Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
33#


__ADS_3

Steven menatap Prilly penasaran.


"Ada apa Prill.?" tanya nya Penasaran dan ikut duduk di samping Prilly.


"Kakak serius kan suka sama Amel, bukan hanya candaan doang. !" ucap Prilly to the poin membuat Steven sedikit terkejut.


"Em, memang nya ada apa ya Prill. !" ujar Steven.


Prilly menghela nafas nya gusar.


"Amel itu sekarang lagi terguncang jiwa nya kak, karna tau kalau ternyata orang tua nya meninggal karena dibunuh kalau kakak serius suka sama dia, please kakak harus selalu ada buat dia ya?" ucap Prilly antusias.


"Lo tenang aja ya Prilly, Gue janji gue nggak akan pernah mainin hati Amel. !" ujar Steven.


Prilly mengangguk tersenyum.


"Ok, thanks ya Kak !" ucap Prilly.


"Ok, gue cabut ya. !" ucap Steven tersenyum seraya berlalu pergi.


Prilly menatap sekitar sebentar lalu fokus menatap lurus ke depan sambil memikir kan apa yang harus di ucap kan nya pada Amel untuk meminta maaf.


"Apa aku terlalu keras ya ngomong ke Amel, pasti dia sedih banget sekarang .!" ujar Prilly sendirian.


Tak lama Prilly melihat tak jauh Elisa jalan tertunduk sambil sesekali mengusap wajah nya.


"Elisa, dia kenapa nangis gitu. ?" ujar Prilly.


"Elisa . !" teriak Prilly.


Elisa pun menghentikan langkahnya dan terlihat cepat - cepat mengusap pipi nya, lalu Prilly pun mendekatinya.


"Kamu kenapa Elisa. ?" ucap Prilly.


Elisa menggeleng pelan.


"Gue ga kenapa - Napa kok Prill. !" ujar nya.


"Kamu ga usah bohong deh Elisa, kelihatan jelas banget kok kalau kamu itu habis nangis, kamu berantem lagi sama Amel .?" ucap Prilly.


Elisa menggeleng kan kepala nya lagi.


"Gue kesal aja sama diri gue sendiri Prill, karena kesalahan gue, hidup gue berubah drastis, ga ada lagi yang mau temenan sama gue, semua orang seperti memandang gue ini seperti seorang pembunuh, seperti penjahat, di bilang anak pembunuh lah,anak penjahat lah,gue rasa nya malu Prill, gue rasa nya mau mati aja Prill, gue ga tahan kalau lama lama seperti ini, apa lagi Amel, dia marah banget sama gue, wajar sih dia marah sama gue, atas apa yang gue lakuin terhadap kak Ali, dan atas apa yang di lakuin papa gue terhadap orang tua nya. !" Ujar Elisa sambil bergetar menahan tangis.


Prilly pun seketika memegang kedua bahu nya, menatap Elisa yang tertunduk menangis.


"Elisa, kamu ga boleh putus asa kaya gini, masalah orang tua Amel dan Ali , itu bukan salah kamu sama sekali, itu salah papa kamu, dan masalah perlakuan kamu selama ini ke Ali, mungkin memang berat bagi Ali untuk maafin kamu, tapi kamu ga usah jadi kan itu semua beban, yang penting sekarang jalani hidup kamu sebaik mungkin, jangan dengar kan apapun kata mereka yang ga tau apa - apa tapi sudah judge kamu, semoga kamu mau dengerin kata aku ya, aku yakin kok, sebenar nya kamu itu anak yang baik. !" ucap Prilly tersenyum.


Elisa tersenyum sambil mengusap air mata nya.


"Makasih ya Prill, Lo baik banget orang nya, kak Ali beruntung dapetin Lo, kalian berdua cocok banget, semoga kalian berdua selalu bahagia ya. !" ucap Elisa .


Prilly mengangguk tersenyum lalu.


"Apaan sih Lo Elisa, kamu ga usah dengerin dia Prill, dia itu cuma akting pura - pura baik, aku ga ada ya merasa dia ini bisa berubah, dia seperti ular berbulu domba.!" ujar Amel tiba - tiba datang.


"Amel, Please, jangan terlalu kasar gitu ngomong nya, ga enak di dengar orang. !" ujar Prilly menenang kan.


"Ya ampun Prilly, kamu tuh jangan terlalu polos banget jadi orang, mudah banget percaya sama dia. !" ucap Amel sambil melirik


kesal ke Elisa.


Elisa hanya terdiam lesu memperhati kan.


"Maaf Amel, gue tau Lo itu marah banget sama gue, tapi Please jangan terus terusan hakimi gue kaya gini, gue tau gue salah, tapi kalian semua hanya memandang salah nya gue, kalian ga mau lihat perubahan gue. !" ucap Elisa seketika berlari pergi masuk ke dalam kelas.


