
**
Ali berjalan cepat menuruni anak tangga menuju pintu keluar,ia membuka dan menutup pintu itu dengan kasar,lalu berlalu begitu saja dengan motor rnya,taman,ya,ntah kenapa dia rasa nya ingin ke taman itu,taman yang terletak di seberang kompleks blok A,dia gusar,benar benar gusar dan bingung,akan kah dia siap berpisah lagi dari prilly,akan kah dia siap meninggal kan adik yang selama ini dia jaga dari kejauhan..
**
prilly terjaga dari tidur nya,ya dia tertidur setelah habis menangis tadi,di lirik nya jam sudah menunjuk kan pukul delapan malam,ia bangkit dan menatap sekeliling kamar nya dan balkon,tak terlihat sosok Amel.
"Amel mana ya,pasti dia sedih karna aku bentak tadi,maaf ya Mel,aku lagi emosi banget tadi."batin prilly di dalam hati,lalu ia pun berjalan menuju kamar mandi..
*
Sehabis mandi Prilly keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian lengkap,tubuh nya terasa segar sehabis mandi,dia melirik jam.
"loh,udah jam sembilan,kok si Amel gak masuk masuk ke kamar ya,aku cek di bawah deh,gak betah marah marahan lama dengan dia,bagaimana pun aku tetap harus denger penjelasan dia."ujar Prilly lalu brjalan keluar kamar nya..
"loh,kertas,apa ni?"ujar Prilly saat di depan pintu kamar,ia pun memungut kertas itu dan membaca tulisan nya..
"Maaf kan aku ya ily,aku benar bener gak bermaksud buat nyakitin hati kamu,aku hanya gak ingin kamu tambah sedih,karna kak Ali ada alesan nya juga yang belum bisa dia bilang kenapa dia harus berbohong sama kamu,aku sedih loh ily karna kamu gak mau maafin aku,sekarang udah gak ada alesan aku buat tetap tinggal di sini,aku pergi ya ily,maksih buat semuan ya,pakaian aku udah aku bawa kok semua sewaktu kamu tidur tadi,sekali lagi terima kasih ya ily,sekalian sampein salam dan ucapan terima kasih aku juga ya buat bunda kamu,bye ily,bagaimana pun kamu tetap sahabat terbaik aku kok..!"dari amel.
"Amel."gumam Prilly.
Air mata Prilly pun jatuh membaca semua tulisan di surat itu,dengan cepat ia pun masuk mengambil jaket dan kunci motor nya dan berlari keluar rumah.
**
"Amel kamu di mana sih,Ya Allah maafin hamba mu ini,hamba udah nyakitin hati seorang anak yatim piatu seperti Amel,please Mel kamu di mana sih."batin Prilly di dalam hati nya sambil mengendarai motor dan melihat ke kiri kanan,Prilly pun menghenti kan motor nya karena melihat sosok seseorang yang sangat dia kenali,Prilly memarkirkan motor nya dan berjalan mendekati nya..
"Kamu kenapa nangis Ali?"ucap Prilly..
__ADS_1
Ali pun mengangkat wajah nya menatap Prilly.
Prilly pun perlahan duduk di samping nya.
"Jujur aku kecewa dan marah banget sama kamu Ali,tapi Amel bener,seharus nya aku harus dengerin dulu penjelasan dia dan kamu,sekarang kamu jelas kan sama aku apa yang mau kamu jelas kan,tapi maaf kalau nanti aku belum bisa menerima nya."ujar Prilly.
Ali pun tersenyum tipis.
"Makasih ya ily,apa pun yang mau kamu tanya,biar aku jawab semua nya.."ujar nya.
"Emm,kenapa kamu harus pura pura lupa sama aku,dan kenapa kamu bisa tinggal sama keluarga nya Elisa dan menyebut orang tua nya Elisa dengan sebutan papa dan mama?"tanya Prilly antusias.
"Aku gak pernah lupa sedikit pun sama kamu ily,orang tua Elisa sahabat kedua orang tua nya aku di Australia,aku deket dan akrab sama mereka dan anak nya si Elisa,sewaktu aku kelas enam SD,waktu itu aku lagi di sekolah,tiba tiba aku dapat telpon dari mama nya Elisa kalau mobil papa aku yang di dalam nya di tumpangi mama,papa,oma dan opa nya aku kecelakaan dan masuk ke jurang,dan mereka semua gak selamat ily.."ujar Ali menangis pilu.
Prilly menatap Ali nanar..
