
Prilly, Ali, Amel, dan Steven menatap tersenyum keliling sekitar mereka.
Mereka saling menatap senang dan mulai berjalan keluar bandara sambil membawa koper mereka..
"Akhir nya, kita sampe juga ya di Aussie, kita kemana nih kak. ?" ujar Amel pada Ali.
Ali berpikir sejenak.
"Kita ke rumah mama papa aja ya, sekalian nanti gue mau atur jadwal untuk ketemu sama om Rian untuk bicara in masalah perusahaan keluarga. !" jawab Ali mendapat anggukan dari Amel.
*Skip*
Akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Ali dan Amel yang sudah lama kosong tapi tetap terawat oleh orang suruhan pengacara kepercayaan keluarga mereka, yaitu om Rian.
Amel menjatuhkan tubuh nya duduk di sofa di ikuti oleh Steven di samping nya.
"Aduh, capek banget deh gue. !" keluh nya.
"Kamu capek ya sayang, Istirahat dulu sana di kamar, ajakin Prilly tuh. !" saran Steven.
Amel hanya mengangguk setuju lalu menatap Prilly yang duduk diam dan Ali yang sibuk memainkan hp nya sambil sesekali tersenyum.
"Kak Ali, kakak lagi lihat apa sih di hp, kok senyum senyum Mulu. !" ujar Amel.
"Oh, nggak kok, ini lagi baca chat doang. !" ujar Ali lalu lanjut memainkan hp nya lagi.
Amel menatap Prilly yang kikuk seperti ga nyaman.
"Em, Prill, kita ke kamar yuk. !" ajak Amel.
Prilly pun tersenyum mengangguk. Dia pun berdiri dari duduk nya.
"Em, Li, aku ke kamar dulu ya. !" ujar Prilly.
Hening, Ali hanya diam sambil tetap fokus pada hp nya.
Merasa Ali tidak merespon nya Prilly pun berjalan mendekati Amel.
"Yuk Mel.!" ujar Prilly.
Amel menatap heran Ali.
"Kak Ali. !" sentak Amel membuat Ali menoleh kaget pada nya.
"Apaan sih dek.!" protes Ali ketus.
"Lo ngapain sih, sampe Prilly di samping Lo ngomong, Lo ga denger.!" protes Amel kesal sambil melotot pada nya.
Ali pun menoleh kaget ke arah Prilly.
Lalu tersenyum berusaha mencairkan suasana karna sadar atas kesalahannya.
"Em, ya Prill, maaf, tadi ga denger, kamu ngomong apa tadi.?" ujar Ali lagi sambil menghampiri Prilly.
"Nggak, aku cuma bilang aku mau ke kamar sama Amel. !" ujar Prilly.
"Oh gitu, ya udah, kamu istirahat aja dulu di kamar sama Amel ya.!" ujar Ali tersenyum sambil mengacak lembut rambut Prilly lalu kembali duduk di sofa.
Prilly dan Amel pun pergi berlalu menuju kamar di lantai dua.
*
__ADS_1
Amel membuka pintu kamar nya.
"Nah di sini, ayo masuk Prill.!" ujar Amel.
Prilly mengangguk tersenyum dan mengikuti Amel masuk ke dalam.
Mereka menaruh koper di samping lemari pakaian dan berbaring di ranjang tempat tidur.
"Prill.!" ujar Amel pada Prilly.
"Ya .!" jawab nya.
"Aku boleh nanya sesuatu ga sama kamu.!" ujar Amel.
"Ya boleh dong Amel, mau nanya apa sih?" jawab Prilly tersenyum sambil merubah posisi menjadi duduk bersandar di ranjang, di ikuti oleh Amel.
"Kamu lagi ada masalah ya, aku lihat beberapa hari ini kamu kaya banyak bengong, kaya lagi mikirin sesuatu.!" ucap Amel.
"Em, nggak kok, aku biasa aja, ga ada masalah apa-apa kok Mel.!" jawab Prilly berusaha tersenyum tulus pada Amel.
"Kamu jangan bohong Prilly, kita ini udah temenan lama, aku tau kalau kamu ini lagi ada apa-apa nya, karna tingkah kamu itu ga seperti biasa, sekarang cerita sama aku ya, ada apa, apa ada hubungan nya dengan kak Ali, apa ada kak Ali nyakitin kamu gitu. !" ujar Amel.
Prilly menghela nafas nya.
Lalu kembali menggeleng.
"Ngga ada apa-apa kok Mel, ga ada masalah yang penting, aku cuma sedikit merasa Ali cuek aja sih, mungkin dia capek kali ya, kan beberapa hari kemarin kita lagi banyak masalah banget. !" ujar Prilly.
Amel mengernyit kan dahi nya seperti berpikir sejenak..
Lalu mengangguk perlahan.
