
Papa Galaxy akhirnya menjelaskan bahwa mulai saat ini Sasha dan Galaxy bersaudara. Sasha kini menjadi adik Galaxy dan Galaxy mulai sekarang adalah kakak Sasha.
Jantung keduanya serasa berhenti sesaat. Galaxy dan Sasha pun saling menatap canggung.
"Tapi pa.." Galaxy hendak protes tetapi papanya seolah memberi isyarat untuk mengikuti dirinya.
"Sebentar ya ma... Sha.. papa tinggal sebentar.Perbincangan antara ayah dan anak cowoknya." senyum penuh arti papa Galaxy sebelum meninggalkan tempat sambil memberi kode pada Galaxy untuk mengikutinya.
Dengan setengah terpaksa Galaxy mengikuti langkah papa nya.
Mereka duduk di sudut ruangan.Posisi mereka agak jauh dari keramaian dan saling berhadapan.
"Duduk nak!"
Galaxy menarik kursi yang ada dihadapannya.
Lalu papa Galaxy mulai bercerita bagaimana ia bertemu Sasha.Asal usul dan pahitnya kehidupan yang keras yang dijalani Sasha pun diceritakan pada Galaxy.
"Gala kamu sudah mulai dewasa, Papa yakin kamu paham kenapa mama dan papa mengangkat Sasha sebagai adik kamu ."
"Bukankah kita ini sudah diberkati materi yang cukup. Mungkin bagi beberapa orang justru dianggap berlebih. Bahkan hubungan papa dan mama yang dulu kamu tahu sendiri sudah berada di ujung tanduk perpisahan tetapi Tuhan memberkati keluarga kita dengan luar biasa hingga saat ini kita masih bersama dalam satu keluarga."
"Apakah salah, kalau sekarang dengan berkat yang kita dapatkan ini, kita bagikan pada orang yang membutuhkannya.Sehingga merekapun juga merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan." jelas papa.
Setelah mendengar penjelasan papanya tentang siapa gadis pemanjat tembok itu. Berbagai perasaan berkecamuk dalam hati Galaxy saat ini. Ada perasaan iba tetapi ego nya sebagai ketua The Five masih berusaha menguasai perasaan Galaxy.
Sebenarnya ia tidak keberatan dengan keputusan kedua orang tuanya. Tetapi gadis itu sudah terlanjur dikenal sebagai siswi penerima beasiswa di sekolahnya. Dimana siswa-siswi penerima beasiswa biasanya sasaran empuk bagi The five untuk memanfaatkan dan membully mereka.
"Gala.."
Suara papa Gala membuat ambyar lamunannya.
"Iya pa"
"Sebagai anak laki keluarga Andromeda papa mohon jaga dan lindungi adik kamu Sasha, meskipun ia bukan adik kandung kamu tapi dia sudah kita angkat sebagai bagian dari keluarga Andromeda."
"Sejak kecil ia sudah yatim piatu dan hidup susah bersama neneknya. Kamu mengerti kan Gala maksud papa."
Galaxy mengangguk pelan.
Papa tersenyum bahagia, Galaxy akhirnya memahami maksudnya menjadikan Sasha bagian dari keluarga mereka. "Yuk kita kembali ke mama dan Sasha."
Dengan langkah gontai Galaxy mengikuti langkah papanya kembali ke meja dimana mama dan Sasha menunggu.
..................................................
"Jadi kalian sudah saling kenal nih? Baguslah mama berharap kalian nanti bisa menjadi adik kakak yang bisa saling membantu dan melengkapi.' ucap mama.
Sasha hanya menelan salivanya membasahi tenggorokan nya yang tiba-tiba terasa kering.
"Saling membantu dan melengkapi? Bagaimana mungkin.Cowok sedingin dan sekejam Galaxy mana mungkin bisa diajak saling membantu yang ada saling berantem." gumam Sasha dalam hati.
