Saka, My Cool Husband

Saka, My Cool Husband
Episode 28


__ADS_3

" Pak Saka ada di dalam? " Tanya Safina kepada sekretaris Saka yang duduk di sebuah kursi meja di depan ruangan Saka.


Sekretaris itu berdiri dan memberi hormat kepada Safina. " Iya Bu. Ibu sudah ditunggu. Silahkan masuk. " Ucap sekretaris itu.


Safina tersenyum kikuk. Pasti sekretaris ini sudah dengar kabar pernikahannya dengan Saka.


" Jangan memanggil Bu. Panggil saja Safina. Saya karyawan biasa kok di sini. " Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Sekretaris itu tersenyum ramah. " Tidak apa Bu. Ibu kan istrinya Pak Saka. " Jelas sekretaris itu.


" Yasudahlah. " Menghembuskan nafas. " Saya masuk dulu ya. " Tersenyum lalu melangkahkan kakinya membuka pintu ruangan Saka.


Yang pertama dilihat Safina setelah membuka pintu adalah sosok laki-laki yang sedang menyadarkan punggungnya di sofa ruangan itu, dengan tangan yang memainkan ponsel.


Safina menutup pintunya pelan, berjalan menghampiri suaminya. Di atas meja dekat sofa sudah ada dua bungkus makanan lestoran mewah.


" Aku lapar sekali. " Membuka bungkus makanan yang ada di meja setelah mendudukkan tubuhnya di samping Saka.

__ADS_1


Safina makan tanpa mempedulikan Saka di sampingnya. Laki-laki itu masih sibuk memainkan ponsel. " Masa bodoh dengan dia. Aku sudah lapar. " Ucap Safina dalam hati, masih mengunyah makanannya.


Safina hendak menyuapi lagi makanan ke mulutnya tapi sebelum makanan itu sampai ke mulutnya, tangannya ditarik oleh Saka. Saka menyuapkan makanan yang ada di tangan Safina ke mulutnya.


Safina cemberut sebal. " Kau kan sudah punya sendiri. Kenapa memakan punyaku. " Sambil menunjuk ke satu bungkus makanan yang belum dibuka.


" Apa kau tidak lihat? Aku sedang membaca email yang masuk. Suapi aku. " Membuka mulutnya lagi.


Safina mencebik sebal tapi dia tetap menyuapi suaminya itu. Bergantian menyuapi dirinya sendiri dan juga Saka. Suap demi suap akhirnya dua bungkus makanan itu habis tak tersisa. Setelah itu mereka meneguk botol air mineral yang sama.


" Sayang.... " Safina menyandarkan kepalanya di bahu Saka.


" Besok tidak usah membelikanku makan siang ya? Besok saja kok. " Ucap Safina.


Saka menghentikan ketukan jarinya di ponsel.


" Jangan macam-macam. " Ucapnya.

__ADS_1


" Besok saja kok. Hanya besok. Sudah lama aku tidak makan siang di warung mi ayam depan kantor. " Mengelus lengan suaminya dengan lembut, berharap mendapat izin dari suami menyebalkannya itu.


" Jangan merayuku. " Menepis pelan tangan Safina yang mengelus lengannya.


" Ck. Begitu saja tidak boleh. " Menegakkan tubuhnya. Sekarang posisinya tidak bersandar di bahu Saka.


" Sayang? " Memeluk lengan suaminya itu. Tidak boleh menyerah, hanya dengan rayuan sedikit lagi pasti Saka akan luluh.


" Jangan begini. Kau menganggu konsentrasiku. " Saka melepaskan tangannya yang dipeluk Safina.


Safina berdiri dari duduknya. " Yasudah. Aku kembali ke ruanganku. "


Saka meletakan ponselnya di meja.


" Tunggulah sebentar. Aku sedang membalas email-email penting. Setelah ini aku akan meladenimu sampai kau puas. " Ucapnya menggoda Safina. " Ayo sini. " Lanjutnya sembari menepuk tempat duduk di sebelahnya.


" Aku hanya akan menganggumu. Aku akan keluar supaya kau lebih konsentrasi. " Ucapnya lalu berjalan keluar ruangan Saka. Safina tidak mempedulikan panggilan Saka kepadanya.

__ADS_1


" Aku pura-pura kesal saja. Kalau aku tidak begini, sampai nanti aku tidak akan bisa keluar dari sana, dan aku akan lembur sampai malam. Tidak mau tidak mau. " Ucapnya sambil berjalan menuju ke ruangannya.


......


__ADS_2