
Sejak teman-temannya berkunjung ke rumahnya dan mendapat info terbaru dari papa tentang hadirnya seorang adik di keluarganya,membuat Galaxy selalu waspada .
Waspada tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tidak dapat ia jawab..
Saat pelajaran selesai dan bel tanda istirahat berbunyi Arka tiba-tiba mendekati Galaxy dan menepuk punggungnya. " Adikmu kelas berapa?"
"Setahu aku sih bukannya kamu anak tunggal ya?" sambung Arya bingung.
"Iya aku juga tahunya begitu sih!" lanjut Rio.
Galaxy berusaha menyamarkan wajah pucat pasi nya dari teman-temannya. Ia berusaha bersikap sesantai mungkin walau otaknya berpikir keras untuk membuat alibi atau mengalihkan pembicaraan.
Kemudian secepat mungkin Galaxy berusaha meninggalkan teman-temannya tanpa menoleh ke arah para sahabatnya itu.
"Sorry aku lupa aku ditunggu pak Satria di ruang Laboratorium.Bisa di diskon nih nilai ku kalau telat .Aku tinggal dulu ya." Galaxy pun meninggalkan sahabat sahabatnya yang hanya bisa melongo dengan kepergiannya yang tiba-tiba.
Sepeninggal Galaxy mereka saling memandang penuh arti . Wajah-wajah mereka menyiratkan berbagai pertanyaan yang belum terpecahkan.
"Ada yang aneh!" celetuk Rio yang melipat tangannya di depan dada sambil memandang lekat kepergian Galaxy dengan kening yang mengkerut hingga hilang dari pandangannya.
"Sudahlah kita kantin yuk! Mungkin Galaxy butuh waktu untuk bercerita kepada kita."sahut Arya bijak.
"Iya ..mungkin.Aku juga yakin bila nanti dia telah siap Gala pasti bercerita pada kita."
"Jangan-jangan...aahh tidak... tidak! Hush hush pikiran jelek!" Rio mencoba menepis pikiran negatip yang melintas di pikirannya saat ini.
Ketiga sahabatnya serentak fokus melihat ke arah Rio.
"Emang apa yang kamu pikirkan Rio?" Arka penasaran dengan reaksi tiba-tiba Rio.
"Hmm...." Rio hanya menggumam sambil memikirkan sesuatu.
"Kamu mikir apaan sih!" tegur Ryan yang dari tadi hanya mengamati apa yang terjadi di depannya
"Entahlah kenapa pikiran jelek ini melintas begitu saja di kepalaku" Rio memijit mijit kepalanya.Mencoba menepis pikiran yang berada di kepalanya saat ini.
"Memangnya apa yang ada di pikiran kamu itu?" desak Arya.
"Begini lho , sepengetahuan kita kan Galaxy itu kan anak tunggal di keluarganya Nah kalau tiba-tiba saja sekarang ia punya adik kan aneh. Iya kalau adik itu adik bayi yang baru saja lahir, nah ini kata om Andro adik Galaxy juga bersekolah disini." jelas Rio.
__ADS_1
Semua mengangguk angguk mencoba memahami penjelasan Rio.
"Nah ... jangan-jangan ahh ...tidak tidak!" kembali Rio mencoba menyangkal apa yang ada dipikirannya.
"Jangan-jangan kenapa?" desak semua penasaran.
"Ingat kan sejak kecil Galaxy sering menyaksikan pertengkaran kedua orang tua nya hingga ia mengalami trauma."
"Nah jangan-jangan nih adik Galaxy yang tiba-tiba nongol hasil hubungan gelap om Andro dengan seseorang .Dan baru saat ini entah bagaimana dan kenapa muncul di keluarga Galaxy. Mungkin saja karena ibu adiknya itu sekarang sudah meninggal terus anaknya ia kembalikan kepada bapaknya yaitu om Andromeda." cerocos Rio menerangkan apa yang ada dipikirannya saat ini.
Ketiga sahabat Rio memandang takjub kepada Rio.
"Gila analisis mu benar-benar wow Rio.Masuk akal juga sih ..tetapi benarkah?" tanya Arya.
