
**
Mobil terus melaju seiring jalan, Ali terus melirik Prilly yang diam dan menatap ke arah jalan
**
Skip.
Mereka pun tiba di Bandung.
Prilly naik ke teras rumah Bunda nya, sedang kan Amel, Ali dan Steven Naik ke teras rumah lama bekas Ali tepat di depan rumah Prilly.
"Prill, aku ke dalam dulu ya, ntar aku nyusul .!" ujar Amel mendapat anggukan dari Prilly.
Prilly pun mengetuk pintu rumah nya.
"Assalamualaikum bunda. !" ujar Prilly sambil mengetuk pintu rumah.
"Wa'alaikumussalam, hey sayang, Alhamdulillah, kamu udah sampe, yang lain mana.?" ujar Bunda Prilly.
"Itu bunda, mereka lagi di rumah Ali. !" ucap Prilly.
Bunda hanya mengangguk tersenyum.
"Ya udah yuk masuk ke dalem.!" ujar Bunda nya.
Prilly pun masuk menuju kamar untuk menaruh koper nya.
"Kalau laper ayo makan Prilly, ajak Ali dan yang lain nya ya. !" ujar bunda Susi.
Prilly mengangguk tersenyum.
"Ya bunda, oh ya, gimana itu Bun, kabarnya perusahaan bunda, baik-baik aja kan Bun.?" tanya Prilly.
"Alhamdulillah semua nya baik nak, kamu gimana liburan nya di sana, seru gak. !" ucap bunda nya sambil tersenyum senang.
Prilly mengangguk tersenyum.
"Seru kok ma, dan aku seneng banget bisa ziarah ke makam nya Tante Maya dan Om Rio. !" ujar Prilly Sambil tersenyum haru.
"Ya sayang, mama masih ga nyangka, ternyata mereka sudah ga ada, kasihan Ali, dia ternyata mengalami cobaan yang sangat berat di hidup nya, Mama harap, dengan kembali nya dia di kehidupan kamu, dia bisa jadi semangat terus ya sayang, semoga kamu bisa buat Ali ga merasa sendirian. !" ujar Bunda Prilly .
Prilly tersenyum tipis sambil mengangguk, lalu masuk Amel, Ali dan Steven.
Assalamualaikum Tante, maaf ya kita nyelonong masuk, habis pintu depan nggak di kunci. !" cengir Amel.
"Wa'alaikumussalam, ga apa-apa kok sayang, oh ya ayo semua nya duduk, Tante habis masak banyak loh, ayo kita makan bareng ya. !" ujar Bunda Prilly.
Mereka pun menurut duduk, Ali duduk berhadapan dengan Prilly, di tatap nya Prilly yang langsung membuang pandangannya ke arah lain.
"Prilly kaya nya marah banget sama gua.!" batin Ali dalam hati.
"Ali, silahkan di makan ya nak.!" tegur Bunda Prilly membuat lamunan Ali buyar.
"Oh iya Tante, terima kasih Tante. !" ujar Ali kikuk lalu mulai menyendok makanan nya ke piring.
Lalu mereka semua pun mulai memakan makanannya masing-masing.
*
Usai makan malam terlihat Ali, Amel dan Steven sedang menonton televisi .
Tak berapa lama Prilly lewat dari arah dapur menuju kamar nya sambil melewati ruang keluarga, Ali melihat Prilly lewat dan lalu mengejar nya sebelum Prilly masuk ke kamar nya.
"Prilly tunggu. !" cegah Ali Sambil meraih lengan Ali.
"Ada apa sih Ali. ?" ujar Prilly.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, ga mau gabung dulu nonton TV bareng kita. ?" ujar Ali.
Prilly menggeleng .
"Aku lagi males, aku pengen di kamar aja. !" ujar nya.
"Kamu masih marah ya sama aku, aku minta maaf ya sama kamu. !" ujar Ali.
Prilly hanya diam sambil memandang ke arah lain tanpa menatap Ali.
"Aku itu ga ada hubungan apa-apa sama Dena Prilly, aku juga ga ada perasaan apa-apa sama dia, Please, kamu jangan diemin aku kaya gini dong.!" ucap Ali.
"Kamu tenang aja, aku ga ada masalah kok mau kamu dekat sama Dena atau siapapun, itu kan bukan urusan aku Ali, kan kamu sendiri yang bilang, Kita ini cuma sahabat kan, jadi kamu berhak mau deketin siapa aja yang kamu suka, aku ga akan larang kamu kok, yaudah aku mau masuk kamar dulu, aku capek, aku mau istirahat, kalau kalian capek, kamar tamu nya udah di siapin kok. !" ujar Prilly lalu berlalu masuk ke dalam kamar dan langsung menutup nya, meninggal kan Ali yang terdiam kaku mendengar pernyataan dari Prilly.
Ali mengusap wajah nya gusar.
"Ali-Ali, bodoh banget sih Lo jadi cowok, bodoh banget. !" kesal Ali.
