
Elisa berjalan kesal mendekati Ali,Prilly dan Amel.
"Kakak bilang hanya sebatas latihan nyanyi,kakak megang gitar dia nyanyi,kenapa sekarang yang di pegang pipi nya,lo itu pembohong kak.!"bentak Elisa.
"Dek,kamu salah paham,tadi itu Prilly kelilipan mata nya,jadi kakak bantu niupin doang kok,ga lebih.!"jelas Ali.
"Gak perduli,mau kelilipan kek,mau apa kek,tetep aja kakak udah bikin Elisa kesel,kak Ali jahat,kak Ali resek,kak Ali pembohong.!"bentak Elisa lalu beralih tajam menatap Prilly.
"Dan elo kegenitan banget jadi cewek tau,lo suka kan sama kak Ali,gue benci lo Prilly.!"umpat Elisa.
"Emm,Elisa kamu ngomong apaan sih,kamu salah paham,lagi pula kamu kan hanya adik nya kak Ali kan,jangan bertingkah seolah olah kamu itu pacar nya deh?"ucap Prilly dan "plaakk"satu tamparan dari Elisa tepat mendarat di pipi Prilly yang membuat Ali dan Amel melotot kaget sedang kan Prilly hanya menunduk terdiam tanpa membalas perbuatan nya.
"Kalau lo gak tau apa apa lo diem aja,gak usah banyak bacot.!"bentak Elisa.
"Elisa..!"bentak Ali sambil melotot pada nya,terlihat raut emosi di wajah nya,rahang nya mengeras dan tangan nya mengepal menahan emosi.
"Lo keterlaluan tau,lo kasar,kakak gak suka ya kamu begini,kamu itu berfikir dulu kalau mau bertindak,jangan asal nuduh aja..!"umpat Ali membuat Elisa menatap nya kaget.
"Waw hebat ya,kakak udah berani ya ngebentak aku sekarang,hanya karna dia,kakak marahin aku,hanya karna belain dia,dasar ya ini semua gara gara lo..!"Elisa berniat lagi menampar Prilly tapi cepat di tahan oleh Ali.
"Sekali lagi kamu tampar dia kakak yang akan balik menampar kamu,karna kamu telah keterlaluan.!"umpat Ali datar.
Sengan kasar Elisa menepis tangan Ali hingga lepas dan perlahan ia berjalan mundur sambil menunjuk Ali dengan tatapan marah.
"lihat aja,aku ga tahan lagi,aku akan kaduin semua nya ke mama dan papa,gue benci lo Ali..!"teriak Elisa langsung membalik badan dan pergi berlari..
Amel menghembus kan nafas lega setelah Elisa pergi.
ia menatap Ali yang memperhati kan Prilly yang menunduk dan menangis,ya Prilly menangis.
"Sorry ya Prill,karna gue,Elisa jadi nampar lo.!"ucap nya.
__ADS_1
perlahan Prilly mengangkat wajah nya sambil mengusap air mata nya dan tersenyum tipis ke Ali.
"Nggak apa apa kok kak,aku cuma kaget aja tadi.!"ujar Prilly.
Amel mendekat ke mereka dan menatap Ali kesal.
"lain kali ajarin tu adik kakak,yuk Prill,kita pergi.!"tarik Amel dan mereka pun berlalu mninggal kan Ali yang mematung.
Ali mengusap wajah nya gusar..
"Arrgghh sial..!"tinjunya pada sebuha pohon yang berada di dekat bangku taman itu.
"PRAAANGG." Pecahan vas bunga berserakan di mana mana karna di lempar keras.
"Jangan sampai kesabaran papa habis ya Ali karna ulah kamu ini,kamu itu anak yang tak tau di untung tau kamu.!"umpat nya kasar.
Ali yang terduduk di lantai hanya menatap tajam ke arah papa nya itu,terlihat tepi bibir nya membiru dan berdarah.
