
**
"Waah,piala nya keren banget ily,kalian emang pantes untuk ngedapetin nya."ucap Amel.
"iya makasih ya Mel,oh ya ni kak Ali piala nya."sodor Prilly pada Ali.
"Loh kok malah di kasih ke aku?"tanya Ali.
"Tanpa ada nya kak Ali yang ngiringin aku nyanyi sambil main gitar yang begitu bagus nya,aku belum tentu bisa dapetin ini piala kak,jadi piala ini kakak aja yang simpen ya."ucap Prilly sambil tersenyum,Ali pun tersenyum dan mengambil alih piala itu dari tangan Prilly.
"Tanpa ada kamu yang nyanyi dengan suara yang begitu merdu nya,mana mungkin juga aku bisa menangin piala ini,jadi kamu aja yang simpen ya,kamu kan cewek,cewek pasti lebih bisa merawat ya kan,contoh nya kalung pemberian sahabat masa kecil kamu itu,padahal udah ber tahun tahun loh,tapi masih tetap utuh dan tentu nya karna kamu simpen baik baik,ya kan."ujar Ali membuat Prilly tersenyum tipis sambil menunduk.
"Helooow,kok kalian berdua malah rebutan siapa yang nyimpen piala nya sih,ya udah kalau gak ada yang mau simpen,sini aku aja yang simpan kan biar adil hehe."ujar Amel sambil mengambil piala nya dari tangan Ali,membuat Prilly dan Ali tertawa kecil melihat kelakuan nya..
Lalu tiba tiba
"bruukk.
"Ali terjatuh tersungkur ke tanah karena di senggol oleh seorang siswi.
"Eh,maaf ya kak,maaf,gue bener bener gak sengaja.."ujar nya menunduk takut.
"maka nya lain kali hati hati dong."hardik Ali kesal.
"iya kak maaf,sini gue bantu..
"Gak usah,gue bisa berdiri sendiri,udah pergi aja sana."ucap Ali dan siswi itu pun pergi berlalu,lalu ia pun menoleh ke Amel dan Prilly yang seperti menahan tawa melihat nya..
"Huh,malah pada ngetawain gue,bantuin dong."ucap Ali sambil memberi kan tangan nya pada Prilly,dan Prilly pun membantu nya berdiri
"Ya elah,tadi di bantuin tu cewek gak mau,bisa berdiri sendiri katanya,sekarang malah minta bantuan sama Prilly,modus banget sih kak Ali?"sindir Amel.
"Enak aja,siapa yang modus?"elak Ali sambil menggaruk garuk kepala nya yang tak gatal.
__ADS_1
"Emm,udah jam tiga nih,pulang yuk mel,kak Ali ga pulang?"ucap Prilly.
"iya ni mau pulang,ya udah aku pulang duluan ya Amel,Prilly,emm,mau ke kelas dulu nih ambil tas,bye."ujar Ali kikuk menatap prily.
"bye kak Ali.."jawab Amel dan Prilly yang bersamaan lalu Ali pun mulai ber jalan mundur perlahan sambil membalik kan badan nya untuk pergi menuju kelas nya,baru beberapa langkah Ali berjalan senyum Prilly memudar menatap ke tanah,lalu ia pun cepat cepat mengambil nya,dengan tangan yang bergetar ia memegang benda itu,Amel menatap kaget ke Prilly dan ke benda yang di pegang nya itu...
"DASAR PEMBOHONG KAMU ALI."teriak Prilly penuh emosi.
Ali pun menghenti kan langkah nya dan perlahan membalik kan badan nya.
Ali menganga kaget melihat prilly yang menatap nya penuh marah dengan air mata mengalir di pipi nya,yang sedang memegang kalung liontin milik nya,dengan kelabakan Ali memeriksa kantong nya yang ternyata benar itu kalung milik Ali karna jelas terlihat kalung milik prilly masih tergantung manis di leher nya.
"Em,Prill,prill,aku bisa jelasin semua nya Prill,ini semua sebenar nya."ucap Ali ragu karna ia memang bingung harus mengatakan apa,belum sempat Ali bicara lagi terlihat prilly membanting kasar kalung milik Ali ke tanah,lalu berlari kencang meninggal kan Amel dan Ali yang diam mematung.
