Saka, My Cool Husband

Saka, My Cool Husband
Episode 17


__ADS_3

Spesial Liburan di Bali


Badan Safina rasanya pegal semua setelah 24 jam perjalanan Jakarta Bali menaiki bus.


" Kalau tahu bakal secapek ini, aku bakal ikut Saka naik pesawat. Huh. " Gerutunya dalam hati sambil berjalan menuju pintu hotel bersama karyawan lainnya. Safina kagum dengan hotel ini, sangat mewah. Saka dengan baik hati memberikan fasilitas liburan semewah ini kepada karyawannya.


" Silahkan buka grup whatsapp kalian. Kalian bisa lihat pembagian kamar di gambar yang saya kirim. " Suara Bu Sista, salah satu karyawan yang punya jabatan tinggi di kantor Saka. Dia yang mengurus liburan kali ini.


" Loh Saf, kok kita nggak sekamar ya? Aku sekamar sama Mbak Sarah terus sama Lili. Lili kan bukan devisi kita, kenapa sekamar denganku. " Kata Laras masih membaca pembagian kamar.


Safina juga heran, " Mungkin aku sekamar dengan yang lain. " Pikir Safina tapi dia sama sekali tidak menemukan namanya.


Berkali-kali Safina mencari namanya, tetap tidak ada. " Kok namaku nggak ada. " Keluhnya.


" Iya ya? Kok bisa? " Laras juga bingung.


" Yaudah, kamu boleh tidur di kamar aku. Kita berbagi kasur. " Lanjut Laras.


" Emm Laras.. Makasih.. " Safina memeluk teman baiknya itu.


" Ck, mungkin kehadiranmu tidak diharapkan di sini. " Sarah tersenyum mengejek.


Safina memutar bola matanya malas. " Mbak Sarah ini, selalu saja seenaknya berbicara. " Kesal Safina dalam hati.


" Aku akan protes ke Saka nanti. Aku kan istrinya. Kenapa dia membiarkan aku tidak dapat kamar. Awas saja. " Gerutu Safina dalam hati.


Karena hari sudah malam, sebagian dari mereka ada yang mulai menuju ke kamar, ada juga yang masih berdiri di halaman dekat pintu utama hotel.

__ADS_1


Mereka yang masih di luar, termasuk Safina, mendadak terpukau karena kedatangan seseorang yang baru saja turun dari mobil.


Saka turun dari mobil menggunakan setelan jasnya. Berdiri tegap, membetulkan posisi jasnya kemudian berjalan masuk ke pintu utama diikuti anak buahnya.


Tidak ada yang tidak memandang kagum Saka, terutama karyawan wanita. Mereka semua terpesona dengan ketampanan dan kewibawaan Saka Nugraha.


Berjalan dengan elegan melewati karyawan-karyawan yang sedang berjejer.


Ketika Saka melintas di depan posisi Safina berdiri,


" Saka.. " Safina langsung menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya saat tak sengaja memanggil nama Saka.


Tanpa menggentikan langkah, Saka melirik sekilas lalu mengedipkan sebelah matanya kepada Safina.


Hanya Safina dan Antonio yang menyadari kedipan mata Saka, karena posisi mereka yang bersebelahan. Sedangkan semua orang yang ada disitu tidak memperhatikannya. Dari posisi mereka berdiri, mereka hanya melihat Saka melirik sekilas ke arah Safina.


" Rasain tuh, dicuekin. Sok sok an mau manggil Pak Saka. " Ledek Sarah kepada Safina.


" Nggak punya malu.. Dih. " Salah satu karyawan lain juga meledek Safina.


Safina diam saja. Dia merutuki dirinya sendiri yang kelepasan memanggil Saka.


" Yuk Saf. Kita ke kamar aja. " Ajak Laras tidak mau teman-temannya semakin mengejak Safina. Safina menurut.


Setelah sampai di depan pintu kamar, Safina berhenti. Laras ikut berhenti, " Ayo masuk. " Ajak Laras. Sarah tidak mempedulikan dua orang itu, dia masuk bersama Lili.


Bukannya masuk, Safina malah melepas tas gendongnya lalu menyerahkannya kepada Laras. " Titip bawa masuk ya? Aku mau keluar sebentar. " Kata Safina.

__ADS_1


" Mau kemana? " Tanya Laras.


" Bentar aja kok. "


" Saf... " Safina berlari tanpa mempedulikan panggilan Laras.


Safina berjalan menghamipiri resepsionis hotel yang ada di lantai bawah. " Permisi mbak. " Sapa Safina sopan.


" Iya Nona, ada yang bisa saya bantu? " Tanya Resepsionis itu sopan.


" Emm mau nanya. Pak Saka Nugraha ada di kamar mana ya? " Tanya Safina sedikit ragu.


" Ada apa Nona menanyakan kamar pemilik hotel ini? " Safina tersentak kaget. Hotel ini milik Saka?


" Emm.. Itu.. Saya mau ngasih file ke Pak Saka. Iya, saya salah satu karyawannya. Tadi Pak Saka nyuruh saya ngasih file. " Jelas Safina berbohong. Dia sedikit gugup, semoga Resepsionis ini percaya.


" Nona Safina. " Safina menoleh ke belakang karena ada yang memanggilnya dari belakang. Ternyata itu adalah Josep.


" Nona kenapa ada di sini? " Tanya Josep sopan.


" Itu.. Pak Josep, emm saya mau nanya kamar Pak Saka dimana. " Menjawab sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Oh mari Nona, saya antar ke kamar tuan. " Josep mempersilahkan Safina untuk mengikutinya.


Safina mengangguk pamit kepada resepsionis itu sebelum akhirnya berjalan mengikuti Josep.


" Kenapa karyawan biasa bisa diperlakukan sesopan itu ya? " Heran resepsionis itu melihat Josep memperlakukan Safina dengan sangat spesial bahkan tadi sempat menunduk hormat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2