Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#25


__ADS_3

Tidak tau kenapa Prilly gelisah muter sana muter sini di ranjang nya,di lirik nya Amel sudah terlelap tidur,lalu Prilly menduduki tubuh nya bersandar ke kepala ranjang,ter senyum tipis sambil memegang liontin nya.


"Hm,makasih Ya Allah,makasih banget,ternyata hamba masih engkau pertemukan dengan dia lagi."Batin Prilly senang dalam hati.


Lalu ia melirik jam dinding nya yang menunjuk kan jam satu dini hari.


"Hm,udah lewat tengah malem ternyata,tapi kok aku gak ngantuk ngantuk ya,mana haus lagi,mending aku kebawah deh bikin jus,jadi pengen minum jus nih."ucap Prilly pelan lalu beranjak turun dan berjalan keluar kamar tak lupa menutup pintu nya.


Langkah Prilly terhenti saat melewati kamar yang pintu nya agak terbuka,Prilly pun mendekati dan berniat menutup.


"Ali,kenapa dia ngelamun di balkon malam malam gini?"batin Prilly dalam hati.


Lalu perlahan masuk.


"Hay,kok kamu belum tidur Li..?"ucap Prilly membuyar kan lamunan Ali.


"Eh,kamu,emm,gak tau kenapa gak bisa tidur,kamu sendiri kok gak tidur,udah malem loh,ayo tidur."ujar Ali.


Prilly hanya tersenyum.


"gak bisa tidur juga nih,emm,boleh aku ikut duduk?"gumam Prilly.


"Ya duduk aja,ga apa apa kok."ujar Ali.


Prilly pun duduk di samping Ali dengan sedikit kikuk karna Ali terus menatap nya,tak lama kembali beralih menatap langit,hanya keheningan yang terjadi di antara mereka,lalu Ali pun membuka pembicaraan.


"Em,gak nyangka ya kita akan ketemu lagi,mungkin kalau aku ga pindah ke Indonesia kita ga akan ketemu,karna waktu itu ada dua keluarga yang ingin merawat aku,keluarga Elisa dan keluarga nya wakil direktur di perusahaan papa aku,tapi aku lebih milih keluarga Elisa karna akan membawaku tinggal di indonesia,dan ternyata kamu ga berubah,tetap cantik,malah tambah cantik."ujar Ali membuat rona merah tersirat di pipi Prilly.


"Cie,kenapa,kok merah gitu tuh pipi nya.?"goda Ali.


"Apaan sih,ngga,habis kamu tuh udah lama ga ketemu eh sekarang malah bisa nge gombal."ucap Prilly.


"Eh,aku ga gombal loh,yang aku bilang itu emang kenyataan,kamu itu cantik banget,kaya Putri salju,lembut kaya salju yang turun dari langit.."ujar Ali.


"Iya,salju nya yang taburin dari atas si Pangeran kan,Pangeran langit."ucap Prilly hingga mereka tertawa.


Lalu Ali menggenggam jemari Prilly menatap nya dalam,Prilly pun membalas menatap nya.


"Aku kangen kamu Putri salju."gumam Ali.

__ADS_1


"Aku juga kangen kamu pangeran langit,kangen banget.."ujar Prilly lembut sambil menetes kan air mata.


"Loh kamu kok sedih sih?"ucap Ali sambil mengusap air mata Prilly.


Prilly hanya tersenyum tipis.


"Kan ini tangis kebahagiaan tau.."ujar Prilly sambil melipat rapat tangan nya di dada.


"Kamu kenapa,dingin ya,ya udah kita masuk yuk,udah larut malem.."ujar Ali mengajak Prilly dan lalu mereka pun duduk di sofa kamar.


"Em,kamu tidur gih,udah malem."ucap Ali.


"Aku belum ngantuk Ali,kalau kamu ngantuk tidur aja duluan,biar aku balik ke kamar aja ya."ujar Prilly seraya berdiri tapi tidak jadi karna di tahan Ali.


"Ya udah,di sini aja kita ngobrol ya."ujar Ali tersenyum,Prilly pun tertunduk senyum.


"Emm,beda banget ya kamu yang dulu dari sekarang."ujar Ali.


"Beda apanya."ucap Prilly.