"ini nih akibat nya kak kalau kakak itu gak mau jujur,lebih sakit loh kalau dia tau dengan cara seperti ini,apa lagi di bohongi sama orang yang paling di tunggu tunggu nya,sekarang ayo kejar,kakak mau tunggu apa lagi sih,ayo kejar Prilly kak.."umpat Amel kesal lalu berlalu lari menyusul prilly,Ali hanya terdiam mematung lesu,lalu perlahan ia memungut kalung nya di tanah,lalu berjalan lesu menyusul prilly dan Amel..
**
"Aku gak nyangka Mel kalau dia ternyata bohongin aku,selama ini aku tungguin dia Mel,tiba ketemu di sini dia malah pura pura gak kenal sama aku,sakit banget Mel di giniin,sakit banget di bohongin begini,aku benci dia Mel,aku benci dia.."tangis Prilly.
"Sabar ya ily,aku tau kamu pasti sedih banget,aku sebenar nya udah tau sih dari awal karna aku gak sengaja liat kak Ali megang kalung itu juga,aku gak mau kasih tau kamu karna.."ucap Amel terhenti karna tiba tiba prilly melepas kan pelukan nya kasar dan menatap Amel dingin.
"Jadi kamu udah tau semua nya dari awal,tapi kamu gak mau ngasih tau aku,sahabat macam apa kamu ha,sama aja kamu kaya dia tau gak."umpat prilly kesal.
"Tapi ily,aku ngelakuin itu karna..
"Udah stop Amel,aku gak mau denger penjelasan apa apa lagi dari kamu,kamu jahat .."bentak Prilly lalu berbalik badan mau pergi tapi langkah nya terhenti karna Ali brdiri mematung menatap nya,beberapa saat mereka sama sama terdiam,lalu Ali pun berbicara
"ily,please,dengerin penjelasan aku ya."ujar Ali.
"Aku gak perduli lagi,aku udah kecewa banget sama kalian berdua,terutama kamu."tunjuk Prilly pada Ali lalu pergi berlari meninggal kan Amel dan Ali yang terdiam lesu.
"Hemm,yes,rencana pertama gue udah berhasil dan berjalan dengan mulus,saat nya ngelakuin rencana ke dua.."batin Elisa dalam hati dari kejauhan sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
**
"Praaaankk,"
prilly membanting keras menutup pintu kamar nya dan langsung menjatuh kan tubuh nya keatas ranjang sambil menangis sejadi jadi nya tak memperduli kan Amel yang mengejar nya dari tadi.
Amel berlari kecil menaiki anak tangga menuju kamar nya dan Prilly.
"ily,aku boleh masuk kan.."ujar nya tapi prilly diam tak menjawab nya,perlahan Amel pun membuka pintu dan masuk ke kamar nya.
"ily,maafin aku ya ily,aku gak bermaksud kaya gini sama kamu,please maafin aku ya."ujar Amel dan air matanya pun ikut menitik.
"Aku benci SMA kamu dan Ali,aku benci,kalian jahat banget sama aku."tangis nya.
"tapi ily aku.."
"Pergi kamu sana,tinggalin aku sendiri,aku gak mau maafin kamu,kamu udah jahat banget sama aku,aku benci.."bentak nya,Amel pun perlahan berdiri menatap prilly sebentar lalu berlari keluar.
**
"Apa pa,pindah sekolah,tapi pa,Ali lebih suka sekolah di sini,kenapa harus pindah sih pa?"protes Ali.
"Gak ada alasan,mau gak mau kita harus tetep pindah lagi ke australia,dan kamu Ali,kamu jangan membangkang dong,kamu harus sadar diri dan tepati perjanjian itu,paham kamu."bentak papa nya.
"iya Ali,pokok nya tidak ada alasan tidak mau,kamu dan Elisa tetap akan di pindah kan sekolah ke sana,karena sebulan lagi mama dan papa akan pindah juga."ujar mama nya.
"Tapi ma,kenapa gak bareng bareng aja kami pindah nya sebulan lagi bareng mama dan juga papa,kenapa mesti lusa sih ma..?"protes Ali lagi..
"Diam kamu,saya bilang jangan membangkang ya jangan membangkang,ayo ma kita ke dalam,lama lama di sini bisa habis ini anak sama papa."ujar nya lalu berlalu pergi di ikuti istri nya..
Ali hanya menatap tajam ke arah mereka dari belakang.
"Yes,rencana kedua berhasil,dan mungkin ini akan menjadi rencana terakhir gue"batin Elisa senang di dalam hati nya yang berdiri di ruang tamu atas menatap Ali yang berdiri mematung menahan emosi nya.
__ADS_1