
Prilly heran melihat Ali muncul dengan tersenyum.
"Hay Putri salju..!" Ujar Ali.
"Hay juga pangeran langit.!" jawab Prilly sambil tersipu malu.
"Ada apa nih, kok kaya nya happy banget. !" ujar Prilly.
"Alhamdulillah, Amel udah sadar Prilly.!" ucap Ali membuat Prilly tersenyum berbinar.
"Alhamdulillah, aku seneng banget dengar nya Ali. !" ujar Prilly happy.
"Iya, dan Amel ingin ketemu sama kamu.!" ucap Ali.
"Aku mau, kita kesana ya Ali, aku udah makan dan minum obat kok.!" Sela Prilly semangat dan antusias karna senang mendengar kabar Amel sudah sadar..
*
Skip..
Prilly masuk ke kamar Amel dengan kursi roda yang di dorong oleh Ali.
Amel yang sedang makan di suapi oleh Steven tersenyum menatap Prilly.
"Hay Amel sayang.!" ujar Prilly sambil merentangkan tangan nya dan berpelukan sebisa mereka, dimana Prilly di kursi roda dan Amel setengah duduk di ranjang.
"Gimana keadaan kamu.?" ujar Amel.
"Aku tentu baik-baik aja Mel, justru aku yang kawathir sama kamu, kamu gimana keadaan nya, gimana rasa badan kamu, ada yang terasa sakit ga.?" ucap Prilly antusias.
Amel menggeleng tersenyum.
"Udah, ga usah terlalu kawathir, aku ga apa-apa kok Prill.!" ujar Amel tersenyum.
"Ya udah, sekarang habisin dulu nih makan nya, baru ngobrol lagi sama Prilly. !" potong Steven di sela obrolan Prilly dan Amel, hingga membuat gelak tawa di antara mereka semua.
*
Skip..
Bel pulang sekolah berbunyi.
Prilly keluar kelas dan sudah ada Ali di pintu kelas nya.
"Hay Li, gimana, jadi kan kita ke tempat Amel.?" ucap Prilly.
"Jadi, yuk berangkat.!" ujar Ali.
Mereka pun berjalan menuju parkiran sekolah.
"Gimana Li, kapan kata dokter Amel udah boleh pulang.?" tanya Prilly.
"Kalau nanti semua nya baik, sore ini Amel udah boleh pulang. !" ujar Ali.
Prilly mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Kalau dia di bolehin pulang sore ini, nginep di rumah aku aja ya Li, soal nya kan Amel masih kurang sehat, kalau pulang ke rumah kamu ntar siapa yang fokus jagain dia.!" saran Prilly.
"Siap tuan putri.!" jawab Ali sekenanya dengan tangan hormat menghadap Prilly, membuat Prilly tergelak.
Mereka pun tiba di tempat parkir dan Ali mulai mengambil motor nya dan menghampiri Prilly .
Prilly pun naik ke boncengan motor Ali.
"Prill, menurut kamu gimana, Amel minta aku bawa dia ke Aussie, dia pengen ke makam orang tua nya. !" ujar Ali sambil mengendarai motor dengan kecepatan sedang.
"Ya gimana baik nya aja Li, kalau kamu mau, ya bawa dia kesana, kasihan juga lihat Amel, dia kangen banget itu sama kedua orang tua nya, aku lihat, dia jadi semangat dan keadaan nya jadi membaik saat kamu setuju akan bawa dia kesana. !" saran Prilly.
Ali hanya mengangguk setuju.
Tak lama tiba lah mereka di rumah sakit di tempat Amel di rawat.
Mereka pun berjalan di lorong rumah sakit menuju ke ruangan Amel.
*
klik.
Amel melirik ke pintu nya yang terbuka.
lalu terlihat lah Ali dan Prilly muncul.
"Hay sayang.!" ujar Prilly sambil berlari kecil ke Amel , dan mereka pun berpelukan sesaat.
"Gimana keadaan kamu Mel..?" ucap Prilly.
"Bisa di lihat kan, aku udah sehat tau, dan nanti sore aku udah boleh pulang..!" ujar Amel girang bersama Prilly .
"Yee, nginap di rumah aku ya, sampe kamu sembuh total. !" ujar Prilly.
Amel mengangguk tersenyum..
"Kak Ali, Kak Steven mana, tumben belum datang.!" ujar Amel..