***
Skip keesokan hari nya...
Prilly duduk termenung di bangku putih di bawah pohon, di depan nya terbentang danau yang indah, yang masih sama seperti dulu, danau nya tetap sejuk, cantik dan indah.
"Hem, danau ini tetap indah dan sejuk, ga berubah sama sekali, kalau duduk di sini, rasa nya hati aku itu tenang banget. !" ujar Prilly antusias Sambil tersenyum Senang.
"Em, suasana nya masih tetap indah ya kaya waktu kecil kita dulu.!" Ujar Ali yang tiba-tiba muncul dan mengambil posisi duduk di samping Prilly.
Senyum Prilly langsung memudar, dan lalu ia hanya terus menatap lurus ke danau di hadapan nya.
Prilly hanya tersenyum tipis Sambil tetap menatap lurus ke danau di hadapan nya.
Ali menatap Prilly dan perlahan memegang tangan Prilly, membuat Prilly menoleh pada nya.
"Ya, aku juga sama Prilly, hati aku tenang banget menatap danau ini,indah banget. !"ujar Ali tersenyum.
Lalu mencoba melepaskan nya tapi di tahan Ali.
"Kamu apa an sih Ali. !" ucap Prilly.
"Ngga ngapa- ngapain Prilly, aku tuh cuma pengen duduk bareng di sini berdua sama kamu, oh ya, kamu ingat ga Prilly, di danau ini, tempat kita selalu bermain berdua, juga kejar-kejaran berdua, kamu ingat kan, aku ga pernah lupa loh masa-masa itu Prilly. !" ujar Ali tersenyum riang Sambil tetap menggenggam kedua tangan Prilly, dan Prilly juga terpaku menatap nya.
"Oh ya, kamu ingat semua itu. ?" ujar Prilly.
"Ingat dong, kaya begini nih. !" ujar Ali lalu sambil berdiri di hadapan Prilly.
"Kamu ingat kan Prilly yang seperti ini, pangeran, ayo kejar aku pangeran, ayo kejar aku, iya putri salju, awas ya kalau kamu ketangkep, lalu kita kejar-kejaran deh berdua sampai kecapekan dan duduk di bangku ini, terus hampir setiap sore hari Kita habis kan waktu di sini, buat main gabus putih, dan kamu selalu nangis kalau aku isengin kalau aku nya pura-pura kesakitan dan pura-pura pingsan, aku suka banget ngerjain kamu begitu, lihat kamu sedih dan cemas banget takut aku nya kenapa-napa, tapi ujung-ujungnya aku biru-biru deh di cubit kamu karna ketahuan bohong nya ,kamu ingat semua itu kan Prilly, aku kangen banget masa-masa itu. !" ujar Ali Sambil melihat Prilly yang tersenyum hangat menatap nya lalu air mata Prilly pun mengalir di pipi nya membuat Ali menatap nya cemas dan langsung duduk di samping Prilly, memegang pipi Prilly cemas.
"Kamu kenapa Prilly. !" cemas Ali Sambil menatap Prilly yang mata nya terus berkaca-kaca, tiba-tiba tangis nya pecah dan langsung memeluk Ali.
Menangis sesenggukan di pelukan Ali.
"Prilly, kamu kenapa, aku salah ngomong ya, aku minta maaf ya. !" ujar Ali Sambil mengusap-usap punggung Prilly yang bergetar menangis di pelukan nya.
"Aku juga kangen masa-masa itu Ali, aku kangen banget, aku pengen kita kaya dulu lagi, selalu bersama. !" ujar Prilly Sambil terus menangis di pelukan Ali.
Ali tersenyum di pelukan Prilly.
"Kamu tenang, sampai kapanpun aku akan selalu ada untuk kamu, aku ga akan pergi lagi Prilly, aku akan selalu jagain kamu, aku ga mau pisah lagi sama kamu. !" ujar Ali.
"Tapi aku takut Ali, aku takut kamu suatu saat akan tinggalin aku, apa lagi kalau kamu punya pacar nanti nya, kamu pasti ga ada waktu lagi buat aku. !" ujar Prilly yang membuat Ali perlahan melepaskan pelukan nya.
Ali menatap Prilly yang terus menangis menatap nya.
Lalu Ali pun mengusap air mata Prilly dan lalu menggenggam kedua tangan Prilly.
"Kamu jangan nangis lagi ya, aku ga akan pernah lupa sama kamu sampai kapanpun, kamu ingat kan, percakapan kita dari kecil, kalau kita ini sahabat hidup, yang artinya aku dan kamu takkan terpisah, sahabat hidup itu akan selalu tetap tinggal bersama, seperti papa dan mama aku, dan seperti Ayah dan bunda kamu, kamu ingat kan janji aku itu, Prilly, aku itu sayang dan cinta banget sama kamu, ga ada pikiran aku sedikit pun untuk suka sama perempuan lain, contoh nya Dena, ga ada sedikit pun aku terpikir untuk suka sama dia, karna apa, karna aku udah punya kamu Prilly, aku itu sayang banget sama kamu, Please ya, jangan berpikiran yang gak-gak tentang aku, aku sedih kalau lihat kamu sedih. !" ujar Ali.
