SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Terkejut


__ADS_3

Sepanjang jam pelajaran pikiran Galaxy tidak berada di kelas. Pelajaran hari ini hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri.


Raga dan pikiran Galaxy saat ini tidak pada tempat yang sama. Raga Galaxy saat ini menang berada di kelas tetapi tidak dengan pikirannya.


Pikirannya masih berputar pada gadis pemanjat tembok sekolah. Perasaannya masih kesal dan membuat kepala Galaxy penuh dengan pertanyaan."Kenapa? Kenapa? Dan Kenapa?".


"Sial! Beraninya dia mengacuhkan aku." batin Galaxy.


Sebenarnya bila ia mau bisa saja saat tadi Galaxy melihat ada satu siswi yang berani tidak memberinya ucapan selamat, ia laporkan pada anggota The five yang lain dan bisa sangat dipastikan habislah gadis itu.


Tapi entah kenapa Galaxy tidak melakukannya dia hanya kesal tapi tidak ingin gadis itu dihabisi oleh teman-temannya.


Tett ...tett... tettt


Bunyi bel tanda waktu istirahat.


Seperti biasa semua murid berhamburan keluar kelas berebut ke kantin. Tidak ketinggalan pula dengan The five tetapi kali ini Galaxy kembali hilang


"Hei guys mana Gala?"


"Lho bukannya tadi masih di kelas ya?" sahut Rio yang langsung mengecek ke dalam kelas.


Rio pun keluar dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagaimana? Mana Gala?' tanya Arya.


Rio pun mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak menemukan Gala di kelas.


"Hilang ... sudah kabur dia" sahut Rio.


"Cepat amat! Apa iya ada tugas dari guru olahraga?"


"Ah sudahlah biarin saja.Mungkin Gala lagi ada urusan yang harus ia selesaikan sendiri.Yuk kita ke kantin"


"Iya ntar juga nyusul kalau urusannya selesai." ujar Ryan


"Baiklah...yuk!" sahut Arka sambil berjalan menuju ke kantin.


..................................................


Di tempat yang terpisah Galaxy menuju ke bawah pohon rindang yang berada di halaman sekolahnya.


Kembali ia mengamati satu persatu siswa siswi yang berada disana. Sudut mata Galaxy menatap sosok gadis yang selama ini ia cari.


Sasha siswi baru penerima beasiswa prestasi di sekolahnya. Gadis enerjik dan pemberani. Cukup membuat ketua The five Galaxy tertarik dengan kepribadiannya.


Tanpa disadarinya kakinya melangkah mendekati Sasha.


Tetapi belum sempat ia menyapanya, seorang teman Sasha menariknya untuk menjauh dari Galaxy."Sha hayuk ikut aku cepat jangan banyak tanya." Lalu Sasha pun tanpa banyak bicara mengikuti ajakan teman sekelasnya.Sekilas ia melihat Galaxy sedang berjalan mendekat.


"Sial!!" umpat Galaxy.


Ingin Galaxy memanggil Sasha tetapi egonya melarang dirinya untuk melakukannya.


Galaxy kemudian duduk di bangku Sasha biasa duduk tadi. Ia merasakan kesejukan fisik dan hati saat duduk di bawah pohon rindang tersebut.


Siswa siswi yang biasa bermain dan bercengkrama disana, satu per satu pergi dan membiarkan tempat favorit mereka hanya dihuni oleh Galaxy seorang.

__ADS_1


"Heii itu Galaxy kan!" tunjuk Rio ke arah pohon rindang.


Semua anggota The five melongo melihat ketua mereka melamun sendiri di tempat para siswa penerima beasiswa biasa berkumpul dan makan siang.


"Ngapain dia disana?" keempat anggota The Five pun akhirnya mendekati Ketua mereka.


"Hai Gala sedang apa kamu disini? Bukannya ini tempat ----" Ryan sedikit mencibir sambil melihat sekeliling.


"Are you oke bro?" Arka menepuk pundak Galaxy.


"Haii kalian merasakan tidak? Disini sejuk lho angin bertiup lembut.Grey pasti suka disini" celetuk Galaxy tiba-tiba teringat Grey anjing kesayangannya.


"Hmm ternyata ada yang lagi kangen---"


"Kangen pada seekor anjing!' lalu disambut gelak tawa anggota yang lain.


"Grey bukan sekedar anjing.Dia sahabat terbaik aku sejak kecil hanya dia yang mengerti aku dan selalu menemaniku." sanggah Galaxy memberikan pembelaannya.


Keempat sahabat Galaxy sangat mengerti arti kehadiran Grey bagi Galaxy.


Grey-lah tempat Galaxy mengadu dan teman bermain satu-satunya.Disaat kedua orangtuanya dulu masih sama-sama sibuk dan selalu bertengkar dari hal kecil hingga berat.


Galaxy sosok anak yang tumbuh dengan kasih sayang yang minim dari kedua orang tua yang berpikir uang lah yang bisa membuat anaknya bahagia.


Yang dalam kenyataannya mereka salah. Galaxy merasa hidupnya sepi dan tidak ada yang peduli dengan kehadiran dirinya. Tetapi semua itu berubah saat Galaxy menemukan Grey ia tidak lagi merasa kesepian . Karena itulah Galaxy sangat menyanyangi Grey.


Tettt....tett...


Bel tanda istirahat telah berakhir berbunyi.


