Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#10


__ADS_3

Ali terus menatap memohon pada Elisa yang kini membuang pandangannya ke arah lain sambil melipatkan tangannya di dada.


"Dek,percaya sama kaka please,itu ga seperti yang kamu pikirin,Prilly,please jelasin ke dia,kalau tadi itu gue nolongin lo karna lo mau terjatuh,please Prilly.!"mohonnya takut pada Prilly yang memandangnya bingung.


"Elisa ini siapa sih,tapi kok mereka serumah waktu aku ikutin kemarin.?"batin Amel aneh di dalam hati.


"Ayo Prill please ngomong dong.!"ucap Ali.


"Emm,iya tadi aku ditolongin karna hampir terjatuh Elisa.!"ucap Prilly.


"Tuh kan dek kamu denger sendiri kan,kakak ga bohong sayang.!"ujar nya sambil tertunduk lesu.


Elisa pun perlahan memandang ketus Prilly,lalu beralih memandang Ali yang tertunduk.


"Ok,sekarang kita pulang.!"ucap Elisa.


"Tapi kamu maafkan kaka kan dek,kamu ga akan ngadu ke mama dan papa kan dek?"melasnya.


"Cepet pulang atau aku berubah pikiran.!"bentaknya pada Ali.


Ali pun lalu menaiki motornya,dan Elisa langsung naik ke boncengannya.


Saat Ali akan menjalankan motornya.


"Eh tunggu dulu kak.!"cegah elisa lalu menoleh ke prily.


"kita belajar kelompoknya besok aja,gue lagi males.!"ucap nya dengan nada ketus.


"Udah sekarang jalan kak.!"ujar Elisa.


Ali pun langsung menurut dan melajukan motornya meninggalkan Prilly dan Amel yang mematung.


Amel mendekat ke Prilly.


"Aneh banget ya tu si Elisa,Ali itu kaka nya atau pacarnya sih.?"ujarnya.


Prilly hanya menggeleng lemah.


"Ga tau,udah,mending kita pulang aja yuk.!"ajaknya lalu menaiki motornya diikuti Amel,dan lalu melaju dengan kecepatan standar.


**


Motor Ali pun mendarat mulus ke pekarangan rumahnya,dengan tampang ketus Elisa turun begitu saja mendahului Ali,dengan cepat Ali mengejarnya.


"Dek,please kamu jangan kaya gini dong,nanti mama dan papa curiga,kamu ga kasian apa sama kaka?"ujar nya.


Elisa tak menghiraukan nya,dia hanya terus jalan hingga tiba diruang keluarga.


"Hay sayang-sayang nya mama.!"


"Eh,kok sayang mama yang ini cemberut,kenapa sayang?"ujar mama nya.


Elisa tak menjawab,dengan tampang kesal dia pergi begitu saja ke kamarnya.


mama nya lalu menatap tajam ke arah Ali yang sedang menunduk ketakutan.

__ADS_1


"Kenapa dia.?"ujarnya.


Ali hanya diam tak menjawab.


"Kenapa dengan Elisa Ali,jawab mama dong.!"bentak mama nya.


"Ngga ada apa-apa kok ma,beneran.!"ucap nya.


"Kamu jangan bohong,pasti ada sesuatu yang terjadi kan di antara kalian berdua,jawab.!"bentak mamanya..


"Ada apa sih ma marah-marah terus,kedengeran tau sampe kamar.!"ucap seorang lelaki.


"Ini nih pa,si Ali berulah lagi,sepertinya Elisa ngambek sama dia,tapi dia ga mau kasih tau sama mama masalah nya apa.!"ucapnya.


Lalu papa nya menoleh ke Ali yang menatap nya sangat takut.


"Apa masalahnya Ali?"ujar nya tegas.


"Cu cuma salah paham kecil aja kok pa,tapi Elisa udah maafin Ali kok,kalau ga percaya tanya aja sama dia.!"ujar Ali.


"Oke,tapi jangan sampai ya,kejadian seperti ini terulang lagi,atau jangan sampai Elisa nangis gara-gara kamu,awas kamu,ngerti.!"bentaknya.


Ali mengangguk lemah.


"Bagus,itu artinya kamu tau diri.!"umpat papanya lalu pergi bersama mama nya meninggalkan Ali yang diam mematung.


Ali lalu menatap nanar kearah punggung mereka,terlihat raut emosi dimatanya.


Lalu ia pun bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Aaarghhhh...!"tinjunya pada tembok.


