
Amel, Steven, Ali dan Prilly sudah bersiap diri untuk pergi ke pesta ulang tahun Dena.
Amel dan Prilly turun dari tangga menuju ruang tengah di mana Ali dan Steven menunggu.
Mata Ali terpaku melihat Prilly yang tampak manis dan cantik.
"Tuh mata biasa aja dong. !" Protes Amel saat mereka sudah di dekat Ali dan Steven.
Ali pun Buyar dari lamunan nya dan ikut tertawa.
"Gimana, cantik kan hasil make over gue.!" puji Amel.
"Alah, yakin Lo yang dandanin, ga percaya ah gue. !" kesah Ali membuat Amel mencibir kepada nya.
"Ya udah kalau Lo ga percaya.!" jawab Amel, yang lain hanya tertawa kecil.
"Ya udah, yuk kita jalan sekarang, kelihatan nya udah mulai rame tuh di sebelah. !" ujar Steven mendapat anggukan dari yang lain.
Lalu Steven menggandeng tangan Amel dan pergi berlalu.
Ali hanya terdiam menatap Prilly di samping nya.
Prilly melambaikan tangan nya di depan wajah Ali.
Membuat Ali tersadar dari lamunannya.
"Kenapa Li.?" tanya Prilly.
"Eh, em, nggak kenapa-kenapa kok, em, kamu cantik banget, biasa nya aja sudah cantik, hari ini tambah cantik.!" ujar Ali membuat Prilly senyum tersipu malu.
"Gombal banget sih kamu.!" ucap Prilly.
"Hey, aku ga gombal loh, itu kenyataan tau.!" ujar Ali.
"Ya deh, em, kamu juga ganteng banget loh, sama kaya biasanya, ganteng banget.!" ujar Prilly.
"Ah yang bener, masa sih, serius itu kamu, udah bisa ya sekarang gombal in aku .!" goda Ali membuat Prilly makin tersipu malu.
"Apaan sih Ali, rese banget sih, yaudah kalau ga mau di puji.!" ujar Prilly dengan nada sedikit kesal.
Ali tertawa kecil lalu mengalungkan tangannya di bahu Prilly.
"Ya deh , jangan ngambek gitu dong, aku seneng kok di puji, apa lagi yang puji itu kamu, karna kamu kan milik aku, aku juga milik kamu.!" ujar Ali meyakinkan Prilly sambil menatap lekat Prilly, membuat Prilly berpaling ke arah lain karna tersipu.
Prilly melepaskan tangan Ali yang melingkar di bahu Prilly.
"Apaan sih, gombal tau, ngga usah PHP mulu deh, Ya udah, ayo sekarang kita jalan.!" ujar Prilly tersenyum sambil berlalu.
"Hey aku serius tau, siapa juga yang bercanda.!" ujar Ali seraya menyusul Prilly.
*
Ali dan Prilly memasuki pekarangan rumah Dena, saat mereka tiba Dena langsung terlihat dan mendekati Ali dan Prilly yang di samping nya.
"Hay, makasih ya udah datang. !" sapa Dena tersenyum riang.
Ali tersenyum pada Dena.
"Iya, oh ya, selamat ulang tahun ya Dena. !" ujar Ali tersenyum lalu menoleh ke Prilly yang tersenyum juga.
"Hay Dena, selamat ulang tahun ya.!" ucap Prilly di balas anggukan oleh Dena.
"Makasih Prilly, Oia Ali, yuk sini. !" ujar Dena Sambil menarik lengan Ali berlalu.
__ADS_1
Ali pun terpaksa menuruti karna tarikan nya.
Ditatap nya Prilly bingung dan cemas.
"Dena, stop dulu, emang mau kemana sih .?" ujar Ali.
"Aku mau kenalin kamu ke teman-teman aku ayo. !" ujar Dena.
"Tapi Den, aku harus ke yang lain. !" melas Ali.
"Udah deh, ntar aja ke mereka nya, ikut aku dulu ya. !" pinta Dena seraya menarik lengan Ali untuk mengikuti nya.
Ali terus menoleh ke belakang di mana arah Prilly di tinggalkan, di lihat nya Prilly sudah bersama Amel dan Steven.
"Aduh, Prilly bakalan ngambek nih sama gue. !" batin Ali.
"Hay guys. !" sapa Dena pada lima orang yaitu tiga cewek dan dua cowok dan di meja bundar depan panggung acara.
"Hay, Dena, Lo bawa siapa tuh.?" ucap salah satu dari mereka.
"Oh hai, kenalin ya guys, gue Ali.!" ujar Ali tersenyum.
"Oh ya, yuk gabung duduk di sini. !" ujar salah satu nya.
Dena duduk di antara mereka dengan tersenyum, lalu ia menoleh ke Ali yang hanya diam.
"Ali, hey, kamu kenapa, ayo duduk di sini membuat lamunan Ali buyar.
"Oh sorry guys, em, sorry ya Dena, gue mau ke Prilly dulu, ga enak gue tinggal soal nya, permisi.!" ujar nya seraya berlalu membuat Dena menatap kesal pada nya.
"Ih si Ali apaan sih, malah pilih nyamperin Prilly dari pada gue. !" batin Dena kesal.
*
"Udah pdkt nya, heh kak, Lo tega banget sih tinggalin Prilly sendirian kaya tadi. !" protes Amel pada Ali yang berdiri di hadapan mereka.
