
"Maafkan kakak dek,maafkan kakak,kakak aja bingung gimana caranya harus keluar dari masalah ini,kakak gak mau lo ikut terjerumus kedalam masalah ini,Ya Allah lindungilah selalu dua orang yang sangat hamba sayangi,putri salju dan adik gue."gumam Ali sendiri,lalu ia berjalan menuju motornya meninggal kan taman itu..
#skip.
"Dari mana kamu Ali."ujar seseorang dingin saat Ali memasuki rumah.
"Dari rumah temen pa."ucap nya dengan nada takut.
"Kalau mau pergi itu bilang,jangan diam diam begini,itu si Elisa sampai nangis gara gara kamu pergi diem diem katanya,dasar anak gak tau di untung kamu,udah,sana masuk..!"ujar nya.
Ali perlahan mengepal kan tangan nya keras sambil menunduk,tak tau kenapa ia selalu emosi kalu di perlakukan seperti itu,tapi tak tau kenapa juga ia tak bisa melawan,lalu Ali pun melangkahi kakinya untuk perlahan menaiki anak tangga menuju kamar nya.
**
"Elisa,kenapa kamu,kok nangis.!"ujar Prilly saat melihat Elisa memasuki kelas menangis tersedu.
"Gue kesel banget,kak Ali selalu aja sibuk dengan kegiatan OSIS nya,gue di cuekin mulu..!"ucapnya.
"ihhh kamu kaya apaan aja sih,kak Ali itu kan kakak kamu,bisa ketemu tiap hari keles di rumah.!"ucap Amel.
"Tapi gue tetep gak rela Amel,sampai kapan pun gue gak akan rela,gak mau kak Ali nyuekin atau pun tingalin gue,ga akan pernah.!"bentak Elisa lalu berlari keluar.
"Dasar cewek aneh.!"umpat Amel.
"Shuut,Amel kamu gak boleh gitu ngomongnya.!"ujar Prilly.
"Habis dia itu ngebetein banget tau gak,emang kak Ali itu siapanya sih sampe takut kehilangan,kaya pacaran aja,pacaran juga gak selebay itu kali!"ucap Amel.
"Udah biarin aja,ngapain kamu yang sibuk sih,atau jangan jangan kamu cemburu ya,karna kamu suka sama kak Ali.
"Ha cemburu?,tapi gak apa apa juga sih,kan kak Ali ganteng banget hehe..!"ujar Amel cengengesan.
"Huu,dasar ke genitan kamu..!"lalu masuk lah sesosok yang membuat semua duduk rapi dan mata mereka tertuju padanya,terlihat ada juga yang berbisik sambil memandang genit ke arah nya,ada juga yang hanya menatap nya kagum sambil cengengesan,ya siapa yang tidak tertarik dengan ketampanan nya itu,udah ganteng ketua OSIS lagi.
"Hai adik adik semuanya.!"
"Hay kak Ali..!"jawab mereka tapi rata rata yang terdengar hanya cewek yang menjawab.
"Maaf ya kalau kakak harus mengganggu waktu istirahat kalian sebentar,karna minggu depan sekolah kita akan mengadakan acara perlombaan,yang terdiri dari lomba bernyanyi,drama dan olahraga,jadi setiap kelas diambil tiga orang saja ibaratnya perwakilan,ada yang mau mengajukan diri."ujr Ali.
__ADS_1
Lalu terlihat Amel mengangkat tangan.
"Ya kamu.!"tunjuk Ali pada Amel.
"Gimana kalau temen saya ini ikut lomba nyanyi kak,dia keren loh kak suaranya.!"ujar Amel mendapat tatapan melotot dari Prilly.
"Emm,okey gak masalah,jadi kamu ya yang nyanyi ya,siapa nama kqmu,oia Prilly!"ujar Ali sambil mencatat namanya.
Prilly hanya memandang resah ke Amel,sedang kan Amel hanya cengar cengir saja.
"Okey,apa ada yang mau lagi,masih ada dua lagi yang kosong,untuk perlombaan drama dan olahraga,.!"ujar Ali sambil memandang ke semua siswa siswi,lalu ia pun bicara lagi.
