Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
32#


__ADS_3

Prilly dan Amel sedang duduk di bangku kelas sambil cerita cerita dan sesekali tertawa sambil menunggu bel masuk berbunyi.


"Jadi beneran nih, kamu dan kak Steven udah, cie.!" ujar Prilly pada Amel .


"Apaan sih Prill, ya belum lah, aku mau berpikir dulu lah, lagi pula dia itu kaya ga ada serius serius nya tau ga, kata nya sih dia akan bukti in ke aku kalau dia serius, kita lihat aja nanti. !" ujar Amel.


"Yee, bentar lagi sahabat aku ga akan jomblo lagi dong. !" guyol Prilly membuat Amel melotot geram pada nya.


"Shuut, pelan - pelan dong Prill, malu tau di dengar anak - anak yang lain. " ucap Amel .


"Hehe , iya deh iya. !" ucap Prilly.


"Prill, aku nanya dong. !" ucap Amel.


Prilly mengangguk setuju.


"Gimana perasaan kamu sekarang setelah penantian kamu ga sia - sia, akhir nya kamu ketemu lagi sama kak Ali. !" ucap Amel.


"Ya seneng banget lah Amel, bertahun - tahun aku nunggu, akhir nya kita di pertemu kan kembali.! " ucap Prilly sambil tersenyum senang.


Amel tersenyum memandang nya.


"Kamu janji sama aku ya Prilly, kamu akan selalu bersama kak Ali, kalian ga boleh pisah lagi, harus - harus bersama terus ya, ada ga nya aku. !" ucap Amel membuat Prilly menoleh kaget pada nya.


"Kamu ngomong nya apaan sih Mel, bukan cuma aku dan Ali aja yang harus bersama terus, kita juga dong, kamu , Ali dan aku, kita pokok nya harus bersama terus ya, saling menguat kan. !" ucap Prilly.


"Tapi yang nama nya pasangan itu cuma berdua Prilly, kalau bertiga sama aku nama nya cinta segitiga dong , aku ga mau ya jadi pelakor nya kamu dan kak Ali !" ucap Amel membuat mereka pun saling tertawa , Prilly menatap wajah Amel, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di Amel, tapi Prilly menepis pikiran itu dari pikiran nya.


Tak lama salah satu teman sekelas nya datang dan berdiri di pintu.


"Guys, guru rapat, dan akan masuk nanti di jam terakhir sesudah istirahat, kita semua bebas mau ke kantin atau perpus, asal jangan keluar. !" ucap Angga si ketua kelas.


"Yee. !" murid-murid pun mulai bersorak dan sebagian mulai keluar dari kelas.


Prilly melirik jam tangan nya.


"Belum waktu nya Bel malahan, kita enak nya ke mana ya Mel. ?" ujar Prilly.


"Sebenar nya aku agak males gerak Prill, dari kemaren badan aku ga enak banget..!" ucap Amel lesu sambil membaring kan kepala nya ke meja.


Prilly menatap Amel khawatir.


"Kamu kenapa sih Mel, kok aku lihat beberapa hari ini kurang semangat, dan hari ini kamu kelihatan lesu, kamu istirahat di UKS ya. !" ujar Prilly.


"Nggak deh Prill, aku cuma ga enak badan aja. !" ujar Amel.


"Jujur sama aku, kamu lagi mikirin apa sih?" ucap Prilly.

__ADS_1


Amel menunduk sambil menghela nafas nya, lalu ia beralih menatap Prilly, tak lama Prilly melihat mata Amel mulai berkaca - kaca.


"Amel, kamu ga apa - apa kan.!" tanya Prilly khawatir.


Amel menyeka air mata nya yang akan terjatuh, lalu menarik nafas nya sesaat.


Prilly terus menatap nya menunggu Amel berbicara.


"Amel, kamu kenapa, ngomong dong, aku ga suka lihat kamu yang begini, mana Amel yang selalu ceria dan heboh, kamu kenapa sih,apa perlu aku panggilin kak Ali.?" ujar Prilly.


Amel menggeleng.


"Ga usah Prill, aku tuh cuma kangen banget sama kedua orang tua aku Prill, sebenar nya , hati aku udah berontak banget setelah tau kalau sebenar nya orang tua aku itu di bunuh Prill yang aku pikir selama ini murni kecelakaan, aku ga nyangka Prill, aku pengen ketemu mereka Prill, aku pengen jenguk kuburan mereka. !" Tangis Amel akhir nya pecah di pelukan Prilly, Prilly mengussap - usap punggung Amel menenang kan nya, Air mata Prilly pun ikut menetes .


" Kamu yang sabar ya Mel, aku tau, ini berat banget buat kamu, tapi aku mohon kamu jangan kaya gini dong, aku ga suka lihat nya, aku mohon kembali ceria lagi ya. !" ujar Prilly.


Lalu Amel pun melepas kan pelukan nya.


Amel mengangguk perlahan sambil mengusap air mata nya, begitu pun Prilly.


"Aku ga apa - apa kok Prill, aku hanya kecewa , sedih, dan ga nyangka aja, mungkin untuk beberapa saat ke depan aku belum bisa melupa kan semua nya, aku masih butuh waktu Prill. !" ungkap nya.


Prilly mengangguk mengerti.


" Iya Mel, aku paham, kalau kamu butuh apa pun , teman cerita atau apa gitu, ada aku ya , jangan di pendam sendiri. !" ujar Prilly.


Amel mengangguk tersenyum.


Prilly mengangguk tersenyum.


