Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
40#


__ADS_3

"Semua nya sudah baik ya Amel, ga ada yang perlu di khawatir kan lagi, tapi sesekali efek sakit di kepala akan muncul seiring waktu, karna masih dalam proses pemulihan, tapi semua nya sudah bagus kok. !" ujar dokter Ana pada Amel yang di dampingi Prilly untuk kontrol.


"Alhamdulillah, terima kasih banyak ya Dok, Dokter Ana udah baik banget sama Amel. !" ujar Amel.


Dokter Ana tersenyum senang.


"Sudah kewajiban saya merawat kamu. !" jawab nya sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu saya dan Prilly pulang dulu ya Dok. !" ujar Amel.


"Baik, terima kasih atas kunjungan nya, selamat siang. !" ucap Dokter Ana


"Siang Dok, Permisi. !"


Pamit Amel dan Prilly lalu berlalu keluar..


*Skip*


Ujian sekolah telah selesai dan liburan sekolah pun tiba..


*


"Kamu udah siap-siap kan Prill, pakaian kamu udah lengkap kan .?" tanya Amel antusias pada Prilly.


Ya mereka sedang sibuk mengemas perlengkapan yang akan di bawa ke Aussie besok pagi di rumah Ali dan Amel.


Prilly menghela nafas nya gusal.


"Ya ampun Amel, aku udah siapin semua nya kok, tenang aja deh, kamu cerewet banget sih. !" Protes Prilly pada Amel yang terus saja mengoceh.


"Nama nya kita mau berangkat perjalanan jauh, oh ya, bunda kamu udah di kabarin kalau besok pagi kita berangkat ke Aussie.?" ujar Amel.


Prilly mengangguk.


"Udah kok, Oia Ali mana ya Mel.?" ujar Prilly.


Amel memutar bola matanya malas.


"Ya di kamar nya lah, paling lagi siapin barang juga, kenapa emang. !" ujar Amel.


"Aku ke Ali dulu ya.!" ucap Prilly.


"Ya ampun Prilly, ga bisa apa libur sebentar aja pacaran nya. !" sela Amel.


"Siapa juga yang pacaran asal aja kamu.!" ujar Prilly kesal lalu berlalu pergi.


Amel hanya cekikikan geli karna berhasil menggoda Prilly, lalu...


"Hay. !"


Amel menoleh kaget yang ternyata Steven datang ke kamar nya.


"Kak Steven. !" ujar Amel sedikit kaget.


Steven tersenyum pada Amel.


"Kakak bantuin ya, Oia gimana keadaan Lo dek.?" ujar Steven sambil membantu Amel merapikan barang barang nya.


"Em, Alhamdulillah udah baikan kak.!" jawab Amel agak kikuk.


Amel merasa dirinya grogi pada Steven.


"Ada apa sih sama gue, biasa nya kan biasa aja rasa nya, ini kenapa sekarang gue deg-degan ya bicara sama kak Steven.?" batin Amel dalam hati.


*


Ali sedang sibuk memasuk kan barang-barang nya ke koper lalu......


"Door.!" kaget Prilly dari belakang membuat Ali terperanjat kaget.


"Ya ampun Prill, ngagetin deh. !" ujar Ali .

__ADS_1


Prilly hanya tergelak lalu duduk di ranjang Ali di mana Ali sedang sibuk mengambil beberapa pakaian dan barang di lemari dan di masuk kan ke dalam koper nya.


"Aku bantuin ya. !" ujar Prilly.


"Ga usah Prill, udah tinggal dikit lagi kok. !" ujar Ali sambil tersenyum.


Prilly hanya mengangguk tersenyum.


"Oh ya Li, kamu setuju ga kalau Amel sama kak Steven. !" tanya Prilly.


"Em, setuju, Steven baik kan, kenapa harus ga . !" ujar Ali.


"Mereka cocok ya Li, aku seneng kalau Amel bahagia. !" ujar Prilly.


Ali tersenyum lalu duduk di sebelah Prilly.


"Ya, Aku juga seneng banget lihat Amel bahagia, o ya kamu udah selesai packing belum?" ujar Ali.


"Udah kok Li. !" jawab Prilly tersenyum.


Lalu..


"Prilly...!" teriak Amel sambil masuk ke kamar Ali di ikuti oleh Steven di belakang nya.


Prilly yang kaget hanya geleng-geleng kepala.


"Ya ampun dek, habis sakit pun suara Lo tetep berisik ya. !" jawab Ali.


Amel hanya nyengir lucu, lalu menghampiri Prilly.


"Prill temenin aku dong. !" ujar Amel.


"Kemana Mel.?" jawab Prilly.


"Ke mini market yang biasa Prilly, mau beli jajan. !" jawab Amel.


"Ya ampun Mel, kan bisa minta temenin sama Steven, kenapa harus Prilly sih. !" ujar Ali.


"Ya ampun Amel-Amel, kapan sih berubah nya, kalem dikit kek gitu. !" ujar Ali sambil geleng-geleng kepala membuat Steven tergelak.


