Sahabat Hidup

Sahabat Hidup
29#


__ADS_3

Prilly pun langsung memeluk Bunda nya.


"Bunda, kok ga nelpon dulu sih kalau mau ke sini.?" ujar Prilly riang.


"Ya sayang, bunda cuma mau kasih kejutan aja. !"ujar Bunda nya sambil tersenyum.


"Tante, sehat kan?" ujar Amel menghampiri sambil tak lupa menyalami tangan Bunda Prilly.


"Alhamdulillah sehat sayang. !" ujar Bunda Prilly.


lalu ia menoleh ke Ali yang tersenyum menatap nya, perlahan matanya pun berkaca -kaca lalu Ali pun memeluk bunda Prilly.


"Ali, kamu yang sabar ya nak, Tante ga nyangka, kalau ternyata hal seperti akan terjadi sama kamu, bertahun - tahun kamu menanggung nya sendiri, Tante turut berdukacita ya sayang, untuk meninggal nya papa dan mama kamu, Mbak Maya dan Mas Rio,dan kedua orang tuanya Amel.!"ujar Bunda Susi sambil mengusap -usap punggung Ali yang bergetar menahan tangis.


Ali pun melepaskan pelukan dan mengangguk tersenyum.


"Terima kasih Tante, InsyaAllah Ali, akan selalu sabar .!" ujar Ali tersenyum tegar.


Bunda Susi mengangguk tersenyum,lalu menoleh ke Steven.


Steven pun menyalami Tante Susi.


"Salam kenal Tante, saya Steven, sahabat nya Ali.!"ujar Steven.


"Salam kenal kembali ya Steven, ini udah pada makan belum,bunda buatin cemilan ya?" ujar Bunda Susi.


"Wah, kebetulan nih Tante, Amel kangen banget sama masakan nya Tante. !" cengir Amel.


"Yee, bilang aja lo laper untuk kesekian kalinya, ya kan.!" ucap Ali menimpali.


"Apaan sih kak Ali, syirik aja sama Gue .!" ujar Amel kesal..


Prilly, Steven dan Bunda nya hanya tertawa.


"Em, yaudah Tante, dan semuanya, Steven pamit pulang dulu ya, udah kesorean soalnya. !" ujar Steven.


"Loh,kok pulang, ga mau cicipin dulu nih ntar masakan nya Tante. !" ucap Bunda Susi.


"Lain kali aja ya Tante, soalnya udah terlalu sore.!" ucap Steven.


Bunda Susi pun mengangguk tersenyum.


"Assalamualaikum.!"ujar Steven seraya pamit.


"Wa'alaikumussalam.!" balas mereka.


"Hati - hati ya bro.!" ujar Ali.


*


'Ting Tong'


Baru beberapa saat mereka duduk di ruang keluarga,dan bunda Susi lagi sibuk berkutat di dapur , terdengar Bel berbunyi lagi.


"Siapa ya.!"gumam Prilly.

__ADS_1


"Siapa Prilly, coba di lihat deh.!" ujar Bunda Prilly dari dapur yang tak jauh dari ruang keluarga.


"Iya bunda.!" jawab Prilly.


"Biar aku aja Prilly.!" cegah Amel .


Prilly pun menuruti, dan Amel bergegas menuju pintu depan..


"Mau apa an lagi sih Lo berdua kesini.!"


Ali dan Prilly kaget mendengar kerasnya suara Amel di pintu depan.


Ali pun bergegas berdiri dan pergi menuju ke pintu depan dimana Amel berada.


Di ikuti oleh Prilly dan bunda nya yang juga kaget mendengar Amel bicara dengan nada keras.


"Amel,ada siap...!"


Ali terdiam melihat dua orang yang berada di luar pintu,begitu juga Prilly dan bunda Susi yang di belakang nya..


"Kalian,mau apa Lo berdua kesini, udah berulang kali gue bilang ya sama Lo Elisa, gue ga mau ada urusan apa pun lagi sama Lo, dan keluarga Lo .!" ujar Ali dengan nada menahan marah, dengan Prilly yang mengusap punggungnya agar tetap mengontrol emosi.