__ADS_1
Prilly menatap Ali intens lalu melepas paksa t
jemari nya dari genggaman Ali.
"Kamu bohong, bukti nya kamu seketika cuek sama aku kalau udah di dekat cewek itu, aku kecewa sama kamu, !" ujar Prilly kesal sambil membuang pandangannya ke arah lain.
Ali menggenggam tangan Prilly lagi.
"Putri salju. !" ujar Ali membuat Prilly perlahan menoleh ke arah nya.
Ali perlahan berdiri kehadapan Prilly dan lalu ia berlutut di depan Prilly membuat Prilly kikuk dan bingung.
Ali lalu menggenggam jemari Prilly Sambil menarik tangan Prilly perlahan agar berdiri di hadapan nya.
Ali terus menatap intens Prilly yang terdiam menatap nya.
"Putri salju, pangeran langit tuh sayang nya sama kamu, sampai kapanpun itu, dan aku nanti nya mau nikah nya sama putri, hidup bersama dengan kamu, seperti papa dan mama aku, dan seperti Ayah dan bunda kamu, please jangan tolak aku lagi ya, aku ga bisa kalau tanpa kamu, Putri salju, kamu mau kan hidup selalu bersama denganpangeran langit.!" ujar Ali dengan mata berkaca-kaca Sambil menatap Prilly intens yang mata nya juga berkaca-kaca.
Perlahan Prilly pun tersenyum..
"Iya pangeran langit, aku mau hidup selalu bersama dengan pangeran.!" ujar nya tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Putri salju mau kan jadi pacar nya pangeran langit, aku janji, aku akan selalu nyenengin hati kamu Putri, aku akan bahagia in kamu, karna kebahagiaan aku itu adalah selalu bersama kamu, dan selalu melihat senyum kamu Putri, gimana Putri salju mau kan jadi pacar nya Pangeran langit.!" ujar Ali menatap Prilly yang terdiam kikuk.
Perlahan Prilly pun tersenyum mengangguk.
"Iya, Putri salju, mau jadi pacar nya pangeran langit. !" ujar Prilly dan lalu mereka berpelukan erat.
"Terimakasih ya Putri, aku janji, aku akan selalu menjaga kamu, dan bahagia kan kamu semampu aku.!" ujar Ali.
Prilly mengangguk di pelukan Ali.
"Iya Pangeran, aku percaya sama kamu.!" ujar Prilly tersenyum di pelukan Ali.
"Cieee, akhirnya pangeran langit dan Putri salju ga jomblo lagi deh. !" ujar Amel tiba-tiba muncul bersama Steven yang membuat Ali dan Prilly kaget dan melepaskan pelukan.
"Akhirnya, gue seneng Li, lihat Lo berdua bahagia. !" ujar Steven tersenyum.
"Iya, thanks ya, Lo juga, selalu jagain adik gue ya, jangan pernah sakitin dia. !" ucap Ali.
"Tenang aja bro, Lo juga jagain tu Prilly, baik-baik ya Prill, semoga Lo ga makan hati dengan tingkah nya Ali yang bawel.!" ujar Steven mendapat jitakkan dari Ali.
"Aduh Ali sakit tau.!"
"Haha, emang enak, makanya jangan resek Lo kalau ngomong.!" ujar Ali.
"Heh kak Ali, jangan enak aja Lo begitu ke cowok gue, Prilly , jagain tu pangeran Lo, resek banget sih. !" Protes Amel.
Prilly hanya tertawa melihat tingkah mereka.
"Ali, udah kamu ga boleh gitu loh, kasihan tau kak Steven.!" ingat Prilly.
"Alah, orang kaya dia ga perlu di kasihanilah sayang, lihat nih apa lagi kaya Amel gini nih, cocok nya itu di gini in nih, ih lucu banget sih kamu emang enak. !" ujar Ali sambil mencubit gemas kedua pipi Amel yang mengeluh kesakitan, seketika melepaskan nya dan menarik Prilly lari.
"Hey jangan kabur Lo berdua.!" teriak Steven.
"Aaaaaa, kak Steven pipi aku sakit nih, rese banget sih kak Ali. .!" rengek Amel histeris.
"Cup sayang, ga apa-apa, kamu yang sabar ya sayang.!" bujuk Steven.
"Aku ga terima kak, ayo kita bales mereka, Kak Ali, Prilly, berhenti kalian berdua...!" teriak Amel kencang memekakkan telinga, membuat Steven yang di samping nya menutup telinga. Ali dan Prilly hanya tertawa.
Amel menatap kesal mereka lalu ia dan Steven mulai mengejar mereka.
Mereka berempat pun kejar-kejaran sambil tertawa terbahak-bahak di sekitaran Danau dan mengitari pohon-pohon.
TAMAT.
__ADS_1