__ADS_1
"Kamu tidak usah takut dengan Galaxy, kelihatannya saja ia dingin dan cuek tapi sebenarnya ia anak yang baik." mama masih saja berusaha meyakinkan Sasha tentang sifat Galaxy.
"Apa?? Baikk?? Suka menzolimi dan memanfaatkan orang itu namanya baik?? Wahh ternyata orang tua si sadis belum benar-benar mengenal kelakuan anaknya dan kelompoknya di sekolah." batin Sasha yang sudah gemas mendengar pujian orang tua Galaxy tentangnya.
"Belum tahu saja bagaimana kelakuan anak kebanggaannya itu dengan kelompoknya yang terkenal paling menakutkan, seenaknya dan kejam di sekolah." gemas rasanya mendengar si sadis itu terus di puji bagaikan superhero "cih !"
"Nah tuh papa dan Gala sudah datang. Yuk kita mulai makan malam kita." ajak mama.
Akhirnya mereka berempat makan malam bersama dengan suasana hening.
Papa dan mama sesekali memperhatikan kedua anak mereka yang masih terlihat canggung.
"Oh ya Gala...papa lupa kalau papa ada janji bertemu dengan teman papa."
"Jadi titip Sasha ya ..kalian pulang bersama duluan.Nanti kita ngobrol lagi di rumah."
"Apa?! Pulang bersama gadis pemanjat tembok ini bagaimana kalau teman-temannya melihatnya.?" Hati Galaxy semakin risau memikirkan semuanya. Tetapi tidak mungkin ia menolak perintah papanya.
"Tapi pa... Galaxy masih mau ke toko---" Galaxy berusaha mencari alasan untuk menolak tetapi belum selesai ia bicara.
"Ajak Sasha. Okay Gala papa titip Sasha ingat kata-kata papa tadi " ucap papa sambil melangkah pergi bersama mama meninggalkan Galaxy dan Sasha berdua.
"Sial!"dengus Galaxy.
Galaxy melirik tajam ke arah Sasha.Lalu pergi begitu saja meninggalkan Sasha yang masih terdiam di tempat.
"Heii kamu tunggu!" seru Sasha sambil berusaha mengejar. Ketika sadar Galaxy sudah melangkah pergi meninggalkannya.
Dengan cueknya Galaxy meninggalkan Sasha begitu saja dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Dengan begitu santainya Galaxy membuka pintu mobil samping nya.
"Berisik amat!"
"Hei kamu! Dengar kan tadi papa bilang apa! Kita pulang bareng. Kok malah ditinggal pergi begitu saja." protes Sasha lalu menutup pintu mobil depan dan membuka pintu mobil belakang.
Ketika ia akan duduk di bangku belakang tiba-tiba...
"Heii ! Kamu gila ya! Kamu pikir aku sopir kamu!.Ingat ya aku putra kandung bapak Andromeda pemilik Rumah Sakit Sehat Hutama. Pindah duduk depan atau aku tinggal!" hardik Galaxy.
"Pemilik Rumah Sakit Sehat Hutama? Itu kan Rumah Sakit tempat nenek dirawat.Om Andro pemiliknya??" Untuk sesaat Sasha terdiam. Kilatan kejadian demi kejadian saat pertama kali dirinya bertemu om Andro di Rumah Sakit berputar cepat di kepalanya.
'Heii tuli ya! " dengan tidak sabar Galaxy membuka pintu mobil lalu keluar menghampiri Sasha lalu menarik tangannya.
"Aduh! Sakit!" teriak Sasha saat tangannya ditarik paksa oleh Galaxy
"Kami tuli sih sudah aku bilang pindah depan malah bengong!"gerutu Galaxy lalu kembali masuk mobil dan duduk dibalik kemudi.
Dengan wajah cemberut dan menahan sakit. Sasha pun menurut pindah duduk disebelah Galaxy.
