Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#13


__ADS_3

Amel terlihat sudah rapi dengan kaos dan celana jeans,lalu ia menyandang tas sekolah nya.


"Mau kemana Mel?"tanya Prilly yang sedang duduk bersandar diranjang.


"Mau bikin tugas kelompok kita,di rumah Elisa,kamu masih sakit kan,kamu istirahat aja ya,kita berdua aja yang ngerjain ga apa apa kok!"ujar nya.


"Emm,aku ikut aja deh Mel,aku udah agak mendingan kok.!"ucap Prilly.


"Serius,kita berdua bisa kok ngerjain nya ily,nanti kamu tambah sakit gimana?"ujar Amel.


"gak akan kok,yaudah yuk berangkat..!"ujar Prilly yang langsung menyambar jaket kulit kesayangan nya,tak perlu mandi krna ia baru saja selesai mandi sebelum Amel mandi.


**


"Kita berangkat tapi aku yang bawa motor nya ya,kamu kan masih kurang sehat,ntar nabrak lagi."ucap Amel.


"Ok deh bu guru,nih kuncinya.!"ucap Prilly.


sembari menyerah kan kunci motor nya,lalu Amel pun menaiki motor dan prily naik di boncengan nya,lalu mereka pun melaju dengan santai.


**


Ali pulang memsuki rumah dengan gontai.


"Eh sayang Ali,kamu udah pulang nak,Elisa udah pulang kok,gimana tadi tugas OSIS nya,udah selesai kan?"ucap seorang wanita yang berdiri di hadapan nya dan Ali pun menyalami tangan nya.


"Udah ma,loh kok mama di rumah,mama gak kerja?"ucapnya.


"kerja kok,tadi ada yang ketinggalan,kamu masih ngambek ya sama mama gara gara kemaren?"ujarnya.


"Nggak kok ma.!"ucap nya sambil tersenyum.


"Syukur deh,mama pikir kamu ngambek,yaudah mama pergi dulu ya,baik baik dirumah.!"ujarnya seraya berlalu.


**


"Amel..!"panggil Prilly lembut pada Amel yang sedang mengendarai motor.


"Iya apa sayang.!"ujarnya tetap fokus.

__ADS_1


"Makasih ya.!"ucap Prilly.


"Makasih untuk apa sih?".


*Makasih udah jadi sahabat aku,kamu itu best friend banget tau bagi aku,kamu itu sama banget seperti bunda,selalu ngejaga dan bisa nenangin aku,setiap ada kamu aku inget bunda dan rasa kangen nya juga berkurang karna ada kamu!"ucap Prilly sambil tersenyum riang.


"Iya sama sama ya Prilly,kita sqhabat ya harus selalu begitu dong,selalu ada di saat suka dan duka.!"ucap Amel tersenyum,dan Prilly di belakang nya pun makin mengembang kan senyum nya.


#skip.


Akhir nya tiba lah mereka di rumah Elisa.


"Assalamu'alaikum spadaaaaa,heloooow,Elisaaaa.!"teriak Amel sambil memasuki rumah Elisa yang pintu nya terbuka.


"Hus Amel,ribut banget sih kamu?"tegur Prilly yang berjalan di samping nya.


"Hehe,kaya kamu gak biasa aja denger suara khas aku?"cengir Amel lucu.


"Iya sih,tapi inget dong ini lagi di rumah orang Amel.!"ucap Prilly kesal,Amel hanya nyengir.


lalu..


*


"Waw pinky banget sih kamar kamu Elisa?"histeris Amel sambil menatap kagum sekeliling kamar Elisa,sedang kan Elisa dan Prilly mengambil posisi duduk di lantai depan sofa,dan meletakkan peralatan menulis mereka di meja.


"Amel,sini duduk,kamu jangan norak deh,ga enak sama Elisa tau.!"ujar Prillly.


"Gak apa apa kali Prill,tu anak kan memang udah dari sana nya begitu,jadi kan gue udah gak kaget lagi.!"ujar Elisa sambil tertawa.


"Tuh denger,Elisa aja udah biasa lihat aku begini,kenapa kamu yang risih sih Prill,hehhe..!"ucap Amel seraya ikut bergabung dengan Prilly dan Elisa.


**


Tak terasa hampir setengah jam mereka sibuk dalam mengerjakan tugas.