"Ali, mama mau bicara sama kamu nak.!" ucap Mama Elisa seraya menerobos masuk dan mendekap Ali, dengan kasar Ali mendorong nya.


"Pergi Lo, gue ga mau lagi bicara sama Lo.!" ujar Ali.


"Ali, Mama mohon, dengarkan dulu penjelasan dari Mama.!" Ujar nya sambil menangis


"Pergi gue bilang, gue ga mau mendengar penjelasan apapun dari Lo.!" ujar Ali dengan suara keras.


"Tapi Prilly, aku ga mau lagi mereka ada di kehidupan aku, aku benci mereka Prill. !" ucap Ali.


"Kalian berdua dengar kan, kak Ali ga mau kalian masih ada disini, pergi dan jangan pernah lagi muncul di hadapan kami.!" ucap Amel ikut menimpali.


"Amel, Tante mohon, Ali memang harus mendengarkan penjelasan saya. !" ujar Mama Elisa memohon.


"Maaf ya sebelum nya kalau saya ikut campur, Ali , boleh Tante ikut bicara nak.?" ujar Bunda Susi.


Ali mengangguk.


"Oke, saya adalah bunda nya Prilly, saya sudah sedikit banyak nya sudah tau apa yang terjadi pada Ali, dan saya juga sudah tau tentang Mbak, dan Elisa,serta kasus yang melibat kan ayah dari Elisa, kalau saya boleh tau, apa hal yang membuat kalian ingin sekali bertemu Ali. !" ujar Bunda Susi.


"Begini Mbak, ada hal yang penting harus saya sampaikan ke Ali, dengan ini mungkin bisa menebus dosa - dosa saya selama ini terhadap Ali. !" ujar Mama Elisa.


"Ok baik, dan kamu Ali, mau kan ikutin saran Tante untuk mencoba memberi kesempatan kepada Elisa dan mama nya.?" ujar Bunda Susi.


Ali perlahan mengangguk.


"Oke baik, ayo Mbak dan Elisa silahkan masuk ke dalam. !"ujar Bunda Susi.


Mereka semua pun masuk dan duduk di ruang tamu.


"Ali, Mama ,dan Elisa mohon maaf atas perbuatan kami kepada kamu selama ini,dan juga minta maaf atas apa yang sudah di buat oleh papa nya Elisa.!" ujar Mama Elisa.


"Gampang banget sih udah bunuh orang minta maaf, pantes nya itu dia membusuk di penjara, eh malah mati.!" umpat Amel.

__ADS_1


"Tante mohon Maaf sekali lagi ya nak Amel ,sama kamu juga, karna ulah papa Elisa, kamu juga menjadi korban nya.!" ujar Mama Elisa.


"Modus banget minta di kasihanin, padahal berhati iblis tuh satu keluarga.!" gumam Amel yang mendapat cubitan pelan dari Prilly.


"Shuut Amel, kamu jangan ngomong gitu dong.!" kode Prilly pelan, karena Prilly duduk bareng Amel, Ali dengan bunda Susi di sisi kiri, Elisa dan Mama nya di seberang mereka.


Prilly menoleh ke Ali yang hanya diam dengan wajah datar.


"Terus, hal penting apa yang mau Lo sampaikan ke gue.!" ujar Ali.


Mama Elisa menatap Elisa ,dan Elisa mengangguk, lalu membuka tas sandang nya, dan memberikan beberapa Map ke Mama nya.


"Mama cuma mau mengembalikan ini semua ke kamu Ali.!" ujar nya sambil meletakkan nya di meja .


Ali pun meraih dan membuka Kertas Map itu satu persatu..


