Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
#23


__ADS_3

..."Apa,haa,kamu mau nuduh saya juga yang memebunuh Roy dan Wina,punya bukti apa kamu ha,jangan asal nuduh ya kamu,udah lah Ali,kamu jangan pake berkhayal,pura pura pake bilang kalau adik sepupu kamu itu masih hidup supaya saya tidak jadi menjodoh kan kamu dengan Elisa kan,kalau iya adik kamu itu masih hidup,di mana dia sekarang,kamu tunjukkan pada saya,baru saya batal kan semua persyaratan itu.."ujar Papa Elisa....


Ali bergidik lesu.


"Nggak,kalau gue tunjukin pasti dia nanti akan dalam bahaya,ya tuhan gimana ini..?"batin Ali.


"Kenapa kamu diam ha,ayo di mana dia.?".


"Emm,dia,dia ada di Australia.."ujar Ali ragu.


Terlihat Papa Elisa tersenyum miring menatap nya.


Ali hanya berdiri kaku menatap nya bersma Prilly,karna sekarang posisi mereka tidak berpelukan lagi,hanya saja tangan mereka saling menggenggam erat.


"Berarti gak ada alasan lagi buat kamu menolak semua syarat itu.!"bentaknya.


"Om gak bisa gitu dong,adik nya Ali itu beneran masih hidup,Ali ini kan udah dewasa om,jadi dia berhak untuk nentuin pilihan nya,Ali udah cukup tersiksa om selama ini karna persyaratan itu dan karna Elisa yang terlalu agresif."ujar Prilly.


"Diam kamu,kamu tidak perlu ikut campur,sekarang kamu masuk Ali,besok kamu hwrus berangkat ke Australia pagi pagi,jangan sampai para bodygard Papa yang di ruang belakang Papa panggil buat nyeret kamu masuk,dan kamu Prilly,silahkan kamu pergi dari sini."bentaknya.


"Gue gak mau,lo gak ada hak buat ngelarang gue.!".


"Baron,Arif cepat kalian kesini dan bawa anak ini masuk."teriak Papa Elisa.


Lalu datang lah dua orang lelaki berbadan besar dan berwajah sangar.


Ali langsung memeluk erat Prilly yang menangis ketakutan.


"Kalau kalian sampe berani mendekat gue hajar kalian,lepasin,lepasin gue."teriak Ali yang di tarik paksa oleh Baron,sedang kan Prilly di tarik paksa oleh Arif.


"Lepasin aku,Ali,lepasin dia.!"teriak Prilly histeris.".


v


"Lepasin dia hey,jangan lo sentuh dia,bajingan lo Firman."bentak Ali.


Papa Elisa hanya tersenyum sinis mnatap nya.


Lalu.


"LEPASIN MEREKA.."teriak seseorang,semua mata pun tertuju pada suara itu dan mereka semua menganga kaget melihat nya.

__ADS_1


"Amel.?"gumam Prilly kaget melihat Amel yang berdiri sambil menatap emosi mereka.


"Elo,eh cewek berisik,ngapain lo kesini,pergi lo sana,dan bawa temen lo itu pergi juga dari sini,jangan pernah ganggu gue dan kak Ali lagi."bentak Elisa.


Lalu Prilly pun di dorong oleh Baron ke arah Amel,Prilly pun langsung sigap memeluk Amel.


"Amel,maafin aku Mel,dan kita harus tolongin Ali Mel.".


"udah,kamu tenang aja ya."gumam Amel,Prilly pun mengangguk lalu melepas pelukan nya.


"Eh,kalian tidak dengar ya,ngapain kalian masih di situ,kalian tidak ada hak untuk menolong Ali,karna ini udah persyaratan."ujar Papa Elisa.


"Siapa bilang aku ga ada hak?"gumam Amel sambil tersenyum.


"Ya tentu saja dong,memang nya kamu siapa ha,gembel yatim piatu yang numpang hidup sama orang aja blagu kamu."sindir Papa Elisa,Amel hanya tersenyum tipis.


"Oke,kalau om mau tau saya siapa,perkenal kan nama saya Amelia Royna Valentino,Putri dari Wina dan ROY VALENTINO,om kenal kan."gumam Amel sambil menekan kan kata dari nama Papa nya,membuat Firman dan istri nya kaget memandang nya.


"Ja jadi kamu.".


"Ya,jadi Ali adalah kakak sepupu gue,dan sekarang gue minta kalian lepasin dia.."bentak Amel membuat Prilly kaget mendengar nya,kaget karna ternyata Amel adalah adik nya Ali.


