
Di sebuah ruangan yang begitu kental nuansa laki nya. Terdapat empat cowok yang secara fisik terlihat perfecto.Tampan rupawan dan tentu saja memiliki orang tua yang tajir.
Seperti biasa mereka bermain sesuai dengan hobi masing-masing. Ada yang serius bermain game online, ada yang sekedar berselancar di dunia maya ada juga yang hobi bermain media sosial,
ada juga yang bermain bola sodok.Bahkan si ahli internet dan teknologi Rio, saat ini hobi otak atik komputernya untuk membobol komputer kantor orang tuanya sendiri.
"Hei guys kalian merasa gak kalau Gala tuh sekarang berubah" tanya Raka tiba-tiba. Membuat semua berhenti sesaat dari apa yang sedang mereka kerjakan masing-masing.
"Iya. Dia juga sudah jarang ngumpul bareng kita lagi.Kenapa ya?" Rio garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Terakhir Gala kumpul sama kita kapan ya guys?" Arya mencoba mengingat terakhir kali The Five dengan formasi lengkap.
"Kalau tidak salah sebelum turnamen. Wow lama juga ya. Setelah itu dia seperti menjauh dari kita "Ryan berpikir keras mengingat apa yang terakhir terjadi diantara mereka sehingga membuat Galaxy berubah.
"Hmm sepertinya sejak om Andro memberitahu kita tentang adik Gala yang satu sekolah juga dengan kita.' ucap Arya.
"Adik gala juga di sekolah kita?" tanya Rio.
"Lho kamu baru tahu?"
"Aku hanya tahu Gala punya adik tapi belum dengar kalau adiknya juga ada di sekolah kita..' jelas Rio
"Nah itu dia anehnya. Kalau memang selama ini adik Gala ada di sekolah kita, kok kita gak tahu sama sekali dan Gala tidak pernah terlihat berkomunikasi atau datang atau pulang sekolah bersama adiknya.' Arya berusaha mengingat keras tapi tidak ada yang ia ingat sedikitpun kalau Gala pernah menyinggung tentang keberadaan adiknya itu.
"Aneh ... seperti ada yang sedang Gala sembunyikan dari kita." pikir Arka.
"Apa mungkin pikiran jelek aku benar ya,?" gumam Arka.
Arya,Ryan dan Rio menatap Arka penuh arti. Kening mereka Kompak mengerut pertanda sedang fokus pada ucapan Arka tadi.
"What? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" protes Arka mencoba menepis keingintahuan sahabat-sahabatnya itu.
"Pikiran jelek apaan?" Ryan mulai kepo.
__ADS_1
"Ahh sudahlah gak penting juga. Aku pulang dulu ya. Mau Latihan basket' Arka mengambil tas nya lalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih menatapnya dengan wajah penasaran
...............................................
"Ayoo Grey tangkap!" perintah Galaxy.
Grey dengan senang hati berlari gesit mengejar bola kecil yang dilemparkan Galaxy.
"Ya! Kamu hebat Grey." seru Galaxy saat Grey berhasil menangkap bola.
Mereka terus bermain lempar tangkap hingga keduanya kelelahan.
"Cukup Grey untuk hari ini." Galaxy memeluk Gala dan menciumnya.
Galaxy kemudian merebahkan tubuhnya di padang rumput hijau diikuti Grey yang juga berbaring di sebelah Galaxy.
Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Galaxy membuat ia sedikit merasa ngantuk lalu akhirnya tertidur juga.
Grey pun juga mulai tertidur di sebelah Galaxy.
"Grey! kak Galaxy! Kalian dimana ?"
"Grey! Grey!" Sasha memanggil sekali lagi.
Mendengar ada yang memanggil namanya, telinga Grey langsung berdiri dan bergerak lalu ia pun mengangkat kepalanya dan pandangannya waspada pada sekitar. "Guk...guk..guk!" Grey berusaha berkomunikasi dengan seseorang yang memanggil namanya.
Mendengar gonggongan Grey. Sasha lalu berusaha mengikuti asal suara tersebut.
"Grey ... kamu dimana?" Sasha masih mencoba mencari keberadaan Grey.
"Guk..guk..guk.."
Galaxy yang mendengar anjing nya berulang kali menggonggong akhirnya terbangun juga.
__ADS_1
"Ada apa Grey?" tanya Galaxy sambil menggosok-gosok matanya
Tiba-tiba dari balik semak-semak muncullah Sasha.
"Grey ! Disini kamu rupanya."
"Kamu?Jadi kamu yang bikin Grey gusar dan menggonggong berulang kali?" bentak Galaxy saat mengetahui Sasha yang muncul dari antara semak-semak di depannya.
Sasha terkejut tiba-tiba Galaxy membentaknya.
"Kenapa? Kamu iri kalau Grey seharian bermain bersamaku?"
"Jangan ngelunjak! Walaupun sekarang kamu juga pemilik Grey tapi bagi Grey tetap aku tuannya.!" seru Galaxy menegaskan.
Sasha hanya memandang diam semua ocehan Galaxy. Karena meskipun ia memberi sanggahan, tetaplah Galaxy yang paling benar.
....................................................
Yukk ditunggu kelanjutan dari kisah Galaxy dan Sasha.
Jika berkenan silakan like, komen dan bagi hadiah serta vote jika masih ada.
Oh ya saya punya rekomendasi bagus karya teman literasi saya yang berjudul
DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT
Author : Nirwana Asri
Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?
Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.
Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?
__ADS_1