Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
36#


__ADS_3

*


"Amel, Elisa, aku mohon udah berhenti, please berhenti. !" pekik Prilly yang jatuh terduduk lemah di lantai tak jauh dari mereka yang berkelahi.


Amel dan Elisa saling Jambak dan saling mendorong, Prilly menangis sejadi nya melihat adegan itu, dia merasa tubuh nya sangat lemah dan kepala nya pusing sehingga ia tak mampu berdiri.


"Dasar Lo cewek brengsek.!" umpat Amel.


"Lo yang brengsek, kalian semua yang brengsek, gue ga akan biarin kalian semua bahagia di atas penderitaan gue. !" balas Elisa.


Mereka terus berdebat...


*


"Prak...!" pintu di tendang dan terlihat Ali dan Steven, Ali menatap Prilly yang di seberang depan nya menangis dengan darah terus mengalir hingga ke seragam nya.


"Prilly..!" pekik Ali dan langsung berlari menuju nya.


Steven melotot kaget melihat Amel dan Elisa saling menjambak dan dorong-dorongan..


"Amel, udah stop. !" pekik Steven berlari ke arah nya.


Amel pun menoleh kaget menatap Steven dan tiba-tiba..


"Aaaaa.............................!"


"Ameeeeeeel..........!" Pekik Steven berlari kencang.


Ali dan Prilly menoleh kaget.


"Ameeeel..!" teriak Ali dan Prilly histeris.


Ali berlari ke sisi Steven, tapi Steven langsung berlari turun dari loteng menuju ke lantai bawah....


"Ameeel..!" teriak Ali sambil menatap ke bawah .


Ya Amel jatuh di dorong Elisa ke bawah..


Ali langsung terjatuh berlutut menangis sejadi jadinya dan mengusap gusar wajah nya.


Prilly pun menghampiri nya tertatih dan histeris di samping Ali melihat Amel yang di terkapar dengan banyak darah keluar dari kepala nya, dan terlihat Steven menghampiri Amel dan histeris di samping nya.


"Ameeeeel..., Ali itu gimana Li, Amel Li..!" tangis Prilly sejadi-jadinya, beberapa siswi lain menenang kan nya histeris.


Di belakang mereka sudah ada beberapa guru yang langsung menahan Elisa dan menenang kan Ali dan Prilly...


Ali kemudian menatap ke belakang perlahan,dan menatap tajam Elisa..


"Brengsek Lo Elisa, Lo apain adik gue. !" bentak Ali keras hendak menghampiri Elisa tapi di tahan oleh guru dan beberapa siswa lain nya.


"Gue ga akan biarin kalian bahagia, target gue Prilly, Amel nya aja yang sok pahlawan. !" umpat Elisa kesal.


"Dasar bajingan Lo.!" Emosi Ali hendak menghajar Elisa tapi ia masih di tahan.


"Udah Ali, kamu harus sabar, sekarang fokus dulu ayo bawa Amel dan Prilly ke rumah sakit, itu Ambulans nya akan segera sampai, Elisa biar jadi urusan kami dulu.!" ucap Pak Hendra guru olahraga nya.

__ADS_1


Ali mengangguk perlahan.


Lalu mereka mulai bubar dan Elisa di bawa turun, Ali menoleh ke Prilly yang menangis lesu, ia lalu menghampiri Prilly dan membopong nya agar berdiri.


"Ayo Prill, kita turun kebawah ya. !" ajak Ali.


"Ali, Amel gimana Li, Amel gimana.!" ujar Prilly bergetar sambil menangis.


"Bentar lagi Amel akan di bawa kerumah sakit, Kita doa in dia ya, semoga semua nya baik-baik aja ya. !" ucap Ali.


"Ini semua gara-gara aku Li, kalau Amel ga nyusul ke sini, dia ga akan celaka. !" kesal Prilly.


"Prilly please kamu jangan ngomong kaya gitu, emang kamu pikir aku akan rela lihat kamu juga celaka, udah ayo sekarang kita turun dulu, luka kamu juga harus di obati ya. !" ujar Ali.


Prilly hanya mengangguk perlahan, dan Ali pun mulai memapah Prilly untuk turun ke bawah...


*


Saat Ali dan Prilly sudah di bawah, Terlihat Amel sudah di masuk kan ke mobil Ambulans dengan Steven dan beberapa guru di dalam.


"Ali, Prilly, ayo naik sekalian. !" ujar Bu Wina.


"Lanjut aja Bu karna Amel darurat, biar saya dan Prilly naik motor aja Bu. !" ucap Ali.