"Adik Lo tu. !" tawa Steven.


*


Prilly dan Amel berjalan santai menuju mini market.


"Prill, ada yang mau aku bilang nih.!" ujar Amel.


"Bilang apa.?" ucap Prilly.


"Em, aku dan kak Steven udah jadian Prill.!"


ujar nya membuat Prilly kaget menghentikan langkah nya.


"Yang serius kamu Mel, kapan.!" ujar Prilly sambil tersenyum tak percaya.


Amel mengangguk tersenyum.


"Barusan tadi.!" jawab Amel.


"Haaaa, Amel, selamat ya, aku seneng banget denger nya, Sahabat aku sekarang udah ada pangeran nya. !" ujar Prilly sambil memeluk kecil Amel lalu mereka kembali berjalan pelan.


"Menurut kamu gimana Prill, aku cocok kan sama kak Steven.!" ujar Amel.


"Banget, cocok banget. !" ujar Prilly sambil tersenyum sumringah.


"Kamu dan kak Ali gimana Prill. !" ujar Amel.


"Hah, gimana apa nya, masih seperti biasa kok. !" ucap Prilly.


"Em, maksud nya itu loh, antara si pangeran langit dan Putri salju gimana. !" ujar Amel.

__ADS_1


"Gimana apa nya Mel, ya seperti biasa kok.!" ujar Prilly.


"Jangan pura-pura polos deh, kamu itu udah jadian belum sama kak Ali.?" ujar Amel.


Prilly tersenyum kikuk.


"Kita ini sahabat hidup Amel, jadi ya ga perlu pacaran juga kali. !" jawab Prilly sekena nya.


"Ah yang bener, yakin nih, ntar aku bilangin deh ke kak Ali supaya dia nembak kamu ya.!" ujar Amel sambil ngakak menahan tawa nya.


**


"Halo guys. !" teriak Amel saat memasuki rumah dengan beberapa kantong plastik belanjaan di tangan nya, begitupun Prilly yang di menyusul di belakang Amel.


Prilly langsung mengambil posisi duduk di sofa sebrang Ali dan Steven, di ikuti oleh Prilly.


"Belanja apaan nih banyak banget. !" ujar Ali sambil melihat-lihat .


"Ya ampun, ini pasti jajan Amel semua nih, banyak banget sih Mel.?" ujar Ali.


Amel nyengir lucu.


Lalu berpindah duduk di sebelah Ali sambil memegang lengan Ali.


"Tau aja kak Ali, em, Oia kak Ali, Gue pengen kasih tau sesuatu sama kak Ali.!"


"Lo Mau Ngomongin apa, gue udah tau kok kalau Lo sama Steven udah jadian kan.?" ujar Ali sambil tersenyum, membuat Amel tersipu malu.


"Jadi ga apa-apa kan kak.?" ujar Amel..


"Ya ga apa-apa kalau sama Steven gue setuju, yang penting Lo Steven, jagain adik gue. !" ujar Ali .


"Siap bos, Oia gue dan Amel mau keluar bentar ya, ada yang mau di beli nih, Lo berdua mau nitip ga. !" ujar Steven.


"Gue ga ada kaya nya, kamu mau nitip sesuatu ga.?" ujar Ali pada Prilly.


"Em, ngga juga deh kaya nya. !" ujar Prilly.


"Ya udah, yuk Mel. !" ajak Steven.


"Oke kak, bye Kak Ali, Bye Prilly, kita pergi bentar ya, baik-baik pacaran nya, oh ya, dari pada suntuk di sini, mending jalan-jalan sore kek sana.!" ujar Amel.


"Bawel lu.!" sergah Ali.


"Hehe, sensi amat sih kak, efek jomblo ya, maka nya, jadiin pacar tuh si Prilly, jangan di anggur Mulu.!" ujar Amel ngakak.


"Halah baru pacaran sehari udah belagu Lo, pergi sana Lo. !" bentak Ali membuat Amel berlari keluar sambil ngakak.


.


"Rese banget sih tuh anak.!" ujar Ali.


"Ya dia kan adik kamu. !" ujar Prilly sambil senyum-senyum.


"Iya juga sih. !" jawab Ali.


"Mereka berdua serasi banget ya Li.!" ujar Prilly.


"Ya, mereka cocok banget, sama kaya kita berdua !" ujar Ali membuat Prilly menoleh pada nya.


"Apaan sih, mereka itu kan pacaran, kalau kita kan gak. !" ujar Prilly kikuk.


"Tapi kita kan sahabat hidup, iya kan. !" ujar Ali.


"Iya sih, kamu bener.!" ujar Prilly tersenyum tipis.


Ali tersenyum lalu mulai sibuk mengotak Atik handphone nya.


Prilly memandang Ali seksama.


"Sebenarnya kamu sayang ga sih sama aku Li, aku kok merasa hubungan ini ga jelas ya arah nya kemana, kamu selalu bilang sayang tapi status kita masih gini gini aja.!" batin Prilly dalam hati.

__ADS_1


*Keesokan harinya...


__ADS_2