Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#11


__ADS_3

Perlahan Prilly mengerjap ngerjapkan matanya.


"Kak Ali..!"gumamnya dan lalu berniat bangkit.


"Eh udah udah,lo tidur aja dulu istirahat.!"tahan Ali.


"Emm,aku kenapa kak?"ujar Prilly.


"Lo pingsan,makanya kalau ga kuat atau pusing itu ngomong,jadi kan bisa di anterin ke UKS,jadi gue kan ga cepek gendong deh.!"ujarnya dengan nada datar.


Prilly menatap Ali heran.


"Jadi kaka yang gendong aku kesini.?"ujar Prilly.


"Yaiyalah emang siapa lagi.?"ujarnya.


"Em,makasih ya kak,oia emang ga kelihatan sama Elisa ya,aku takut nya dia ntar marah lagi,kemaren ngelihat kakak nolongin aku yang hampir jatuh aja dia marah banget.!"ujar Prilly.


"Udah,gak akan keliatan kok,orang lo baris nya di deretan barisan kelas sebelas,kalau kelas sepuluh kan barisan nya disamping,mana kelihatan.!"ujar nya.


"Ooh iya,emm sekali lagi makasih ya kak..!"ujar Prilly dan di balas anggukan oleh Ali.


"itu diminum airnya,dan dimakan rotinya.!"ucap Ali.


"Iya kak.!"ujar Prilly lalu mengambil air dan meminum nya.


Lalu ia pun kemudian memakan sedikit demi sedikit roti nya.


"Ya ampun Prilly,kok bisa sih,makanya kan tadi itu aku udah bilang kamu harus sarapan dulu,udah jelas kita mau upacara..!"teriak Amel sambil masuk ke ruangan,membuat Ali dan Prilly menutup telinga mereka.


"Berisik banget sih lo.?"sergah Ali.


"Hehe,maaf deh kak,soalnya saya terlalu khawatir sama sobat saya ini.!"ujar Amel.


"Udah deh,suara kamu itu bikin aku tambah pusing tau Mel.!"ujar Prilly ikut menimpali.


"Yee,gak mungkin lah suara aku bikin pusing,buktinya kamu seneng seneng aja tuh sekamar dengan aku wlee.!"jawab Amel membuat Prilly tertawa lalu masuk lah seorang guru.


"Kamu udah mendingan belum Prilly,atau ada sakit yang di rasain?"ucapnya.


"Kepala saya masih pusing buk.!"keluh Prilly.


"Lebih baik kamu istirahat saja,atau kalau kamu males disini sendirian,kamu boleh pulang untuk istirahat agar cepat pulih,emm apa ada yang bisa nganterin Prilly,atau kamu saja gimana Ali,bisa kan?"tanya nya.


perlahan Ali pun mengangguk setuju.


"Ya sudah,kamu boleh pulang,ibu akan bikin surat izin kamu,dan kamu Amel,kamu masuk kekelas ya sekarang.!"ucapnya.


"Baik bu,yaudah Pril,aku duluan ya,kamu baik baik di rumah,kak Ali,aku titip Prilly ya.!"ujarnya di balas anggukan oleh Ali.


Lalu Amel pun berlalu.


"Yuk,gue anterin.!"ucap Ali lalu membantu Prilly bangkit dari ranjang,dan memapah Prilly berjalan.

__ADS_1


"Hey ayo naik,kok malah bengong sih lo..!"hardik Ali pelan membuat Prilly terbuyar dari lamunanya.


"Eh,iya kak..!"ucapnya dan lalu naik ke boncengan motor Ali.


"Pegangan yang erat lo ya,lo kan pusing,ntar malah jatuh brabe tau.!"ujar Ali dingin,Prilly yang di belakang pun perlahan melingkarkan tangannya di pinggang Ali erat,senyum tipis pun tersungging dari bibir Prilly yang kini menyenderkan kepalanya di bahu belakang Ali.


Setelah siap Ali pun melajukan perlahan motor nya dengan kecepatan standar.


*


"Emm,kak Ali..!"ujar Prilly.


"Apa.!".


"Aku boleh nanya sesuatu gak,tapi kakak janji jangan marah.!"ucap Prilly.


"Ya apa.?"ujarnya.


"Kakak dan Elisa saudara kandung atau gak.?"ujar Prilly,beberapa saat Ali terdiam lalu..


"Jadi lo pikir gue anak tiri kah,atau Elisa anak tiri.?"ucap nya.


"Em,nggak kak,mksud aku ga gitu,aku cuma nanya doang,ga ada pikiran gitu!"jawab Prilly.


"Bagus kalau gitu,ya udah sekarang diam,gue lagi fokus nih,jangan sampe gue nabrak gara gara lo ya.!"ujar Ali.


Dan untuk beberapa saat terjadilah keheningan lagi.


**


Lalu membimbing Prilly masuk kerumah nya.


"Yaampun non Prilly,non kenapa non,non sakit dan pusing ya,mangkanya non sarapan dulu kalau mau pergi ke sekolah.!"omel bi Inah sambil berjalan dari dapur menuju ruang keluarga dimana ada Ali dan Prilly.


