SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Kebingungan Sasha.


__ADS_3

Wajah Sasha tampak tegang mendengar penjelasan Andromeda tentang sakit yang diderita oleh neneknya.


Terutama saat Andromeda memberitahu bahwa neneknya baru saja selesai operasi jantung dikarenakan ada penyumbatan yang membuat suplai darah menuju jantung terganggu.Selain mengalami penyumbatan nenek juga menderita Demam Berdarah hingga membuat neneknya demam tinggi hingga pingsan karena terlalu letih menunggu antrean periksa Dokter.


Berkat pertolongan seseorang yang baik hati akhirnya neneknya dapat pertolongan dengan cepat karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan saat itu. Sedikit saja terlambat fatal akibatnya.


Sasha tidak mampu membayangkan apa yang akan ia perbuat bila hal buruk itu terjadi.Sejak ia berusia lima tahun kedua orangtuanya mengalami kecelakaan sehingga merengut mereka meninggalkan dunia fana ini dan Sasha kecil yang saat itu ia sendiri belum mengerti apa sesungguhnya yang terjadi.


Dan sejak saat itulah ia diasuh dan dibesarkan oleh neneknya.Nenek memilih tinggal di kota kecil untuk menenangkan diri serta melupakan kejadian menyedihkan yang menimpa anak dan menantunya tersebut.


Sehari-hari nenek membuat kue tradisional lalu menjualnya ke pasar. Sasha selalu membantu sang nenek untuk menjualkan kue dagangannya.Setelah habis terjual biasa Sasha baru berangkat ke sekolah.Itulah penyebab dirinya terkadang datang terlambat ke sekolah. Hampir tiap hari Sasha selalu berlomba dengan bel sekolah.


Kalau bukan dia pemenangnya, bel sekolah lah yang menang dan Sasha harus memanjat tembok kantin bila masih ingin bisa masuk sekolah meskipun gerbang sekolah telah ditutup.


Sepulang sekolah setelah ia selesai menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya Sasha bekerja sebagai pencuci piring di Rumah Makan Padang.


Uang yang ia terima sebagai pencuci piring di sebuah Rumah Makan Padang itu ia tabung untuk keperluan sekolahnya. Seperti membeli buku pelajaran atau alat-alat tulis.


Sasha anak yang mandiri ia sama sekali tidak pernah merepotkan atau menjadi beban neneknya.


Sasha sudah cukup bahagia hidup berdua dengan neneknya walau ia terkadang juga merindukan kasih sayang seorang papa dan mama.


Tetapi bukan Sasha bila tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Apapun yang ia rasakan Sasha selalu menyembunyikannya di balik sikap periang dan cueknya.


Sasha selalu ingat nasehat neneknya bahwa hidup ini kejam bila kita tidak bisa berdamai dengannya kita akan hancur maka beranilah dalam menghadapi apapun jangan takut pada apapun selama kita berjalan di jalan yang benar.Janganlah takut pada manusia tetapi takutlah pada sang empunya hidup.


Selama ini Sasha selalu memegang nasehat nenek tersebut.tidak ada yang ia takuti selama ia berjalan di jalan yang benar. Tetapi ternyata itu semua tidak berlaku dalam menghadapi situasi saat ini.


Saat ini ia hanya mempunyai uang beberapa ratus ribu saja yang bahkan untuk biaya periksa dokter dan menebus obat saja kemungkinan besar kurang.


Nah bagaimana ia bisa menutupi biaya operasi dan rawat inap Rumah Sakit.Bahkan gaji yang ia dapat dari mencuci piring di Rumah Makan pun sepertinya butuh berpuluh-puluh tahun baru bisa tertutupi.


Sasha menyembunyikan airnata nya dengan menutupi wajahnya, tubuhnya pun bergetar. Bingung memikirkan cara untuk menutupi semua biaya yang akan ditagihkan padanya.


Tidak mungkin juga ia memberitahu nenek yang sebenarnya bisa kepikiran dan jatuh sakit lagi.


Sasha menangis sesenggukan memikirkan semua yang terjadi."Bagaimana aku bisa menutupi semua biaya ini aku harus bagaimana?" tangis pilu Sasha.


Andromeda yang melihat Sasha tidak berhenti menangis dan tubuhnya yang terlihat terus gemetar hebat. Terutama terlihat jelas saat ia menyerahkan beberapa uang kertas dan koin di meja.


Ia langsung berinisiatif untuk menenangkan ketakutan dan kebingungan Sasha mengenai biaya operasi dan rawat inap.

__ADS_1


"Jangan khawatir khusus bulan ini Rumah Sakit sedang ada diskon besar-besaran hingga sembilan puluh persen lho diskonnya paling kecil diskon tujuh puluh persen karena memperingati hari ulangtahun Rumah Sakit.Dan katanya lima puluh orang yang beruntung dapat free pelayanan." Andromeda mencoba meyakinkan Sasha.


