SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Berani karena benar


__ADS_3

Sasha sangat menyukai keindahan alam. Bagi dirinya alam yang begitu indah memberi perasaan damai tersendiri.


"Ingin rasanya berlama-lama di alam terbuka seperti ini damai dan menyejukkan hati.Tapi tadi Bi Mirna telah mengingatkan ku untuk tidak pulang terlalu sore" gumam Sasha.


Akhirnya dengan perasaan sedikit segan untuk kembali.Sasha pun berjalan pelan sambil tetap menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan tubuhnya.


"Selamat sore Sha.."


Sasha yang mendengar kalimat sapaan untuk dirinya, menoleh ke sumber suara. Dan ternyata mama angkatnya yang menyapa dirinya.


"Eh mama..sore ma" sambil meraih tangan mama dan mencium punggung tangan mama.


"Darimana saja Sha?" papa menyingkirkan sebentar koran yang sedang dibacanya.


"Dari Padang rumput tepi sungai pa" Sasha meraih tangan papa angkatnya dan mencium punggung tangan nya juga.


"Itu kan tempat favorit Gala dan Grey. Kalian tidak bertemu tadi?" papa melipat dan meletakkan koran yang baru saja selesai ia baca.


"Ketemu pa! Tapi dia memang masih ingin berlama-lama disana, waktu Gala pulang." Sebelum papa menegurnya dan bertanya macam-macam Galaxy terlebih dahulu memberikan alibinya sambil menatap tajam Sasha.


"Betul begitu Sha?" terdengar nada tidak percaya dengan alibi yang disampaikan Galaxy.


Melihat tatapan tajam Galaxy Sasha hanya mengangguk "Iya pa".


"Gala ..lain kali kalau adiknya masih mau disana temani dahulu.Kalau ada apa-apa dengan adikmu bagaimana?"papa menatap tajam ke arah Galaxy.


Galaxy memandang protes "Cih ngapain juga aku harus menemaninya.Memangnya aku baby sitter nya? Enak saja!!" umpat Galaxy dalam hati.


"Papa belum tahu sih kelakuan dia di sekolah.Dasar pembangkang! Tukang panjat tembok kantin." gerutu Galaxy dalam hati


"Gala! Dengar kata papa? Berikutnya temani adik kamu kalau ke tepi sungai.Janji?"


Gala menghela napas terlebih dahulu lalu mengangguk pelan "Iya pa!" sahut Galaxy terpaksa tanpa banyak protes lagi.


"Oiya mulai besok kita mulai latihan lagi.Biar badan kembali lentur " pesan papa Galaxy.

__ADS_1


"Tapi pa..." Belum sempat Galaxy menyelesaikan kalimatnya terlihat papa sudah hendak membelalakan mata yang menyiratkan bahwa ia sedang tidak ingin dibantah.


Daripada bertengkar di depan Sasha yang pasti ujung-ujungnya pemenangnya adalah papa.Galaxy memilih diam dan kembali ke kamarnya.


"Pa ..papa jangan terlalu keras dengan Gala! Kasihan dia"


"Ma Gala itu anak cowok! Kalau kita tidak mendidiknya keras mau jadi apa dia nanti.Hidup ini keras ma. Galaxy harus terbiasa dengan semua itu.Agar nantinya ia jadi laki-laki yang gak cengeng dalam menghadapi hidup." jelas papa.


"Hmm ternyata papa yang membuat Galaxy jadi cowok yang dingin dan selalu memendam perasaannya.Papa samasekali tidak memberikan kesempatan pada Galaxy untuk mengungkapkan perasaannya." batin Sasha.


"Sasha ..sudah sore kamu mandilah dulu nanti kita bertemu lagi di ruang makan." mama merangkul Sasha dan mengecup kening Sasha.


"Baik ma. Pa....Ma...Sasha masuk dulu." pamit Sasha.


"Iya nak...nanti kita ketemu lagi di ruang makan.Oya titip pesan ke kakakmu, nanti harus turun makan malam bersama.Kamar kalian berdekatan bukan?" sambil papa menyeruput kopi buatan mama.


"Apa? menyampaikan pesan pada cowok aneh itu.Alamak harus melihat wajah dinginnya itu lagi .Malas nya." batin Sasha tapi apa daya ia hanya mengangguk pasrah.


Lalu ia pun bergegas menuju ke lantai dua. Sebelum kembali ke kamarnya sendiri.Sasha berhenti di depan kamar Galaxy. Ragu...dan akhirnya ia memantapkan diri untuk mengetuk pintu kamar yang terkesan kaku dan dingin seperti penghuninya.


"Siapa?"


Sasha menelan Salivanya.Entah kenapa suaranya seakan tercekat dan tak bisa keluar.


Tiba-tiba pintu di depannya terbuka."Siapa?"


Tampaklah Galaxy dihadapannya dengan tubuh kekarnya sedang menatap tajam dan dingin saat mengetahui bahwa Sasha lah yang berani mengetuk kamarnya.


Tubuh Sasha berubah kaku, mulutnya pun tak mampu berkata-kata lagi.


Galaxy menaikan salah satu alisnya. "Kamu?Hmm ada apa? Kejatuhan Cicak lagi?" goda Galaxy sambil tersenyum nyinyir.


Sasha buru-buru menggeleng gelengkan kepala nya sambil melihat ke atas. Waspada kalau-kalau benar ada Cicak yang jatuh.


Galaxy berusaha menahan tawa saat melihat kelakuan Sasha di depannya.

__ADS_1


"Woiii ada apa? Kok malah sibuk mencari Cicak." gerutu Galaxy yang sengaja menggoda Sasha dengan pura-pura marah.


"Ehm anu itu ..."


"Apa? Anu ..itu..anu...itu . Gak jelas amat!" hardik Galaxy membuat Sasha makin tertunduk.


"Kalau tidak ada yang penting jangan ketuk pintu kamarku .Ganggu tahu!"


Sasha kemudian mengumpulkan segala keberanian nya. Ia ingat kata nenek jangan pernah takut bila kamu tidak bersalah.


Bagaikan mendapatkan suntikan keberanian Sasha langsung mengangkat kepalanya dan membalas tatapan tajam Galaxy."Papa tadi pesan setelah selesai mandi ditunggu makan malam di bawah" Lalu Sasha berlalu pergi meninggalkan Galaxy yang masih terkejut mendapatkan tatapan berani Sasha.


Baru beberapa langkah, Sasha berhenti dan menoleh kebelakang ."Kalau bukan karena pesan papa, aku juga gak akan sudi mengetuk kamarmu.Jangan kepedean. Dasar cowok aneh!" lalu Sasha pun masuk kembali ke kamarnya.


Detik kemudian kedua ujung bibir Galaxy tertarik membentuk senyuman manis samar.


..........................................


Ikuti terus yuk kisah Sasha dan Galaxy (SaGa).


Bila suka jangan lupa like , jadikan favorite dan bila berkenan hadiah serta vote juga boleh. Terima kasih 🙏


Sambil menunggu aku ada rekomendasi karya dari AYi


Nikah Dadakan Dengan Musuh


Blurb:


Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?


Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh



Happy Reading 🌹

__ADS_1


__ADS_2