Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
42#


__ADS_3

Prilly dan Amel sibuk berkutat di dapur membawa makan malam ke meja makan yang tak jauh dari lorong dapur, sedang kan Ali dan Steven masih asyik menonton siaran TV sambil bercerita.


Prilly fokus menata makanan di meja, Amel pun menghampiri.


"Udah selesai semua Prill.?" ujar Amel.


Prilly tersenyum mengangguk.


"Udah beres, waktu nya kita makan. !" jawab Prilly tersenyum tipis.


Amel menatap nya sambil mengernyitkan dahi.


"Kenapa lihatin nya gitu banget.?" ujar Prilly kikuk Sambil menata makanan.


Amel mengusap bahu Prilly pelan.


"Aku tahu Prill, kamu lagi banyak pikiran kan, apa sih yang di pikirin, masalah kak Ali, apa perlu aku ngomong sama dia.?" saran Amel.


Prilly menggeleng cepat lalu duduk di salah satu kursi di dekat meja makan.


"Ngga ada apa - apa kok Mel, mungkin memang aku nya doang yang lagi sensi, jangan bilang ke Ali ya, ntar dia bingung lagi. !" ucap Prilly.


"Hem, ya deh, tapi aku bener loh, kalau ada apa-apa, atau sampai aja tu kak Ali bikin kamu nangis, aku orang pertama yang kasih dia pelajaran. !" semangat Amel Sambil bergaya lucu membuat Prilly tergelak.


"Apaan sih kamu, yuk kita panggil mereka. !" gumam Prilly lalu berlalu di ikuti Amel.


"Hay guys, yuk kita makan malem, makanan nya udah ready tuh. !" ujar Amel Sambil berkacak pinggang dan tersenyum lucu.


Ali dan Steven pun menatap Prilly dan Amel.


"Oh ya, kebetulan banget nih udah laper banget nunggu kalian berdua masak, ya kan Li. !" Ucap Steven dapat anggukan dari Ali.


"Ya, masak nya lama banget sih, udah laper banget nih, yaudah yuk kita makan. !" ujar Ali sembari beranjak dari duduk di ikuti Steven.


Mereka pun berjalan menuju ruang makan, baru beberapa langkah berjalan terdengar Bel berbunyi.


Mereka pun menghenti kan langkah nya dan berbalik menghadap ke arah pintu utama.


"Siapa ya, yaudah tunggu bentar, Amel bukain bentar ya. !"


Amel seraya berlari menuju pintu.


"Ya tunggu bentar. !" ujar Amel dengan nada sedikit berteriak dan ia pun membuka pintu, Amel menatap nya kaget.


"Kak Denaraa. !" kaget Amel, melihat cewek cantik manis di hadapan nya dengan penuh senyuman.


"Hay guys. !" sapa nya dengan tersenyum melambai.


Ali lalu menghampiri nya dengan senyum sumringah..


"Hay Dena, kamu apa kabar, kapan balik,kata kamu besok baru balik kesini, kok ga telpon dulu tadi sebelum kesini !" ucap Ali antusias mendekati Dena yang di dekat pintu, Amel pun mundur sedikit, Steven pun menghampiri Amel dan menatap Dena dan Ali yang asyik mengobrol.


Sedang kan Prilly terdiam kaku di belakang, ia merasa seperti asing, dan dia merasa hati nya cemburu melihat Ali bercengkrama akrab dengan gadis itu.


Ya Ali, Prilly merasa Ali cuek beberapa hari ini, bahkan sebelum mereka berangkat ke Aussie, Prilly hanya merasa mungkin Ali lelah karena lagi banyak masalah, tapi sekarang Prilly melihat Ali sangat semangat dan ceria saat bertemu dengan gadis bernama Dena itu.


"Alhamdulillah aku baik, maaf ya ga bilang-bilang dulu mau kesini, soalnya kan biar suprise, aku ga ganggu acara kalian kan. ?" ujar Dena .


Ali menggeleng tersenyum di ikuti Amel dan Steven.


"Ya ga lah, kita seneng banget malah kamu Dateng kesini, Oia kamu masih ingat kan ini siapa. !" ujar Ali sambil menunjuk Amel.


Dena menatap Amel yang tersenyum lekat perlahan, lalu Dena pun tersenyum girang.


"Amel, aku bener kan. !" pekik nya girang.


Amel mengangguk tersenyum.


Lalu Dena pun memeluk Amel sesaat.