Bu Wina mengangguk dan Ambulans segera melaju..


"Ayo Prilly. !" Ujar Ali.


Prilly hanya mengangguk lesu dan mengikuti Ali.


Ali pun memapah erat tubuh Prilly agar tak jatuh..


Lalu membawa Prilly duduk di bangku beton di pinggir lapangan basket sekolah.


"Kamu kuat jalan, atau kita naik taksi online aja ya, ga usah naik motor . !" ujar Ali.


Lalu Ali pun mulai memesan Taksi online.


*Skip*


Di rumah sakit Ali terduduk gusar di kursi tunggu.


Dia memegang erat rambut nya, kepala nya sangat sakit memikir kan semua ini.


Prilly dan Amel harus di rawat.


Prilly harus mendapat kan 3 jahitan di kepala nya, dan dia kehilangan banyak darah.


sedangkan Amel terluka parah di bagian kepala dan banyak beberapa luka di tubuh nya, tulang di bagian tungkai kaki kanan nya remuk akibat benturan keras dari lantai atas, Amel masih belum sadar kan diri, dan akan menunggu ke putusan dokter apa langkah selanjut nya yang harus di lakukan.


Ruang Amel dan Prilly berbeda.


Ali melihat ke sisi kanan di seberang lorong nya tampak Steven duduk cemas menunggu Amel yang sedang di tangani.


Ali lalu menatap pintu ruangan yang di mana Prilly sedang di tangani .

__ADS_1


"Ya Allah, selamat kan Prilly dan Amel ya Allah. !" batin Ali dalam hati .


Lalu ia melihat pintu ruangan Amel terbuka dan Ali pun segera bergegas menuju ruangan Amel.


Terlihat dokter pun keluar.


"Bagaimana keadaan nya dok.?" tanya Steven cemas.


"Iya dok, bagaimana keadaan adik saya.?" ujar Ali.


"Baik, Alhamdulillah operasi nya telah selesai, dan dia sudah melewati masa kritis nya, anak nya seperti nya punya tekat dan semangat yang kuat. !" ujar Dokter itu sambil tersenyum.


"Alhamdulillah. !" Batin Ali dalam hati


Terlihat raut senang berbinar di wajah Ali dan Steven.


"Tapi, pasien sekarang belum sadar, semoga saja tubuh nya merespon baik dan bisa sadar ya, karna operasi maksimal sudah kami lakukan sebaik mungkin di kepala bagian belakang nya yang terluka parah, dan untuk bagian tulang kaki nya yang remuk, kami harus melakukan operasi lagi sekitar 2 jam lagi, untuk kalian banyak-banyak berdoa saja untuk pasien ya.!" ujar sang dokter


"Lakukan apa yang terbaik untuk adik saya dok, terima kasih. !" ucap Ali dapat anggukan dari pak dokter, beliau pun pergi berlalu.


Ali pun terduduk di kursi tunggu di ikuti oleh Steven.


"Prilly gimana Li.?" ucap Steven.


"Masih di tangani, Semoga aja baik-baik semua ya. !" ucap Ali.


Steven hanya mengangguk, lalu terlihat pintu ruangan Prilly terbuka, Ali pun segera menghampiri, di ikuti oleh Steven.


"Dokter, bagaimana ke adaan Prilly dok?" tanya Ali antusias.


"Alhamdulillah semua nya lancar, tapi pasien masih hilang kesadaran nya karna efek pusing yang kuat karena kehilangan banyak darah, dan bentar lagi akan kami pindah kan ke kamar inap nya ya, baru boleh di jenguk. !" ucap Dokter.


Ali mengangguk tersenyum tipis.


"Terima kasih dok. !" Ucap Ali dan dokter pun pergi berlalu.


*Skip*


Prilly membuka perlahan mata nya, dan samar-samar terlihat sekeliling nya atap dan dinding serba putih, lalu ia menoleh ke samping kanan nya.


"Bunda.!" gumam nya.


"Alhamdulillah, Prilly kamu sudah sadar sayang.!" ucap Bunda nya.


"Bunda, ini di mana.!" ucap Prilly lesu.


"Kamu ada di rumah sakit, kamu istirahat dulu ya, biar cepat pulih.!" ujar Bunda nya.


Prilly melirik tangan kanan nya dan terlihat tangan nya telah terpasang selang infus.


Lalu ia pun mulai mengingat kejadian tadi.


Prilly pun menetes kan air mata nya.


Membuat bunda nya tiba-tiba cemas dan bingung.

__ADS_1


__ADS_2