"Apaan sih, orang Dena cuma kenalin gue sama teman-teman nya doang.!" ujar Ali tak terima di tuduh Amel.
"Alah, tapi di ajakin juga kali Prilly nya, ga usah main tinggal aja dia nya, emang dia karung beras apa main Lo tinggalin aja.!" ucap Amel.
"Amel, udah deh, aku ga apa-apa kok.!" ujar Prilly.
"Tau nih Amel, sok sibuk deh Lo sama gue, em Hay Prill. !" ujar Ali lembut sambil duduk di samping Prilly.
Amel dan Steven saling kode sengaja pergi beranjak dari mereka berdua agar leluasa dalam bicara.
"Kita kesana dulu ya, bye. !" ujar Amel seraya berlalu bersama Steven.
"Prilly. !" ucap Ali, Prilly pun menoleh pada Ali di samping nya.
"Apa. !" jawab Prilly.
"Maafin aku ya tadi aku...
"Ngga ada perlu di maafin kok, kan kamu ga ada salah apa-apa. !" ujar Prilly.
"Aku salah Prilly, tadi aku malah ninggalin kamu, dan pergi bareng Dena.!" ujar Ali menatap Prilly cemas sambil menggenggam tangan Prilly.
"Ali, aku ga marah kok sama kamu, em Ali, aku ga mau ya kamu merasa aku ini jadi penghalang buat kamu, kamu jadi merasa ga bebas karna takut aku marah.! " ujar Prilly.
"Tapi Prilly tadi aku itu beneran salah sama kamu, kamu maafin aku ya, kamu itu segalanya untuk aku, kamu sahabat terbaik aku, kamu pasangan terbaik aku, sampai kapan pun itu, aku akan selalu sayang dan cinta sama kamu Prilly, kamu percaya itu kan.!" ucap Ali antusias.
"Kalau sayang dan cinta itu buktikan dong, bukan cuma omong doang jadi cowok.!" goda Amel yang tiba-tiba muncul bersama Steven.
__ADS_1
"Ya ampun Amel, bikin kaget Aja.!"Sela Prilly.
"Habis serius banget sih berdua ngobrol cinta nya. !" ujar Amel duduk di sebelah kanan Prilly di ikuti oleh Steven.
"Kepo banget sih Lo. !" sergah Ali pada Amel yang mencibir.
Mereka pun duduk mengobrol sambil menikmati acara, tak lama Dena datang menghampiri mereka.
Dena langsung menarik lengan Ali untuk berdiri dari duduk nya.
Prilly, Amel dan Steven menatap kaget ke arah Dena dan Ali.
"Dena, ada apa ya.?" ujar Ali.
"Aku pengen ngomong sama kamu. !" ujar nya.
"Ya udah, bicara aja. !" ucap Ali.
"Nggak di sini Ali, kamu ikut aku bentar ya. !" pinta nya seraya menarik lengan Ali.
"Eh tapi aku ga bisa, sorry. !" ujar Ali seraya menoleh sebentar ke Prilly yang di lihat nya hanya terdiam.
"Please Ali, sebentar aja ya. !" ujar Dena.
Ali menatap bingung ke arah Prilly, Amel dan Steven.
"Em, pergi aja Li, ga apa-apa kok.!" ucap Prilly seketika.
"Tuh kan ga apa-apa, ayo ikut bentar ya. !" ujar Dena seraya menarik lengan Ali dan merekapun berlalu pergi.
Amel menatap kesal mereka.
"Apaan sih tuh si Dena itu, rese banget jadi orang. !" ketus Amel.
"Ngga boleh gitu Mel, biarin aja mungkin memang ada perlu, Ya kan Prill. !" ujar Steven.
Prilly mengangguk kikuk, tak lama ia pun berdiri.
"Eh Prilly kamu mau kemana. !" cegah Amel.
"Aku ke toilet bentar ya. !" ucap Prilly lalu berlalu pergi mencari toilet.
Prilly berjalan ke sisi kanan, tampak toilet di lorong ujung, ia pun terus berjalan lurus tiba-tiba di pintu ruangan yang terbuka sedikit dia mendengar suara orang.
"Aku serius Ali, aku suka sama kamu, dari dulu, makanya selama kamu jauh aku selalu chat kamu, tapi kamu susah bales nya karna kamu sibuk kan, aku tau, si Prilly itu juga suka kamu kan, Please Ali, dia itu ga lebih baik dari aku. !" .
Deg, itu suara Dena.
Prilly terpaku mendengar nya, tanpa mau mendengar terus dia pun berlalu cepat ke toilet.
"Aku ga bisa Dena, sorry ya. !" ujar Ali sambil melepas kan genggaman Dena, lalu berlalu keluar.
Dena menghentakkan kaki nya kesal.
"Argh, Ali nyebelin banget sih, cuma karna gadis polos itu dia nolak gue. !" keluh Dena kesal.
**
Prilly pun keluar dari toilet.
"Lo harus sadar diri, dan Lo harus jauh dari Ali. !"
Langkah Prilly terhenti, di tatap nya yang punya suara yang tak lain adalah Dena yang menunggu di samping toilet.
__ADS_1
"Maksud kamu apa ya..?" ujar Prilly menatap lekat Dena.