Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
28#


__ADS_3

*


Amel terus berjalan kesal ke kelasnya lalu tiba-tiba..


"Amel. !"


Amel menoleh kaget ke yang punya suara.


"Berani juga ya Lo muncul di hadapan gue.!"ketus Amel .


"Amel please, aku pengen ketemu kak Ali Mel.!" mohon nya.


"Mau Lo apa lagi sih Elisa,Lo dan kedua orang tua Lo itu sudah nge hancurin kehidupan kami,keluarga Lo udah sekap kakak gue bertahun -tahun, kalian itu keterlaluan, sekarang Lo pergi,jangan pernah muncul lagi di hadapan gue dan kak Ali.!" ucap Amel sambil mendorong tubuh Elisa hingga ya jatuh terduduk, tanpa memperdulikan nya Amel berlalu masuk ke kelas.


Prilly pun ke kelas dan duduk di samping Amel yang terlihat kesal.


"Amel, kamu ngambek ya sama aku dan Ali, kok tu muka di tekuk gitu, jangan ngambek -ngambek dong Mel.!" ucap Prilly.


"Iya sih, tapi ada satu hal lagi yang buat aku tambah kesal Prilly, si Nenek lampir itu,masih berani muncul di sekolahan ini untuk ketemu kak Ali. !" ujar Amel antusias.


"Maksud kamu, Elisa. ?" tanya Prilly kaget seakan tak percaya.


Amel mengangguk mantap.


"Entah apa mau nya si nenek lampir, aku bener -bener ga habis pikir sama dia, berani - berani nya dia nongol di depan aku,memang ga tau malu tuh ya anak .!" umpat Amel kesal.


"Udah - udah, sekarang kamu tenang dulu ya, ga usah marah - marah, ntar cepat tua Lo. !" ujar Prilly menenangkan.


Amel pun tersenyum..


"Nah gitu dong, kalau senyum kan jadi tambah manis.!" ucap Prilly lagi.


**


Prilly berjalan kaki sendiri menuju ke supermarket langganan yang tak terlalu jauh dari rumah .


telpon nya pun berdering.


"Halo Amel ada apa..?"


.".......................!"


"Oke, aku beliin sekalian, oh ya apa Ali udah pulang dari sekolahan, soalnya tadi dia bilang ada kegiatan OSIS tambahan sih katanya. !" ujar Prilly.


"................!"


"Oke, bye.!" ujar Prilly.


*


Prilly keluar dari minimarket sambil melihat- lihat isi dari belanjaannya.


"Sosis udah, nugget udah, cemilan Amel udah, yang lain juga udah,oke lengkap, saat nya pulang. !" ujar Prilly sambil mulai fokus berjalan menghadap depan tapi langkah nya langsung terhenti.


"Elisa. !" gumam Prilly kaku.


Elisa berdiri nanar di hadapannya, lalu mendekati Prilly.


"Prilly, tolongin gue dong Prilly. !" lirih nya.


"Tolongin apa Elisa. !" ujar Prilly.


Elisa seketika langsung meraih kedua tangan Prilly.


"Prilly, tolong temuin gue sama Kak Ali Prilly, ada yang harus gue sampai kan ke dia , gue mohon sama Lo Prilly, cuma Lo yang bisa bantuin gue.!" ujar nya dengan nada lesu.


"Maaf Elisa, menurut aku, Ali ga akan mau lagi ketemu sama kamu,memang nya hal apa yang mau kamu sampai kan.?" ucap Prilly.


"Gue harus ngomong sama kak Ali soal...

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia Prilly. !"


"Ali .!" lirih Prilly.


Ali yang muncul di belakang Elisa langsung menghampiri Prilly dan menarik lengan Prilly untuk mengikuti nya.


"Kak Ali aku mohon dengarin aku dulu kak.!" cegah Elisa.


"Lo stop di situ atau gue akan ngelakuin kekerasan terhadap Lo. !" tunjuk Ali tajam ke Elisa yang terdiam kaku.


Lalu Ali kembali berjalan sambil menarik Prilly seiringan dengan nya.


Prilly menoleh sesaat ke Elisa, tampak dia menangis terdiam di tempat dia berdiri seperti ada penyesalan yang mendalam di dirinya,lalu Prilly pun menatap Ali yang di samping nya hanya diam fokus berjalan dengan ekspresi datar.


"Ali..!" ucapan Prilly terhenti ketika Ali menempel kan telunjuk nya ke bibir Prilly.


"Aku ga mau bahas ini sekarang, ayo kita pulang dulu. !" ujar Ali.


Prilly pun menuruti Ali..


"Kok kamu nyusul aku ke minimarket sih Lo. ?" ujar Prilly membuka pembicaraan ke hal lain.


"Emang nya aku ga boleh nyusulin kamu .?" ujar Ali.


"Ya boleh sih, tapi tadi aku pikir kamu belum pulang,aku pikir kamu masih di sekolahan. !" ujar Prilly.


"Ya, saat Amel tutup telpon dari kamu, ya aku baru pulang, dan aku tanyain kamu di mana, ya aku inisiatif nyusul aja,sekalian jalan - jalan sore. !" ujar Ali..


Prilly hanya manggut-manggut .


*


Setibanya di rumah Ali dan Prilly melihat ada motor terparkir di pekarangan rumah Prilly.


"Motor siapa nih.?" ujar Prilly.


"Oh, ini motor Steven. !"ujar Ali. Prilly pun ber oh saja, lalu kemudian mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Syirik aja Lo jones,oyy bro, dalam rangka apa Lo kemari .?" ujar Ali sambil mengambil posisi duduk di dekat Steven.