"Oh dia tadi ga masuk sekolah, dia izin, kata nya ada acara keluarga. !" ujar Ali.
Amel hanya mengangguk tersenyum.
" Em, Kak Ali. !" ujar Amel lagi membuat Ali yang duduk di sofa menoleh lagi ke arah nya.
"Ya Apa.?" ujar nya.
"Siap ujian jadi ya ke Aussie, dan Prilly sama kak Steven harus ikut ya. !" ucap Amel.
"Iya Amel sayang, Prilly dan Steven bakalan ikut kok, ya kan Prill.!" ujar Ali..
Prilly mengangguk tersenyum..
"Alhamdulillah, Aku seneng banget loh Prilly kalau kamu ikut. !" semangat Amel.
"Mel, kakak mau ngomong serius nih sama Lo.!" ujar Ali serius tiba-tiba.
__ADS_1
"Mau ngomong apaan sih kak, jangan bikin gue takut deh. !" ujar Amel penasaran.
Prilly hanya diam mendengar kan.
"Em, Lo jangan galak-galak lagi ya ke Steven, dia itu sayang dan baik banget sama Lo Amel, asal Lo tau ya, dia kelihatan terpukul banget ngelihat Lo celaka kaya kemaren, dia juga selalu jagain Lo sampe nunggu Lo siuman, gue harap Lo bisa lebih baik ke Steven nya. !" ujar Ali.
Amel hanya terdiam sesaat.
"Gue takut aja kak, gue ini ga cocok sama kak Steven, kak Steven terlalu baik gue rasa, di tambah ada cewe marah banget sama gue gara-gara deket sama kak Steven.!" lirih Amel pelan.
"Oh, maksud Lo si Angel, udah, dia itu ga usah di gubris, dia memang kecentilan anak nya, orang ga suka dia nya aja yang ke PDan, gue yang jamin Steven itu ga ada tertarik sedikit pun ke Angel. !" ujar Ali.
Amel hanya mengangguk tanda mengerti.
"Ya udah lah, ga usah Bahas itu dulu, mending sekarang kak Ali tanyain dokter tuh, jam berapa gue boleh pulang, udah bosen tau gue disini.!" ujarnya tersenyum renyah.
"Ok bentar ya. .!" jawab Ali lalu keluar ruangan Amel.
*
Tak lama Ali pun datang bersama dokter.
"Hay Amel, sekarang Amel sudah bisa pulang, tapi inget, harus minum obat yang teratur ya, habiskan obat nya di rumah. !" jawab dokter Ana.
"Siap dokter .!" jawab Amel tersenyum semangat.
"Yaudah, untuk saat ini semua nya sudah baik, 2 hari ini istirahat total dulu dirumah, baru boleh beraktifitas kembali ya. !" ujar dokter Ana mengingat kan semua sambil menatap Amel, Ali dan Prilly dengan senyum ramah nya.
"Baik dokter.!" ucap Mereka.
"Baik, kalau gitu saya permisi dulu, selamat sore.!" ujar dokter Ana lalu berlalu pergi ke luar.
"Yaudah, sekarang waktu nya kita beres beres ya. !" ujar Prilly.
Ali dan Prilly pun mulai beres-beres untuk membawa Amel pulang ke rumah.
*Skip*
Ujian Pertengahan tahun pun selesai, mulai besok sekolah akan di libur kan selama dua pekan.
Ali, Prilly, Steven dan Amel sedang bersantai di balkon rumah Ali dan Amel.
"Jadi kapan nih kita berangkat nya. ?" ujar Amel.
"Paling tepat sih Sabtu aja, biar kita siap-siap dari sekarang ya. !" ujar Ali.
Amel, Prilly dan Steven mengangguk setuju.
"Yes, Amel ga sabar banget, kita akan ketemu Mama Papa kak. !" ujar Amel riang.
"Yadeh iya, tapi inget, minum obat kamu.!" ujar Ali.
"Iya loh Mel, obat kamu harus abis, setelah habis kita kontrol dulu ke dokter Ana, kalau kamu di nyatakan sehat, baru kita berangkat ya. !" ujar Prilly.
"Iya Prilly sahabat ku sayang, tenang aja, nanti malem, terakhir obat nya abis, jadi besok kita kontrol yaa. !" ujar Amel.
__ADS_1
*Keesokan harinya.