Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#26


__ADS_3

Ali dan Prilly saling menatap kaget lalu menoleh ke Amel yang berdiri menatap mereka sambil berkacak pinggang.


"Eh bocah edan,Lo ngagetin gue aja tau ga Lo,kalau gue jantungan terus mati gimana,siapa yang hidupin Lo ha,mau Lo jadi sebatang kara.!" umpat Ali kesal.


Prilly hanya tersenyum sambil geleng-geleng melihat mereka.


"hehe, jangan dong kak,ntar siapa yang kasih gue jajan,lagi pula ya,gue kira Prilly di culik, di cari cari, eh ternyata malah disini tidur sama Lo sambil berpelukan,hayo,habis ngapain Lo pada semalem ha..!" ujar Amel.


Ali melempar kesal bantal ke Amel.


"Anak kecil ga perlu tau,udah pergi Lo sana,gangguin orang lagi kasmaran aja Lo.!"ujar Ali sambil merangkul Prilly yang hanya senyum-senyum.


Amel menarik Prilly seketika jadi berdiri di dekatnya yang membuat Ali melotot geram padanya .


"Ga ada mesra-mesra an,kalian berdua ga lihat apa,ini udah jam setengah enam ooy, waktunya mandi dan sekolah,ayo Prilly.!"ujar Amel sambil menarik Prilly keluar.


"Huh,dasar di bocah resek,ga bisa lihat kakak nya Seneng dikit tu anak.!" keluh Ali lalu berlalu ke kamar mandi.


**


"Ayo Prilly pokoknya kamu harus jujur sama aku,kamu ngapain bisa tidur bareng kak Ali di sofa itu?" ucap Amel pada Prilly yang Sedang memakai kaos kaki dan sepatunya.


'Ya ampun Amel, berapa kali sih aku harus bilang,aku udah jujur loh,kita cuma ngobrol ngobrol terus ketiduran,nggak ngapa-ngapain kok,masalah pelukan itu ya karna aku kedinginan terus dia meluk.!" jelas Prilly membuat Amel menatap nya serius.


"Okeh,aku akan coba percaya sama kamu, tapi apa kamu ga takut ya,kamu kan ketiduran tuh,mana tau si kak Ali jangan jangan dia...


"Aau,aduh sakit,siapa sih yang jewer telinga gue, eh kak Ali.!" ujar Amel sambil nyengir.


"Oh gitu,hebat Lo ya,mau jadi adik durhaka Lo, jelek-jelek in kakak nya sendiri.!"umpat Ali kesal.


"Hehe ampun kak,orang bercanda doang kok,ya kan Prilly.!" ucap Amel.


Prilly hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala..


"Banyak ngeles Lo, yaudah yuk berangkat,ntar telat.!"ujar Ali seraya mendekat ke Prilly, dan memegang tangannya untuk mengikuti nya keluar.


"Eh , eh , kok gue ditinggal sih.!" teriak Amel seraya berlari menyusul Ali dan Prilly keluar rumah.


*

__ADS_1


"Hey Amel cepetan.!" teriak Ali yang sudah siap duduk diatas motor dengan Prilly di boncengan nya.


"Iya iya ah, cerewet banget sih kak.!"ujar Amel seraya menaiki motor Prilly.


"Udah ayo jalan,gue di depan ya,abis gue males dibelakang buntuti kalian berdua yang lagi kasmaran.!"ketus Amel Seraya melajukan motornya.


"Makanya cari pacar Lo,tapi gue lupa,mana ada yang mau sama cewek kaya Lo, Haha.!"ledek Ali yang hanya dibalas uluran lidah dari Amel.


"Eh Ali ga boleh gitu,gitu-gitu kan dia adik kamu.!"tegur Prilly.


"Hehe,iya-iya,aku cuma bercanda doang kok,oh ya,kayanya ada masalah deh,jadi ni motor cuma bisa lari dengan kecepatan dua puluh gini.!"ujar Ali.


"Loh,kok bisa,pelan banget sih,kalau kaya gini kita bisa telat nyampe sekolah nya,liat tuh Amel udah jauh,emang apa sih masalahnya.?"keluh Prilly.


