
"Heran padahal papa mama orangnya ramah tapi anaknya lebih galak dari Husky!"
"Kalau bukan papa yang menyuruhku mencarimu, untuk menyampaikan pesannya, aku juga ogah menemuimu jangan geer!'
"Aku hanya menghargai papa kamu ia sudah banyak membantuku dan nenek.Ditungguin papa tuh di rumah, katanya mau latihan bersama. Okay sekarang pesan sudah tersampaikan. Tugas selesai bye!"" lalu Sasha pun berlalu pergi tanpa menoleh lagi.
Grey terus menyalak mengiringi kepergian Sasha.Seolah ia ingin berkata "Jangan pergi! Kita main-main dulu disini"
Galaxy hanya diam. Tanpa ia sadari pandangan matanya tidak lepas dari sosok Sasha hingga hilang diantara rerumputan ilalang .
Grey trus menggonggong dan kini ia berjalan di depan tuannya lalu menaikkan kaki depannya seolah Grey ingin menyadarkan tuannya dari lamunannya.
Setelah Grey berhasil mendorong tuannya dengan kaki depannya Grey masih terus menggonggong untuk mengajak pulang tuannya sebelum mereka datang terlambat dari kesepakatan yang telah papa dan Galaxy buat bersama.
Grey menarik-narik kaos Galaxy mengajak tuannya pulang. Grey berusaha mengingatkan tuannya agar tidak mencari masalah dengan papanya.
Grey terus menarik kaos Galaxy untuk mengajaknya pulang.
Sekali lagi Grey menarik kaos tuannya agar mengikutinya pulang ke rumah.
Akhirnya Galaxy tersadar dari lamunan kosongnya.Galaxy mulai ingat berada dimana dan apa yang baru saja terjadi."Gila! Bagaimana mungkin dia bisa membuatku terpaku? Dia benar-benar beda!" gumam Galaxy.
Grey terus menggonggong berusaha mengingatkan tuannya akan keberadaan dirinya.
"Grey stop! Grey cukup! Okay ..okay kita pulang sekarang." akhirnya Galaxy mengalah dan melangkah pulang ke rumah dengan malas.
Galaxy sebenarnya enggan pulang ia belum siap untuk latihan lagi."Pasti nanti aku dihajar habis-habisan oleh papa, kalau sampai gak fokus. Apalagi cewek pemanjat tembok itu pasti ada di rumah bahkan kemungkinan ia akan melihat pertarungan ku melawan papa.Kalau sampai aku babak belur karna papa, mau ku taruh dimana wajahku ini."otak Galaxy berputar keras untuk menghindari apa yang ia takuti dalam pikirannya.Tapi ia samasekali belum menemukan solusinya.
Dengan langkah gontai Galaxy berjalan menuju ke rumahnya.
.....................................
__ADS_1
"Sore Sha bagaimana kamu bertemu dengan kakak kamu kan?" tanya Papa Andro tidak sabar, saat melihat Sasha memasuki halaman.
Sasha berusaha tersenyum sambil mengedipkan mata pada ayahnya. Tanda bahwa tidak perlu khawatir. Galaxy akan datang dan siap bertanding melawan ayahnya sendiri." Beres pa sudah Sasha sampaikan kok!"
'Hmm maaf pa, Sasha tadi sedikit tidak jujur pada papa" gumamnya
lirih .
Sasha memang bertemu dengan cowok songong itu. Tapi sejujurnya ia sendiri tidak tahu apa Galaxy akan hadir tepat waktu atau sengaja melewatkannya.
"Sudahlah pa..santai dulu saja"
"Dia pasti pulang kok!"mama berusaha menghibur papa
"Bukan masalah dia pulang atau tidak ma tapi dia sudah siap belum untuk latihan." jawab papa gusar.
"Ya sudah namanya juga anak muda pa. Yang penting dia kan sudah kita bekali ilmu bela diri. Mama yakin kalau ada sesuatu terjadi, Galaxy mampu kok melawan begundal-begudal jalanan yang belum tentu paham ilmu bela diri seperti anak kita." lanjut mama santai.
"Baik ma" Sasha pun masuk ke dalam untuk membawa turun neneknya.
"Nah tuh Gala!" tunjuk mama.
"Haii jagoan papa! Bagaimana sudah siap kah berlatih dengan papa?"
Gala menatap papa nya yang sudah terlihat sangat siap untuk bertarung. Kedua tangan papa sudah terkepal sempurna bagaikan petinju yang siap berhadapan dengan lawannya.
"Siap pa! Tetapi Gala butuh waktu untuk pemanasan sebentar ya pa?"
"Okay papa beri waktu kamu untuk pemanasan."
Kemudian Galaxy pun langsung melakukan pemanasan.
__ADS_1
"Selamat sore ..."sapa nenek
"Sore nek...ayo nek silakan duduk kita ngeteh dulu nek sambil nyamil mengisi waktu." celoteh mama.
"Gala!Sini nak ....beri salam dulu dengan nenek."panggil papa.
Gala pun berhenti sejenak lalu berjalan menghampiri nenek dan mencium tangannya.
"Apa kabar Nek?"
"Alhamdulillah! Wah jagoan nya nak Andro ganteng euy. Pasti pacarnya banyak nih!" goda nenek.
"Mana laku dia di sekolah. Sadis sih!" celetuk Sasha keceplosan.
Semua mata memandang ke arah Sasha.Tidak terkecuali Galaxy yang langsung melotot ke arah Sasha.
"Upss" Sasha menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
....................................................
Nih aku punya rekomendasi karya dari teman literasi aku yang berjudul
Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO
Author: SyaSyi
Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.
Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.
Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?
__ADS_1