"iya,dan aku langsung buru buru mau cepat pulang,bareng adik sepupu aku yang waktu itu satu sekolah sama aku,karena dia lagi piket,maka nya aku rencana nungguin dia di dekat pagar sekolah,waktu aku hampir tiba dekat pagar,aku lihat dua orang berbadan besar,berbicara sambil memegang foto nya adik sepupu aku,dan seperti nya mereka dari Indonesia juga yang aku denger dari bahasa nya,mereka mengata kan,"ini dia anak yang harus kita lihat apa dia ada di sekolah ini atau tidak,kalau dia tidak ada berarti dia berhasil ikut masuk ke jurang itu,tapi kalau dia ada nanti pulang ber sama anak laki laki kita harus cepat cepat habisin anak perempuan ini juga sesuai perintah bos.."kira kira begitu lah yang mereka kata kan,dari situ aku yakin banget mereka lah dalang atas pembunuhan kedua orang tua aku Prilly,dan gak tau siapa yang nyuruh,maka nya aku cepat cepat lari kelas ade sepupu aku dan membawa nya kabur lewat samping sekolah,dan nitipin dia di sebuah panti asuhan,panti asuhan di sana lah yang dulu sering aku kunjungi bersama kedua orang tua aku Prilly,karena aku merasa dia akan aman di sana ily,karena penjahat penjahat
itu ngincar dia.."ujar ali lesu..
"terus?"ucap Prilly..
"setelah aku merasa aman aku pun lalu menitip kan nya ke ibu panti,aku pulang,di rumah aku sudah di sambut tangis oleh mama dan papa nya Elisa,dan mereka bilang mereka akan rawat aku seperti anak mereka sendiri,tapi mereka akan pindah ke indonsia dan membawa aku juga,mau gak mau aku harus mau bantuin mereka di karena kan mereka baik banget sama aku,tapi aku gak bisa ganti buat bilang kalau adik sepupu aku masih hidup,jadilah aku ke indonesia tanpa dia,tapi aku gak pernah putus kontak SMS ibu kos buat tau kabar nya..
"Jadi kamu sebenar nya udah lama ya di indonesia?"ucap Prilly,Ali pun mengangguk ragu.
"terus kenapa sih kamu gak pernah mau nemuin aku,dan kenapa seprti nya kamu sangat takut sama si Elisa jika dia mengadu pada orang tua ya?" tanya Prilly.
Ali menarik nafas nya sebentar lalu kembali menatap Prilly.
__ADS_1
"Itu lah yang membuat aku bingung ily,itu lah yang membuat aku tertekan gak bisa berbuat apa apa."ujar Ali tertunduk lesu.
"Kenapa,ayo cerita,mana tau aku bisa bantu."ujar Prilly.
"Setelah setahun di indonesia,orang tua nya buat persyaratan sama aku Prill,kalau aku harus menuruti semua kata kata mereka tanpa kecuali,dan mereka bilang,mereka akan nge jodohin aku dengan Elisa setelah Elisa tamat SMA,otomatis setelah setahun aku tamat dong,karena sekolah aku beda setahun sama Elisa,itu semua aku lakuin sebagai bayaran untuk melunasi hutang kedua orang tua aku yang dulu perusahaan nya hampir bangkrut,kalau bukan karena mereka mungkin perusahaan itu gak jalan lagi dan juga bayaran untuk mereka yang telah merawat aku dan biayain sekolah aku Prill"ucap Ali.
"Terus kamu terima persyaratan itu.?"ujar Prilly.
"Aku gak bisa berbuat apa apa ily,aku takut,karna terkadang mereka galak banget sama aku,dan aku juga harus sadar diri,mereka banyak bantu keluarga aku,dan besok lusa aku dan Elisa akan di pindahin lagi ke Australia,karena mereka akan pindah kerja kesana..".
"Apa,jadi kamu mau pergi lagi,hem ya udah lah Ali,terserah kamu aja,mungkin memang ini udah jalan nya,Amel pun pergi ninggalin aku,aku sendirian sekarang."ucap Prilly tertunduk dan menangis.
"Apa,Amel pergi?"ujar Ali.
"Iya,dia kaya nya marah banget deh sama aku,tadi aku gak mau maafin dia!"
ujar Prilly sedih.
Lalu Ali pun perlahan menggenggam jemari tangan ily yang membuat mereka saling memandang.
"Jujur aku gak bisa ily,aku kangen kamu,kangen masa masa dulu,aku gak mau lagi tinggalin kamu,aku ga mau.."ujar Ali..
"Terus gimana cara nya Ali,sedang kan kamu udah terikat dengan perjanjian itu,ayo jawab,kasih tau sama aku gimana caranya"ujar Prilly dengan tangis yang makin menjadi.
Lalu Ali pun memeluk Prilly erat.
Mengusap usap punggung Prilly lembut,mata nya juga di aliri air mata yang deras.
"Aku juga kangen kamu Ali,aku kangen kamu pangeran langit.."ucap Prilly sambil menangis di pelukan ali.
__ADS_1