"Emm,Elisa,kamar kamu ga ada toilet ya,aku pengen cuci muka nih,gerah"ucap Prilly.


"kalau di kamar ngga ada sih,lo mau ke toilet,yaudah lo belok kiri ya,lurus aja,diujung ada toilet kok..!"ucap Elisa.

__ADS_1


Prilly mengangguk lalu pergi brlalu keluar kamar Elisa,dan berjalan ke arah yang di tunjuk Elisa tapi hap,langkahnnya terhenti tepat di depan sebuah kamar yang pintu nya terbuka lebar karna terdengar seseorang yang bernyanyi dengan sebuah gitar,perlahan Prilly pun menoleh kesebelah kiri ke arah dalam kamar itu,dan matanya tertuju lurus ke arah balkon yang pintu nya juga terbuka lebar,terlihat seseorang yang di kenal membelakanginya sedang bermain gitar.


"Selama jantungku masih berdetak,selama itu pula engkau miliku,selama darah ku masih mengalir,cintaku pasti tak kan pernah berakhir..!"Ali pun mengakhiri nyanyinya.


"Suara kakak bagus.."Ali sedikit kaget lalu perlahan memandang kebelakang.


"Elo.!"ujar Ali.


"Maaf kak,aku lancang masuk kekamar kakak,suara kakak bagus banget,boleh aku pinjem gitarnya.?"ujar Prilly.


Ali perlahan mengangguk dan mengisyarat kan Prilly untuk duduk di kursi yang di hadapannya.


Prilly pun menurut dan mengambil alih gitar yang di tangan Ali.


Ali hanya terpaku menatap dan mendengar wanita di depan nya ini yang sangat lihai bernyanyi dengan gitarnya.


"Getaran ini ada saat ku tahu kau tak pernah menatap yang lebih dalam,selain hubungan ini,terjalin dengan tulus dalam sebutan sahabat hidup.!" Prilly pun mengakhiri nyanyian nya lalu tersenyum menatap Ali,tapi perlahan senyum Prilly memudar.


"kakak kenapa,kok matanya ber kaca kaca gitu kak?"gumam Prilly heran.


"Emm,nggak,nggak apa apa kok,suara lo bagus,dan lagu lo juga bagus,ciptaan sendiri ya,gue gak pernah denger soalnya.!"ujar Ali.


Prilly tersenyum senang.


"Iya kak,judul nya sahabat hidup,dan kata sahabat hidup itu diambil dari kata yang di berikan sahabat aku dulu,dia bilang kami ini sahabat hidup,yang akan selalu bersama,meskipun nanti berpisah pasti akan tetap menyatu kembali,meskipun dia sekarang gak tau di mana kak,dia ingkar janji,aku gak tau,aku harus marah atau gak sama dia,tapi aku udah janji dengan hati aku sendiri,aku akan melupakan dia demi kebaikan aku juga,meskipun itu sulit,hehe maaf ya kak malah jadi curhat,aku kembali ke temen teman dulu ya kak,bye.!"ujar Prilly sambil tersenyum dan lalu pergi berlalu meninggalkan Ali yang kini hanya diam terpaku,ia pun mengerjapkan matanya dan meneteslah air mata yang dari tadi ia tahan.


*


"Ya Tuhan,hamba nggak ngerti,kenapa setiap menatap matanya hamba yakin dia itu pangeran langit.!"batin Prilly dalam hati di sebalik pintu kamar Ali yang di tutup nya,Prilly lalu mngusap air matanya dan kembali berlalu ke kamar Elisa.


"Kok lama banget sih ily?"ujar Amel.


"sorry,ada masalah sedikit sama perut hehe,nomer berapa lagi yang belum dikerjain,sini aku bantuin.!"ucap Prilly sambil menatap Amel dan Elisa yang menatap nya penuh heran.


"Kenapa,ada yang aneh ya?"tanya Prilly bingung sqmbil senyum.


"Lo habis nangis ya Prill?"ucap Elisa.


"Eh nggak ah,apaan sih,udah udah ayo kita kerjain tugas nya,dua hari lagi di kumpulin loh.!"ucap Prilly lalu mulai fokus menulis,Elisa dan Amel pun pasrah mengikuti.

__ADS_1


__ADS_2