SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Hilang


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan menuju markas, Galaxy hanya diam.Pikirannya berputar pada kejadian tadi. Ada perasaan bersalah dalam hatinya telah memperlakukan Sasha sedemikian kejamnya.Galaxy sangat memahami bila Sasha mungkin akan membencinya setelah ini.


Sesampainya di markas besar The Five, seperti biasa mereka berbagi cerita dan beraktivitas sesuai hobi mereka masing-masing.


Ada juga yang membicarakan tentang tugas sekolah yang sulit dan ada juga yang sedang mencari mangsa untuk dijadikan korban perudungan selanjutnya.


Hari ini Galaxy lebih banyak diam sesekali ia angkat bicara bila tentang tugas sekolah.


Entah kenapa ia sudah tidak tertarik lagi untuk merudung seseorang seperti dulu lagi.


Pikirannya saat ini terus tertuju kepada Sasha."Apa kira-kira yang dirasakannya sekarang, mau kah dia memaafkan aku.Tapi masak iya aku harus minta maaf padanya tapi aku memang sudah melakukan hal yang sangat jahat padanya hari ini' pikir Galaxy.


"Gala .. kamu sakit?" Ryan merasa ada yang berbeda dengan Galaxy.


"Hmm...." Belum sempat Galaxy menjawab, ponselnya berbunyi dengan nyaringnya.


Galaxy lalu merogoh kantong celananya lalu melihat kata PAPA tertulis dilayar ponselnya.


"Sebentar guys papa nelpon nih!' lalu Galaxy menerima telpon dari papanya di halaman belakang.


"Ya hallo pa." sapa Galaxy.


Papa menelpon Galaxy menanyakan keberadaan Sasha.."Sasha bersama kamu Gala? Sejak tadi siang sepulang sekolah Sasha sudah tidak terlihat. Kata nenek ia pergi bersama kamu." tanya papa .


Jantung Galaxy serasa berhenti sesaat.Kepalanya pun auto terasa sakit. Galaxy merasa bertanggung jawab akan hilangnya Sasha.


"Hallo...halooo.. nak Gala Sasha cucu nenek kemana ya? Terakhir dia pamit mau bermain bersama nak Gala dan Grey di Padang rumput.Apa Sasha bersama mu saat ini?" tanya Nenek Sasha khawatir.

__ADS_1


Gala menelan salivanya membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba terasa sangat kering.


Ia merasa terpojokkan. Panik dsn bingung. Hari sudah mulai malam tapi Sasha sampai saat ini belum pulang ke rumah.


Kilasan kejadian pedih dan jahat yang ia lakukan pada Sasha hari ini kembali berputar kembali di kepala Galaxy.


Tangisan pilu Sasha yang tertahan masih terbayang jelas. Tatapan sedih dan kecewa itu sungguh jelas tergambar dari sorot matanya.


Galaxy benar-benar merasa bagaikan pecundang.Demi egonya ia mengorbankan perasaan orang lain.


"Hallo...hallo... Gala kamu masih disitu?" tanya papa Galaxy.


"Iya pa .... "


"Kamu tahu kemana Sasha pergi ? Benar ia tadi bermain bersamamu dan Grey? Lantas sekarang ia dimana kalau tidak bersama kamu.?" selidik papa lebih lanjut.


"Iya pa tadinya memang begitu pa, tapi menjelang sore Gala pergi bersama teman-teman The five, ngumpul di markas. Jadi Galaxy tidak tahu keberadaannya lagi." jawab Galaxy sekenanya.


"Gala pulang sekarang pa. Gala coba bantu mencarinya ke tempat biasa ia datangi." sahut Galaxy berusaha menenangkan papanya.


Gala tahu saat ini papa pasti sedang marah padanya. Membiarkan seorang gadis sendirian begitu saja di Padang rumput dan gadis itu adalah adik angkatnya sendiri, pasti membuat papanya saat ini sangat kecewa dan marah pada dirinya.Sungguh perbuatan yang tidak jantan


Lalu tanpa berlama-lama lagi Galaxy menutup hubungan telpon dari papanya.Sebelum mendengar kemarahan papanya lebih lanjut


Galaxy pun menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja lalu pergi begitu saja sambil mengangkat tangannya menunjukkan kunci mobil yang ia pegang kepada anggota The Five lainnya "Aku pinjam dulu ya mobilnya, besok aku kembalikan. Kalian panggil saja taxi online dulu . Urgent nih! Thanks." pamit Galaxy tanpa bersalah.


Ryan si empunya mobil pun tak mampu berkata apa-apa.Dan membiarkan ketua mereka meminjam mobilnya.

__ADS_1


Lalu meluncur lah Galaxy di tengah gelapnya malam menuju rumahnya.Tetapi di perjalanan pulang ke rumahnya ia juga berusaha mencari Sasha. Galaxy berusaha mengingat kebiasaan dan tempat-tempat yang Sasha biasa datangi yang ia ketahui.


"Sha...kamu dimana? " seru batin Galaxy khawatir. Sambil terus mencari keberadaan Sasha.


Bayangan wajah sedih dan kecewa Sasha kembali terbayang jelas di pelupuk mata Galaxy. Membuat Galaxy merasa sangat bersalah dan bertanggung jawab akan hilangnya Sasha.


...................................................


Yuk ikuti terus kisah Sasha dan Galaxy.


Sambil menunggu bab selanjutnya, nih aku punya rekomendasi karya untukmu dengan judul.


Dear, Pak Boss


Author: Ika Oktafiana


Stella tidak pernah menduga bahwa dirinya akan jatuh cinta dengan seorang Arshaka Virendra, sang Direktur Utama di perusahaan tempat Stella bekerja.


Kejadian itu bermula ketika Stella merasa tertantang dengan sikap Shaka yang dingin dan kaku. Bahkan, untuk sekedar mengulas senyum saja tidak pernah.


Berbagai cara Stella lakukan untuk membuat Shaka mau tersenyum. "Senyum dong, Pak. Biar semakin tampan," goda Stella tempo hari saat keduanya tidak sengaja bertemu di saat hujan sore hari.


Dikala itulah, awal mula hidup Shaka berubah menjadi lebih berwarna, Stella berhasil menjungkir-balikkan hidup Shaka dan mulai mengenal rasa bernama 'cinta'.


Perlahan, penyebab dari sikap dingin Shaka terkuak, hidup yang keras dan masalalu yang kelam. Hal itu justru semakin membuat Stella begitu kagum dengan sosok Shaka. Seketika timbul rasa ingin selalu ada dan memeluk dikala pelik kehidupan menderanya.


Bagaimana kelanjutan kisahnya?

__ADS_1


Baca terus yuk^_^



__ADS_2