"Jadi kamu belum mati ha.?"


"Jangan asal nuduh kamu ya,mana bukti nya..".ucap Papa Elisa.


"Gue emang gak punya bukti,tapi gue tau karna seminggu sebelum kecelakaan,gue denger Papa gue bicara sama sekretaris nya kalau pak Firman sebastian marah besar karna bokap gue ga jadi kerja sama dengan lo,mau ngomong apa lagi lo ha,mau ngelak,tega tega nya lo bunuh orang tua gue sahabat lo sendiri,dan ngebunuh orang tua nya kakak gue beserta Oma dan Opa gue,hingga membuat kami sebatang kara."bentak Amel emosi.


"Brengsek lo Firman,ternyata lo benar benar manusia biadap."umpat Ali emosi tapi tangan nya tetap di pegang erat oleh bodyguard.


"Hahaha,ya ya,saya akui kamu memang pintar menebak dan itu semua benar,memang saya yang melakukan nya,tapi itu sudah bertahun tahun lalu dan orang orang tau nya itu semua resmi kecelakaan,kalian bisa apa ha bocah bocah bodoh."ujar Papa Elisa sambil tersnyum sinis bersama istri dan anak nya.


"Siapa bilang gue ga punya bukti.?"gumam Amel sambil mengeluar kan sesuatu dari saku nya.


Dengan tersenyum Amel mengeluar kan hp nya.


"Emm gini ya om kumis yang galak,bukti lo ngebunuh orang tua gue emang ga ada,tapi di dalam sini ada bukti lo yang udah ngebunuh om dan tante gue ada dong,mau denger gak..?"ujar Amel santai sambil memutar sedikit rekaman video itu lalu mematikan nya dan menyimpan nya kembali di saku nya sambil tersenyum menatap Firman beserta anak dan istri nya yang melotot kaget melihat nya.


"Dasar brengsek kamu ya,kamu hapus itu rekaman atau saya akan bunuh kamu."bentak Papa nya Elisa.


"Coba aja kalau bisa,dan satu lagi gue mau kasih tau ya,kaya nya bentar lagi lo semua akan membusuk di penjara deh,karna gue udah nellpon polisi dan bentar lagi dateng.."ujar Amel mdmbuat mereka semakin melotot kaget.

__ADS_1


"Boran,Arif,cepat kalian habisi bocah itu cepat,jangan percaya anceman nya soal polisi.


Amel mngisyarat kan Prilly untuk mundur menjauh,lalu memasang kuda kuda sambil tersenyum.


"Kak Ali,udah kak,kakak udh bisa bebas kok dari masalah ini,ayo kak,sekarang kita keluarin jurus bela diri kita dong,kakak gak usah takut lagi kak."teriak Amel,Ali pun mengangguk perlahan sambil tersenyum.


Lalu Baron menyerang Amel,dan Ali berlawanan dengan Arif.


"CIAAT BUGGH BUGGH HAA CIATT BUGHHH.".


Prilly,Elisa beserta Mama dan Papa nya hanya msnonton kaget melihat adegan itu.


Lalu pada akhir nya Ali dan Amel berdiri santai sambil tersenyum,sedang kan kedua orang itu babak belur gak karuan.


"Dasar anak anak gak tau diri kalian."ucap Firman.


"Lo yang gak tau diri bajingan."umpat Ali.


Lalu terdengar bunyi serinai mobil polisi,mereka langsung lari terbirit kedalam rumah.


"mereka di dalam pak."ujar Ali pada polisi.


*


Prilly pun berhamburan memeluk Amel yang tersenyum pada nya.


"sampai kapan pun kita tetap sahabat ya.!".


Prilly mengangguk ssnang lalu mereka pun berpelu kan kembali,Ali hanya tersenyum menatap nya.


Tak lama polisi polisi itu keluar dengan tangan kosong.


"Gimana pak?"tanya Ali.


"Maaf dek,sudah kami cari seluruh ruangan tapi mereka tidak ada,apa di rumah ini ada jalan rahasia?".


"Kalau ga salah ada ruang bawah tanah yang bisa nembus ke luar halaman belakang pak,sial,berarti mereka kabur dari sana.".ujar Ali.


"Baik lah,kalian tenang saja,kmi akan terus menangani kasus ini,dan dua anak buah nya ini,akan kami bawa,permisi ya dek,selamat malam.


"selamat malam juga pak,terima kasih."ujar Ali.

__ADS_1


Polisi Polisi itu pun pergi.


mereka bertiga pun bersorak sorak senang sambil berpelukan.


__ADS_2