SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Rumah mungil


__ADS_3

Hingga hampir malam tiba. Sang Surya pun sudah kembali ke peraduannya.Tetapi Sasha belum diketahui keberadaannya.


Galaxy tahu betul dan sadar, hilangnya Sasha pasti karena kejadian tadi sore. "Sasha pasti sangat sedih, malu dan sangat terhina karena perlakuannya." sesal Galaxy.


Galaxy pun menyusuri tepi sungai sesuai arahan nenek Sasha hingga menemukan ujung sungai tersebut dan disanalah letak rumah sederhana yang selama ini menjadi naungan Sasha dan nenek untuk berlindung dari panas dan hujan.


Perlahan mobil Galaxy melaju sangat lambat. Langit semakin gelap hanya ada cahaya bulan dan lampu dari kejauhan.


"Sepertinya di depan sana perkampungan tempat tinggal Sasha." gumam Galaxy.


Tidak lama kemudian sorot lampu mobil Galaxy menyinari sebuah rumah sederhana dengan halaman cukup luas yang ditumbuhi berbagai bunga.


"Hmm sepertinya rumah ini yang dimaksud nenek." pikir Galaxy lalu perlahan ia mematikan mobilnya lalu turun dan berjalan menuju rumah mungil tapi terkesan asri tersebut.


Galaxy memandang sekitar yang sepi nyaris tak ada suara apapun selain suara kodok dan binatang malam lainnya.


"Hmm begitu jauh dari keramaian kota. Tapi sepertinya asyik sebagai tempat menenangkan diri dan beristirahat dari segala rutinitas sehari-hari." batin Galaxy sambil terus mengamati lingkungan sekitar.


Sayup-sayup ia mendengar suara tangisan di sela-sela suara binatang malam yang saling bersahutan.


"Itu pasti Sasha." Galaxy setengah berlari memasuki pekarangan rumah dan mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.

__ADS_1


Galaxy melempar pandangannya ke seluruh ruangan berharap apa yang sedang ia cari akan ditemukannya.


Tetapi yang dilihatnya hanyalah dua buah kursi kayu dan satu meja kecil.


Galaxy memfokuskan pendengarannya ke suara isak tangis yang terdengar sayup.


Perlahan Galaxy mengikuti arah suara tangisan yang ia dengar. Suara tangisan itu membawa Galaxy keluar dari rumah mungil itu menuju ke halaman belakang rumah.


Dari halaman belakang, Galaxy dapat melihat suasana kota dengan cahaya lampu berkelap-kelip di tengah kegelapan malam.


Ditambah lagi suara gemericik air sungai yang mengalir di belakang rumah nenek serta riuhnya suara binatang malam bersahutan membuat suasana malam menjadi begitu indah.


Galaxy begitu terpesona dengan apa yang ia lihat dan apa yang didengarnya saat ini.


Galaxy menyapukan pandangannya ke semua jarak pandang yang ia mampu lihat.


Di depan kolam ikan terlihat seorang gadis yang sedang melipat kakinya merapat ke dadanya hingga ia bisa menyembunyikan wajahnya diantara kedua kaki dan tubuhnya.


"Sasha..." ucap lirih Galaxy.


Walau rupa gadis itu belum terlihat jelas sebagai Sasha tapi dari baju yang melekat di tubuhnya Galaxy masih mengenalinya sebagai Sasha yang tadi siang sempat bermain bersamanya.

__ADS_1


Tanpa ragu lagi Galaxy pun mendekat dan menyentuh pundak gadis itu.


Sesaat tangisan itu berhenti.Gadis itu berusaha menghapus air matanya. Saat ia menyadari ada orang lain selain dirinya di tempat itu.


Galaxy pun menyodorkan sapu tangan miliknya kepada gadis tersebut.


Sedikit heran Sasha melihat sapu tangan yang disodorkan pada dirinya."Ambilah. Hapus airmata mu" ucap Galaxy.


Mendengar suara itu gadis itu menoleh ke arah suara yang ia dengar. " Suara itu ... bukannya itu suara-----" betapa terkejutnya Sasha melihat Galaxy berdiri di belakangnya.


Dengan refleks Sasha berdiri dan melangkah mundur ke belakang."Kamu?? Mau apa kamu? Masih kurang menghinaku?. Aku salah besar sempat berpikir dibalik sikap dingin kamu ada hati yang baik disana. Ternyata penilaianku itu salah besar! Kamu bukan manusia kamu monster!" teriak Sasha kembali terisak.


Galaxy hanya diam dan membiarkan Sasha mengeluarkan semua kemarahan dan kesedihannya pada dirinya.


...................................................


Ikuti terus kelanjutan kisah SaGa.


Sambil menunggu update author ada rekomendasi karya untuk kalian


Dengan judul Istri Siri Tuan Bryant

__ADS_1


Napen Asma Khan



__ADS_2