"Alah pura - pura ngambek aja tuh anak, modus lama. !" ujar Amel kesal.


Prilly hanya menggeleng tak habis pikir melihat nya .


"Kita boleh marah dan benci Mel, tapi kamu jangan ngomong kasar begitu deh ke Elisa, aku takut nya dia ngelakuin hal nekat. !" ucap Prilly .

__ADS_1


Amel menatap nya bingung sambil menaik kan menaik kan sebelah Alis nya.


"Apa, ngelakuin hal nekat, orang seperti dia, maksud kamu bunuh diri gitu, ga akan berani dia, jewer nih kuping aku ntar kalau dia beneran dia berani, Prilly ku sayang, kamu jangan polos banget deh, terlalu baik banget sih kamu jadi orang. !" ucap Amel bawel.


Prilly menatap nya tersenyum senang, karna ia merasa Amel sahabat nya sudah mulai kembali.


"Em, terus kamu pengen nya aku jadi orang jahat gitu ya. !" canda Prilly .


"Ya cukup dua puluh persen lah kejahatan nya, tapi jangan banyak - banyak, ntar overdosis kan jadi nya berabe. !" jawab Amel sekena nya membuat Prilly tergelak, dan Amel pun ikut tertawa.


"Nah , gini dong, aku suka Amel yang ceria gini, jangan ngambek lagi yah. !" ucap Prilly.


"Ya deh, jadi kamu ga risih nih kalau aku kembali jadi bawel lagi. !" ujar Amel meyakinkan.


"Em, risih sih, tapi aku suka. !" ucap Prilly dan mereka pun tertawa bersama lagi.


"Em, kita duduk di sana yuk, aku pengen curhat sesuatu nih sama kamu. !" ujar Amel.


"Oh ya, curhat apa tuh.?" ujar Prilly.


"Udah ayo duduk dulu. !" ujar Amel seraya mereka duduk di kursi taman.


"Aku ga tau kenapa ya Prill, biasa nya, kalau kak Steven gombal atau bilang suka gitu, aku tuh biasa aja, tapi ga tau kenapa, aku merasa beberapa waktu ini kok aku jadi deg deg an ya, dan dia selalu coba meyakinkan aku, tapi aku takut semua itu hanya candaan, aku takut dia memang sering begitu ke cewek cewek lain. !" ujar Amel.


"Em, kalau menurut aku ya, dia serius sama kamu, pernah ga kamu lihat selama ini dia begitu ke cewek lain, lagi pula kamu kan udah lebih lama mengenal dia dari pada aku, masa sih kamu ga paham juga sama dia. !" ucap Prilly.


"Em, jadi, menurut kamu dia serius, dia ga akan main- main kan.!" ucap Amel dengan nada ragu.


"Percaya deh sama aku, aku yakin dia serius kok sama kamu, kalau seandainya dia mainin kamu, aku orang pertama yang akan kasih dia pelajaran.!" ucap Prilly antusias.


"Ah yang bener, em tapi ya deh, semoga aja dia memang serius dan ga iseng. !" ucap Amel.


Prilly tersenyum senang sambil merangkul Amel.


"Em cie, nah gitu dong, aku seneng kalau kamu seneng kaya gini, aku juga senang karna kamu sebentar lagi ga jomblo. !" ujar Prilly menggoda Amel membuat pipi Amel sedikit memerah.


"Apaan sih kamu, dia nya ga pernah nembak, gimana mau jadian nya, sama aja tuh sifat nya kaya kak Ali, bilang sayang, bilang cinta, tapi apa, sampai sekarang ga pernah nembak kan, memang mereka berdua itu paket komplit banget sih. !" ujar Amel sekena nya membuat Prilly tergelak.


"Iya deh iya. !" ucap Amel.


Prilly menatap nanar Amel,lalu menghela nafas nya.


"Mel.?"


"Ya Prill, kenapa?" jawab Amel


"Aku seneng banget kamu begini Mel, aku minta kamu jangan sedih lagi ya, harus ceria seperti Amel biasa nya, boleh bersedih tapi jangan terlalu larut, karna kalau kamu sedih dan lesu kaya tadi, aku sedih banget lihat nya. !" ucap Prilly.


Amel mengangguk tersenyum.


"Aku akan berusaha ya Prill, mungkin kesedihan aku ini akan sedikit terobati kalau aku udah bisa jenguk makam Mama papa aku.!" ucap Amel.


"Ya, aku paham kok perasaan kamu, kamu yang sabar ya.!" ucap Prilly. Amel mengangguk tersenyum.


Lalu beberapa orang menghampiri mereka, dan Amel ingat salah satu nya cewek yang ia jumpa saat di Mall bersama Steven.


"Heh, mana Steven. !" ujar nya Ketus pada Amel.


Prilly merasa kaget karna tiba tiba datang dan terlihat marah.


" Maaf kak saya ga tau.!" jawab Amel masih tetap duduk.


