Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
30#


__ADS_3

Ali mengangguk..


"iya Prill, ga mungkin kan aku terus tinggal di rumah kamu, ga enak sama bunda kamu. !"ujar Ali.


"Terus, kamu yakin, mau tinggal di rumah bekas keluarga Elisa itu, ya aku juga ga nyangka, ternyata itu rumah orang tua kamu yang mereka sabotase dan kuasai, sabar banget ya kamu, bertahun -tahun lamanya tinggal bareng mereka!" ucap Prilly.


"Iya Prill, aku juga ga nyangka, aku pikir memang bener rumah itu mereka yang beli, aku mulai sekarang harus tinggal disana , untuk menjaga peninggalan orang tua ku Prill. !" ujar Ali tersenyum.


Prilly mengangguk paham.


"Oke, kalau memang itu mau nya kamu, aku dukung kok. !" ujar Prilly.


"Makasih ya Prill.!" ujar Ali.


Prilly mengangguk tersenyum lalu..


"DOOR..!"


Ali dan Prilly kaget dan menoleh..


"Amel, ngagetin aja sih Lo.!" sergah Ali.


"Hehe, habis kalian berdua ini ngilang kirain kemana, ternyata lagi pacaran di balkon .!" ujar Amel sambil makan cemilan nya.


"Makanya, jangan Jomblo, cari pacar sana, atau sama Steven kan cocok .!" ujar Ali.


"Ogah ah, dia itu nyebelin sama kaya Lo kak. !" ujar Amel..


"Udah - udah , kalian ini ribut Mulu tiap hari, ga capek apa?" timpal Prilly.


"Pangeran kamu tuh, nyebelin. !" ujar Amel.


"Udah, Ali kamu juga, ngalah dikit Napa sih, em, mending sekarang kamu nyanyi pake gitar.!" ujar Prilly.


"Nah ide bagus tuh,bentar Amel ambil gitar nya dulu.!" ujar Amel seraya berlalu.


*


"Nyanyi apa nih?" ujar Ali.


"Terserah kamu, yang penting enak didengar.!" ucap Prilly.


"Oke, dengerin ya.. !" ujar Ali.


"Eits , tunggu dulu.!"ujar Amel.


"Ada apa sih?" ucap Ali.


"Ini, si bule ngeselin ngirim pesan, katanya dia udah di depan pagar, maksudnya apaan sih kak.!"ujar Amel bingung.


"Mana gue tau, dia kan kirim pesan nya ke elo, ya Lo yang nanya dong, kok gue sih.?"ujar Ali.


"Nah, ni dia nelpon ni, kakak aja deh yang angkat ,nih.!" ujar Amel sambil menyodorkan hp nya.


"Ganggu aja Lo, sini.!" ujar Ali,lalu mengangkat telpon dari Steven.


"Halo, ada apaan Bro,oh gitu,ok tunggu Bentar,gue jamin dia ga nolak.!"ujar Ali mematikan telpon dan memberikan pada Amel.


"Steven udah di depan pagar, mau ajakin Lo pergi jajan beli cemilan.!" ujar Ali.


Seketika Amel pun tersenyum lebar.


"Seriusan kak, asyik, aku begini aja deh, aku langsung pergi ya kak,bye.!" ujar Amel sambil berlari menuju luar pekarangan rumah.


"Ga dingin tuh ga pake jaket.!"ujar Prilly.


"Ga kok.!"jawab Amel sambil berlari


"Hati-hati, jangan pulang malem-malem .!" ujar Ali.


"Siap kak.!"jawab Amel,lalu menghilang di balik pagar.


"Benar kan, dia ga akan nolak kalau soal makanan.!" ujar Ali.


"Ya udah, sekarang lanjut dong nyanyi nya.!" ujar Prilly tersenyum.


Ali pun mulai memainkan gitar nya sambil menatap mata Prilly begitu pun Prilly.


"Bintang, terlihat terang, saat dirimu datang, cinta yang dulu hilang, kini kembali pulang.."