"ingat ya ini belum seberapa buat kamu,jangan sampai kamu mendapat pukulan yang lebih menyakit kan lagi dari ini..!"ujar seorang wanita yang duduk santai di sofa bersama anak perempuan nya yang ikut tersenyum sinis sambil melipat kedua tangan nya di dada.
"Kenapa kamu melotot begitu ha,melawan kamu sama papa,ayo katakan apa yang kamu pendam di hati kamu.?"bentak nya kasar.
"Seharus nya papa gak brbuat kasar sama Ali seperti ini,apa salah Ali,Ali hanya menolong teman Ali,Prilly itu teman Ali dan Elisa,seharus nya Elisa gak bertindak seperti itu..!"ujar Ali penuh emosi.
"Elisa pantes dong seperti itu,karna kakak udah melanggar perjanjian kita.!"bentak Elisa.
"Tuh kamu dengar sendiri kan,ingat,jangan pernah kamu membantah lagi.!"umpat nya lalu berlalu pergi.
**
"Hay kak Ali,gak nyangka deh ketemu,kaka ngapain di sini.?".
__ADS_1
Ali yang sedang santai duduk main gitar pun menoleh.
"Ya ampun kak Ali,bibir kaka kenapa luka begini.!"histeris nya.
Ali kelabakan dan sedikit kikuk melihat Prilly di hadapan nya yang dengan cemas menatap nya.
"Eh,stss aww,emm,udah udah gue ga apa apa kok Prill,cuma cedera ringan aja kok.!"ringis Ali kesakitan karna bibir nya yang luka di sentuh oleh Prilly.
"Ga apa apa gimana sih kak,luka begini juga,kakak kenapa,ayo jujur sama aku,kakak abis berantem ya!"ucap Prilly seraya duduk di samping Ali.
"Nggak apa apa kok Prill, bener serius deh.!"ucap Ali lagi meyakinkan.
"Nggak apa apa gimana sih kak,coba lihat diri kakak,duduk melamun sendiri di sini pake baju seragam,tapi tadi kakak ga masuk sekolah,aku cariin loh kekelas nya kakak untuk latihan,tapi kakak nya ga masuk,dan sekarang malah nemuin kak Ali di sini dengan bibir yang terluka gini,kak Ali ada masalah ya,kak kan aku udah bilang sama kakak,kita ini udah jadi teman kan,jadi kak Ali jangan sungkan untuk curhat sama aku,sekarang aku tanya kakak kenapa?"ujar Prilly lembut.
"Emm,gue berantem sama papa gue Prill,emm karna masalah keluarga sih,tapi ini memang salah gue kok,cuma gue sedih aja kenapa dia tega nampar anak nya hingga luka kaya gini!".ujar Ali.
Prilly hanya manggut manggut tersenyum lalu membuka tas nya dan mengeluar kan gabus putih yang sudah di hancur kan dan di masuk kan ke dalam botol,Ali menatap kaget benda itu.
"kak Ali jangan sedih lagi ya,lihat ini deh,ini bisa bikin hati kita gak sedih lagi loh!".
ucap Prilly.
"Maksud kamu.!"ucap Ali.
"Dulu waktu aku kecil,kalau aku lagi sedih sahabat aku sering ngasih serbuk gabus putih ini ke aku kak,kata nya kalau di tiup sangat cantik seperti salju,dan salju itu kan dingin,pasti hati kita adem lihat nya,coba deh kak.!"ucap Prilly sambil memberi kan segenggam butiran gabus itu ke telapak tangan Ali.
.
"Ayo di tiup kak.!"ujar Prilly.
Ali pun perlahan meniup nya dan terbang lah gabus gabus kecil itu di hadapan mereka.
__ADS_1
"Yee,cantik banget kaya salju kan kak,ayo lagi kak Ali,tiup lagi yang banyak.!"teriak Prilly kegirangan sambil berputar putar di antara salju buatan itu,Ali hanya tersenyum menatap nya sambil terus meniup gabus gabus putih itu.
"Ternyata kamu masih ingat ya putri salju,aku kangen banget ngelakuin hal hal kaya gini sama kamu kaya dulu!"ucap Ali di dalam hati.