Semua siswa kini berebut kembali ke kelas mereka masing-masing.


"Yuk guys kita kembali ke kelas! Pulang sekolah kita ngumpul di markas yuk!"


"Gala kamu ikut kan. Sudah tidak ada latihan lagi kan dengan bokap.Turnamen kan sudah selesai, berhasil jadi juara lagi." komentar Arya.


"Hmm sepertinya sore ini aku absen dulu ya guys. Papa baru


saja mengirim pesan padaku untuk makan bersama nanti malam. Sore aku dan Grey mau main di tempat biasa. Lagi ada misi yang belum terselesaikan disana." ijin Galaxy pada anggota The five lainnya.


Semua saling berpandangan bergantian"Oke deh!"


Lalu mereka pun kembali ke kelas mereka masing-masing


............................................


Di tempat yang berbeda.


"Baik nek kalau itu syarat yang nenek ajukan. Kami janji akan menjadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab pada Sasha nantinya."


Andromeda mengutarakan keinginannya dan istri untuk mengadopsi Sasha sebagai anak mereka.


Tetapi nenek keberatan bila mereka mengadopsi Sasha. Nenek tidak ingin menghilangkan asal usul Sasha dari kedua orang tua aslinya.


Bila memang Andromeda ingin bertanggung jawab dan menjadikan Sasha sebagai anaknya. Cukup menjadi orang tua angkat saja tidak perlu merubah status diri Sasha dan menghilangkan orang tua asli Sasha dari hidupnya.Bagaimanapun dan sampai kapanpun orang tua Sasha tetaplah orang tua Sasha.Dan tidak akan tergantikan biarpun mereka sudah berpulang.


Andromeda dan istri akhirnya menerima syarat yang diajukan nenek, yaitu hanya sebagai orang tua angkat Sasha. Yang berkewajiban merawat, mengasuh dan mendidik Sasha serta bertanggung jawab akan sekolah Sasha tanpa mengganti identitas orang tua Sasha. Dan berhak untuk disebut papa mama dan disayangi layaknya anak dan orang tua oleh Sasha.

__ADS_1


Begitu pula Sasha berhak mendapatkan perlakuan yang sama selayaknya anak sendiri dan berkewajiban patuh dan menghormati mereka seperti halnya menghormati kedua orang tuanya sendiri.


"Nah Sasha ... mulai sekarang panggil om dan Tante dengan sebutan papa mama. Dan nantinya kamu berserta nenek sepulang dari sini langsung pulang ke rumah kami oke.?"


"Iya Sha.... kamu nanti tinggal bersama kami dengan nenek sekalian."


"Aku yakin kamu pasti betah. nanti akan kami kenalkan dengan anak kami kamu pasti menyukainya walau terlihat dingin tapi hatinya sebenarnya baik." jelas istri Andromeda tersenyum bahagia akhirnya ia mempunyai anak perempuan.


"Baiklah nek, kami minta ijin mau ngajak Sasha makan. Kalau tidak keberatan malam ini biar Sasha ikut kami pulang ke rumah." ijin Andromeda.


"Silakan nak Andro. Nenek titip cucu nenek ya. Semoga niat baik nak Andro dan istri mendapatkan pahala yang berlebih-lebih." doa terbaik nenek.


"Aminn" seru Andro dan istri.


Sasha mencium dan memeluk hangat nenek "Jaga diri baik-baik, jaga lisan dan perilaku. Jangan kecewakan orang yang sudah berniat baik pada kita" bisik nenek.


Sasha pun mengangguk pelan."Doakan Sasha ya nek!"


"Pasti sayang doa nenek selalu menyertai mu." sahut nenek.


Setelah berpamitan pada neneknya.Sasha pun ikut keluarga Andromeda.


..,..........................................


"Sha kamu kelas berapa?"


"Kelas Sepuluh om---"


"Hmm lupa ya tadi dibilang apa mulai sekarang panggil om dengan sebutan----???"


"Papa" jawab kikuk Sasha.


Andromeda dan istri pun tertawa.


"Gak apa-apa nanti lama-lama juga terbiasa kok!" jawab istri Andromeda.


"Nah kita sudah sampai nih! Yuk Sha kita turun duluan biar papa parkir mobil " Sasha dan mama angkatnya turun dari mobil dan masuk ke sebuah restoran mewah.


"Wah ini mah restoran mewah!" batin Sasha . Ia mengagumi dekorasi dan suasana restoran yang begitu asri sambil terus meluaskan pandangannya ke seluruh ruangan.


Mereka memilih duduk di sudut ruangan bersebelahan dengan kolam ikan


"Tuh papa!" Mama mengangkat tangannya memberi tahu posisi mereka saat ini pada suaminya.


Akhirnya merekapun memesan beberapa makanan. Tidak lupa mereka juga memesan menu favorit anak tunggal mereka.


"Bagaimana ma, sudah telepon anak kita sampai dimana?" tanya papa.


"Katanya sudah dipatkiran kok!' jawab mama santai


"Nah itu dia yang kita tunggu. Sha ..kenalkan ini anak kami."


Sasha pun berdiri dan menengok ke belakang.


Matanya terbelalak terkejut.Begitu pula dengan anak Om Andro.


"Kamu!!!" celetuk mereka bersamaan tak percaya dengan apa yang mereka jumpai.

__ADS_1


..............................................,..


__ADS_2