SaGa Antara Cinta Dan Ego

SaGa Antara Cinta Dan Ego
Mencari Sasha


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Galaxy tidak melepaskan pandangannya sedikitpun untuk meneliti setiap orang yang ia temui di jalan.


Sempat Galaxy berhenti di sebuah taman kota. Ia pun berusaha mencari keberadaan Sasha dengan menyusuri taman dan memantau semua yang ia lihat disana tetapi rupanya pencariannya nihil.


Tak terlihat sedikitpun tanda-tanda keberadaan Sasha di Taman kota. Kembali Galaxy memutar otaknya. Galaxy teringat terkadang ia sering melihat Sasha ke toko buku dekat sekolah mereka.


Sasha memang pecinta buku. Bila ada buku yang ia suka ia bisa menghabiskan waktunya seharian untuk buku tersebut.


Karena itulah Sasha sangat senang saat mengetahui kalau papa Galaxy juga mempunyai hobi yang sama dengannya bahkan mempunyai perpustakaan kecil di rumah.


Dengan sedikit harapan yang ia punyai Galaxy kembali ke mobil dan mengendarainya menuju toko buku langganan Sasha


Sesampainya ia di toko tersebut , Galaxy tidak menyia-nyiakan waktu begitu saja. Ia langsung menunjukan foto Sasha yang baru saja ia buat tadi sore saat selesai bermain lempar tangkap bersama Grey.


Baik kasir serta pegawai toko yang lain mengatakan tidak melihatnya hari ini. Terakhir mereka melihat Sasha mendatangi toko tersebut dua hari lalu.


Lemas sudah Galaxy menyadari hari semakin malam tapi sampai saat ini Sasha belum diketahui keberadaannya.


"Maafkan aku Sha." gumam lirih Galaxy.


Dengan perasaan berantakan Galaxy pun kembali pulang ke rumahnya.


Kedatangan Galaxy rupanya sudah ditunggu seluruh keluarga.


Papa, mama dan nenek terlihat berkumpul di ruang keluarga. Papa terlihat mondar-mandir dan sesekali menelepon atau ditelepon seseorang. Semua yang ada di ruang tengah berwajah cemas dan tegang.


Mama terlihat cemas sambil memeluk nenek Sasha yang terlihat khawatir.


Dengan langkah gontai Galaxy melangkah mendekat. Papa yang melihat kedatangan Galaxy langsung menyambutnya dengan berbagai pertanyaan mendetail.


Belum sempat ia menjawab pertanyaan papa. Mama dan nenek pun tidak ketinggalan memberondong bebagai pertanyaan seputar kapan terakhir ia melihat Sasha.

__ADS_1


Galaxy akhirnya menceritakan hasil pencariannya sepanjang perjalanannya menuju ke rumah tadi dan hasilnya NIHIL.


"Jam berapa terakhir kamu meninggalkan adik kamu sendiri di Padang rumput?'" tanya papa menatap tajam Galaxy.


"Papa kecewa Gala! Kecewa!"


"Seharusnya kamu menjaga dan melindungi adik kamu bukan malah membiarkannya sendiri disana ." teriak papa.


"Papa selama ini selalu mengajarkan kamu bersikap gentleman sebagai laki-laki. Tetapi apa ini namanya? Kamu boleh bermain dengan teman-temanmu tetapi pastikan dulu adik kamu sudah berada di tempat aman. Jangan main tinggal begitu saja.Kalau ada hal buruk terjadi pada adikmu bagaimana? Yah begini lah efek kelamaan jadi anak tunggal EGOIS! " omel papa kecewa dengan Galaxy.


Galaxy hanya bisa terdiam dan menunduk. Ia sadar ia telah berbuat salah.Seandainya saja papa Galaxy tahu kejadian sesungguhnya, papa Galaxy pasti akan sangat marah besar. Dan bisa sangat dipastikan ia akan babak belur di tangan papanya.


"Tapi sore tadi kamu ketemu cucu nenek kan Gala?" tanya nenek dengan sorot mata sedih dan khawatir.


Galaxy pun mengangguk. Ia pun bercerita sudah berusaha mencari Sasha di berbagai tempat yang ia ketahui sering didatangi oleh Sasha. Tetapi hasilnya nihil.


"Nek ...nenek tahu tidak tempat special yang biasa Sasha datangi saat sedih dan ingin menarik diri? tanya Galaxy serius sambil memegang kedua tangan nenek.


Ia merasa sangat bertanggung jawab akan kepergian Sasha. Sudah jadi tanggung jawabnya untuk bisa menemukan Sasha kembali dan meminta maaf padanya akan kelakuan konyolnya tadi sore.


Galaxy yakin Sasha pasti punya tempat favorit untuk dirinya menyendiri, bila merasa sedih."Setiap orang pasti memiliki tempat istimewa itu, bila ingin menenangkan diri." pikir Galaxy.


"Kebun di belakang rumah" sahut nenek.


"Rumah nenek yang di tepi sungai itu?" tanya Galaxy lebih detail.


Nenek pun mengangguk yakin.


"Baiklah pa Galaxy akan coba cek ke sana dan menjemput pulang Sasha, bila Gala menemukannya disana." janji Galaxy.


"Papa ikut kamu! Yuk!"

__ADS_1


Galaxy terdiam dan tidak bergerak dari tempatnya.


"Ayukk nunggu apalagi Gala?' ajak papa.


Nenek dan mama Gala pun mencoba mencari jawaban di mata Galaxy yang masih tetap tidak bergeming dari tempat ia berdiri.


"Pa ...please, biarkan kali ini Gala membuktikan bahwa Gala mampu menyelesaikan masalah dan bertanggung jawab sebagai kakak Sasha."


"Baiklah nak! Papa percaya kamu. Cari, temukan dan bawa Sasha pulang ke rumah kembali." sahut papa sambil menepuk pundak Galaxy.


Galaxy pun tersenyum. Lalu ia mencium tangan papa, mama, dan nenek untuk pamit sekaligus mohon doa restu agar bisa menemukan dan membawa kembali Sasha ke rumah..


......................................


Makasih ya sudah selalu menunggu kelanjutan kisah SaGa.


Sambil menunggu bab berikutnya yuk saya kenalkan karya teman literasi saya


Rahim Sengketa


Author Asri Faris


Seorang laki-laki muncul di hadapan Ajeng. Tidak amat tampan tetapi teramat mapan. Mengulurkan keinginan yang cukup mencengangkan, tepat di saat Ajeng berada di titik keputus-asaan.


"Mengandung anaknya? Tanpa menikah? Ini gila namanya!" Ayu Rahajeng


"Kamu hanya perlu mengandung anakku, melalui inseminasi, tidak harus berhubungan badan denganku. Tetap terjaga kesucianmu. Nanti lahirannya melalui caesar." Abimanyu Prayogo


Lantas bagaimana nasab anaknya kelak?


Haruskah Ajeng terima?

__ADS_1


Gamang, berada dalam dilema, apa ini pertolongan Allah, atau justru ujian-Nya?



__ADS_2