"Iya sih, bisa jadi, tapi kak Ali bukan cuek sih kaya nya, hanya kurang fokus aja deh kaya nya, bisa jadi karna beberapa masalah kemaren, kamu tenang aja ya, ga usah banyak pikiran, ntar kamu sakit lagi. !" ujar Amel.
Prilly mengangguk tersenyum.
Prilly mengangguk tersenyum.
"Ngga apa-apa Mel, ntar aku nyusul kebawah.!" ujar Prilly.
Amel pun berlalu keluar dari kamar, Prilly pun kembali merenung dan berpikir.
Ia teringat akan tingkah Ali yang sedikit cuek tidak seperti biasa nya, di tambah beberapa hari kemarin Ali terlihat sibuk dengan hp nya.
"Ali kenapa ya, kok agak cuek sih, dan dia seperti lagi sibuk banget sama hp nya, apa Ali udah ga sayang sama aku.!" batin Prilly dalam hati lalu diam sambil mengotak Atik hp nya sambil melihat-lihat galeri hp, melihat-lihat foto ia dan Ali..
*
Amel tiba di ruang keluarga.
Tampak Steven duduk sendiri sambil menonton TV.
"Hay kak.!" ujar Amel sambil duduk di samping Steven.
"Hay sayang.!" ujar Steven tersenyum pada Amel.
"Kak Ali mana ya kak, kok ga kelihatan. !" ujar Amel bingung.
Itu, lagi di teras luar, lagi nelpon kaya nya.!" ujar Steven.
Amel hanya ber oh ria, lalu ikut menonton bersama Steven.
__ADS_1
Tak lama Ali pun masuk dan ikut duduk di sofa samping sebrang Amel dan Steven.
Amel menoleh ke Ali yang tersenyum senang sambil memain kan ponsel nya.
"Kak Ali lagi chat siapa sih, seneng banget kaya nya. !" tanya Amel.
Ali menoleh sekilas pada nya lalu menatap hp nya lagi.
"Lagi chat sama temen Kakak, nama nya Dena, kamu ingat ga.
sama dia ?"
Amel mengernyit kan dahi nya berpikir sejenak lalu dia tersenyum melebar.
"Oh, kak Dena yang tinggal di sebelah kan, temen sekolah kakak dulu. ?" pekik Amel.
Ali mengangguk tersenyum..
"Emang dia masih tinggal di sebelah kak.?" ujar Amel.
"Iya, tapi dia udah lama tinggal di Bali, sekarang dia lagi di sini, cuma dia lagi pergi keluar, kata nya ntar dia akan main ke sini. !" ujar Ali.
Amel hanya mengangguk ber oh ria, Ali kembali memainkan ponselnya.
Di sisi lain tanpa mereka sadari ada Prilly yang di balik tembok samping tangga menuju ruang keluarga terdiam mendengar pembicaraan mereka.
"Dena, siapa dia Dena.?" batin Prilly dalam hati.
Prilly terdiam beberapa detik lalu memilih kembali ke kamar di lantai dua.
*
Prilly memasuki kamar dan duduk lesu di sudut ranjang.
"Siapa dia, kelihatan nya Ali senang banget mau ketemu dia. !" Batin Prilly dalam hati.
Prilly melirik jam di tangan nya menunjukkan pukul 4 sore.
"Udah sore, mending aku mandi dulu deh. !" Gumam Prilly, lalu bergegas siap siap untuk ke kamar mandi tak lupa membawa pakaian ganti nya.
*
Di ruang keluarga Ali, Amel dan Steven tengah asyik menonton TV, lalu Ali membuka pembicaraan.
" Mel, udah sore loh, mending Lo pesen makan deh sana untuk makan malam kita !" ujar Ali .
"Ok siap kak. !" jawab Amel mulai mengotak-atik hp nya.
Lalu Ali teringat akan sesuatu lalu menoleh ke sekeliling ruangan.
"Lagi perhatiin apa Lo kak.?" ujar Amel menatap bingung Ali.
"Prilly mana, ngapain aja sih, kok dari tadi ga kelihatan?" ucap Ali.
Amel hanya mengangkat bahu.
"Tadi sih di kamar, ketiduran kali kak. !" ujar Amel.
"Elo, tumben ke cari an Prilly baru sekarang, tadi perasaan sibuk hp Mulu, Prilly nya di cuekin, ngambek kali dia nya!" timpal Steven tergelak dan dapat jitak kan Ali di kepala nya.
"Sok tahu Lo, mana ada gue cuekin dia, Mel, mending Lo cek Prilly sana, bentar lagi udah jam makan malam, gue mandi dulu ya. !" ujar Ali.
__ADS_1
Amel hanya mengangguk setuju, Ali pun bergegas pergi bersiap untuk mandi, Steven pun melanjutkan menonton TV.