"Okey,kalau nanti ada yang mau temuin saya di ruang khusus atau kakak anggota OSIS lainnya,permisi."ucapnya lalu berlalu.
"ih Amel,kenapa kamu daftarin aku sih?"protes Prilly.
"Hehe bagus dong,kenapa kamu marah,ini kan untuk mengembangkan bakat nyanyi kamu juga kan.!"ujar Amel.
"Huh dasar kamu.!"umpatnya kesal dan Amel hanya tertawa.
**
"Tuh pergi gih sana,kan kamu bisa sekalian ketemuan tuh sama si kakak ganteng.!"ujar Amel.
"iih kamu aneh banget si Amel,kok kamu maksa banget ya aku haruss..
"udah sana cepetan.!"belum selesai Prilly bicara ia sudah dindorong Amel keluar kelas,dengan tampang kesal pun Prilly pergi.
"Eh eh,mau kemana dia Mel.?"ujar Elisa saat mau memasuki kelas.
"Mau latihan buat perlombaan,emm,dari pada kamu bengong di sini temenin aku ke kantin yuk!"ajak Amel paksa.
"Eh Mel,tapi gue ga laper dan gue mau nyari kakak gue.!"pekik Elisa.
"Yang nyuruh kamu makan siapa,kan aku cuma minta temenin tau,ntar aja cari kakak kamu,jangan kaya anak kecil deh Elisa,sesekali tanpa kakak kamu kenapa sih!"ucap Amel.
Elisa hanya pasrah dan memutar bola matanya kesal.
Prily berjalan perlahan memasuki ruangan itu yang terlihat ada beberapa siswa dan siswi,ada yang sedang latihan drama dan bernyanyi,lalu..
__ADS_1
"Eh Prilly,sini lo.!"terdengar suara memanggil di belakangnya.
Prilly pun menoleh.
"Kak Ali.?"gumamya.
"Kemari ayo latihan.!"ucap nya.
Prilly pun mendekat.
"ini pegang gitar nya dan lo nyanyi sekarang,biar gue dengerin.!"ucap Ali.
"Lagu apa ya kak?".ujar Prilly kikuk.
"Terserah"ucap Ali.
Prilly pun dengan kikuk menerima gitar itu,dan perlahan jemari nya mulai memainkan senar gitar itu,dan mulai lah dia bernyanyi.
"Bintang terlihat terang saat dirimu datang,cinta yang dulu hilang,kini kembali pulang...
lihat lah ku mulai bernyanyi coba merangkai mimpi cinta yang dulu pergi kini datang kembali..
(intro)
ntah angin apa,Ali pun terhanyut dan ikut bernyanyi bersama Prilly di bagian reff dengan mata mereka yang saling terpaku bertatapan.
"Wajah mu mengingat kan ku dengan kekasih ku dulu,wajah mu mengingat kan ku,dengan masa lalu ku..
Kekasih yang dulu hilang kini datang kembali pulang,akan kubawa dia terbang,damai bersama bintang,kekasih yang dulu hilang,kini datang kembali pulang,betapa senang ku dendang kan dan tak kan ku lepas kan.."
Dan mereka pun mengakhiri nyanyian nya dengan saling menatap dan melempar senyum kemudian terdengar..
"prook prook."tepuk tangan dari semua siswa siswi yang berada di sana dan menatap mereka berdua kagum.
"Sumpah,kalian keren banget,kenapa kalian gak duet aja,atau satu main musik satu nyanyi,pasti nanti keren banget tu kaloborasi dari kalian berdua,ya gak guys..!"ujar Rio sang wakil ketua OSIS.
"Ya bener banget tuh bener..!"ucap rata rata semua siswa siswi di sana.
Prilly hanya tersenyum simpul dan sesekali hanya menatap Ali yang tersenyum tipis menghadap ke siswa dan siswi.
__ADS_1
"Gimana li,lo mau kan duet sama dia.?"gumam Rio.