__ADS_1


"Lihat lah dia mulai bernyanyi, coba merangkai mimpi, cinta yang dulu pergi, kini datang kembali. "


"Wajah mu mengingat kan ku dengan kekasih ku dulu, wajahmu mengingatkan ku, dengan masa laluku.."


"Kekasih yang dulu hilang kini datang kembali pulang, akan ku bawa dia terbang, damai bersama bintang..."


Ali pun mengakhiri lagunya sambil tetap tersenyum menatap Prilly.


"Sekarang giliran kamu yang nyanyi dong buat aku.!" ujar Ali..


"Nyanyi apa Li.?"ujar Prilly.


"Terserah kamu, aku dengerin.!" ucap Ali.


Prilly pun mengambil alih gitar dari tangan Ali, dan mulai memetik gitar nya dan menatap Ali yang juga menatapnya.


"Awalnya, kita tak saling mengenal, dan sekarang aku telah mengenal mu.."


"Tak lama, butuh waktu saling mengerti, dan ternyata, aku nyaman dengan mu.. "


"Aku dan kamu tak kan bisa, melawan takdir nya, dan merubah semua yang ada.."


"Getaran ini ada, saat ku tau kau tak pernah menatap yang lebih dalam, selain hubungan ini, terjalin dengan tulus dalam sebutan sahabat hidup..."


Prilly pun mengakhiri lagunya dan menaruh gitarnya.


Lalu Ali meraih kedua jemari Prilly dan menggenggam nya.


"Makasih ya Prill.!" ujar nya.


"Makasih apa Li.?" ujar nya.


"Makasih, selalu setia menunggu aku, dan selalu ingat sama aku, maaf kalau aku pernah bikin kamu menunggu dan kecewa. !" ujar Ali.


Prilly mengangguk tersenyum.


"Ngga ada yang perlu di maafin Li, dalam hal ini kamu ga salah kok, jangan di pikiran lagi ya. !" ujar Prilly.


Ali pun memeluk tubuh Prilly.


"Terima kasih ya Putri salju.!"ucap Ali .


"Sama-sama pangeran langit. !" balas Prilly sambil tersenyum bersandar di dada Ali.


Di kantin sekolah Ali, Prilly, Amel dan Steven lagi menyantap makanan mereka.


"Kak, Minggu depan udah liburan sekolah, rencana nya mau kemana kak ?"ujar Amel.


"Memangnya kamu mau liburan ke mana.?"ujar Ali.


"Gue kangen Mama Papa kak.!"ujar Amel lesu.


Mereka hening sesaat.


"Ya udah, Minggu depan kita jenguk mereka. !" ucap Ali.


Amel menatap Ali berbinar dan berkaca-kaca.


"Kakak serius, kita ke Aussie kak, ke makam Mama Papa, Tante Maya dan Om Rio.?"ujar Amel antusias..


Ali mengangguk tersenyum..


"Yee, makasih ya kak Ali, Prill,kamu ikut 6a bareng kita, Please !"ujar Amel senang.


"Em, aku mau aja sih, tapi aku harus izin sama bunda dulu dong. !" ujar Prilly.


"Ntar aku izinin ya.!" ucap Ali, Prilly mengangguk setuju..


Ali menoleh ke Steven.


"Lo ikut aja Bro, orang tua Lo disana kan, ga mau berkunjung sekalian ntar. !"ujar Ali.


"Boleh juga sih, ntar gue atur, apa lagi bareng Amel, ya gue mau lah.!" ujar Steven Sambil tersenyum usil ke Amel, membuat Amel melayang kan pukulan kecil ke kening Steven.


"Apaan sih Lo kak, gak jelas.!"ujar Amel ketus.


"Cie, Amel, pake malu-malu segala, padahal seneng tuh.!" goda Ali.


"Kak Ali ga usah ikutan ngeledek deh,udah ah, mending gue ke kelas aja duluan, udah kenyang. !" ujar Amel seketika mau berdiri, seketika itu juga Steven menahan nya .

__ADS_1


"Aduh Amel jangan ngambek gitu dong, bercanda doang kok.!"ujar nya.