"Gimana Lo ga tau, Lo kan selalu nempel sama dia terus kaya cewek murahan. !" ujar nya .


Prilly kaget mendengar ucapan tajam cewek itu.


Di lirik nya Amel waspada takut Amel amarah nya meledak, bukan nya apa apa, Prilly hanya takut Amel membuat kakak Kelas ini patah tulang, mengingat kejadian di mana ia melihat Amel dan Ali menghajar habis- habisan Anak buah om Firman waktu itu.


"Mel, kamu jangan emosi ya, ingat, ini sekolahan loh !" unar Prilly mengingat kan.


Amel hanya memberi kode telapak tangan menyuruh Prilly untuk diam, lalu Amel berdiri menghadap Angel si kakak kelas.

__ADS_1


Prilly pun berdiri dan pasrah, ia merasa Amel akan meledak marah nya.


"Lo bilang apa tadi, gue cewek murahan, Lo jaga mulut Lo ya, jangan Lo pikir Lo itu kakak kelas jadi gue takut. !" bentak Amel keras emosi menatap nya.


"Eh, bocah, Lo pikir gue juga takut sama Lo, emang ya Lo murahan, gara - gara Lo, Steven sering acuh kan gue, dasar Lo Pelakor. !" bentak nya tak mau kalah.


"Apa Lo bilang.!" Histeris Amel keras emosi dan hendak menampar Angel tapi cepat di tahan oleh Prilly.


"Amel, stop udah. !" ujar Prilly menahan tangan Amel.


"Tapi Prill, dia itu mulut nya keterlaluan.!" geram Amel emosi.


"Udah Mel, dan kamu Aku minta jangan sembarangan menuduh, temen saya ini tidak seperti yang kamu bilang ya kak.!" ucap Prilly.


"Lo jangan ikut campur.!" ucap nya sambil mendorong kasar Prilly tapi sigap di tahan oleh Amel.


"Ngapain Lo dorong - dorong temen gue. !" Bentak Amel lagi.


"Ga perduli gue, gue ingetin sama Lo, tolong sadar diri Lo, awas Lo deketin lagi Steven. !" ujarnya, lebih tepat nya dengan nada mengancam, lalu berlalu pergi .


"Ambil tuh Steven sama Lo, awas Lo ya muncul lagi, habis Lo gue buat.!" teriak Amel, tapi Angel dan kedua teman nya tetap pergi dengan wajah kesal nya.


"Huh, apa apaan sih nih.!" keluh Amel lalu terduduk lesu di kursi, Prilly pun mengikuti..


"Udah lah Mel, tapi itu cewek siapa sih, kok marah sama gitu banget. !" ujar Prilly.


"Tau deh, aku kemarin ketemu dia waktu kita di arena bermain, dia sapa Kak Steven. !" ujar Amel.


Prilly hanya ber oh sambil mengangguk.


"Tuh kamu lihat kan Prill, Itu cewek aku yakin korban gombalan nya kak Steven juga, suka PHP in anak orang tuh kaya nya. !"umpat Amel.


"Kamu ga boleh gitu Mel, belum tentu juga kan. !" ujar Prilly.


"kenapa sih kamu masih aja belain dia.!" ujar Amel.


"Hay.!" ucap seseorang tiba tiba di belakang mereka.


Steven datang dengan senyuman, lalu berdiri di hadapan Amel dan Prilly.


"Hay Amel.!" ujar nya.


Amel hanya diam menatap ke arah lain.


"Ga usah dekat dekat gue deh Lo kak, urus aja tuh pacar Lo.!" ujar Amel lalu pergi berlalu.


Steven hanya terdiam bingung, lalu beralih menatap Prilly.


"Dia kenapa Prill, kok dia ngomong gitu.!" ucap Steven pada Prilly.


"Aku tanya dulu ya kak, Kak Angel itu pacar Kakak ya.?" ucap Prilly.


"Apa, pacar, siapa yang bilang, dia cuma temen doang, memang sih, dia suka sama kakak, tapi kakak ga pernah open. !" ujar Steven.


"Dia barusan nyerang Amel, bilang Amel pelakor dan dia bilang jangan pernah deketin kak Steven lagi.!" ujar Prilly.


Steven melotot kaget.


"Apa, brengsek banget si Angel.!" umpat Steven kesal.


"Amel marah banget kaya nya kak.!" ucap Prilly .


Steven hanya mengangguk lesu.


"Kira - kira dia kemana ya Prill. !" ucap Steven.


"Kalau ga di kantin, di toilet kak. !" ucap Prilly.


"Ya udah , kakak nyusul Amel dulu ya, oh ya, Ali bentar lagi keluar, soalnya dia masih bicara sama wakil kepala sekolah.!" ujar Steven.


Prilly hanya mengangguk tersenyum lalu Steven pun pergi berlalu..

__ADS_1


__ADS_2