"Ya Allah kenapa semuanya jadi seperti ini,Ali ga nyangka ini semua bisa terjadi,karna tau diri itu lah hamba bertahan,kalau gak,mungkin udah lama gue pergi dari rumah ini,gue udah ga tahan sebenarnya dengan keadaan ini.!"tangis Ali.


Ya dia selalu saja bisa menangis di saat sedang sendiri.


Lalu perlahan Ali pun berdiri dan memasuki toilet di kamarnya,tak lama kemudian ia pun keluar membuka lemari nya mengambil sebuah sarung dan sejadah..seperti biasa ia pun sholat.


*


"Ya Allah,kalau boleh hamba jujur,sebenarnya Ali kangen sama ily,tapi Ali ga bisa berbuat apa-apa,sebenarnya ga kuat setiap hari harus cuek padanya,setiap hari harus membentaknya,setiap hari harus pura-pura tidak kenal padanya,tolong Ya Allah,tolong beri petunjukmu,bagaimana caranya agar hamba bisa melewati ini semua Aamiin.!"Ali pun mengusap wajahnya selesai berdoa..lalu ia kmbali melipat sarung dan sejadahnya,dan meletakkan kembali di tempatnya..kemudian ia mngeluarkan sesuatu dari saku celananya,terlihatlah kalung berwarna keemasan dengan liontin love.


Ali tersenyum tipis menatap benda itu kemudian menidurkan tubuhnya di ranjang nya.


"Makasih ya putri salju,kamu masih menyimpan kenangan dari aku itu,semoga kamu ga pernah melepasnya.!"ucap Ali sambil tersenyum dan sambil memandangi kalung itu,tak lama kemudian pun ia terlelap..


*


"Ayo ily,ntar kita telat,hari ini upacara loh,lama bener sih kamu dandannya..!"teriak Amel.


Prilly pun berlari-lari kecil menuruni anak tangga..


"Iya-iya bawel,yuk kita pergi.!"ujar Prilly.


Amel melirik arloji nya.

__ADS_1


"Masih ada waktu kok,kamu sarapan dulu gih..!"ujar Amel.


"Ngga ah,ga laper,yuk cabut..!"ujar Prilly.


#skip..


"Aku ketoilet dulu ya Mel..!"ujar Prilly yang di balas anggukan oleh Amel.


Cf"Cepet Prill,lima belas menit lagi upacara di mulai..!"teriak Amel.


**


.setelah selesai Prilly pun keluar dari toilet dan mlihat Ali ada disekitar toilet mengimbau anak-anak untuk segera berbaris..


"Ayoo cepat,upacara mau dimulai,kalau telat namanya akan saya catat dan saya hukum.!"teriak Ali sehingga beberapa siswa siswi berlari-lari kecil menuju lapangan.


Prilly pun berjalan pelan,mau ga mau dia harus melewati Ali.


"Eits,lo telat,siapa nam..!".omongan Ali terhenti karna melihat ternyata Prilly yang di hadapannya.


"Maaf kak saya dari toilet.!"ujar Prilly.


"Emm,yaudah,ayo sekarang lewat sini biar kamu ga ketahuan telatnya,kamu baris di barisan kelas gue aja.!"ujar Ali sambil menarik lengan Prilly untuk mngikutinya.


Prilly menatap Ali yang hanya fokus berjalan.


"Galak-galak ternyata dia baik juga.!"batin Prilly sambil tersenyum tipis.


"Lo disini saja barisnya.!"ujar Ali saat mereka tiba di barisannya.


"Iya kak..!"ujar Prilly.


"Siapa li?"tanya cewek di depan Prilly.


"Temennya ade gue..!"ucap Ali.


Dan cewe itu hnya mengangguk.


"Kak..!"panggil Prilly pelan.


"Ada apa?".


"Makasih ya..!"ucap Prilly.


"Iya iya,udah shuuut diam,upacara nya udah di mulai tuh..!"ujar Ali tegas.


Meskipun begitu Prilly tetap tersenyum tipis karna senang.


Tak terasa upacara sudah mulai berlangsung lama,tiba lah saat nya pembacaan doa,ntah kenapa Prilly dari tadi ia merasakan pusing,dan ia tahan,dan sampai sekarang pun terasa bertambah pusing.


Prilly memegang kepalanya.


"Kak Ali.!"gumamnya..


Ali menoleh ke Prilly dan langsung menangkapnya karna Prilly pingsan.

__ADS_1


"Cepat bawa dia Ali ke uks,kamu bisa sendiri kan?"ujar guru yang mengawasi barisan.


"Bisa pak..!"ucap Ali lalu mengendong Prilly menuju UKS.


__ADS_2