Mendengar penjelasan Andromeda, Sasha terdiam sejenak lalu menatap Andro dengan tatapan ragu.


"Iya tadi om juga baru saja melunasi beberapa biaya disini. Dan dapat diskon gede.setelah dicek. Om dapat diskon tujuh puluh lima persen.Tiap pasien diskonnya berbeda seperti diundi gitu.Begitu juga dengan pemenang gratis pelayanan. Siapa tahu kamu beruntung." jelas Andromeda meyakinkan Sasha.


"Beneran om? Om serius?" Mata Sasha menatap lekat Andromeda mencoba mencari kebenaran dari perkataan nya itu.


"Iya masak om boong sih!"


"Bukan begitu om" Sasha mengusap pipinya yang basah karena tangisannya tadi.


Sasha tiba-tiba merasa tidak enak bukannya ia menuduh Andromeda berbohong, tapi bila kabar itu benar adanya. Berarti masih ada harapan bagi dirinya terhindar dari tagihan Rumah Sakit yang ia tidak sanggup untuk membayarnya.


"Berikan pada om KTP nenek dan kartu Rumah Sakit. Nanti om bantu cari tahu kamu dapat diskon berapa?"


"Hanya itu om, yang diperlukan?"tanya Sasha antara percaya dan tidak percaya.


Andromeda pun mengangguk yakin.


"Jadi sekarang kamu tenang dulu.Kamu jenguk nenek dulu . Kasihan nenek pasti khawatir denganmu. Orang tua itu selalu khawatir dengan anak atau cucunya padahal dirinya sendirilah yang perlu dikhawatirkan." pesan Andromeda.


"Iya...om Andro benar." sahut Sasha.


Akhirnya masih ada secercah harapan dirinya bebas dari biaya rumah sakit yang begitu banyak.


Sasha mengeringkan pipinya yang basah dan matanya yang sembab.


"Jenguk lah nenek kamu, nih nomer ruang inap nenek. Kamu juga bisa nginap disana untuk menemani dan menjaga nenek jadi kami tidak perlu pulang ke rumah atau tidur di luar. Bila ada yang gawat langsung cari suster ya untuk segera hubungi dokternya." saran Andromeda.


"Om gak ikut Sasha, menemui nenek? Nenek pasti ingin bertemu om Andro." tanya Sasha berharap.


"Pasti Sasha ... om pasti akan jenguk nenek tapi tidak sekarang ya. Om masih banyak yang harus diurus.Oh ya nanti om beri kabar ya tentang biaya nenek."


Sasha mengangguk pelan.


"Om pamit dulu ya Sha... jaga nenek. Harus banyak makan ya biar cepet pulih.Jaga diri baik-baik. Besok om akan kesini bersama istri om."


"Janji ya om. Jenguk nenek Sasha."


"Iya ..om janji!"

__ADS_1


Lalu Andromeda pun hilang di balik tembok kamar Rumah Sakit.


Sasha melihat secarik kertas yang menunjukkan ruang inap nenek.


A293


"Hmm nenek berada di lantai dua" gumam Sasha.


Kemudian Sasha pun melangkah menuju lantai dua.


Sesampainya ia di lantai dua wajah Sasha berubah menjadi kebingungan.Bagaimana tidak ruangan di lorong A semua tertulis ruang VIP.


"Ruang VIP?? Bagaimana mungkin? Om Andro pasti salah menuliskan kode ruangannya." batin Sasha.


Lalu Sasha menghampiri ruangan suster yang terlihat di tiap pintu depan lorong di setiap ruangan.


"Permisi... mau tanya nenek saya atas nama Mariani apa benar berada di ruangan ini? Kalau salah di ruangan mana ya sus ?" tanya Sasha.


"Sebentar ya ...saya cek dulu"


Sasha kembali mengamati sekeliling.. Sepanjang lorong ia melihat orang-orang kaya saja yang melewati lorong blok A. Terlihat dari penampilan dan cara bicara mereka.


"Sepertinya Om Andro memang salah memberinya nomer ruangan nenek." gumam Sasha.


"Mbak ..pasien atas nama Mariani memang benar berada di ruangan ini.Mbaknya gak salah kok" jawab suster ramah sambil tersenyum.


"Apa?? benar disini sus? Mariani pasien yang baru saja melakukan operasi jantung?" tanya Sasha lebih lanjut.


"Iya betul mbak.Pasien yang dibawa oleh Bapak Andromeda berada dikamar A293." jelas suster kembali.


Sasha terbengong mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan kepadanya.


"Bagaimana mungkin nenek nya ditaruh di ruangan VIP?" pikir Sasha.


"Baiklah. Terimakasih sus buat infonya*


"Iya mbak sama-sama"jawab suster perawat.


Sasha pun akhirnya meneruskan langkahnya untuk menemui neneknya dengan pikiran yang masih bertanya-tanya.


..................................................

__ADS_1


.


__ADS_2