__ADS_1


"Ya ampun Amel, kamu udah gede banget,tadi aku sempat ga ngenalin kamu, Em, kalau ini Steven kan..!" Tebak Dena yang dapat anggukan dari Steven dan lalu mereka pun bersalaman.


"Ya bener, gue Steven, Lo masih ingat aja, dan ini Amel pacar gue. !" ucap Steven .


"Wow, oh ya, kalian pacaran, semoga langgeng ya dan selalu bahagia. !" ucap Dena.


Lalu Dena menatap ke arah Prilly yang sedikit jauh di depan mereka dengan senyuman.


Lalu Dena pun berjalan menghampiri Prilly.


"Em, Hay, kalau gadis cantik ini siapa, oh aku tau, ini pacar kamu kan Ali. !" ujar Dena.


Ali pun menghampiri mereka dengan tersenyum, Prilly menatap Ali harap ingin mendengar jawaban dari Ali.


"Kamu salah, pacaran Mulu nih pikiran kamu, dia ini sahabat aku, Ya kan Prilly. !" ujar Ali tersenyum.


Prilly tersenyum tipis Lalu mengangguk.


Lalu ia mengulur kan tangan nya pada Dena.


"Hay, salam kenal ya, aku Prilly. !" ucap Prilly tersenyum manis.


Dena pun menyambut uluran tangan Prilly.


"Salam kenal kembali ya Prilly, semoga betah ya temenan sama orang kaya Ali, orang nya rese loh. !" canda Dena yang membuat Ali tergelak .


"Eh enak aja, fitnah aja kamu, yaudah yuk kita makan bareng, kebetulan Prilly dan Amel udah masak.!" Ajak Ali yang di setujui oleh Dena, Ali dan Dena pun jalan duluan menuju meja makan, Prilly hanya terdiam, Amel dan Steven pun berjalan, saat di dekat Prilly, Amel berhenti dan menatap Prilly.


" Prill, kamu ok kan, aku paham kok apa yang kamu rasain, tapi kamu tenang aja, dia itu kak Dena, teman sekolah kak Ali di sini dulu, ya mereka memang akrab banget sih, tapi, aku yang jamin, mereka ga akan lebih dari teman.!" ucap Amel pelan penuh penekanan.


Prilly menghela nafas nya dan tersenyum tipis.


"Biarin aja lah Mel, aku ga masalah kok, aku baik-baik aja. !" ucap Prilly dengan senyum.


Amel hanya tersenyum tipis.


"Aku tau Prilly, kamu itu pasti cemburu dengan kak Ali dan Kak Dena, tapi emang dasar kak Ali nya aja yang ga peka, awas aja kak Ali kalau sampai bikin Prilly sedih, gue banting. !" Batin Amel dalam hati.


Prilly pun mengangguk tersenyum, lalu mereka bergegas menuju ke meja makan, disana sudah terlihat Ali dan di sebelah nya Dena.


"Apaan sih kak Ali, kenapa tu cewek malah duduk di sebelah dia sih, itu kan aturan nya kursi Prilly, ga peka banget sih jadi cowok, bikin suasana tambah panas aja. !" batin Amel emosi dalam hati, lalu di tatap nya Prilly yang menatap datar kearah mereka.


"Hay Prilly, Amel, yuk gabung makan, maaf ya kita udah makan duluan. !" sapa Dena pada Prilly dan Amel yang langsung mengambil duduk di kursi Prilly tepat duduk di depan Ali, Amel di samping nya dan berhadapan dengan Dena, sedang kan Steven di kursi tunggal di samping kanan mereka.


Prilly dan Amel pun ikut bergabung dan mulai menyantap makan malam mereka.


*Skip*


Makan malam pun selesai.


"Makasih ya Ali, Steven, Prilly dan Amel atas makan malam nya, enak banget loh makan malam nya. !" ujar Dena Sambil mereka semua berjalan keluar teras.


"Ya sama-sama ya, makasih banget udah mampir. !" ujar Ali.


Dena mengangguk tersenyum.


"Kak, kakak masih tinggal di sebelah ya. !" tanya Amel.


Dena tersenyum menanggapi.


"Masih Mel, tapi sekarang kakak ga nginep di rumah. !" jawab Dena.


"Loh, terus kamu mau kemana malam malam gini.!" ucap Ali.


"Itu dia, Papi dan Mami lagi nginep di rumah Oma, dan mereka nyuruh aku nyusul kesana. !" ucap Dena.


" Ooh, terus kamu kesana nya pake apa. !" ucap Ali.


