Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
35#


__ADS_3

Lalu tiba - tiba Elisa mendorong tubuh nya keras hingga terjatuh duduk.


Prilly menatap kaget Elisa yang menatap marah pada nya.


"Ada apa Elisa .?" ujar Prilly panik dan bingung.


"Ada apa Lo bilang ha, semua ini gara - gara Lo, hidup gue hancur semenjak ada Lo muncul di sini, semua gara - gara Lo Prilly, gara - gara Lo kak Ali benci sama gue, gue ga terima ya Prilly, gue ga terima kalau kalian harus bahagia di atas penderitaan gue .!" ujar Elisa tegas .


Prilly pun menggeleng, dan ia pun mulai berdiri sambil mundur perlahan di ikuti langkah maju perlahan oleh Elisa yang terus menatap marah pada nya.


"Elisa, kamu mau apa sebenar nya, aku udah baik ya sama kamu, aku ga tega lihat kamu banyak di hakimi, tapi kenapa kamu tetep jahat sama aku. !" ucap Prilly sambil terus mundur ke sisi kiri loteng yang tidak ada pembatas nya, yang ada pembatas hanya sisi kanan dan depan pintu masuk loteng.


Prilly terpaksa mundur ke sisi itu karna memang Elisa mendorong nya keras ke arah itu.


Dan ia pun kalut dan tidak bisa berpikir jernih lagi.


Prilly pun tiba - tiba menghentikan langkah nya karna ia hampir saja terpeleset jatuh karena sudah di ujung.


Elisa pun tersenyum licik menatap nya.


Elisa pun menghentikan langkah maju nya yang hanya berjarak kurang dua meter dari Prilly yang mundur selangkah lagi saja tentu dia akan terjatuh.


Prilly pun menatap kesal Elisa.


"Jadi Lo mau tau gue mau nya apa, mau gue itu, Lo ga bahagia, kalau gue ga bisa dapetin kak Ali , Lo juga ga boleh dapetin dia, ngerti Lo.!" bentak Elisa marah.


"Bukan nya tadi kamu baik sama aku, kenapa sekarang tiba tiba kamu jadi gini Elisa.?" ucap Prilly cemas.


"Gue akting puas Lo, gue nangis dan kesal bukan karna di olok olok sama mereka, tapi karna gue sakit hati sama kalian bertiga terutama sama Lo, karna Lo biang dari semua ini, kalau Lo ga muncul di sini, gue yakin ini semua ga akan terjadi, nyokap gue sebener nya larang gue buat masuk sekolah ini lagi, tapi Lo tau apa, gue langgar perintah nya karna gue ingin balas dendam sama Lo, dengan pura pura izin pergi ke rumah temen. !" ujar nya sambil tersenyum sinis.


"Asal Lo tau ya Prilly, gue marah banget sama nyokap gue yang nyerah gitu aja, terima dengan pasrah gitu aja hidup keluarga gue jadi hancur kaya gini gara gara kalian.!" umpat Elisa.


"Mama kamu bener Elisa, hidup kalian hancur itu semua bukan gara-gara kami, tapi itu karna ulah kalian sendiri. !" ujar Prilly.


"Diam Lo brengsek, gue ga segan-segan ya dorong Lo saat ini juga. !" umpat Elisa.


Prilly mulai bergidik ngeri menatap mata Elisa yang berapi-api menatap nya.


"Elisa kamu jangan bercanda dong, aku bisa jatuh, ini tinggi banget Elisa. !" cemas Prilly.


Elisa hanya tertawa-tawa melihat Prilly yang ketakutan.


"Haha Prilly Prilly, takut juga Lo, apa ya perasaan nya kak Ali kalau lihat Lo jatuh dari sini ke bawah sana, oh pasti nya sedih banget kali ya, atau bisa gila, atau bisa stres, atau bisa aja dia ikut bunuh diri, tapi gue ga perduli tuh, bagi gue kalau Lo jatuh, itu lucu banget tau, hahaha, ya lucu banget, jadi ga sabar gue kalau Lo jatuh. !" ujar Elisa sambil senyum senyum.


"Kamu udah ga waras Elisa, kamu bener-bener gila, bener kata Amel, kamu itu ga akan bisa berubah, sekali jahat tetap jahat.!" sergah Prilly.