"Dulu kamu itu pecicilan dan lincah banget,suka meluk meluk aku,tidur siang nya mau nya bareng sama aku,makan mau nya satu berdua sama aku,pokok nya pecicilan banget deh".


Satu pukulan kecil mendarat di kepala Ali.


"Aduh,sakit tau." meringis nya sambil nyengir.


"Habis kamu sih,enak aja nuduh aku,yang ada kamu kali yang mau nya ini itu semua nya sama aku,wlee."ejek Prilly membuat Ali mengulum senyum nya,lalu mencubit hidung Prilly gemas.


"Masa sih,kamu kali yang mau nya apa apa bareng aku,sampe pisah aja nangis nangis.


"Ehh,kamu tu yang nangis."elak Prilly.


"kamu juga wle." balas Ali.


"Kamu gitu deh"rengek Prilly.


"Hehe iya iya aku akui deh,lagi pula kan kita berdua sama sama nangis waktu itu gak mau di pisahkan,ya kan,dan aku jujur,aku bener bener ga mau di pisahkan sama kamu waktu itu,karna aku udah janji dengan hati aku buat mewujud kan semua janji aku ke kamu,kalau kamu gimana?"ujar Ali.


"Ya deh,jujur,aku tuh juga sedih banget pisah sama kamu waktu itu,kan kamu udah janji akan selalu sama sama aku terus,dan kamu udah kembali lagi sekarang aku seneng banget kok."ucap Prilly tersipu malu.

__ADS_1


"Oh ya,bagus dong,kan aku kembali untuk tepatin semua janji aku."ujar Ali.


"Janji yang mana,semua nya kan udah di tepati."ujar Prilly.


Ali pun kembali menggenggam tangan Prilly dan menatap nya nanar.


"Janji untuk hidup bersama,menjadi sahabat hidup selama nya,seperti Mama dan Papa aku,dan seperti Ayah dan Bunda kamu dalam ikatan pernikahan.."ujar Ali membuat Prilly menatap nya kaku lalu.


"Hahaha.".


"Loh kok kamu malah ketawa sih?"ujar Ali.


"Habis lucu aja,ternyata kamu masih ingat aja dengan janji ke kanak-kanak kan kita itu,ya ampun Ali,saat itu aja belum tentu kamu ngerti apa yang kamu ucapin,dan aku juga gak ngerti,kamu sadar dong Ali,kita ini udah dewasa kali,gak kaya dulu lagi."ujar Prilly.


"Justru karna udah dewasa dan mengerti lah aku mau tepatin janji itu,gimana,kamu mau kan?".


"Ka kamu serius..?"gumam Prilly kikuk.


"Hey,emang pernah ya aku ga serius sama kamu selama ini,kamu itu sahabat hidup aku,selamanya,okeh.."gumam Ali tersenyum,perlahan Prilly pun tersenyum dan mengangguk.


Ali pun mendekap Prilly ke pelukan nya.


"Makasih ya,aku janji,aku ga akan kecewakan kamu lagi,aku akan selalu jagain kamu.."gumam Ali sambil mengusap usap lembut rambut Prilly.


"Iya,dan kamu janji juga ya ga akan pergi lagi ninggalin aku.."ujar Prilly yang bersandar manja di dada Ali.


"Iya aku janji,dan bukan hanya janji,tapi aku akan membuktikan nya sama kamu.."ujar Ali lembut.


Prilly hanya tersenyum menatap lurus ke depan,beberapa saat mereka hanya hening,dan hening tapi masih tetap dalam posisi Ali memeluk Prilly dan Prilly bersandar nyaman di dada Ali.


"Em,Prilly,jadi gimana,Kalau iya berarti kita udah pacaran kan..?"ujar Ali tapi tak terdengar jawaban dari Prilly.


"Prilly,kok kamu diem aja sih?"gumam Ali,karena tetap tak ada jawaban dengan segenap rasa penasaran Ali pun menunduk untuk melirik Prilly.


"Yah,udah tidur toh,pantes pertanyaan gue ga di jawab,Prilly Prilly,gemesin banget sih kamu?"ujar Ali sambil mengecup pucuk kepala Prilly,lalu memeluk nya makin erat lalu ikut memejamkan matanya.


**


"Wooy banguuuunn,lo berdua ga habis berbuat mesum kaaannn."Ali dan Prilly pun ter lonjak kaget terbangun dari sofa.

__ADS_1


__ADS_2