
"Nekk bangun nek! Siapa saja.. tolong nenek saya! " Sasha semakin panik pipinya hangat oleh butiran bening yang mengalir lembut di pipinya
Semua yang ada disekitar pun panik dan berusaha menghubungi dokter
"Minggir! Ada apa ini?" Seorang laki-laki gagah muncul ditengah kerumunan orang-orang yang hendak menolong sang nenek.
"Nenek...." Sasha terus berusaha membuat neneknya sadar dengan airmata yang terus mengalir dengan derasnya.
"Ada apa dengan nenek kamu?"
Sasha menengok ke arah suara.
Dengan lemah Sasha hanya menggeleng.
Laki-laki itu memeriksa detak jantung sang nenek.
Lalu tanpa banyak bicara laki-laki itu menggendong sang nenek dan membawanya pergi.
"Kita harus segera membawanya ke instalasi gawat darurat." lalu sambil menggendong nenek lelaki itu melangkah pergi menuju instalasi gawat darurat
Sasha yang tidak bisa lagi berpikir panjang hanya mengikuti laki-laki yang tak dikenalnya itu membawa neneknya.
Sesampainya mereka di ruang instalasi gawat darurat. "Dokter! Tolong dokter sepertinya nenek ini pingsan"
Akhirnya nenek dapat pertolongan dan langsung ditangani oleh tim medis yang bertugas di instalasi gawat darurat.
"Nek!..." panggil Sasha sedih di balik pintu kaca. Sasha hanya bisa melihat neneknya di dorong masuk ke dalam untuk diperiksa.
Lelaki itu menghampiri Sasha dan mencoba menenangkannya.
"Sabar ya nak nenek kamu hanya pingsan.Kamu kesini dengan siapa?"
Sasha menyeka air matanya. "Terima kasih om buat pertolongannya. Sasha takut om melihat nenek tidak bergerak seperti tadi."
"Nama kamu Sasha?"
Sasha pun mengangguk pelan.
"Kedua orang tua kamu dimana?Dengan siapa kamu kesini?" sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
Lalu Sasha pun menceritakan kalau sejak kecil dirinya hanya hidup berdua dengan neneknya .Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Lelaki yang seusia ayah Sasha tersebut hanya bisa tertegun mendengar kisah hidup Sasha. "Kasihan sekali gadis ini.. jadi itu penyebab ia menjerit histeris tadi saat ia mengetahui neneknya lemas tidak bergerak. Ia pasti ketakutan bila harus kehilangan neneknya.Hanya neneknya lah yang ia punyai di dunia ini." batin laki-laki dewasa itu.
"Sabar ya semua pasti baik-baik saja . Om tinggal dulu ke dalam ada yang ingin om sampaikan pada dokternya.Kamu tunggu disini jangan jauh-jauh agar kalau ada info tentang nenek kamu .Kita bisa segera mengetahui nya."
Sasha pun mengangguk pasti.
__ADS_1
Perasaan Sasha masih diliputi kekhawatiran dan ketakutan.Segala pikiran negatip saat ini berlomba-lomba menari di kepalanya.
Tanpa disadarinya Sasha kembali menangis.Ia benar-benar merasa takut dan sendiri."Bagaimana bila sesuatu buruk dan tidak ia inginkan terjadi?" Sasha meringkuk sendirian duduk di lantai sambil memeluk kedua kakinya yang ia tekuk sambil membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya.Sasha menangis sesenggukan."Nekk..Sasha belum siap nenek pergi.Sasha takut nek. Jangan tinggalkan Sasha sendirian." ucap Sasha dalam tangisnya.
Sasha tidak mengetahui bila lelaki yang menolong nenek tadi sudah berada di hadapannya.Merasa iba dengan Sasha ia membelai rambut Sasha. Sasha terkejut dan spontan mendongakkan wajahnya. Menyadari om tadi yang ada dihadapannya sekarang ia berusaha menghapus airmatanya."Sasha...doa kamu terkabul nak.Nenek sudah sadar. Sekarang sedang ditangani dokter.Jangan sedih lagi ya.Nenek sudah ditangan ahlinya.Dokter saat ini sedang memeriksa nenek kemungkinan sakit apa yang diderita nenek." ujar lembut laki-laki itu.
"Terima kasih banyak om! Boleh tahu nama om siapa? Nanti kalau nenek sudah bisa ditemui, Sasha akan beritahu nenek kalau om yang menolongnya saat nenek pingsan tadi." ucap Sasha.
"Nama om Andromeda. Panggil saja om Andro." sambil mengulurkan tangannya pada Sasha.
"Sasha" sahut lirih Sasha.
"Terima kasih om Andro atas bantuannya.Semoga Tuhan membalas kebaikan om."
"Sama-sama Sasha bukannya kita hidup harus saling tolong menolong? Selama kita mampu, kita wajib menolong orang yang membutuhkan pertolongan.Bukannya begitu,?" senyum om Andro pada Sasha.