Lalu sesaat mereka terdiam karena seseorang memasuki kelas, lebih tepat nya mereka kaget.


"Ngapain Lo disini, masih ada muka ya Lo Dateng ke sekolah ini, gue pikir Lo udah berhenti dan cari sekolahan lain.!" bentak Amel tiba - tiba pada Elisa.


Prilly mencoba menenangkan Amel yang emosi.


Yaa Elisa tiba- tiba datang ke sekolah pake seragam sekolah, dan lalu duduk di kursi nya .


"Maaf Amel, gue kan udah minta maaf sama kalian, gue sekarang cuma ingin hidup tenang dan ingin beraktivitas seperti biasa kok,gue janji, gue ga akan gangguin kalian lagi. !" ucap Elisa.


"Bagus Lo sadar, awas Lo ya, kalau sampai Lo coba- coba deketin Gue, kak Ali dan Prilly lagi, awas Lo.!" sergah Amel, lalu Amel menarik lengan Prilly untuk mengikuti nya keluar kelas.


"Amel, seharus nya kamu ga perlu marah - marah begitu tadi, Elisa kan juga minta maaf kan kemarin, kita ga berteman pun lagi ga apa - apa kok, asal kamu jangan marah - marah seperti itu. !" ujar Prilly saat mereka berjalan di lorong sekolah.


Amel memberhentikan langkah kaki nya.


"Prill, kamu tuh ga tau ya, gara - gara ayah nya, aku dan kak Ali jadi kehilangan kedua orang tua aku, dari kecil aku itu udah yatim piatu. !" ujar Amel dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


" Iya - iya Mel, maaf ya kalau aku udah bikin kamu tambah sedih, tapi maksud aku itu ga begitu Mel, aku cuma ga mau kamu jadi dendam dan jadi penyakit di hati. !" ujar Prilly.


Amel hanya diam , lalu ia berjalan berlalu meninggal kan Prilly.


"Yah, ngambek, ya udah deh, aku rasa dia mungkin butuh waktu sendiri untuk menenang kan diri nya. !" Gumam Prilly. Lalu ia menoleh ke kanan kiri, lalu lebih memilih duduk sendiri di bangku taman.


*


"Hay Putri salju.!"


Prilly terbuyar kaget dari lamunan nya mendengar sapaan Ali.


"Ya ampun Ali, kamu bikin kaget aku aja deh. !" ujar Prilly.


" Ya maaf deh, oh ya Amel mana?" tanya Ali seraya ikut duduk di samping Prilly.


"Itu dia Li masalah nya, Amel ngambek sama aku, dan hari ini Elisa masuk sekolah lagi.!" ujar Prilly.


"Apa, dia masuk sekolah ini lagi, berani banget sih dia muncul di hadapan kita semua. !" ujar Ali.


"Udah lah Li, dia juga udah minta maaf kan, selagi dia ga ganggu, ya biarin aja, kan dia juga bayar sekolah di sini. !" ucap Prilly.


"Ya juga sih, terus si Amel kenapa ngambek sama kamu.?" ucap Ali.


"Ya karena aku juga bilang dia ga perlu lah marah - marah ga jelas sama Elisa selagi dia ga ganggu, Tapi Amel malah marah, dia bilang aku ini ga ngerti perasaan dia , dia bilang karna ayah Elisa dia jadi anak yatim-piatu. !" ucap Prilly.


Ali menghela nafasnya gusar.


"Maafin Amel ya Prill, dia hanya lagi terguncang aja, aku yakin dia ga akan lama marahan nya sama kamu .!" ucap Ali.


"Ya aku tau itu kok Ali , tapi Li, aku ngerasa Amel banyak banget yang di pikirin nya beberapa hari ini yang buat dia jadi sedikit banyak diem, ga kaya biasa nya, aku takut nya dia sakit Li. !" ujar Prilly.


"Ya , aku tau itu kok Prill, dari awal sejak dia tau kalau ternyata orang tua kami di bunuh papa Elisa, Amel sempat curhat sama aku, dia menangis sejadi - jadi nya , dia bilang dia benci banget sama Elisa dan keluarga nya, dia juga bilang dia mau mati aja rasa nya, maka dari itu lah aku sering godain dia, isengin dia, agar dia melupa kan pikiran sedih nya Prill, tapi tetap aja aku lihat dia ga terlalu semangat seperti biasa nya, kamu support dia selalu ya Prill, jangan tinggal kan dia di saat hati nya sedang ngga nyaman seperti ini. !" ucap Ali.


"Iya Ali, ga kamu minta pun aku akan tetap selalu ada buat Amel, karna Amel udah aku anggap sebagai saudara sendiri, kamu juga ya Li, harus selalu semangat, jangan banyak pikiran, karna kamu harus selalu ada buat Amel dan aku. !" ucap Prilly.


Ali mengangguk tersenyum.


"Iya, aku akan selalu tabah dan selalu ada buat kalian berdua ya. !" ucap Ali sambil mengusap rambut Prilly lembut.


Tak Lama Steven menghampiri.


"Hey Ali, sorry ya ganggu nih gue, keruang OSIS sekarang ya, kita ada rapat dadakan nih. !" ucap nya.


Ali pun mengangguk dan berdiri.


"Prilly, aku ke ruang OSIS dulu ya. !" ujar Ali.

__ADS_1


Prilly mengangguk tersenyum, lalu Ali pun berlalu pergi, saat Steven mau menyusul, Prilly menahan nya.


"Bentar Kak Steven.!" cegah Prilly.


__ADS_2