
"Gala!..Gala!" terdengar suara papa di balik pintu.
"Sasha cucuku, kamu dimana?" timpal nenek memanggil Sasha cucu kesayangannya.
Mendengar suara papa dan nenek, Gala dan Sasha saling bertukar pandang meyakinkan diri satu sama lain."Suara papa dan nenek!" ucap Galaxy sambil menatap Sasha.
Sasha pun membalasnya dengan anggukan kepala yakin. Detik berikutnya Sasha pun berlari ke arah suara.
"Nenek! Nenek .... ini Sasha nek!" sambut Sasha berlari menyongsong nenek.
"Sasha cucu nenek! Kamu baik-baik saja kan?" kemudian mereka saling berpelukan saling melepas rindu.
"Nenek khawatir sayang.Kenapa kamu tidak beritahu nenek sebelumnya kalau kamu pulang ke rumah kita." sambil mencium kedua pipi Sasha.
"Maaf nek ...Sasha tiba-tiba kangen sungai dibelakang rumah. Jadi Sasha tadi sore langsung kesini.".
"Iya Sha..., kangen rumah sih tidak apa-apa. Papa juga tidak melarang kalau kamu mau menginap disini tetapi tolong lain kali kami diberitahu. Agar kami semua tidak kebingungan dan kepikiran." tambah papa.
"Kasihan kan Gala sepanjang sore ia mencarimu."
__ADS_1
"Gala terima kasih ya kamu telah membantu mencari cucu nenek dan menjaganya semalam." ucap nenek sambil menggenggam erat tangan Galaxy.
Papa pun tersenyum bangga pada putra tunggalnya itu. Papa meninju pundak Galaxy sebagai wujud rasa bangganya pada putranya tersebut.
Tanpa sengaja Sasha menangkap senyum tersipu Galaxy saat pundaknya ditepuk oleh papa Andro.
Sasha cukup terkejut, baru kali ini ia melihat Galaxy yang begitu menggemaskan. Pudar sudah kesan angkuh, arogan dan dingin yang selama ini melekat pada pribadi Galaxy.
"Baiklah ... bagaimana sekarang apa rasa rindunya sudah terobati ? Apakah kamu sudah mau kembali ke rumah lagi atau masih tetap untuk sementara menginap disini lagi?" tanya papa serius.
Galaxy dengan spontan menggeleng gelengkan kepalanya."Pulang dong pa, Grey pasti kangen dengan Sasha.Kasihan Grey sejak kemarin tidak bertemu kami." Galaxy mencoba memberikan alasan yang mematahkan keinginan Sasha untuk menginap lagi
Galaxy memandang Sasha dengan sorot mata berharap.
Sasha yang mendapatkan sorot mata memohon dari Galaxy. Pipinya auto memerah.
"Gila nih cowok sejak kapan sih dia jadi pribadi yang menggemaskan dan unyu seperti ini" jawab Sasha dalam hati sambil menunduk malu.
Tanpa diketahui Sasha maupun Galaxy, Papa diam-diam mengamati kedua anak-anaknya penuh arti.
__ADS_1
"Hmm sepertinya ada sesuatu diantara mereka" sambil menatap lekat kedua anaknya bergantian.
"Sha kamu ikut pulang kan?" tanya Galaxy berharap cemas.
Sasha kembali menatap lekat Galaxy berusaha mencari keseriusan Galaxy. Dan tanpa disadarinya kepalanya mengangguk pelan.
"Yes!!" Galaxy berteriak dengan lantangnya mengungkapkan kebahagiaannya.
Papa dan nenek hanya tersenyum penuh arti.
Sasha benar-benar terkejut dengan reaksi Galaxy yang begitu spontan dan jujur.Tidak seperti biasanya yang selalu bertindak dibalik topeng keangkuhan dan kearoganannya.
Entah kenapa Sasha merasa begitu nyaman dengan pribadi Galaxy tanpa topengnya."Andai dia tetap seperti ini, apalagi bila di depan teman-temannya mungkin aku akan menyukainya oopps" Sasha spontan menutup mulut dengan kedua tangannya.
Galaxy yang sempat melihat gerakan spontan Sasha menutup mulutnya dengan wajah tersipu mengerutkan keningnya berpikir "Hmm apa yang sedang dipikirkan gadis pemanjat tembok ini, kok tiba-tiba dia menutup mulutnya?"
Mengetahui Galaxy melihat apa yang baru saja ia lakukan dengan reflek. Jantung Sasha kemudian berdetak lebih kencang."OMG dia melihat aku menutup mulut tadi.Apa kira-kira yang ada dalam pikirannya saat ini. Jangan-jangan ia bisa membaca pikiran aku. Mampus deh."
..................................
__ADS_1