"Itu semua ada lah Aset papa kandung kamu, beserta adik nya papa dari Amel, ini semua adalah surat -surat sertifikat rumah dan perusahaan yang ada di Aussie, rumah dan perkebunan teh di Bandung,serta surat rumah dan surat perusahaan yang ada di Jakarta, yang selama ini disimpan oleh papa Elisa, sebagai jaminan agar kamu ga kabur, dan karna aset aset ini semuanya atas nama kamu dan juga Amel,karna kami pikir Amel adik kamu Sudah tidak ada,dan otomatis harta nya semua jatuh ke kamu jika umur kamu sudah 17 tahun,dan kami waktu berniat menikah kan kamu dan Elisa agar Aset ini nanti akan jatuh ke tangan kami, sekarang mama ingin mengembalikan semua ini,masalah rumah di Bandung maaf,kami berbohong,kami bilang sudah di jual padahal tidak,karna kami takut waktu dulu itu kamu selalu ingin minta diantar pulang ke Bandung, mohon di terima ya Ali,Mama takut kalau masih menyembunyikan semua ini, hidup mama ga tenang, sudah cukup menderita hidup Mama sekarang, Mama ga mau membawa semua beban ini lagi,dan untuk semua ini nanti akan ada pengacara yang akan menghubungi kamu,sekali lagi Mama mohon maaf dari kamu ya Ali, Mama hanya terpengaruh dengan papa selama ini, maafin Mama ya Ali,..!"ujar nya.


Ali hanya terdiam memandang kelain arah tanpa menjawab.


"Baik, Mbak Susi, Prilly, kalau gitu saya mohon maaf ya, saya sudah lega sekarang, terima kasih atas kesempatan nya.!"ujar Mama Elisa..


"Sama -Sama !" ujar Bunda Susi menerima uluran tangan dari Mama Elisa, begitu pun Prilly.


Mereka pun berlalu pamit tanpa dapat balasan ucapan salam dari Ali dan Amel..


*


Bunda Susi dan Prilly berjalan perlahan menuju ruang tamu, tampak Ali dan Amel hanya terdiam di tempat duduk mereka.


Prilly pun menatap Bunda nya, Bunda nya tersenyum mengangguk.


kemudian mereka pun menghampiri Ali dan Amel, Bunda Susi duduk disamping Ali, sedang kan Prilly duduk disamping Amel.


"Ali,Amel, semua kan sudah jelas, sekarang ada apa, kenapa pada murem gini.?" ujar Bunda Susi.


"Ga habis pikir aja Tante, buat apa semua ini, ga ada gunanya, kalau semua ini ditukar dengan hilang nya kedua orang tua kami Tante.!" ujar Ali lirih.


"Tante ngerti, ga ada harta yang paling berharga dari kedua orang tua maupun keluarga, tapi, kita juga harus ingat, semua yang kita punya termasuk nyawa sekalipun,itu hanyalah titipan, dan sang pemiliknya berhak kapanpun mau mengambil nya, jadi semua ini adalah takdir yang Maha Esa, Ali maupun Amel ga boleh mengutuk takdir itu seolah-oleh ini semua ga adil, Allah ga akan menguji umat nya jika dia tidak mampu, kalau Ali dan Amel mengalami takdir seperti ini, berarti Allah tau , Ali maupun Amel mampu menghadapi semua cobaan ini,paham kan maksudnya Tante.?" ujar Bunda Prilly.


Ali dan Amel mengangguk tersenyum.


"Terima kasih Tante..!" ujar Ali.


"Nah gitu dong senyum, kalau masalah semua aset ini, ga ada kaitannya dengan alasan nya ditukarkan dengan nyawa orang tua kalian, ini adalah salah satu jalan dan takdir dari Allah,dan juga rezeki buat kalian, disimpan baik-baik, dan jika saat nya tiba, sudah berumur 17 tahun, Ali dan Amel bisa memanfaatkan nya. !" ujar Bunda Prilly.


"Siap Tante, makasih ya Tante. !" ujar Ali.


"Makasih Tante.!" ujar Amel ikut menimpali. !"


"Iya sayang, sama-sama, ya udah, Tante lanjut masak dulu ya.!" ujar nya seraya lanjut ke dapur..


**


"Kamu serius Ali Mau pindah?" ujar Prilly.

__ADS_1


__ADS_2