Amel pun kembali duduk dengan wajah juteknya, membuat mereka tertawa.


*Di kelas.*


"Amel, kalau aku lihat lihat nih, Steven itu kayanya suka beneran deh sama kamu, kalian berdua cocok banget tau. !" ujar Prilly .


"Ya ampun Prill, apa ga ada hal lain yang bisa kamu bahas gitu, masa bahas si bule tengil sih.! " ujar Amel.


"Ya, aku kan cuma kasih pendapat doang Mel,sensi banget kamu nya. !" ucap Prilly.


"Habis kamu sih bahas nya aneh banget, Kak Steven itu dari dulu emang suka iseng sama aku, ya aku ga mau terlalu berharap lah, yang ada ntar kesannya aku GR banget jadi orang. !" ujar Amel.


"Oh, jadi kamu pikir Steven itu cuma bercanda aja sama kamu.?"ujar Prilly.


"Ya iyalah , kan kamu bisa lihat sendiri tingkah nya ke aku gimana.!"ujar Amel..


Prilly hanya mengangguk tersenyum.


*


Jam pulang sekolah pun tiba.


Saat Prilly dan Amel keluar kelas sudah ada Ali di depan kelas..


"Amel, gimana, Lo setuju kan kalau kita pindah di rumah bekas keluarga Elisa itu. !" ujar Ali.


"Setuju sih kak, tapi, gue mau nya di rombak habis habisan ya, males banget kalau masih sama dengan semasa mereka tinggal. !" ujar Amel.


"Iya - iya deh, kamu tenang aja deh. !"ujar Ali.


mereka pun mulai jalan menuju parkiran sekolah, tiba -tiba Amel terpeleset dan dengan sigap seseorang menyambut tubuh nya agar tak jatuh, beberapa saat mereka terdiam lalu, Amel menatap nya terdiam.


"Angga.!" gumam Amel.


Ya , cowok yang reflek menyambut tubuhnya itu adalah Angga ketua kelas ia dan Prilly.


"Udah, jangan lama -lama, ga bagus ah.!" lerai Steven yang tiba-tiba sudah ada diantara mereka dan membantu Amel berdiri tegak.


"Iya kak Maaf, Amel gue duluan ya!"ujar Angga seraya berlalu.


"Iya - iya, makasih ya Angga. !" ujar Amel, Angga hanya mengangguk sambil mulai mengambil motornya di parkiran yang tak jauh, lalu berlalu.


"Lama banget tatapan nya, terpesona ya. !" ujar Steven.


"Apaan sih Lo kak, gue kaget tau, namanya juga hampir jatuh gimana sih Lo.!"sergah Amel.


"Em, yang bener, ntar kebayang-bayang lagi pas mau tidur. !" ujar Steven lagi.


"ih resek banget Lo, pergi Lo sana.!" umpat Amel kesal.


Steven hanya tertawa, dengan sesekali mencubit gemas pipi Amel.


"Apaan sih , lepasin gak sakit tau.!". teriak Amel keras.


Ali dan Prilly yang memperhatikan hanya tersenyum - senyum..


Lalu Prilly membisikkan sesuatu ke telinga Ali.


terlihat Ali mengangguk setuju.


"Hey, Lo berdua, udah dong pacaran nya, mau pulang gak. !" ujar Ali.


"Apaan sih kak Ali, siapa juga yang pacaran.!" ucap Amel.


"Alah, tenang aja dong dek, gue setuju kok kalau Lo pacaran sama Steven. !" ujar Ali.


"Wah, asyik nih udah dapat restu.!" ujar Steven.


"Lo juga, diem Napa. !" ujar Amel.


Mereka hanya tertawa melihat Amel cemberut dan kesal.


"Oh ya, ntar sore gue sama Prilly mau ke bioskop, Lo ikut ga Steven, ajakin Amel tuh.!" ujar Ali.


"Gue mau aja , Amel nya mau ga.!" ujar Steven


"Terserah deh, yuk pulang, laper nih .!" ujar Amel.

__ADS_1


Mereka pun pulang.


*Sore harinya.*


__ADS_2