"Bisa jadi. Dan karena itulah Galaxy terkesan menghindar kalau kita tanya perihal adiknya tersebut." sambung Arka.
"Untuk lebih jelasnya, kita ajak saja Galaxy ke suatu tempat dan disitu kita korek kebenaran nya." timpal Ryan.
"Iya kita yakin kan dia dulu sebelumnya kalau kita ini sahabat sahabatnya yang bisa diandalkan untuk menghibur dan menjaga rahasianya." Ryan berusaha mengutarakan pendapatnya setelah mengamati keadaan.
"Okay kalau gitu kita ke kantin dulu yuk ! Baru setelah pulang sekolah kita urus masalah ini." ajak Arka
"Iya betul!" sahut semuanya menyetujui pendapat Ryan.
"Okay jelas semuanya apa yang akan kita lakukan sepulang sekolah nanti.?" tanya Arka.
'Yup kami paham" jawab Arya
"Baiklah ... sekarang kita ke kantin yuk."ajak Rio .
Akhirnya kelompok The Five berjalan beriringan menuju Kantin.
Sepanjang lorong sekolah yang mereka lalui tidak ada seorang pun siswa ataupun siswi yang berani memotong jalan saat The Five muncul dengan penampilan arogan dan sombong nya.
Tiba-tiba tepat di depan ruang perpustakaan, muncul sosok siswi yang sedang berjalan sambil asyik membaca buku ke arah kemunculan The Five. Alhasil terjadilah tabrakan antara Ryan dan gadis yang baru saja keluar dari perpustakaan itu
Brakk...
Buku yang dipegang dan yang sedang ia baca pun berhamburan di lantai.
__ADS_1
Spontan gadis itu membungkuk mencoba membereskan buku yang berserakan sambil meminta maaf.
"Heii!! kamu kira kamu menabrak siapa hah!' bentak Arka.
"Maaf ...maaf ..saya tidak melihat."
"Sudah berani kamu sekarang dengan kami? Hah!"
"Heii bukannya kamu gadis yang kemarin kami beri hukuman ya? yang tidak memberi ucapan selamat pada Galaxy? Wow hebat mau mencobai kita lagi nih!" sindir Ryan menatap gadis itu dari atas hingga bawah.
"Iya betul ini gadis yang kemarin aku culik dan sekap " celetuk Arya.
"Berani-beraninya ya kamu berulah lagi. Mau nantangin kami lagi?" tangan Rio sudah naik keatas hendak diayun menuju pipi mulus Sasha.
Sasha yang akhirnya sadar siapa yang sudah ia tabrak tadi, langsung menelan salivanya sendiri sambil mengutuki diri kenapa harus berurusan dengan kelompok ini lagi.
Yeahhh Sasha tanpa sengaja kembali mengusik keegoan The Five.
Kini ia harus kembali berurusan lagi dengan The Five.
Hampir saja ayunan tangan Rio sampai di pipi Sasha. Tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang "Hentikan!"
Tangan Rio pun berhenti dan tidak jadi menyentuh pipi Sasha. Kini semua mata menoleh ke belakang mencari sumber suara.
..........................................
Terimakasih masih mengikuti kisah SaGa. Bila suka jangan lupa tekan like dan jadikan favorit dan jika berkenan boleh juga dibagi hadiah hadiah lainnya ataupun Vote bila masih ada.
Sambil menunggu update aku punya rekomendasi bagus untukmu karya Ingflora dengan judul CEO And The Twins
Wajah mungkin sama, tapi tidak dengan hatinya.
Ian Xander terkejut ketika dikhianati kekasihnya yang cantik Elevika Zarin, yang meninggalkannya demi pria yang lebih kaya.
5 tahun kemudian, Ian menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya itu walaupun dia berjilbab, berkacamata tebal dan tidak cantik bernama Noura. Ia jatuh cinta dan mengejarnya. Ia pun kemudian melamarnya.
Namun kemudian ia mengetahui bahwa Noura adalah kembaran Vika, mantan kekasihnya dulu. Saat itu juga ia marah dan berniat balas dendam dengan menyengsarakan Noura.
__ADS_1