
Menakjubkan.. Ini pertama kalianya aku menaiki pesawat terbang, milik pribadi pula. Jet pribadi tepatnya. Pak Saka benar-benar kaya raya, entah berapa hartanya sampai bisa punya jet pribadi semewah dan selengkap ini.
" Norak. Nggak pernah naik pesawat ya. " Ejek Mbak Sarah sambil menampilkan wajah mengejeknya. Apa salahnya. Aku memang tidak pernah naik pesawat. Tidak salahkan kalau aku senang. Dari pada melihat manusia menyebalkan satu ini lebih baik aku jalan-jalan melihat-lihat isi jet mewah milik Pak Saka.
" Ada yang bisa saya bantu nona? " Tanya salah seorang pramugari yang melihatku berjalan-jalan melihat isi jet.
" Ah tidak. Saya cuma mau lihat-lihat. Hehe. "
" Baik, saya tinggal dulu nona. Kalau membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saya. Permisi. " Ucap pramugari itu, aku sempat mengangguk tersenyum sebelum dia pergi.
__ADS_1
Aku ingin kembali ke tempat duduk. Baru dua langkah aku mundur bersiap untuk membalikkan badan, tiba-tiba punggungku seperti tertabrak sesuatu.
" Aw.. " Pekikku. Aku langsung membalikkan badan dan yahhh... Aku terkejut, sepasang mata sedang menatapku tajam. Ternyata punggunggku menabrak seorang pria tampan berwajah dingin. Siapa lagi kalau bukan Pak Saka yang terhormat.
" Ma.. maaf Pak. " Ucapku gugup sambil menundukan kepala. Sungguh, aku tidak berani menatap matanya yang tajam itu.
" Apa kerjamu cuma membuat orang lain kesal? Dasar bodoh. " Dua kali, ini dua kalinya Pak Saka mengataiku bodoh. Huh benar-benar. Lagian siapa suruh berdiri di sini, aku jadi nabrak kan? Eh tapi ini kan jet dia, bebas dong dia mau ngapain. Lagi-lagi aku tidak punya hak protes. Menyebalkan.
" Kamu mau berdiri terus di situ? " Kata-kata Pak Saka membuatku sadar dari pikiranku. Iya, ngapain aku masih di sini sih.
__ADS_1
" Eng.. enggak Pak. Saya mau.. Mau kembali ke kursi saya Pak. Permisi. " Ucapku hendak pergi. Karena gugup dan terburu-buru, aku sampai tidak bisa melangkah dengan benar.
" Aaaa.. " Teriakku karena merasa tubuhku akan jatuh ke lantai. Aku menutup mataku rapat-rapat.
Ada apa denganku? Kenapa aku tidak merasa sakit setelah jatuh. Aku membuka mataku pelan-pelan. Aku mengedipkan mataku berkali-kali. Tatapan mata ini, kenapa teduh sekali. Benar-benar menenangkan.
Tunggu, kenapa aku bisa melihat mata Pak Saka dengan jarak sedekat ini ya? Pinggangku, seperti ada yang memegang. Punggunggku juga. Apa yang terjadi. Aku mulai sadar ternyata aku dalam posisi dekapan Pak Saka. Apa tadi ketika aku mau jatuh Pak Saka menahanku ya? Duh sosweet sekali.
Tidak tidak.. Ini tidak benar. Apa yang aku lakukan. Aku terlanjur menikmati momen ini sampai lupa apa yang terjadi. Aku langsung berdiri tegak dan Pak Saka melepas pelukannya. Aku malu sekali. Apa nanti yang dipikirkan Pak Saka tentangku. Malu aku kalau Pak Saka mengira aku perempuan murahan yang nempel-nempel ke Pak Saka.
__ADS_1
" Ma.. maaf Pak. Maaf. " Ucapku gugup dan berlalu pergi dari Pak Saka. Sedikit agak jauh darinya, kusempatkan untuk menengok Pak Saka, dia masih terlihat diam tak bergeming dari tempatnya. Apa yang dia pikirkan ya.