"Gue mau cerita aja sama Lo, tadi si Elisa nangis -nangis nyamperin gue, dia minta tolong ke gue buat di jumpai sama Lo Ali, katanya ada hal yang harus dia sampaikan. !" ujar Steven.


"Ya ampun tuh nenek sihir, mau apa lagi sih dia, tadi udah nongol di sekolah, udah gue usir, sekarang nyamperin kak Steven. !" Kesal Amel..


"Apa mau nya si Elisa itu, gue udah muak berurusan sama dia, tadi dia juga nyamperin Prilly. !" ujar Ali.


"What,, beneran Prilly, kamu ga di apa -apain kan?" histeris Amel.


"Nggak apa - apa Amel,kamu ga usah lebay deh, Ali, menurut aku lebih baik kamu kasih kesempatan Elisa buat ngomong, mungkin memang ada hal penting yang harus dia sampaikan. !" ujar Prilly.


"Ngga, aku ga mau lagi berurusan sama dia, udah cukup, aku bener- bener muak lihat dia Prilly.!"ujar Ali.


"Tapi Li, kelihatan nya dia benar - benar menyesal,lagi pula dia kan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan itu .!" ujar Prilly.


"Udah lah Prilly,kamu mau, si Elisa itu nyakitin hati kak Ali lagi,udah cukup selama ini Prilly. !" ujar Amel..


Mereka pun hening sesaat.


"Gue cuma bisa bilang, gue akan dukung apapun yang terbaik buat Lo bro, semoga kedepannya semua nya baik - baik aja ya.!" ujar Steven.


Ali mengangguk tersenyum tipis.


"Thanks bro.!"ujarnya.


Lalu..


"Heloo,kok pada tegang gini sih,udah lupain sesaat masalah yang ada,mending Kita happy happy.!"ucap Amel dengan semangat nya.


"Berisik banget sih Lo bawel. !"ujar Ali sambil membuka bungkus belanjaan Prilly dan membuka cemilan Snack Jumbo rasa BBQ.

__ADS_1


Amel melotot kaget ke Ali.


"Kak Ali,itu punya gue..................!"Histeris Amel.


seketika ia pun langsung menghampiri Ali dan merekapun saling berebutan cemilan itu.


Prilly dan Steven hanya tersenyum sambil geleng-geleng melihat tingkah mereka berdua.


"Awas ya ,pokoknya ga terima, harus beliin yang baru.!" ujar Amel merajuk sambil tetap memakan sisa cemilan nya dari Ali.


"Hahaha, iya iya ntar gue ganti deh,tapi boong.!" goda Ali.


"Kak Ali pokoknya ganti............!" teriak Amel kencang hingga mereka bertiga menutup telinga.


"Aduh Amel,suuuut,jangan teriak-teriak ya sayang,udah ayo duduk di sini, ntar kakak yang akan beliin kamu satu keranjang deh.!"ujar Steven.


Seketika mata Amel pun berbinar senang.


"Seriusan kak, bener ya, jangan bohong.!"kata Amel.


"Iya, berapapun yang kamu mau kakak beliin deh.!" ujar Steven.


"Wah,makasih kak bule tengil.!"ujar Amel manja..


"Hati-hati Lo Steven, ntar kalau Lo bawa dia belanja ke minimarket, yang ada ntar Lo di porotin, segala macam cemilan dia minta. !"ujar Ali.


"Ngga apa -apa, untuk si cewek terompet apa sih yang gak. !" ujar Steven.


"Kak, Lo ikhlas ga sih mau jajanin gue, ga usah di sebut kata cewek terompet itu kenapa sih?" ujar Amel sambil cemberut.


"Iya - iya Amel cantik .!" ujar Steven membuat Prilly dan Ali ikut tertawa.


""Kalian berdua cocok ya, bisa kali jadian .!"ujar Prilly sambil tersenyum jahil.


"Apaan sih kamu Prilly.!"protes Amel.


"Gue ga masalah sih Prilly,tapi si Amel nya aja yang ga mau. !"ujar Steven.


"Ini lagi si bule nyebelin, apaan sih Lo kak, gue udah sering nolak Lo ya, ga capek apa Lo ngejar-ngejar gue Mulu.!"jawab Amel.


"Sok cakep Lo!"ujar Ali sambil melempar bantal kursi ke Amel, Amel hanya membalas dengan menjulurkan lidahnya ke Ali.


'Ting Tong'


Bel rumah berbunyi.


"Siapa ya, bentar ya guys aku cek dulu. !"ujar Prilly sambil berdiri.


"Bareng Prilly,gue sekalian mau pamit nih.!" ujar Steven.


"Kok buru-buru sih Lo.!"ujar Ali ikut berdiri,lalu dia pun ber TOS ria bersama Steven.


"Udah sore soalnya,gue cabut ya, bye Amel, yuk Prilly.!"ujar Steven.


Mereka pun mulai melangkah lalu tiba-tiba Prilly terpeleset dan dengan sigap Steven menangkap tubuh nya, mereka pun terdiam kaku beberapa saat karena kaget.


"Udah bro, jangan lama-lama,punya gue ini.!" Lerai Ali..


"Sorry,gue cuma refleks aja tadi.!"ujar Steven.


"Haha,kak Ali cemburu nih ye.!" ujar Amel.


"Ya udah , aku buka pintu dulu.!" Prilly pun melanjutkan jalan nya ke arah pintu.


"Aku ikut dong.!" ujar Amel sambil berlari menyusul Prilly.


Ali dan Steven mengikuti dari belakang.


'Ceklek'

__ADS_1


Pintu pun terbuka dan...


"Bunda.............!"


__ADS_2