" Ya sama supir, nih aku mau hubungi dia suruh jemput ke sini. !" ujar Dena.

__ADS_1


"Ga usah, biar aku aja yang anterin ya. !"


Deg.


Prilly menatap Ali kaget menawarkan akan mengantarkan Dena.


Amel menyadari tingkah Prilly dan menatap kesal Ali yang tak peka.


"Em boleh deh, naik motor atau mobil. !" ujar Dena..


"Mobil aja deh, hari sudah malam, itu ada di bagasi kok, bentar ya, Oia Steven, tolong keluarin mobil yang warna hitam dari bagasi dong. !" pinta Ali, Steven pun mengangguk setuju dan berlalu.


"Thanks ya Ali. !" ujar Dena.


"Ya sama-sama, biasa aja kali, kan kita temen.!" jawab Ali tersenyum lalu menoleh ke belakang tak sengaja menatap Prilly yang menatap nya datar, dan tiba-tiba Prilly pun berlalu masuk dengan buru-buru.


Ali pun menatap heran dan menoleh ke Amel.


"Prilly kenapa.?". tanya Ali pada Amel yang menatap nya seperti kesal.


"Pikir aja sendiri. !" ketus Amel pelan pada Ali lalu berlalu masuk ke dalam rumah.


Ali hanya menatap mereka bingung, tak lama Steven pun tiba dengan mobil mewah milik Ali peninggalan orang tua nya yang masih terawat bagus..


Steven pun turun dan memberikan kunci mobil pada Ali.


"Thanks bro, yaudah gue jalan dulu ya, titip tuh Prilly dan Amel.!" pesan Ali yang di angguki oleh Steven..


Ali dan Dena pun berjalan ke arah mobil, tak lupa Ali membuka kan pintu mobil untuk Dena.


Lalu ia pun duduk di bangku kemudi.


Mereka pun berlalu dengan Ali mengendarai mobil.


*


Amel memasuki kamar terlihat Prilly yang duduk menunduk bersandar di ranjang, Amel yakin Prilly pasti sedih banget melihat tingkah Ali.


Amel mendekati Prilly perlahan, di lihat nya Prilly menunduk sambil menangis.


"Prilly. !" ujar Amel seketika memeluk Prilly, tangis Prilly pun makin pecah di pelukan Amel, terasa getaran menahan tangis di bahu Prilly.


"Kamu yang sabar ya Prill, aku paham kok apa yang kamu rasain. !" Ujar Amel.


Mereka pun saling melepas pelukan, Prilly mengusap air mata di wajahnya.


"Aku sedih aja Mel, Ali cuek banget sama aku, kaya anggap aku ga ada Mel.!" ujar Prilly perlahan.


"Kamu tenang aja ya Prill, awas aja kalau kak Ali sampai benar-benar nyakitin kamu, aku ga akan terima itu. !" ucap Amel sambil tersenyum.


Prilly pun perlahan tersenyum juga.


"Nah gitu dong, udah jangan sedih lagi ya. !" ujar Amel, Prilly mengangguk tersenyum.


*


Skip.


Ali pun pulang usai mengantar Dena, dia pun memasuki rumah yang di mana terlalu Amel dan Steven tengah menonton TV.


"Dari mana sih kak, lama amat, kata nya Lo cuma anterin. !" ucap Amel .


"Ya sih tadi nya mau anterin doang, tapi tadi orang tua dan Oma nya suruh mampir dulu, jadi nya ngobrol-ngobrol dulu deh. !" jawab Ali seraya duduk di sofa kiri tak jauh di samping Amel dan Steven.


"Hem, keasyikan ngobrol nih sampai-sampai putri salju nya di lupain..!" sindir Amel membuat Ali menatap nya bingung.


"Siapa yang lupain sih, Oya, mana Prilly. !" tanya Ali.


"Hem, tumben nanyain, tadi keasyikan sama kak Dena ga ada tuh Lo gue liat kepikiran sama Prilly, asyik cekikikan berdua tanpa perduli perasaan Prilly, gue aja kesal lihat nya, gimana Prilly coba, ga ada peka nya banget sih Lo jadi cowok,kemana aja Lo tadi, sekarang tumben ingat. !" Sindir Amel lagi yang kali ini membuat Ali berdiri.

__ADS_1


"Ok stop, gue ke atas dulu, Ada yang ga beres nih kaya nya. !"ujar Ali lalu berlalu pergi menuju ke lantai dua...


__ADS_2