
Dari mulai pintu gerbang hingga pintu depan hingga kamar dibuka dengan kasar dan dibanting dengan tenaga extra hingga menimbulkan bunyi yang cukup membuat orang yang tertidur pules terbangun.
"Galaxy!!! Apa-apaan kamu ini. Pelan sedikit bisa kan?" tegur mama tapi Galaxy tidak menggubrisnya samasekali. Dan menghilang dibalik pintu kamarnya.
"Aduhh Galaaa!!! Apa-apaan ini kenapa rumah jadi kebanjiran begini?" teriak mama melihat lantai jadi basah semua setelah dilalui oleh Galaxy.
"Bi Mirnaaa!! Sini bi bawa alat pel ke depan!!" perintah mama.
"Iya nyonya."
"Sini bi lihat! Basah semua tuh ...disitu juga ...pasti sampai depan kamar Gala basah semua." gerutu mama.
"Nah..nah ..itu Sasha! Pasti ia tahu apa yang terjadi.Hingga Galaxy pulang-pulang seperti kerasukan." tunjuk mama ke arah Sasha.
__ADS_1
Lalu Bu Mirna memanggil Sasha untuk menghadap mama.
Setelah Sasha selesai mengurus Grey. Ia pun menghadap mama.
Melihat rumah dalam keadaan berantakan karena air dimana-mana. Dan wajah mama yang kesal. Sasha sudah bisa menebak asal muasal air tersebut dan kekesalan mama.
"Sha ...kamu tahu apa yang terjadi dengan Gala?" Mama benar-benar kesal dengan kelakuan anak lakinya itu.
Belum sempat Sasha menjawab.Papa datang dan ikutan takjub heran dengan keadaaan istananya yang begitu berantakan.Mama pun langsung menyambut sang suami dengan ocehan -ocehan laporan kekecewaan atas sikap dan perilaku Galaxy.
Sasha dengan cekatan membantu bi Mirna untuk ikut mengeringkan lantai yang basah.Tetapi maksud baik dirinya ditolak oleh Bi Mirna. "Sudah non Sasha, saya saja yang membereskannya. Non bersihkan diri dulu saja. Tuh banyak rerumputan yang menempel di baju non Sasha." tunjuk bi Mirna.
Menyadari dirinya pun sedikit berantakan. Daripada keburu mama atau papa menyadarinya bisa-bisa mereka dilarang bermain di Padang rumput lagi.Akhirnya ia pun menuruti saran bi Mirna.
__ADS_1
Saat Sasha hendak menuju kamarnya. Samar-samar Sasha mendengar suara papa Andro bertanya pada Galaxy apa yang sesungguhnya terjadi hingga ia begitu berantakan dan membanting semua pintu dengan kasar berdasarkan laporan mama.
Entah kenapa kaki Sasha justru membawanya melangkah makin mendekat kamar Galaxy dan menguping sedikit ketegangan disana.Karena sewaktu ditanya oleh papanya Galaxy tidak menjawab dan hanya diam sampai akhirnya Ia diancam untuk dimasukan asrama saja agar bisa merasakan disiplin ketat.
Dan akhirnya Galaxy menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dan penyebab dirinya basah kuyup dan kekesalannya walau disisi lain ia sangat lega Sasha dalam keadaan baik-baik saja.
Jantung Sasha sempat terhenti sesaat ketika Galaxy menceritakan pada orang tuanya alasan ia mencebur sungai spontan. Sasha pun perlahan melangkah mundur dan menjauhi kamar Galaxy dan menghilang masuk ke kamarnya sendiri .
Sasha menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan takut mereka semua yang ada di kamar sebelah mengetahui keberadaannya saat ini.
Sasha mengambil napas lega bisa mundur dan menghilang di dalam kamarnya sendiri.
"Jadi Galaxy menceburkan diri spontan itu karena diriku ia ingin menyelamatkan aku karena topi aku ia temukan mengambang di sungai." batin Sasha merasa menjadi biang kerok semua kekacauan ini.
__ADS_1
Tapi sebenarnya Sasha tidak pernah membayangkan semua kekacauan ini akan terjadi. Salah dirinya karena tidak meninggalkan pesan langsung secara tertulis dan ditempel di rumah-rumahan Grey. Ketika ia mengajak Grey jalan-jalan ke jalur yang beda. Kemungkinan kalau itu ia lakukan kekacauan ini tidak akan terjadi . gumam Sasha.
.............🌹🌹🌹🌹.........