"Diam mulut LO. !" bentak Elisa keras sambil menunjuk wajah Prilly.


Prilly pun tersentak kaget dan terdiam.


Lalu ia melangkah mau maju tapi langsung di cegah Elisa .


"Eits, mau kabur kemana Lo, takut Lo.!"tahan Elisa.


"Udah Elisa, aku ga mau main-main, aku mau Balik ke kelas. !" ucap Prilly mendorong tubuh Elisa dan lalu pergi berlalu tapi tiba-tiba Elisa menarik tangan nya hingga Prilly berbalik ke arah nya dan lalu...


"Buugh".


"Aaww!" Histeris Prilly.

__ADS_1


Elisa tersenyum licik melihat Prilly yang memegang kepala sebelah kiri nya kesakitan.


Sesaat pun mulai terlihat darah mengalir dari kepala nya.


Elisa hanya tersenyum melihat Prilly yang meringis kesakitan sambil santai memegang batu bata di tangan nya.


karna loteng sekolah belum semuanya ada pembatas, masih ada beberapa batu bata milik pekerja disudut depan.


Pekerja hanya bekerja disaat hari Sabtu dan Minggu, disaat sekolah libur.


Elisa memandang nya dengan tatapan remeh.


"Kenapa Prilly, sakit ya, hahaha, em, kasihan deh lo. !" ujar Elisa santai.


"Jahat banget sih kamu Elisa.!" ujar Prilly yang menahan perih di kepala nya.


"Maka nya, jangan terlalu bodoh dan polos jadi orang, hanya modal nangis sedikit aja jadi kasihan, kena kan sekarang.!" ucap Elisa.


"Terserah kamu mau bilang apa, aku mau pergi.!" ujar Prilly bergegas berjalan cepat ke arah pintu loteng sambil menahan luka di kepala nya.


Dan Elisa pun berlari cepat menahan tubuh nya.


"Mau kemana Lo ha, Lo pikir Lo bisa kabur dari gue.!" ujar Elisa sambil mendorong paksa Prilly menuju sisi loteng yang tidak ada pembatas, dan Prilly pun berusaha menahan dorongan dari Elisa.


Karena Prilly ga fokus karna merasa kan sakit di kepala nya, yang darah nya sudah menetes sampai ke seragam nya, dia pun perlahan terdorong menuju sisi itu.


"Elisa, kamu mau ngapain, aku bisa jatuh Elisa. !" ujar Prilly.


"Itu yang gue mau, gue ga akan biarin Lo hidup bahagia, gue ga ikhlas Lo sama kak Ali.!" ucap Elisa sambil terus mendorong Prilly.


"Lepasin Elisa, kamu jangan gila, lepasin aku Elisa. !" umpat Prilly.


"Gue ga akan lepasin Lo, gue akan dorong Lo ke bawah itu.!" ujar Elisa.


Elisa hanya tersenyum licik menatap nya. Saat mereka sudah tinggal dua langkah lagi di tepi pinggiran loteng, Prilly berusaha memegang erat Elisa dan terus mendorong balik Elisa ke depan dan terjadilah aksi dorong mendorong bagi mereka..


"Lepasin gue, Lo jangan pegang kue kuat kuat , lepasin ga tangan Lo dari baju gue. ! bentak Elisa.


Prilly menggeleng cepat.


"Aku ga mau, kalau aku jatuh kamu juga ikutan jatuh.!" ucap Prilly antusias.


"Lo jangan melawan gue ya, gue ga akan segan-segan mendorong kuat Lo saat ini juga, lepasin ga baju gue. !" umpat Elisa geram.


."Aku ga akan lepasin sebelum kamu lepasin aku, aku mau keluar dari sini.!" ujar Prilly.


"Huh, coba aja kalau Lo bisa, Lo pikir gampang lari dari gue. !". ucap Elisa.


Prilly pun merasa kepalanya semakin perih dan sakit ditambah ia harus menahan dorongan kuat dari Elisa.


"Ya Allah tolonglah hamba, Ali kamu dimana, tolongin aku Ali, Amel kamu dimana. !" batin Prilly di dalam hati sambil menangis.


Prilly merasa Elisa terus mendorong kuat tubuh nya sambil berusaha melepaskan genggaman kuat tangan Prilly di baju nya.


Lalu tiba- tiba Elisa tertarik perlahan tapi tetap memegang kuat Prilly.


