
Ali lalu perlahan melepas pelukan nya dan menatap dalam Prilly.
"Udah,kamu jangan nangis lagi ya,Putri salju jelek tau kalau nangis.."ucap Ali sambil mengusap pipi Prilly.
"Kamu pandai nya bilangin orang,kamu sendiri juga nangis."ujar Prilly sambil mengusap air mata Ali juga,Ali tersenyum tipis.
"Aku udah mutusin,aku gak akan mau tinggalin kamu lagi,kamu ikut aku ya?"ujar Ali.
"Emm,kemana aali.?"tanya Prilly bingung.
"Kerumah Elisa,aku akan ngomong sama mereka,kalau aku gak bisa nerima syarat untuk di jodohin sama mereka,dan syarat untuk kembali lagi ke australia,karna aku udah punya wanita yang akan aku nikahin nanti nya dan wanita yang sangat aku cinta,yaitu kamu"."ucap Ali membuat wajah Prilly sedikit tersirat senyuman.
"Tapi Ali nanti kalau mereka nuntut minta ganti rugi gimana?"ujar Prilly.
"Aku udah besar Prilly dan aku berhak nentuin pilihan aku sendiri,aku akan nyuruh mereka ambil aja perusahaan papa aku yang di australia yang mereka jalani untuk aku kalau nanti aku sudah menikah dengan Elisa,aku rasa itu udah cukup buat bayar semua kebaikan mereka dulu,aku gak perduli lagi kehilangan itu semua asal aku gak pisah lagi sama kamu."ucap Ali.
"Kamu serius kan Ali.?"ujar Prilly.
"Aku serius Prilly,sangat sangat serius,ayo kita sekarang temuin mereka!"ajak Ali.
"Tapi Li,Amel gimana,apa gak sebaik nya kita cari dulu?"ujar Prilly.
"Aku janji bentar doang Prilly dan habis ini kita cari Amel ya?"ujar Ali lembut dan Prilly pun mengangguk tersenyum.
"Pake motor aku aja ya,ntar motor kamu kita jemput lagi."ujar Ali.
Prilly pun menurut dan naik ke boncengan motor Ali,lalu mereka mulai melaju dengan kecepatan standart,tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang memperhati kan mereka dengan tatapan nanar di taman itu.
__ADS_1
**
Tiba tiba saat sudah tak jauh sampai di rumah Ali motor nya pun berhenti,mereka pun turun dari motor itu.
"Kenapa Li?"tanya Prilly.
"Yaah habis bensin nih,ya udah kita jalan aja biar sambil aku dorongin,udah deket juga kan."ujar Ali.
"Aku bantuin ya?".
"Nggak usah,aku kuat kok sendiri,kamu jalan aja,yuk."ucap Ali tersenyum,Prilly pun tersenyum mengikuti,saat mereka hampir tiba di dekat pagar langkah Ali pun terhenti karna melihat mama papa dan Elisa sedang berdiri di teras seperti berbicara serius.
Ali pun memberi isyarat untuk diam pada Prilly,ia msmarkir kan motor nya lalu berdiri mngintip sedikit ke pekarangan rumah.
"Haa,kak Ali gak akan tinggalin aku kan ma pa."rengek Elisa.
"Yee Papa makasih ya Pa,Elisa seneng banget."ujar nya.
"Iya sayang,untuk kebahagiaan kamu Papa akan melakukan apapun itu nak.."ujar nya tersenyum senang,Elisa dan Mama nya pun ikut tersenyum senang..Prilly melihat Ali yang sudah seperti akan meledak kan emosi nya,dia juga mendengar jelas apa yang mereka katakan,pantas jika saat ini Ali marah.
Ali pun dengan cepat berjalan memasuki pagar dan mendekati mereka,Prilly pun mengikutibnya masuk.
"Dasar brengsek kalian,brengsek lo Firman,lo ternyata yang udah bunuh orang tua gue haa,kalian benar benar kejam dan biadap,ngebunuh semua keluarga gue,hati kalian busuk".bentak Ali kasar sambil memandang tajam ke Papa Elisa,terlihat mereka bertiga kaget dan tercengang menatap Ali.
Lalu Papa Elisa menyungging kan senyum nya.
"Ooh bagus lah kalau kamu udah dengar semua nya,terus sekarang kamu mau apa ha,bisa apa kamu.?".tantang nya pada Ali.
__ADS_1
"Gue bunuh lo brengsek.."ujar Ali mau mendekat tapi di tahan cepat oleh Prilly.
"Udah Ali udah,kamu jangan sampai ngelakuin itu Ali,jangan aku mohon Ali."ucap Prilly menghalangi Ali sambil menangis.
"Dia yang udah ngebunuh orang tua aku Prilly,gimana aku bisa diam."ujar Ali menahan emosi.
"Aku gak mau Ali,itu sama aja berarti kamu sama sama pembunuh,please Ali stop please,tujuan pertama kita kesini kan beda Ali,masalah ini biarin aja tuhan yang bales,lagi pula kita kan ga punya bukti."ujar Prilly sambil menunduk menangis,membuat Ali tak tega melihat nya,Ali pun seraya memeluk Prilly ke dada nya,lalu menatap tajam ke Papa Elisa yang menatap nya tersenyum sinis lalu pada Elisa yang sedang menangis sambil memeluk Mama nya yang menatap tajam pada Ali.
"Ok,gue memang gak punya bukti,tapi kalian ingat,terutama lo Firman."tunjuk Ali emosi pada lelaki itu.
"Jaga mulut kamu Ali,saya ini Papa kamu Ali.".
"Cuih,Papa macam apa lo,gak sudi gue punya bokap kaya lo,ingat ya,tuhan itu gak tidur,gue sumpahin lo dapet karma,gak di dunia,di akhirat ntar lo rasain,dan gue putusin buat hapus semua persyaratan kalau gue harus nikah sama Elisa."ujar Ali masih tetap dalam posisi mendekap Prilly yang menangis di dada nya.
Elisa,Papa dan Mama nya menatap Ali kaget.
"Apa,di batalin,kamu jangan bodoh Ali,kamu itu udah sebatang kara sekarang,dan ingat,perusahaan papa kamu yang di Australia itu ada di tangan saya.."ujar nya.
"Gue gak perduli,ambil aja semua nya,perusahaan,warisan atau apa terserah lo,gue pokok nya gak mau di jodohin sama Elisa,gue gak mau nikah sama perempuan kaya dia,karna gue udah punya Prilly,kalian lihat cewek yang sama gue ini,ini lah dia cewek yang gue cari dan gue tunggu,dan oh ya,siapa bilang gue sebatang kara,gue masih punya adik yang harus gue hidupin,gue gak prduli dengan semua harta itu."bentak Ali kasar.
"Dasar anak lancang dan tak tau terima kasih kamu ya,ini sama saja arti nya kamu menghina saya,lagi pula mana adik kamu ha,bukan kah kamu sebatang kara.?"tanya nya.
"Siapa bilang,anda ingat anak nya om Boy dan tante Wina,dia adik sepupu yang harus saya hidupin selama ini,dan saya tekan kan tidak ada urusan nya lagi saya bersama kalian."bentak Ali.
Papa Elisa menatap kaget pada nya.
"Anak perempuan nya si Boy,adik Papa kamu itu,bukan nya dia ikut mati ya di dalam mobil maut itu.?"ucap Papa Elisa membuat Ali menatap nya tajam.
__ADS_1
"dari mana lo bisa mengira kalau dia ikut mati,apa jangan jangan lo yang.."ucap Ali datar sambil menatap dingin Papa Elisa.