SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
keindahan alam


__ADS_3

Dengan sedikit berlari kecil Sasha menyusul Grey dan Galaxy di Padang rumput dekat tepi sungai.yang mengalir di sepanjang desa.


Menjelang sore seperti saat ini capung mulai banyak yang bertebaran mengelilingi padang rumput di sekeliling tepi sungai menanbah kaya pemandangan .


Sasha menoleh ke kanan ke kiri mencari keberadaan Grey dan Galaxy.


Tiba-tiba ada rumput ilalang yang bergerak pelan semakin lama semakin keras dan ...


Guk ....guk ... muncullah Grey dan langsung menyergap tubuh mungil Sasha.


Sasha pun terhuyung dan jatuh ke tanah dengan Grey diatas tubuhnya yang terus menyapa dan menyambut kedatangan Sang penyelamat.


"Heii .... Heii....Grey! Stop ! Cukup Grey " Sasha mengusap kepala dan memeluk Grey dengan penuh kasih sayang.


"Greyy,!.... Greyy!.... kamu dimana sobat?" sayup sayup terdengar suara seseorang memanggil Grey.


Suara itu semakin lama semakin jelas dan mendekat ke tempat Grey dan Sasha bercanda.


Grey dan Sasha yang mendengar suara panggilan itu berhenti bergerak untuk sesaat.


"Grey bukannya itu suara tuanmu?"


Guk ..guk..guk


"Grey!" tidak lama kemudian Galaxy muncul di tengah mereka.


"Guk...guk...guk!"

__ADS_1


"Kamu?" saat Galaxy melihat Husky kesayangannya sedang bercanda bersama Sasha.


Melihat Galaxy berada di hadapannya. Sasha pun bangkit berdiri dan membersihkan dirinya dari beberapa rumput liar yang menempel di bajunya.


"Grey sini! Lain kali jangan langsung menghilang begini.Aku khawatir tau." Galaxy jongkok dengan satu lutut bertumpu di tanah sambil mengelus kepala Grey. Yang langsung disambut dengan gonggongan minta maaf oleh Grey.


"Haii.." Sasha mencoba membuka percakapan.


Galaxy terdiam sesaat berusaha mencerna suara sapaan lirih yang baru saja ia dengar.


"Lain kali jangan mencobai The Five kalau sampai ketangkap mereka, maaf aku tidak bisa banyak membantu. Ayo Grey!" Lalu Galaxy pun melangkah pergi dengan diikuti Grey dibelakang nya. Tanpa melihat sedikitpun ke arah Sasha


Sasha hanya garuk-garuk kepalanya, walaupun tidak gatal.Saat melihat sikap dingin Galaxy.


Tiba-tiba ia teringat tujuan ia menyusul Grey dan Galaxy ."Heii tunggu!' "


Galaxy berhenti melangkah.


Galaxy pun kembali meneruskan langkahnya.


"Dan juga pembasmi cicak nya!" teriak Sasha.Ia teringat bi Mirna mengatakan pada papa sewaktu meminta ijin ke mini market pagi tadi untuk membeli beberapa item pesanan Galaxy diantaranya beberapa bahan pengusir cicak. Dan obat pembasmi serangga.


"Kalau bukan dia lakukan untukku lantas untuk siapa lagi?.Hanya Galaxy lah yang tahu perihal pobia Cicak yang aku derita." batin Sasha menebak.


Galaxy hanya terus berlalu tanpa menoleh sedikitpun Tidak ada seorangpun yang tahu bibirnya samar tersungging sebuah senyuman.


"Dasar aneh ! Ih nyesel aku berterima kasih padanya. Cowok dingin sedingin kulkas!" kesal Sasha melihat reaksi dingin kakak angkatnya itu.

__ADS_1


Sasha kemudian duduk di rerumputan.Kemudian ia merebahkan diri keatas rerumputan yang lembut dan dingin.


Sasha memandang langit yang berwarna oranye dengan awan yang seolah olah sedang berjalan perlahan beriringan.


Angin sepoi sepoi yang ia rasakan serta bunyi gesekan rumput ilalang disekitar serta gemericik mata air yang mengalir langsung ke sungai, sungguh membuat suasana menjadi syahdu dan indah


Hampir saja Sasha tertidur terbuai suasana indah dan angin sepoi sepoi yang menerpa dirinya.


Menikmati terbenamnya matahari di ufuk barat benar-benar suatu keindahan yang tiada tara nya yang disuguhkan begitu syahdunya oleh sang pencipta.


Di tengah-tengah asyiknya Sasha menikmati suasana sore yang begitu indah. Sasha pun teringat pesan Bi Mirna untuk tidak pulang terlalu sore.


Akhirnya Sasha pun bangkit dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dari beberapa rerumputan yang menempel di bajunya.


Sebelum Sasha meninggalkan tempat yang begitu indah baginya itu, Sasha berjalan menuju tepi sungai dan ia pun mengambil sedikit air sungai dengan menggunakan kedua tangannya lalu membasuhkan air tersebut ke wajahnya. "Hmm segarnya!!" seru Sasha. Lalu ia menengadah ke atas melihat sekelompok burung sedang terbang pulang ke rumah mereka.


Sasha tersenyum bahagia melihat keindahan alam yang terpampang indah dihadapannya.


..............................................


Ikuti terus kisah SaGa ya....


Sambil menunggu part berikutnya author punya rekomendasi cerita nih dari author Kaka Shan dengan judul


Un Familiar Brother


Kerumitan hidup membawa tiga saudara bermarga Natadisastra berurusan dengan seorang gadis dari kalangan biasa bernama Aleanska Nara. Rasa benci, obsesi, serta mencintai, membuat mereka harus berkorban, saling membohongi, bahkan saling menyakiti.

__ADS_1


"Kembaran gue suka Kakak tiri gue, Kakak tiri gue suka adek gue. Cih, takdir Tuhan macam apa ini?"



__ADS_2