Mengetahui Sasha sudah duduk di sebelahnya Galaxy pun langsung melajukan mobilnya.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan, otak Sasha terus terngiang ucapan Galaxy bahwa om Andromeda ayah Galaxy adalah pemilik Rumah Sakit Sehat Hutama.
Sasha mencoba melirik ke arah Galaxy dan mencoba membaca aura wajahnya apakah masih dongkol atau sudah netral.
Dengan mengumpulkan keberaniannya Sasha mencoba memulai berkomunikasi dengan Galaxy.
Rasa penasaran tentang kebenaran bahwa papa Galaxy yang kini juga menjadi papanya adalah pemilik Rumah Sakit tempat neneknya di rawat.
"Hemm... benar papa kamu pemilik Rumah Sakit Sehat Hutama?" tanya Sasha berhati-hati sambil menoleh penasaran ke arah Galaxy .
"Ya!" jawab singkat Galaxy.
"Hmm tapi papa kamu bilang padaku waktu itu ia sedang mengurus biaya rumah sakit selama ia dirawat disana. Dan papa kamu bilang karena Rumah Sakit sedang berulang tahun maka ia dapat diskon hingga tujuh puluh persen" ucap Sasha sambil berusaha mengingat kejadian itu.
Hahahaha
Galaxy tertawa terpingkal-pingkal, mendengar cerita polos Sasha
"Kok kamu tertawa sih emang ada yang lucu ya?" tanya Sasha bingung sambil terus menatap lekat Galaxy.
"Kamu yang lucu! Papa aku tuh pemilik Rumah Sakit. Jadi kalau sewaktu-waktu kami semua butuh pelayanan dokter atau rawat inap ya tinggal masuk aja. Gak pake bayar apalagi mengharapkan diskon dan sejak kapan Rumah Sakit Sehat Hutama ulang tahun di bulan ini. Ngarang kamu!" sahut Galaxy acuh.
"Tapi..." Sasha tidak jadi melanjutkan saat melihat wajah Galaxy sudah kembali berubah jutek.
"Baiklah akan aku tanyakan langsung nanti saat bertemu om Andro." batinnya.Sasha merasa tidak nyaman.Ia merasa om Andro berbohong karena merasa kasihan padanya lalu ia mengarang sebuah cerita tentang peringatan anniversary Rumah Sakit yang memberikan diskon besar-besaran hingga nol rupiah bagi pasien yang beruntung.
Sasha menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kembali.
Kemudian ia kembali menatap gelapnya malam dari balik jendela pintu mobil di sampingnya dengan berbagai pikiran di kepala nya.
..........................................
Sambil menunggu kelanjutan kisah Sasha dan Galaxy..
Aku kenalkan karya dari Author Tyatul yang berjudul Dewi untuk Dewa
Kamu milikku mulai dari sekarang bahkan saat kakiku sudah 3," ucap seorang laki laki di depan perempuan yang selalu ia claim sebagai miliknya.
"Dih apaan, aku juga perempuan butuh yang namanya kepastian bukan seperti ini."
"Oke kamu butuh kepastian yang seperti apa? Mau aku lari lari di lapangan cuma buat kamu?"
"Ish gak boleh, nanti kamu banyak yang suka."
"I Love You."
Dua anak manusia yang memiliki sifat dan kepribadian yang beda kini disatukan dengan yang namanya status perjodohan yang akhirnya malah membuat mereka lengket tak mau pisah.
Dewi Arabella gadis berusia 18 tahun yang sangat blak blakan, ceria dan apa adanya, dia tak akan mau berbohong hanya untuk membuat orang bahagia.
__ADS_1
Dewa Sanjaya Putra pria berusia 18 tahun yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Dewi. Dewa sangat tertutup dan dingin tapi jika sudah dengan Dewi sifat itu hilang entah kemana. Bahkan Dewa sangat manja dengan Dewi sejak perjodohan dilakukan.
Happy Reading