Saka, My Cool Husband

Saka, My Cool Husband
Episode 29


__ADS_3

Di dalam ruangan Safina, Keempat karyawan satu devisi itu sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


" Anak ingusan! " Mereka sontak menoleh ke arah pintu asal suara lantang itu terdengar.


Agnes berjalan cepat ke meja Safina.


Brakk.. Dia menggrebak meja kerja Safina. Antonio, Laras, dan Sarah langsung bediri dan mendekat ke Safina.


" Aku sudah tidak tahan. Kau.. Jauhi Saka. Cerai dengan dia. " Ucapnya dengan penuh penekanan.


" Apa hak anda menyuruh saya bercerai dengan SUAMI saya. " Ucap Safina memberi penekanan pada kata suami.


Menarik ujung kerah kemeja Safina bagian belakang sampai membuat gadis itu berdiri.


" Apa-apaan ini. " Teriak Safina berusaha melepaskan diri.


" Perempuan tidak tahu malu. Kau merebut Saka dariku. Dasar perempuan murahan! " Teriak Agnes.


Agnes hendak menarik rambut Safina tapi tangannya ditahan oleh seseorang.


" Lepaskan tangan anda. " Ucap Sarah menarik tangan Agnes.


" Jangan ikut campur. Kau tidak tahu siapa aku? " Ucap Agnes kepada Sarah.


" Maaf Bu Agnes. Anda sudah membuat keributan di ruangan saya. Anda tidak berhak membuat keributan di sini. Bahkan di perusahaan ini. Anda memang orang kaya, tapi kantor ini bukan milik anda. " Sarah berbicara dengan tegas.


" Ini kantor calon suami saya. Kau tahu itu? " Ucap Agnes manatap tajam Agnes.


" Anda tidak salah? Jelas-jelas istri Pak Saka ada di samping anda. Apa Safina tidak cukup besar untuk terlihat di mata anda? " Safina tertegun mendengar ucapan Sarah. Sarah sedang membelanya?

__ADS_1


Suara bising dari ruangan itu membuat beberapa karyawan lain yang ruangannya tidak jauh berdatangan. Menyaksikan perdebatan perempuan-perempuan itu.


" Kau.... " Tunjuk Agnes kepada Sarah.


Agnes menjambak rambut Sarah dengan kasar. Sarah yang tidak terima membalas menjambak rambut Agnes. Keduanya saling menjambak.


" Berhenti.. Berhenti.. Aduh bagaimana ini. " Safina berusaha memisahkan kedua wanita yang masih mengadu kekuatan itu.


Antonio juga membantu memisahkan kedua wanita itu. " Antonio lepaskan aku. Biar kucabik-cabik perempuan tidak malu ini. " Ucap Sarah berusaha melepaskan diri sari pegangan Antonio.


" Hei lepaskan aku. Jauhkan tanganmu. " Teriak Agnes kepada karyawan laki-laki lain yang ikut membantu memisahkan mereka.


" Nona Agnes. Anda ini perempuan berpendidikan, seharusnya anda bisa menjaga sikap anda. Saya minta maaf, tapi saya tidak pernah merebut Saka dari anda. Terimalah kenyataan kalau Saka sudah menikah. " Ucap Safina yang berdiri di tengah-tengah Sarah dan Agnes.


" Jaga mulutmu. Aku akan merebut Saka. Ingat itu! " Agnes masih dipegangi oleh karyawan laki-laki itu.


" Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. " Ucap Safina tegas.


" Baiklah. " Antonio melepaskan pegangannya kepada Sarah.


Karyawan laki-laki itu juga melepaskan pegangannya kepada Agnes. Agnes melirik tajam laki-laki yang baru saja menahannya.


" Ada apa ini? " Suara tegas yang muncul dari pintu membuat semua yang ada di ruangan itu menoleh. Mereka menunduk melihat raut wajah bosnya terlihat dingin.


" Jika kalian masih berkumpul di sini, aku akan memecat kalian semua. " Ucapan Saka langsung membuat mereka ketakutan. Mereka menunduk hormat kemudian keluar dari ruangan itu.


Sarah, Antonio, Laras, dan Safina masih berada di ruangan, karena ini adalah ruangan kerja mereka. Agnes juga masih berdiri di sana.


Saka menatap tajam satu persatu dari mereka, tak terkecuali Safina.

__ADS_1


" Josep, bawa wanita ini keluar. " Saka menguruh Josep membawa Agnes keluar.


" Saka... " Ucap Agnes ketika tangannya ditarik keluar Josep.


Sekarang hanya ada Saka dan keempat karyawan itu. Saka menatap tajam keempatnya. " Apa kalian merasa ini kantor kalian? Seenaknya membuat keributan. " Ucap Saka.


Baik Safina, Antonio, Laras, dan Sarah tidak ada yang berani menjawab. Tatapan dan suara tegas bosnya membuat mereka tak berkutik.


Saka membalikan badannya keluar dari ruangan itu. Tapi sebelum dia berbalik, matanya sempat bertemu dengan mata Safina.


Antonio bernafas lega ketika Saka sudah keluar dari ruangan mereka.


" Mbak Sarah.. " Sarah menoleh ke Safina.


" Terima kasih. Tadi sudah membelaku. " Lanjut Safina.


Sarah menarik nafas lalu menghembuskannya. " Jaga pernikahanmu baik-baik. Jangan biarkan perempuan bar-bar itu menganggu rumah tanggamu. " Meskipun sedikit cuek cara bicaranya, tapi itu membuat Safina senang. Dia tahu meskipun Sarah menyebalkan, sebenarnya Sarah sangat baik.


" Pasti. " Jawab Safina yakin.


Laras tersenyum. " Yasudah yasudah. Ayo kita kembali kerja. " Laras berjalan kembali ke arah kursinya.


" Huh. Perempuan itu membuat moodku rusak. " Kesal Sarah juga kembali ke kursinya.


" Ayo Mas Anton. Kita duduk juga. " Ajak Safina kepada Antonio. Mereka tertawa bersama lalu kembali duduk di kursi mereka.


Safina kembali mengerjakan tugasnya. Wajahnya terlihat serius, tapi sebenarnya pikirannya kacau. Jujur dia takut dengan ancaman Agnes. Melihat, Agnes sudah mengenal lama Saka, mereka juga teman dekat. Pasti Agnes lebih tahu banyak tentang Saka dibanding dirinya.


" Saka juga memarahiku tadi. " Ucapnya dalam hati. Dia juga diberi tatapan tajam tadi.

__ADS_1


" Sudahlah. Lebih baik aku selesaikan pekerjaanku dulu. " Menghembuskan nafas dan kembali fokus dengan pekerjaan.


........


__ADS_2