"Em,dia bisa sih jalannya agak cepat,asal..!"


"Asal apa.?"tanya Prilly bingung.


"Asal tangan kamu nya disini.!"ucap Ali sambil membimbing tangan Prilly melingkar di pinggangnya, membuat Prilly senyum tersipu di belakang nya.


"Yee, bilang aja kamu modus pengen di peluk sama aku,ya kan .!"protes Prilly Dengan posisi tetap memeluk Ali sambil tersenyum.


"Em,kenapa, emang kamu ga suka ya.!"ujar Ali tetap fokus mengendarai motor.


"Ya gimana mau cepat,pelukannya pelan banget, ga kerasa tuh erat nya .!"


"Aduh.!" keluh Ali karna tiba-tiba Prilly mencubit pinggang nya.


"Gimana,mau aku cubit lagi?"


"Hehe , iya iya aku cepetin deh iya. !"ujar Ali sambil mulai menambah laju motornya.


*


"Ya ampun, lama banget sih Lo berdua,dari mana aja sih Prilly.?"Teriak Amel saat Prilly memasuki kelas dengan di antar oleh Ali sampai ke bangkunya.


"Eh,Lo itu anak siapa sih,berisik banget.!"ujar Ali sambil menyentil kecil bibir Amel.


"Habis lama banget sih kak Lo berdua nyampenya?" ujar Amel lagi sambil cemberut.

__ADS_1


"Tadi itu ada sedikit gangguan di jalan.!"jawab Ali sekenanya.


"Hah , gangguan apaaan,Prilly ,emang bener ya,tadi ada masalah dijalan.?"ucap Amel yang kini beralih menatap Prilly yang disamping nya.


Prilly menggeleng kan kepalanya.


"Nggak ada apa-apa kok.!"jawab Prilly sambil tersenyum,membuat Amel seketika melotot ke arah Ali.


"Bohong Lo ya.!"umpat Amel.


"Bener kok, gangguan nya itu tadi karna Prilly ga meluk gue,makanya tuh tarikan motor kurang kencang, hehehe.!"


"Iiih dasar kakak genit Lo, pergi Lo sana,kelas Lo bukan disini.!" teriak Amel.


"Yee, kenapa Lo,syirik nih ye,wleeekk .!"ejek Ali dan langsung ngacir lari keluar sebelum Amel menendang nya.


Sedangkan Prilly hanya tertawa melihat tingkah mereka.


"Iih,kok kamu ketawain aku sih,kalian berdua sama aja, nyebelin,resek,suka ngeledek.!"gerutu Amel membuat Prilly menghentikan tawanya.


"Cup cup cup,jangan nangis dong,aku cuma bercanda Amel, hehe,ntar aku traktir eskrim deh sebagai ucapan maaf.!"ujar Prilly membuat Amel tersenyum berbinar.


"Hah,seriusan,ok,maaf kamu di terima,tapi tidak untuk kak Ali.!"ujar Amel mantap.


"Kalian berdua itu lucu banget sih,berantem mulu kerjaannya .!"ujar Prilly.


"Gimana ga berantem,kamu lihat kan,dia duluan yang nyari gara-gara sama aku .!"protes Amel kesal.


"Masa sih,perasaan sama aja deh berdua,sama-sama saling usil.!"ujar Prilly membuat Amel menatap nya cemberut.


"Tuh kan Prilly,mulai deh mojokin aku lagi.!"rengek Amel.


"Hehe,gitu aja ngambek.!"ucap Prilly.


*Di saat jam istirahat..


"Halo,iya dengan saya sendiri,APA,kok bisa,oh tapi ya sudah lah,baik pak, terima kasih ya pak.!" Ali pun menutup telpon nya,lalu duduk di bangku taman sambil memasukkan kembali hp ke sakunya.


"Telpon dari siapa Li.!" Ali reflek membalik badannya karna kaget.

__ADS_1


"Eh , Prilly,ini pak polisi yang nanganin kasus itu tadi yang nelpon.!"ujar Ali.


"Oh ya,terus apa katanya.?"ujar Prilly seraya langsung mengambil posisi duduk di samping Ali .


__ADS_2