"Ya maaf bi,tadi males soalnya belum laper.!"ujar Prilly.


"Makanya lain kali itu sarapan dulu,jangan anggep remeh dong.!"ucap Ali ikut menimpali.


"Nah bener tu kata si aden ini..!"ucap bi Inah sambil memandang ke Ali,keningnya berkerut seolah seperti berusaha mengingat sesuatu.


"Eh,kayanya bibi pernah lihat aden ini deh,kayanya wajah aden ini gak asing deh bagi bibi,kaya udah sering jumpa.!"ucap nya.


"Ah bibi ada ada aja deh,mana mungkin orang kak Ali baru pertama kali kok kesini.!"ucapnya.


"Siapa namanya tadi Ali ya,loh tuh kan bener,ini den Ali yang dulu bukan,yang di bandung,temen kecil nya non Prilly yang tinggal depan rumah dulu?"ucap bi inah membuat Prilly menatap nya kaget,sedangkan Ali hanya diam dan sesekali mengarahkan pandangan ke arah lain.


"Mungkin bibi salah orang kali,saya gak pernah tinggal di bandung soal nya.!"jawab Ali.


"Iya bi,kalau Ali yang dulu kan di luar negri.!"ucap Prilly.


"Owh gitu ya,kirain bibi aden ini den Ali yang dulu,abis wajah nya mirip banget,matanya itu lo yang ga berubah..!"ucap bi inah sambil tersenyum.


Ali hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Emm,yaudah,gue balik ke sekolah dulu ya Prill,permisi bik.!"permisi Ali lalu berlalu..


"Beneran lo neng,aden itu mirip banget loh dengan den Ali temen eneng dulu.!"ujar bi inah.


"Haduh,udah deh bi,dia bukan Ali si pangeran langit,kalau dia Ali si pangeran ga mungkin lupa sama Prilly bi,yaudah ily istirahat dikamar dulu ya bi..!"ujarnya seraya berlalu.


"Yah si eneng,diajakin ngomong serius begitu,tapi mungkin aja kali ya cuma mirip doang,kalau dia den Ali masa lupa sama bibi yang dulu selalu bikinin makanan kesukaan dia dan non ily hihi.!"gumam bi inah lalu brlalu kedapur.


Disisi lain terlihat Ali yang bersandar di balik dinding penghubung ruang tamu dan ruang keluarga rumah Prilly yang sedari tadi ternyata mendengar obrolan bi inah dan Prilly.


"Apa dia udah mulai yakin ya kalau aku bukan Ali yang dulu,hemm,segitu cepat ya hati nya kamu berubah,tapi ga apa apa,daripada dia terus berharap,tapi maafin aku ya ily,gara gara aku kamu jadi sedih dan menunggu.!"ucap Ali dlm hati lalu pergi berlalu.


#skip.


(saat disekolah).


Ali tiba disekolah saat jam istirahat.


Saat ia tengah asyik duduk di taman sendiri.


"Hay kakak.!"sapa Elisa menghampiri.


"Hay.!"ucapnya.


"Kakak.!"rengek Elisa.


"Ya apa sayang?"ujar Ali.


"Kakak maafin Elisa ya,Elisa janji deh Elisa gak akan ngambek lagi,dan buat kakak di omelin mama dan papa.!"ujar nya.


"Iya deh,kakak udah ga marah kok.!"ucap Ali sambil tersenyum.


"Yee,asyik,yaudah kak,Elisa ke kelas dulu ya,mumpung istirahat,mau ngerjain tugas kelompok yang kemaren ga jadi,kerjanya berdua,karna Prilly lagi sakit,yaudah ya kak,bye.!"ucap Elisa lalu berlalu pergi.


Ali pun menyandarkan tubuhnya di bangku taman,mnatap kosong ke arah langit siang.


*


"Huh,udah selesai tiga soal ni nanti atau besok aja ya kita kerjain lagi,lagi pula msih lama kan di kumpulnya,gue mau ke kantin laper.!"ujar Amel.


"Ooh yaudah kalo gitu,ok deh.!"ucap Elisa tersenyum.


"kamu ikut ga?"ujarnya.


"Ngga ah,gue gak laper,lagi pula kan gak lama lagi bel,jadi di kelas aja deh.!"ucap Elisa.


"Ooh ya udah,bye.!"ujar Amel lalu berlalu.


**


perlahan Ali mengeluarkan kalung liontinnya dan menatap nya nanar.


"Aku seneng kalau lihat kamu seneng ily,aku sedih kalau lihat kamu sedih,dan aku sakit juga kalau lihat kamu sakit,tapi maaf ya,aku udah gak bisa seperti dulu lagi,karna memang ini keadaanya,maaf putri salju,mungkin ini udah takdirnya.!"gumam Ali sedih dan lalu..

__ADS_1


"Ya ampun kak Ali.!"histeris seseorang di belakangnya.


__ADS_2