Prilly menatap tersenyum.


"Amel. !" ucap nya.

__ADS_1


Amel menatap Prilly sesaat lalu menjambak keras rambut Elisa hingga Elisa reflek melepas kan pegangan nya ke Prilly hingga Prilly cepat cepat mengambil posisi aman dekat arah pintu keluar.


"Lepasin Amel sialan, sakit rambut gue.!" bentak Elisa keras.


"Berani Lo ya nyakitin Prilly, mau cari mati Lo, atau mau membusuk di penjara Lo ha.!" bentak Amel tak kalah keras sambil tetap menjambak rambut nya Elisa.


"Terserah Lo mau ngomong apa, gue ga perduli, gue benci sama Lo semua, gue ga akan biarin kalian bahagia.!" umpat nya.


"Oh jadi Lo mau balas dendam.?" ucap Amel .


"Iya, gue takut sama kalian, inti nya gue ga akan biarin kalian bahagia, terutama Lo Prilly. !" ujar Elisa sambil menatap sinis Prilly yang menangis tersedu menatap Amel dan Elisa Yang berdebat.


"Coba aja kalau Lo berani.!" ucap Amel menambah erat menjambak rambut nya.


"Aduh sakit, lepasin gue Amel brengsek.!"ujar Elisa.


Amel hanya tersenyum sinis menatap nya.


"Bisa sakit juga Lo, gue pikir jiwa Lo aja yang sakit.!" sindir Amel..


"Amel, udah Mel, orang kaya dia ga usah di ladeni lagi, yuk kita pergi aja dari sini.!" ujar Prilly.


Amel menoleh ke Prilly yang tak jauh di belakang nya..


"Prilly, mending sekarang kamu turun deh, kasih tau kak Ali dan guru, biar nih anak di DO dari sekolah ini.!" ujar Amel sambil tetap menjambak Elisa yang kesakitan.


"Tapi Mel kamu gimana !" ujar Prilly.


"Udah tenang aja, kamu ga usah Aaww.!" Histeris Amel tiba tiba terjatuh karena Elisa menendang tepat di tulang kering nya.


Elisa yang bebas langsung mendekati Prilly dan menjambak rambut nya, membentur kan kepala Prilly yang sudah luka ke tembok dekat pintu, lalu mulai menarik Prilly paksa ke sisi loteng yang tidak ada pembatas nya.


Mereka pun kembali saling mendorong karena Prilly berusaha menahan agar tak terdorong oleh Elisa.


Amel pun bangkit dan berusaha menarik Elisa agar mundur ke belakang.


"Lepasin gue.!" bentak Elisa ke Amel.


"Lo lepasin dulu Prilly.!" ujar Amel.


"Ga mau gue, dia harus mati, dia ga boleh hidup bahagia sama Ali.


"Elisa Please , berhenti Elisa, kepala ku makin sakit.!" keluh Prilly yang merintih kesakitan karna menahan sakit di kepala nya, ia pun mulai merasakan pusing.


Amel terus menarik Elisa dan menjambak nya, akhirnya Prilly pun terlepas dan ia terduduk menangis, Amel dan Elisa semakin membabi buta, mereka saling dorong mendorong di tepi loteng sekolah yang tidak ada pembatas.


Prilly pun berdiri perlahan menahan sakit dan pusing di kepala nya.


"Aku mohon berhenti, kalian berdua bisa jatuh, Amel Elisa aku mohon berhenti.!" teriak Prilly tapi tak di gubris, mereka pun saling menjambak.


Prilly perlahan berlari ke sisi depan loteng dan menoleh ke bawah dimana masih banyak siswa siswi yang lalu lalang di pekarangan sekolah.


"Tolong... tolong.... !" teriak Prilly histeris sambil menangis.


Teriakan nya mengundang tatapan siswa siswi lain nya yang berada di bawah.


"Siapa tuh .!" kaget Steven pada Ali , lalu mereka menatap intens.


"Prilly.!" ujar Ali.

__ADS_1


"Ya itu Prilly, dan itu Amel dan Elisa, ya ampun, mereka berkelahi Li, dan itu bahaya banget, mereka bisa jatuh Li. !" histeris Steven.


Tanpa menjawab Ali pun langsung berlari menuju loteng sekolah, Steven pun menyusul.


__ADS_2