Sasha hanya mengangguk pelan.
"Kamu sudah makan Sha?"
"Ehm sudah om." sambil menelan salivanya.
Sebenarnya sejak pulang sekolah tadi perut Sasha belum terisi apapun.Tetapi ia tidak ingin merepotkan orang lain.
Tetapi sayang perut Sasha tidak bisa berbohong.Disaat mulutnya mengatakan sudah, perut nya langsung protes dan bernyanyi cukup keras.
Kejadian ini membuat Andromeda tersenyum.Sebenarnya ia tahu Sasha pasti belum makan."Yakin sudah makan,?" goda om Andro saat mendengar nyanyian merdu perut Sasha
"Ya sudah yuk kita ke kantin kebetulan om juga belum makan" ajak om Andro.
"Tidak usah om... terima kasih Sasha mau cari makan di depan saja." tolak Sasha.
"Ayoo gak usah sungkan. Om yang traktir. Om juga belum makan. Temani om makan ya"
Sasha tidak mampu lagi menolak niat baik Andromeda mengingat kebaikannya telah menolong neneknya.
Dengan perasaan malu dan canggung terpaksa Sasha mengikuti langkah om Andromeda.
Mereka memesan nasi uduk dan nasi goreng serta satu es jeruk dan satu botol air mineral.
Andromeda memperhatikan Sasha yang lahap memakan nasi goreng. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman samar.
"Sudah lama aku menginginkan anak perempuan.Pasti suasana rumah akan lebih berwarna dengan adanya sepasang malaikat di rumah.Akan aku ceritakan pada istriku tentang Sasha semoga ia sependapat dengan ku." pikir Andromeda.
"Om Andro ...om!" panggil Sasha sambil menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Andromeda.
Suara Sasha membuat impiannya terhenti sesaat.
__ADS_1
"Oh maaf Sha, om melihat kamu makan jadi teringat anak Om. Dia juga penggemar nasi goreng seperti kamu.Kalau makan nasi goreng lahap sekali dan minumnya pun selalu air mineral kurang suka kalau minuman manis bikin cepat haus katanya."jelas Om Andro.
Sasha hampir saja tersedak mendengar penjelasan Andromeda.
"Sha kamu tidak apa-apa?Minum dulu Sha."
Andromeda mengambil botol air mineral lalu memberikannya pada Sasha.
"Terima kasih om Andro"
Andromeda hanya mengangguk dan tersenyum.
Tiba-tiba terdengar bunyi dering ponsel.
Sebentar ya... om terima telepon dulu. Lalu Andromeda berjalan agak menjauh dari Sasha.
Sasha sekilas melihat Andromeda berbicara serius dengan seseorang yang tadi menelepon dirinya.
"Betapa beruntungnya anak Om Andro memiliki ayah seperti om Andro." pikir Sasha
Kemudian Sasha pun melanjutkan makan nya yang belum selesai.
Setelah nasi goreng dan minumnya habis Sasha masih tetap duduk di tempat menunggu Andromeda.
"Sudah selesai Sha?"
"Sudah om, terimakasih."
"Iya, yuk kita jenguk nenek.Kata Dokter nenek kamu sudah dipindahkan ke ruang rawat inap."
"Nenek saya rawat inap om?"
"Iya ternyata nenek mengalami penyumbatan jantung dan demam berdarah. Untung cepat ketahuan jadi langsung ditangani dokter jantung dan dioperasi." jelas Andromeda.
Sasha terbelalak dan langsung lemas mendengar penjelasan Andromeda.Keringat dingin mengucur tanpa diundang dan tubuhnya sedikit gemetar.
"Nenek dioperasi om?" Hanya kata-kata itu yang meluncur dari mulut Sasha.Bibirnya bergetar saat menyebutkan kata operasi.
"Iya karena ada penyumbatan di jantung nenek, jadi harus segera dioperasi agar nenek kamu kembali pulih.Dan syukurlah operasinya berjalan lancar.Dan sekarang kita bisa menjenguk nenek.Yuk kita ke ruangan nenek"ajak Andromeda.
"Tapi om..." kembali suara Sasha bergetar.
Andromeda mengeryitkan keningnya."Kenapa?"
"Saya tidak punya uang untuk biaya operasi dan rawat inap nenek.Saya hanya punya sedikit uang."airmata Sasha kembali mengalir antara bahagia nenek sudah sadar tapi bingung darimana ia akan mendapatkan uang untuk biaya operasi dan rawat inap nenek yang pasti jumlahnya sangat banyak.
Dengan tangan gemetar Sasha mengeluarkan uang yang ia punyai dan menaruhnya di meja."Hanya ini uang yang Sasha punya om." tangis kebingungan Sasha.
__ADS_1
Andromeda menatap Sasha kemudian berganti ke beberapa lembar uang kertas serta koin yang diletakan Sasha di meja.
.........................................