
Safina Pov
Orang-orang dan beberapa kerabat Pak Saka mulai pergi, tinggalah aku, Pak Saka, Pak Josep, Mbak Sarah, dan Pak Frans. Pak Frans adalah adik dari Nyonya Lidya, mamanya Pak Saka. Di sebuah pemakaman di Negara Perancis. Setelah mengalami kritis, Nyonya Lidya menghembuskan nafasnya yang terakhir dan sekarang sudah dimakamkan di samping makam suaminya.
Aku tidak menyangka, baru saja aku merasakan memiliki mama mertua dalam beberapa detik saja. Aku seperti mimpi, dalam sekejap statusku berubah menjadi istri seseorang. Istri Saka Nugraha.
Tadi, sebelum Mama Lidya menghembuskan nafas terakhir, aku dan Pak Saka menjalani proses ijab qobul di rumah sakit, aku yang sudah tidak memiliki wali digantikan dengan wali hakim. Entahlah apa yang membuatku setuju menerima pernikahan dadakan ini, aku tidak tega melihat tatapan memohon Mama Lidya. Jadilah aku dan Pak Saka menikah. Setelah ijab qobul selesai, Mama Lidya sempat mengelus kepalaku dan tersenyum manis. Semoga engkau tenang di alam sana Ma.
__ADS_1
" Sabar Pak. " Kulihat Mbak Sarah jongkok di sebelah Pak Saka. Mengelus pundak Pak Saka. Apa ini, kenapa hatiku seperti tidak rela melihat Mbak Sarah menyentuh Pak Saka. Tapi memang Pak Saka sekarang suamiku. Meskipun belum tercatat di hukum Indonesia, tapi secara agama kami sah. Aku tidak bisa menyalahkan Mbak Sarah, dia memang tidak tahu kalau aku dan Pak saka sudah menikah. Dia tidak ada di lokasi waktu itu, dan Pak Saka.. Aku tahu hatinya sedang terpuruk atas kepergian Mamanya. Apalagi aku yakin, Pak Saka menikah denganku terpaksa karena keinginan mamanya. Mana mungkin dia mencintaiku.
Hatiku semakin teriris ketika Mbak Sarah merangkul pundak Pak Saka dan menaruh kepalanya di pundak Mbak Sarah. Pak Saka tidak menolak. Ya Tuhan, ada apa denganku, ada apa dengan hatiku. Aku bisa apa, aku hanya berdiri di belakang mereka, tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak boleh egois, Pak Saka membutuhkan seseorang untuk menguatkannya, meskipun bukan aku.
Author Pov
Statusnya memang istri sah Saka, tapi tidak ada yang berubah dalam kehidupannya. Dia tetap karyawan yang bekerja di perusahaan suaminya.
__ADS_1
" Ayok cepat kita berkumpul di depan. Pak Saka sudah kembali dari Paris. " Sarah terlihat bersemangat menyambut kedatangan Saka. Safina terkejut, tidak menyangkan Saka akan pulang. Dia ikut ke depan untuk menyambut Saka.
Para karyawan berjajar rapi menyambut kedatangan bos mereka. Safina berdiri diantara Antonio dan Laras, teman satu devisinya.
" Kukira Pak Saka akan terlihat kacau, secara kan dia baru ditinggal mamanya. Tapi lihat, dia tetap saja tampan dan mempesona. " Bisik Laras kepada Safina. Safina diam saja, karena dia juga mengakui itu.
Beberapa pimpinan perusahaan seperti wakil direktur, manajer mengucapkan berduka cita. Termasuk.. Sarah. Safina sedikit kesal, kenapa dia selalu selangkah lebih maju darinya. Sedangkan Safina, dia benar-benar tidak berani melakukan apa-apa.
__ADS_1
Saka berjalan dengan berwibawa melewati karyawan-karyawannya. Ketika akan melewati Safina, Safina benar-benar memperhatikan Saka, apakah Saka akan menoleh atau bahkan menyapanya. Satu dua tiga, tepat ketika melewatinya Safina, sedikitpun Saka tidak menoleh. Bumm.. Hati Safina serasa ditumbuk batu, sakit rasanya.. Tapi dia berusaha bersikap biasa saja.