadis itu adalah Sasha.


Galaxy perlahan mendekati Sasha dan menyentuh pundaknya."Sha..." sapa Galaxy


Seketika itu juga Sasha berusaha menghentikan tangisnya dan mengusap air matanya.


Sapu tangan berwarna biru tiba-tiba disodorkan kepadanya. "Hapus airmata mu" ucap sang empunya sapu tangan.


Sasha membelalakan matanya dan sesaat tubuhnya mematung."Bukannya itu suara-----"Lalu Sasha pun segera membalikkan tubuhnya penasaran dengan pemilik suara. Apakah benar seperti yang ada dalam pikirannya sekarang.


Betapa terkejutnya Sasha melihat sang kakak Galaxy, telah berdiri di hadapannya saat ini.


Rasanya ingin sekali dirinya menampar si muka dingin songong yang kini ada di hadapannya itu.


"Kamu??" tunjuk Sasha.


"Ada apa ini ? Masih kurang kamu menghinaku? Sampai-sampai kamu mengikuti aku?.Puass? Puas kamu berhasil membuatku hancur dan malu di hadapan teman-teman kamu.hah!" cerca Sasha dengan berapi-api.


Galaxy hanya diam tanpa berbicara apapun .Ia sengaja membiarkan Sasha mengeluarkan segala keluh kesah yang ia rasakan. Bahkan iapun membiarkan Sasha memukul dirinya.


"Kamu jahat! Kamu jahat! Aku pikir kamu beneran baik ternyata aku salah, kamu bukan manusia kamu monster!" teriak Sasha sambil memukul-mukul dada Galaxy.

__ADS_1


Galaxy tidak berusaha menghindar ia biarkan dirinya menjadi sasak tinju Sasha sebagai wujud penebusan rasa bersalahnya kepada adiknya itu.


Setelah kecapaian dalam usaha Sasha mengeluarkan segala emosi yang sejak tadi ia tahan di dadanya.


Akhirnya Sasha pun jatuh dalam dekapan hangat seorang Galaxy.


Tubuh Sasha pun teras bergetar dalam pelukan Galaxy. Terlalu banyak emosi kesedihan yang ia pendam yang kini akhirnya berhasil ia keluarkan.


Galaxy semakin mempererat dekapannya serta mencium ujung kepala Sasha seolah ia ingin berkata "Maafkan aku sekarang kamu sudah aman bersamaku."


Entah karena kelelahan akibat menangis hampir seharian atau perasaan lega karena telah mengeluarkan segala emosi yang sejak tadi tertahan. Kini Sasha pun tertidur dalam pelukan Galaxy.


Mengetahui Sasha tertidur dalam pelukannya. Galaxy pun menggendong Sasha dan menidurkannya di sebuah kasur kecil yang ia temui di rumah itu .


Melihat Sasha tertidur pulas membuat tenang hati Galaxy. Akhirnya ia bisa memastikan Sasha dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi ada beberapa pekerjaan rumah baginya untuk menyembuhkan luka yang tergores di hati Sasha karena ke ego an dirinya.


Lalu ia teringat kedua orang tuanya dan nenek pasti cemas menunggu kabar dari dirinya. Galaxy pun meraih ponsel di sakunya lalu ia pun menekan beberapa nomer lalu tersambung lah ke ponsel papanya.


"Hallo pa, Galaxy sudah menemukan Sasha."


"Alhamdulillah, benar nak kamu telah menemukan Sasha?"


"Iya pa, nih Sasha lagi tidur pulas sekarang.Sepertinya ia kelelahan pa." jelas Galaxy.

__ADS_1


"Hmm.., Gala dengar papa. Ingat jangan macam-macam dengan Sasha. Jadilah laki-laki yang bisa bikin aman dan nyaman seorang wanita bukan monster. Kamu paham maksud papa?" ada nada sedikit khawatir dari ucapan yang keluar dari mulut papa.


Mendengar kata-kata monster. Galaxy langsung teringat dengan ucapan Sasha tadi begitu ia melihat kedatangan dirinya."Kamu bukan manusia tetapi monster!" kalimat itu kembali terngiang di kepala Galaxy.


"Hmm sebegitu takutnya kah dirimu padaku Sha. Atau memang sikap aku selama ini begitu menakutkan. layaknya monster?." batin Galaxy berusaha introspeksi diri.


..........................................


Sambil menunggu kelanjutan part berikutnya.


Nih aku kenalin karya teman aku


Nama Pena : AdindaRa


Judul Karya : Kurebut Suami Kakakku


Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.


Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.


Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.


"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.

__ADS_1



Happy Reading


__ADS_2